CEO Cantik Si Penggoda Hatiku

CEO Cantik Si Penggoda Hatiku
Bab 65.Yang Pertama


__ADS_3

Pelayan mengikuti kedua mempelai itu dari belakang dan membawakan makan siang mereka, eh bukan siang lagi tapi makan sore karena waktu sudah menunjukkan sore hari. Karena terlalu bahagia keduanya sampai lupa untuk makan siang dan melupakan rasa lapar mereka.


Saat pelayan telah keluar dari kamar pengantin mereka, Risty terlihat hanya duduk dan diam di samping ranjangnya. Dan Erlangga masuk ke dalam kamar mandi sejenak.


Setelah keluar dari kamar mandi, dengan tidak sabar Erlangga menghampiri Risty, menarik tangannya dan membawa kedalam pelukannya. Sedangkan Risty hanya memekik tertahan mendapat pelukan tiba-tiba dari sang suami.


Dengan tak sabar Erlangga menghadiahi c**man-c**man kecil di leher istrinya, merasakan tengkuk leher Risty yang begitu wangi, lalu beralih menc***m b**** Risty yang yang daritadi dia dambakan, tangan Erlangga mendarat pada pinggul istrinya, sedangkan tangan Risty melingkar indah pada leher sang suami.


Seekuat tenaga Erlangga menahan h**ratnya yang sedari tadi muncul, Risty pun merasakan gelenyar aneh yang memenuhi syaraf dan aliran darahnya. Ini kali pertama mereka berciuman begitu lama dengan sangat lembut tanpa tergesa-gesa atau merasa takut. Merasakan manis b**** mereka masing-masing selama hampir setengah jam, hingga suara ketukan pintu membuat keduanya terpaksa menghentikan aktivitas mereka.


"Tok.. tok!


"Sayang, apa kamu sudah menyelesaikan makan kalian?" tanya Bu Aminah.


"Iya Bu, tunggu sebentar lagi!" sahut Risty dari dalam.


"Keluarga kita ada yang mau pamit balik sayang, setelah makan segera temui mereka sebentar ya!" pinta Bu Aminah.


"Baik Bu!" jawab Risty.


Lalu kedua mempelai pengantin baru itu terkekeh bersama, mereka menertawai diri mereka sendiri. Bagaimana bisa disaat keluarga besar masih berkumpul di lantai bawah, mereka malah asik bermesraan di kamar pengantin.


"Sabar ya cintaku! Tunggu beberapa jam lagi!" goda Risty pada suaminya.


"Apa sebaiknya kita lari lewat pintu belakang sayang? Kita menginap di hotel aja, biar orangtua kita aja yang menemui keluarga besar," canda Erlangga dan Risty semakin terkekeh


"Yang nikah itu kita bukan mereka sayang!"


"Pengen aku suruh pergi aja sih semuanya! Aku suruh belanja ke mall, nanti dikasi kartu debit satu-satu! Biar nggak ganggu kita lagi!"


"Bang, jangan makin halu deh! Aku tahu duit Abang banyak, tapi nggak gitu juga sayang!" Risty memutar malas bola matanya.


"Iya sayang.. Iya.. aku sabarrr!"


Setelah mereka menyelesaikan makan sore mereka dengan cepat, mereka kembali ke lantai bawah untuk menemui keluarga besar mereka dan para tamu undangan.


Di luar tenda pernikahan, terlihat seseorang pria tampan, terlihat mengejar salah satu biduan cantik yang berpakaian minim, terlihat si pria melayangkan gombalan-gombalan recehnya pada si wanita dan berusaha meminta nomor ponsel wanita cantik itu.


"Boleh ya aku antar! Aku tuh orangnya nggak tegaan kalo liat cewek cantik pulang malam sendirian," rayu Beny pada biduan cantik itu.


"Nggak usah repot-repot bang, kebetulan aku udah pesan taksi online," tolak si biduan.


Sebenarnya dia juga berharap pria tampan itu mengantarnya tapi dia terlalu jaim untuk mengiyakan.


"Ya udah kalo gitu bagi nomor ponsel kamu ya!" Beny terlihat berlari kecil mengejar sang biduan cantik yang sudah membuatnya terpesona.

__ADS_1


Hingga ponselnya tiba-tiba jatuh ke tanah, dia berjongkok mengambilnya dan saat dia berdiri akan mengejar biduan cantik itu, seorang wanita yang membawa kopi hitam tiba-tiba menabraknya dan kopi itu tumpah pada kemeja Batik Beny.


"Aarrgghh! Apa kamu nggak punya mata!" teriak Beny dengan kesal karena merasakan pedih dan panas pada pada tubuhnya karena siraman kopi panas.


"Kakak itu yang nggak punya mata! Kenapa tiba-tiba menabrakku! Kopiku kan jadi tumpah," ucap Riana yang merasa tidak bersalah.


"Udah salah malah balik nyalahin! Gara-gara kamu aku jadi gagal deketin biduan cantik itu!" Beny semakin kesal karena biduan cantik itu sudah menghilang dari pandangan matanya.


Keadaan disamping tenda pernikahan tidak terlalu terang sehingga keduanya tidak menyadari masing-masing dari mereka.


"Diihh.. itu bukan urusanku!" ucap Riana dengan cuek.


Beny mengepalkan tangannya melihat wanita didepannya ini begitu ketus dan angkuh, ingin sekali dia memberi pelajaran pada wanita menyebalkan ini, tapi dia bukan laki-laki yang mudah menyakiti wanita.


"Ayo ikut aku! Kamu harus tanggung jawab atas perbuatanmu!"


Tiba-tiba Beny menarik tangan Riana dengan kencang dan berjalan cepat di depan Riana.


"Aahh sakit! Lepasin tanganku dasar bre***sek!" umpat Riana.


"Diam! Atau aku akan melaporkanmu pada polisi karena sudah menabrakku!"


"Cihhh konyol sekali!" Riana tertawa sumbang, "Aku tidak menabrakmu di jalan dengan mobil, hanya menabrakmu sedikit saja! Dasar pria lemah!" ejek Riana.


"Masuk!" suruhnya pada Riana.


"NGGAK MAU!"


Dengan kasar Beny mendorong Riana masuk ke dalam mobilnya hingga Riana jatuh ke dalam jok mobil belakangnya.


"Ahhh! Dasar bre***sek!"


Beny pun ikut masuk ke dalam jok mobil belakangnya dan menutup pintu mobilnya, terlihat dia mulai membuka kemejanya yang basah terkena kopi.


"Hei apa yang kau lakukan! Dasar pria mesum! Jangan macam-macam kau!" Riana melototkan matanya.


"Tab!"


Tiba-tiba Beny menyalakan lampu mobilnya dan terlihat badan atletisnya terpampang nyata di depan mata Riana, hingga tanpa sadar Riana menelan salivanya dengan susah payah.


"Tidak usah terpesona begitu! Hapus itu air liurmu!" ucap Beny tanpa ekspresi.


Dan sontak membuat Riana tersadar dengan kebodohannya, bagaimana bisa dia malah mengagumi tubuh laki-laki yang sudah membawanya paksa.


"Cihhh! Terlalu percaya diri kamu!" ucap Riana membuang mukanya.

__ADS_1


Beny terlihat mengambil kotak P3K dari kantong jok depannya, dan menyodorkan kotak itu pada Riana


"Ambil ini! Dan cepat obati lukaku karena ulahmu!"


Dan Riana pun menoleh, menatap kotak P3K yang telah disodorkan Beny kemudian berganti menatap tubuh atletis Beny yang kemerahan. Dan dia baru menyadari jika pria yang tampak tak asing baginya itu terluka karena kopi panas miliknya, tiba-tiba ada rasa bersalah menjalar dihatinya, pasti rasanya sangat perih dan panas pikirnya.


Tanpa banyak bicara lagi diapun mulai mengobati Beny dan mengolesi luka itu dengan salep dingin khusus, tanpa berani memandang wajah pria tampan di depannya itu. Dia juga sedikit terkejut ternyata pria itu adalah pria yang tadi sudah bergoyang konyol diatas panggung bersama saudara kembarnya, Reifan.


Sedangkan Beny tidak mengenali jika di depannya adalah adik kandung Risty.


***


Sampai malam hari tiba, akhirnya keluarga besar Erlangga pamit untuk kembali ke Yogyakarta, kota kelahiran Pak Prabu. Mereka membutuhkan waktu sekitar 6 jam perjalanan darat untuk sampai di kediaman mereka, sedangkan Pak Prabu dan Bu Helena kembali ke Bandung mengendarai jet pribadi mereka.


Terlihat tamu undangan sudah sepi pada pukul 09.00 malam, pengantin baru itu pun juga sudah terlihat sangat lelah dan terus menguap, hingga Bu Aminah menghampiri mereka dan menyuruh mereka untuk beristirahat di dalam kamar.


Dengan tidak sabar Erlangga menarik tangan Risty dan membawanya ke kamar pengantin mereka, dia begitu lega setelah berjam-jam menunggu akhirnya dia dan istrinya bisa beristirahat dengan tenang didalam kamar.


Erlangga segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dan beberapa menit berikutnya Risty masuk kedalam kamar mandi setelah Erlangga telah selesai.


Risty melepas semua baju dan hiasan di kepalanya di kamar mandi, tak lupa dia memakai gaun tidur dan kimono satin berwarna hitam sebagai baju dinas malamnya. Rambut coklatnya yang lurus dibiarkan tergerai indah menghiasi kimono hitam yang dia pakai.


Sedangkan Erlangga begitu sangat gugup menghadapi malam pertamanya dengan sang istri, dia takut tidak bisa mengimbangi Risty yang sudah pernah berumah tangga.


Saat Risty keluar dari kamar mandi, lagi-lagi Erlangga terpana dan terpesona melihat kecantikan wajah istrinya, hingga dia lupa untuk berkedip. Kulitnya yang putih dan badannya yang sintal begitu kontras dengan kimono hitam pendek yang dia kenakan. Dengan susah payah Erlangga menelan salivanya, baru melihat Risty berpakaiannya mini saja otaknya sudah traveling kemana-mana.


Tak dia sangka Risty melepas kimono hitamnya dan menyisakan gaun tidur transparan dan sontak saja membuat Erlangga melotot dan semakin tidak sabar. Dia berjalan menghampiri istrinya dan menggendong tubuh istrinya ala bridal style.


Dia menc**m mesra istrinya dengan lembut dan perlahan, Risty pun juga membalas c**man suaminya untuk meluapkan segala perasaan dan cinta yang selama ini dia pendam.


Erlangga mulai membuka gaun tipis yang istrinya kenakan, mulai menyentuh istrinya, ini adalah pengalaman pertama bagi Risty.


Entah sudah berapa lama mereka melakukan pema***san, hingga pakaian keduanya telah terlepas.


Sedangkan Risty menjadi tegang karena sebentar lagi dia akan menjadi seorang wanita dewasa sepenuhnya, dia pernah membaca sebuah artikel di google jika MP itu rasanya menyakitkan, tapi ketakutannya mengalahkan segala rasa penasarannya.


Diusianya yang menginjak umur 27 tahun dia bahkan belum pernah merasakan "hal itu" dari seorang pria, dia membayangkan bagaimana rasanya.


Erlangga pun juga merasakan hal yang sama, dia adalah tipe laki-laki yang baik dan bukan seorang Casanova seperti adiknya. Bahkan bersama Naya dulu, dia tidak pernah berfikiran untuk making love dengan sang mantan tunangan. Erlangga menjaga Naya dengan baik, tapi nyatanya Naya malah dirusak oleh laki-laki yang tidak bertanggungjawab.


"Ah sudahlah itu masa lalu," begitu pikir Erlangga dalam otaknya, yang ada dihadapannya sekarang adalah wanita yang sangat dicintainya, yang akan menemaninya sampai tua dan memberikan anak-anak yang lucu untuknya.


Dia mulai menjalankan kewajibannya pada istrinya, begitu sempit dan sulit. Hingga dia memandang ekspresi wajah istrinya yang terpejam seolah menahan sakit, terlihat Risty juga mencengkeram sprei putihnya dengan kuat.


"Sayang!" panggil Erlangga yang menyentuh pipi istrinya agar dia membuka matanya.

__ADS_1


__ADS_2