CEO Cantik Si Penggoda Hatiku

CEO Cantik Si Penggoda Hatiku
Bab 57.Sidang Perdana


__ADS_3

"Pak Presdir ada di dalam. Apa anda sudah membuat janji?" tanya Sang Resepsionis.


"Tolong katakan pada Pak Anton, perwakilan dari Tuan Carlos Reviano ingin bertemu," ucap anak buah Caroline.


"Sebentar, saya sampaikan dulu."


Setelah menunggu beberapa saat akhirnya salah satu karyawan Pak Anton mengantarkan Caroline dan anak buahnya ke atas ke ruangan Presdir.


"Tokk! Tokk!"


"Masuk!" ucap Pak Anton dari dalam ruangan.


Caroline berjalan elegan masuk ke dalam ruangan Pak Anton, sedangkan Pak Anton mengernyit heran melihat wanita yang seumuran dengannya datang ke perusahaannya. Dia sama sekali tidak mengenal wanita itu, dipikirannya yang datang adalah asisten Carlos, seperti sebelumnya.


"Selamat Pagi Tuan Anton!" sapa Caroline melepas kacamata hitamnya.


"Selamat Pagi juga Nyonya,"


"Perkenalkan, saya Caroline Mendez, saya adalah istri sah Tuan Carlos Reviano. Ada yang penting yang ingin saya bicarakan pada anda."


"Baik Nyonya, mari silahkan duduk!"


Kemudian mereka duduk berhadapan di sofa yang ada di ruang kerja milik Pak Anton.


"Apa anda tahu suami saya selingkuh dengan putri anda?" tanya Caroline basa-basi.


"Degg!"


Mendengar pertanyaan Caroline, Pak Anton sedikit terkejut. Yang dia tahu selama ini hubungan Vania dan Bima memang sudah berada di ujung tanduk dan dia berencana akan menceraikan Bima. Vania berkata jujur pada papanya jika tidak bisa hidup susah bersama Bima dan dia ingin bekerja bersama papanya untuk mengurus perusahaan miliknya. Sedangkan Pak Anton hanya mendukung semua keputusan putrinya asalnya putrinya bahagia. Tapi dia benar-benar terkejut saat wanita yang seumuran dengannya ini mengatakan jika Vania berselingkuh dengan suaminya.


"Saya rasa anda salah paham nyonya, tidak mungkin putri saya berselingkuh dengan Tuan Carlos, putri saya masih memiliki suami. Ya walaupun mereka akan bercerai juga, tapi saya rasa putri saya tidak akan menggoda suami orang." ucap Pak Anton sedikit ragu.


Padahal dia sendiri tidak tahu apa-apa mengenai putrinya, karena Vania lebih suka tinggal di apartemen daripada berada di Mansion bersamanya.


"Salah paham yang bagaimana? Liat video ini!" ucap Caroline menunjukkan video yang Bima berikan kepada Pak Anton.

__ADS_1


Melihat video itu, sontak membuat Pak Anton terkejut dan sangat malu luar biasa dihadapan Caroline. Dia bertanya dalam hati, bagaimana bisa putrinya itu malah memiliki affair dengan Tuan Carlos yang notabenenya investor terbesar di perusahaan miliknya.


"Ma.. maaf Nyonya! Maafkan kelakuan putri saya, saya akan memarahinya dan menyuruhnya agar meninggalkan Tuan Carlos. Saya benar-benar meminta maaf yang sebesar-besarnya Nyonya!" ucap Pak Anton dengan rasa malu luar biasa.


"Apa kamu tahu Carlos menyuntikkan dana besar ke perusahaanmu untuk tujuan apa?"


"A.. apa maksud anda nyonya! Tentu saja untuk urusan bisnis," Pak Anton gelagapan.


"Aku tahu suamiku tergila-gila pada putrimu hingga dia rela memberikan uangku untuk perusahaanmu! Ya aku akui aku emang bodoh karena terlalu mencintainya aku percaya saja saat dia meminta uang milyaran untuk diinvestasikan, tapi nyatanya investasi itu memiliki tujuan terselubung, yaitu untuk mengambil hati putrimu! Dan kau mengetahuinya itu Tuan Anton!"


Caroline menatap tajam Pak Anton dan Pak Anton pun semakin salah tingkah karena tak bisa mengelak lagi.


"Saya tahu, Tuan Carlos memang menanam modal di perusahaan saya karena dia sangat menyukai Vania dan dia juga berkata jujur waktu itu. Tapi Vania putri saya, telah menolak suami anda dan lebih memilih menikah dengan suaminya yang sekarang. Saya minta maaf nyonya, saya tidak menyangka jika pada akhirnya mereka berhubungan dibelakang anda dan dibelakang suaminya,"


"Jangan meminta maaf terus atas kesalahan putrimu tuan! Aku kesini bukan ingin mendengar permintaan maaf dari kalian, aku kesini untuk mengambil semua uangku yang sudah diinvestasikan suamiku pada perusahaan kalian!" ucap Caroline dengan tegas.


"Degg.. degg.. degg!"


Lagi-lagi ucapan Caroline membuat jantungnya berdetak tak normal.


"Tapi sesuai perjanjian saya dengan Tuan Carlos, dia atau anda tidak bisa mengambil dana yang sudah diinvestasikan selama kurun waktu lima tahun dan ini masih berjalan 3 tahun,"


"Tidak sesuai bagaimana Nyonya, setiap bulan Tuan Carlos menerima profit dari perusahaan saya."


"Kamu kira aku tidak tahu berapa yang diterima Carlos tiap bulannya? Bahkan nilainya saja jauh dari profit yang disepakati selama dua tahun belakangan ini. Carlos tidak memperdulikan itu karena dia bukan laki-laki yang pandai berbisnis dan tentunya agar dia ingin terlihat selalu baik dan berkesan dimata kalian!"


"Tapi nyonya.." sela Pak Anton.


"Tidak ada tapi-tapian! Aku beri kamu waktu selama satu bulan untuk mengembalikan dana yang sudah diinvestasikan suamiku, karena Carlos sendiri yang telah memberi kuasanya padaku. Jika tidak bisa mengembalikan dana itu, anda bisa saya tuntut ke pengadilan!"


Mendengar ucapan Caroline, Pak Anton hanya terdiam sembari menghela nafasnya panjang dia benar-benar takut jika dipenjara. Jantungnya pun tiba-tiba terasa nyeri, tapi sekuat mungkin dia tahan.


"Oia.. Bilang sama putrimu yang mur***an itu! Carlos tidak akan pernah menemuinya lagi dan semua kartu yang diberikan Carlos padanya sudah dia blokir! Jadi jangan pernah mengejar-ngejar suamiku lagi!" ucap Caroline kemudian meninggalkan perusahaan Pak Anton.


Setelah kepergian Caroline, asisten Pak Anton masuk memeriksa Bossnya dan benar saja, Pak Anton sudah kesakitan memegang dadanya terbaring di sofa di ruang kerjanya.

__ADS_1


"Pak Presdir! Anda kenapa? Ayo saya antarkan anda ke rumah sakit." ucap asistennya.


"Saya tidak apa-apa, tolong ambilkan saja obat saya! Biar saya minum,"


"Baik Tuan!"


Setelah meminum obat jantungnya, Pak Anton beristirahat di kamar pribadi yang ada di dalam ruang kerjanya.


***


Risty dan Erlangga telah kembali ke Ibukota, dan hari ini adalah jadwal sidang pertama tentang kasus pemb*nuhan Pak Haris dengan dugaan tersangkanya adalah putrinya sendiri.


Risty datang ditemani dengan Erlangga juga pengacaranya, Clara dan Bu Rosa pun didampingi pengacara terbaiknya untuk membelanya di persidangan.


Pada sidang pertama Jaksa Penuntut Umum membacakan dakwaannya pada Clara, sedangkan Clara hanya terlihat duduk santai dengan ekspresi tenang tanpa merasa bersalah.


Jaksa mengatakan jika Clara sudah merencanakan pembun*han terhadap Risty saudara angkatnya sekaligus sepupunya dan tak disangka kejadian naas itu malah menimpa ayahnya sendiri hingga ayahnya meninggal di tempat kejadian. Clara dibantu oleh Ibunya dan seorang pembun*h bayaran yang telah mereka sewa untuk melancarkan tujuannya, Clara menyuruh si pembun*uh bayaran untuk merusak rem mobil Risty pada malam sebelum hari kejadian kecelakaan.


"Pada malam sebelum kejadian, anda menyuruh orang suruhan anda untuk memberikan obat tidur pada penjaga keamanan dan saat dia tertidur, orang suruhan anda mematikan seluruh camera CCTV agar rencana perusakan rem mobil itu berjalan lancar dan agar semua bukti juga tidak ditemukan. Dan sialnya pagi harinya mobil itu digunakan oleh Pak Haris dan Bu Hana untuk jalan-jalan karena mobil Pak Haris sendiri akan dibawa ke bengkel oleh supirnya, sedangkan Pak Haris akan menyetir sendiri dengan ditemani istrinya. Pada akhirnya terjadi kecelakaan yang menyebabkan meninggalnya Pak Haris dan Bu Hana yang masih koma sampai saat ini," ucap Jaksa itu pada Clara.


"Degg!"


Ucapan Jaksa membuat Clara terkejut, dia kira dia sudah berhasil membun*h Bu Hana agar tidak ada yang menghalanginya lagi untuk menguasai seluruh harta dan perusahaan milik papanya, tapi kenyataannya Bu Hana masih koma dan pasti Risty yang telah menyembunyikan Bu Hana, pikirnya. Lalu dimana pembun*h bayaran itu, apakah laki-laki itu sudah menipunya atau seseorang mengancam pembun*h bayaran itu agar berbohong padanya.


Pada nota keberatannya, Clara menyangkal semua dakwaan yang telah dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum. Dia berkata jika dia tidak merencanakan apapun tentang pembunuhan papanya maupun saudara angkatnya, Risty. Dia berdalih jika hubungannya dengan sang papa baik-baik saja dan sangat harmonis begitu pula dengan saudara angkatnya. Walaupun hubungan mereka tidak begitu dekat tapi tidak ada alasan baginya untuk berniat buruk pada saudara angkatnya itu. Karena papanya lebih menyayanginya sampai memberikan padanya sepertiga saham perusahaan papanya kepadanya, tapi Risty hanya anak angkat dan tidak mendapatkan saham itu jadi dia beralasan untuk apa dia mencelakai Risty.


Padahal kenyataannya alasan Clara ingin membun*h Risty agar saham yang diberikan papanya tidak jatuh pada gadis itu, maka dari itu dia ingin menyingkirkan Risty.


Clara juga berkata, harusnya dia yang saat ini menanyakan atas dasar apa mereka menuduhnya membunuh saudara ataupun papanya sendiri, padahal sudah jelas jika papanya meninggal karena kecelakaan. Pada sidang pertama itu dia dan ibunya menyangkal semua tuduhan. Tim Pengacaranya pun juga berusaha untuk membelanya dan memberikan semua argumennya.


Setelah terjadi sedikit perdebatan, Hakim pun mengakhiri sidang itu dan akhirnya sidang pertama pun telah usai. Sidang kedua pun akan di lanjutkan pada dua pekan mendatang.


***


Di mansion keluarga Vania, kini Vania telah berhadapan dengan Bu Serly dan Pak Anton, orangtuanya.

__ADS_1


"Vania! Aku tidak pernah mengajarimu untuk merebut suami orang lain. Kenapa kamu malah menggoda Tuan Carlos?! Apa kamu sadar jika dia telah memiliki istri, harusnya kamu berfikir sebelum kamu bertindak seburuk itu karena dampaknya begitu besar pada keluarga kita! Kamu benar-benar sudah mempermalukan nama keluarga Vania!" geram Pak Anton.


"Sudahlah pa jangan mengaturku dan ikut campur urusanku! Aku udah dewasa dan berhak memilih jalan hidupku sendiri!"


__ADS_2