
Di sebuah restoran mewah, seorang wanita cantik sedang dinner bersama kekasihnya malam itu. Tak henti-hentinya si pria memuji kecantikan wanita yang berada di depannya.
"Malam ini kamu cantik banget sayang! Aku sangat beruntung memilikimu," ucap si Pria lalu mencium tangan wanitanya sekilas.
Sedangkan gadis cantik itu hanya tersenyum dan tersipu malu.
"Aku sudah memesan es krim paling enak di restoran ini untukmu sayang, aku harap kau suka dengan es krimnya,"
"Apapun yang kamu pesankan untukku aku pasti akan sangat suka, Terimakasih banyak sayang!" balas si gadis cantik.
"Sama-sama cantik,"
Iya, wanita cantik itu adalah Riana dan yang saat ini bersamanya adalah kekasihnya, Faisal Ahmed.
Faisal mencubit gemas pipi Riana sekilas dan lagi-lagi membuat wajah Riana merona merah.
Riana benar-benar telah jatuh cinta dengan pria tampan bernama bernama Faisal yang usianya sama dengan sang kakak 27 tahun. Faisal adalah pria tampan keturunan indo-arab, hidungnya mancung, kulitnya putih dan badannya tinggi walaupun tidak besar tapi tubuhnya sangat proporsional ditambah jambang halus memenuhi area sekitar dagu dan pipinya, membuat kesan se*si dimata Riana.
Baginya Faisal adalah contoh laki-laki sempurna yang bisa sabar menghadapi segala sifat jutek dan kekanak-kanakannya. Faisal bisa tenang dan begitu dewasa saat moodnya naik turun. Sungguh kehidupan percintaan yang sempurna baginya, hanya tinggal menunggu waktu saja untuk memiliki Faisal seutuhnya.
Riana Amartha Adhythama, gadis cantik berusia 24 tahun yang saat ini bekerja sebagai CEO sekaligus asisten kakak tercintanya Risty Azalea Adhytama. Sudah hampir 3 bulan ini Riana mendampingi kakaknya mengurus perusahaan peninggalan sang paman tercinta, Haris Adhytama.
Risty menyuruh Riana tinggal bersama Mama Hana agar, mama angkatnya itu tidak kesepian pasca ditinggal Risty pindah ke Mansion suaminya. Jadi selama tiga bulan ini Riana tinggal bersama tantenya tapi dia memanggilnya Mama sama seperti sang kakak.
"Bagaimana sayang? Apa kau menyukai rasanya?" tanya Faisal pada Riana yang sedang fokus dengan es krimnya.
"Suka sayang, es krimnya enak banget!"
"Apa kamu mau aku pesankan lagi?"
"Aah nggak usah bang, ini udah cukup kok. Terimakasih,"
Riana memasang mode jaim didepan Faisal padahal jika saat itu dia sendirian mungkin dia akan memesan 3 porsi es krim sekaligus.
Setelah menyelesaikan dinner mereka, mereka kembali ke rumah mereka masing-masing mengendarai mobil mereka sendiri-sendiri. Faisal selalu menolak jika Riana menyuruh menjemputnya di mansion Bu Hana, dia beralasan jika belum siap bertemu keluarganya.
***
Pagi itu Riana telah berada di dalam mobilnya menuju kantor sang kakak, hatinya begitu bahagia dan berbunga-bunga mengingat percakapannya dan chat manisnya tadi malam bersama Faisal, sang kekasih tercinta.
Dia bersenandung mengikuti alunan lagu yang dia nyalakan pada audio mobilnya, hingga tiba-tiba sebuah chat dari seseorang tidak dikenal masuk pada aplikasi WhatsApp miliknya.
💌"Selamat pagi Nona! Maaf benarkah anda adalah Nona Riana CEO dari PT Adhytama group, saya ingin bertemu dengan anda untuk membicarakan soal hubungan anda dengan Pak Faisal. Saya tunggu anda di Blue Cafe di jalan xx pada pukul 1 siang. Terimakasih."
Riana mengernyit heran membaca pesan dari nomor tidak dikenal itu, lalu dia mencoba menghubungi nomer itu tapi tidak ada jawaban sama sekali dari si pemilik nomer.
Setahunya tidak ada seorangpun yang mengetahui hubungannya dengan Faisal kecuali Beny, karena dia sendiri yang keceplosan ngomong karena Beny terus mengatainya jomblo di waktu pesta pernikahan kakaknya dua bulan lalu.
Lalu siapa orang ini?
__ADS_1
Apa sahabat Faisal?
Pacar Faisal yang lain?
Atau Beny yang sedang mengerjainya? Begitu pikirnya.
Dia menghela nafasnya lalu mencoba melupakan chat tidak penting itu, saat ini dia ingin segera sampai di kantornya dan melihat wajah tampan laki-laki yang selalu ada dipikirannya itu.
Hari itu pekerjaannya lancar dan tidak ada kendala yang berarti, tak jarang juga saat di kantor dia saling curi pandang dengan Faisal, kekasihnya.
"Ri.. Kakak lagi males keluar, kakak makan siang disini aja. Ini mau pesen Go food buat makan siang, apa kamu mau kakak pesenin sekalian?" tanya Risty pada adiknya.
"Nggak usah deh kak, nanti aku makan diluar aja. Eh tumben kakak pesen Go food sendiri, biasanya juga Kak Erlangga yang mesenin."
"Bang Angga lagi ke Bandung pagi ini dan besok baru pulang, ada meeting penting di cabang perusahaannya yang di Bandung."
"Ohh begitu! Jadi kakak sendirian donk di mansion? Apa perlu aku temenin?" tawar Riana.
"Nggak usah Ri, kan ada bibi dan pak supir di mansion jadi aku juga nggak kesendirian, lebih baik kamu temenin Mama Hana aja biar mama nggak kesepian."
"Iya kak,"
Sebenarnya Riana ingin mengabaikan chat dari nomor yang tidak dikenal itu, tapi rasa penasarannya begitu besar jadi dia memutuskan untuk menemui si pengirim chat.
Pukul 12.50 siang, Riana telah sampai di Blue Cafe dan duduk disalah satu meja disana. Dia memesan milk shake dan kentang goreng pada pelayan cafe.
Selang tak berapa lama seorang wanita memakai celana jeans biru dan atasan kemeja berwarna putih menghampirinya, wanita itu juga membawa seorang bocah laki-laki yang berusia sekitar 3 tahun.
"Iya benar, maaf apa kita saling mengenal?" Riana mencoba mengingat-ingat.
"Bolehkah saya duduk disini Nona?"
Bukannya menjawab, dia malah meminta duduk satu meja dengan Riana.
"Ah iya boleh! Silahkan duduk," jawab Riana.
Wanita itu duduk berhadapan dengan Riana dan membawa putranya duduk disampingnya.
"Perkenalkan nama saya Cynthia," ucap wanita bernama Cynthia sembari mengulurkan tangannya didepan Riana.
"Saya Riana, tentu anda sudah mengenal saya kan? Walaupun saya sendiri tidak mengenal anda," Riana menerima uluran tangannya.
"Saya disini ingin bicara baik-baik dengan anda, karena saya tahu anda adalah seorang wanita terhormat dan memiliki jabatan tinggi di perusahaan," ucap Cynthia basa-basi.
Riana belum mengerti arah pembicaraan Cynthia, dia merasa wanita itu terlalu banyak basa-basi dan membuatnya semakin penasaran, hingga Riana harus mengendalikan mulutnya agar tidak mengeluarkan kata-kata juteknya didepan wanita yang baru dia dikenal itu.
"Lalu?"
Dia menatap Cynthia dengan tatapan tanya dan detik berikutnya Cynthia menghembuskan nafas panjangnya kemudian melanjutkan kata-katanya.
__ADS_1
"Saya mohon dengan sangat, tolong anda tinggalkan suami saya!"
"Degg!!"
Mendengar ucapan Cynthia, detak jantung Riana seolah berhenti seperkian detik.
"Apa maksud anda? Mungkin anda salah orang, saya tidak mengenal suami anda!"
Nada suara Riana sedikit meninggi karena dia tidak merasa merebut suami wanita lain.
"Faisal Ahmed, dia adalah suami saya dan anak laki-laki ini adalah putra kami."
"Degg!!"
Kini jantung Riana tiba-tiba merasakan nyeri luar biasa mendengar kenyataan itu.
"Tidak! Tidak mungkin kamu istrinya Bang Faisal! Bang Faisal bilang dia tidak memiliki istri dan data perusahaan menyebutkan dia single saat ini. Kamu pasti ngarang kan!" Riana masih tidak percaya.
Terlihat Cynthia merogoh tasnya, mengeluarkan sebuah kertas dan beberapa foto dirinya yang sedang melaksanakan ijab qobul bersama Faisal, lalu dia menunjukkan semua bukti itu pada Riana.
"Jujur, kami memang belum menikah sah secara hukum tapi pernikahan kami sah dimata agama, karena pernikahan kami dulu terjadi karena sebuah kesalahan yang kami lakukan. Saya sadar, Bang Faisal sampai sekarang belum mengesahkan pernikahan kami secara hukum karena dia belum mencintai saya. Tapi selama 4 tahun belakangan ini saya berusaha membuat suami saya jatuh cinta."
tanpa sadar Cynthia mengeluarkan airmatanya, kemudian menghapusnya sekilas.
Dan Riana pun mulai percaya mendengar cerita Cynthia, airmata dan ekspresi kekecewaan itu memang terlihat tak dibuat-buat.
"Saya kira dia sudah mencintai saya, tapi nyatanya dia berubah dingin lagi sejak bertemu dengan anda. Perjuangan saya selama empat tahun ini terasa sia-sia," Cynthia kembali meneteskan airmatanya dan lebih terharunya lagi putra kecilnya juga ikut menangis tanpa suara melihat ibunya menangis.
Riana masih terdiam mencerna semua ucapan Cynthia, tiba-tiba rasa bersalah muncul dihatinya melihat airmata Cynthia dan putranya.
"Saya tahu jika saya dan anda seperti bumi dan langit. Anda cantik, kaya, terhormat dan adik dari pemilik perusahaan suami saya bekerja. Sungguh tidak sepadan jika kita bersaing memperebutkan satu orang laki-laki sudah pasti saya tidak mampu dan akan mundur. Tapi jika anda bersedia.."
Belum Cynthia melanjutkan ucapannya, tiba-tiba Riana menggenggam tangan Cynthia dengan kedua tangannya.
"Saya bersedia, saya bersedia meninggalkan suami anda. Maafkan saya tidak tahu jika ada kalian dihidup Bang Faisal, saya sangat menyesal menerimanya. Sekali lagi tolong maafkan saya, saya tidak bermaksud melukai hati anda dan putra anda." ucap Riana dengan tulus.
Kini mata Riana juga berkaca-kaca.
"Anda tidak perlu meminta maaf nona, saya tahu anda wanita yang baik. Jika sebelumnya anda memang tahu Bang Faisal memiliki istri, mungkin anda juga tidak akan menerimanya. Jadi jangan terus-menerus menyalahkan diri anda sendiri, saya ikhlas memaafkan anda. Jangan dipikirkan lagi!"
"Terimakasih sudah memaafkan saya Kak Cynthia, semoga kedepannya hubungan kalian membaik kembali. Jangan pernah lelah memperjuangkan cinta kakak!"
"Terimakasih banyak Nona Riana, saya pamit pulang dulu," pamit Cynthia.
"Sama-sama Kak, hati-hati dijalan ya!"
Cynthia pun mengangguk tersenyum dan meninggalkan Riana.
Setelah kepergian Cynthia, Riana hanya termenung dan pandangannya kosong, dia ingin menangis dan berteriak saat itu juga. Tapi dia tidak mungkin melakukan itu, karena dia masih berada di tempat umum.
__ADS_1
Dan tiba-tiba suara seseorang yang sangat dikenalnya menyadarkan lamunannya.
"Hei jutek! Kenapa malah ngelamun disini? Itu makanan bukan buat diliat aja tapi dimakan!" ucap Beny yang telah berdiri disamping tempatnya duduk.