CEO Cantik Si Penggoda Hatiku

CEO Cantik Si Penggoda Hatiku
MCR : Chapter 2. Konflik


__ADS_3

Riana menoleh ke arah sumber suara dan bisa melihat jelas jika itu Beny lalu detik kemudian dia menutup wajahnya dengan kedua tangannya lalu menangis sejadi-jadinya.


"Huu..Huu.."


"Eh! Jutek kenapa kamu tiba-tiba nangis?"


"Huu.. Huu.. Dasar laki-laki br***sek! *******! *****! *****!"


Dan keluar umpatan kasar dan semua hewan sekebon binatang pun dia sebut juga, Riana terus menangis tanpa henti dengan posisi yang sama dan membuat orang yang berlalu lalang disitu malah menunjuk-nunjuk pada Beny, seolah menyalahkan Beny.


"Eh bukan gue! Bukan gue!" Beny melambaikan tangannya membalas tuduhan orang-orang yang sedang menatapnya dengan sinis dan menunjuknya sekilas.


"Ri.. Udah donk nangisnya, apa kamu nggak malu diliat banyak orang!" desis Beny.


Beberapa detik kemudian, Riana menghentikan tangisannya dan memandang Beny sekilas.


"Ck, bawel! Nggak liat ada orang sedih apa!"


Riana mengusap airmatanya lalu berdiri dari tempatnya duduknya.


"Dihh.. Padahal lagi nangis juteknya masih keluar aja, gara-gara kamu nih orang pada nuduh aku macem-macem!"


"Bodo amat!"


"Dasar cewek aneh!"


Riana berlalu pergi meninggalkan cafe tanpa bercerita apapun tentang masalahnya.


Sedangkan Beny duduk dimeja yang Riana pakai tadi.


"Kenapa dia itu? Apa ada masalah sama pacarnya? Si jutek bisa patah hati juga ternyata," gumam Beny sembari terkekeh.


***


Setelah menemui istri dari Faisal, Riana kembali ke kantornya dengan suasana hati yang mendung. Bahkan saat tak sengaja Riana bertemu Faisal di kantor, dia cuek tak seolah tak menganggap laki-laki itu ada.


Sedangkan Faisal mengernyit heran kenapa tiba-tiba Riana tak memperdulikannya, padahal selama ini saat mereka tak sengaja berpapasan di kantor keduanya saling melempar pandangan, tersenyum dan saling mengagumi dalam hati.


"Kling.."


Satu pesan masuk pada aplikasi WhatsApp milik Riana.


💌 "Sayang, kenapa tiba-tiba cuekin aku? Kamu kenapa sayang? Kok kayaknya habis nangis? Apa ada masalah?"


Pesan Faisal membuatnya semakin kesal, dia sedih dan menangis lagi di meja kerjanya. Riana jarang dekat dengan laki-laki karena Reifan saudara kembarnya begitu posesif padanya, sekalinya jatuh cinta dia malah mencintai suami orang, sungguh sial pikirnya.


Dia tidak membalas pesan Faisal, hanya membacanya, terlihat Faisal menelponnya berkali-kali tapi Riana mengabaikannya.


Setelah jam kantor selesai, Riana berjalan menuju Basement untuk mengambil mobilnya dan akan pulang. Sedangkan kakaknya, Risty sudah pulang satu jam lalu sebelum dirinya.


Seorang laki-laki berjalan menghampirinya.


"Sayang!"


Faisal memanggil Riana saat dia akan membuka pintu mobilnya dan Riana menoleh dengan malas.


"Ada apa Bang?"


"Kamu kenapa cuekin aku sayang? Pesan aku nggak kamu bales, telpon aku juga nggak diangkat. Tolong kasi tau aku salahku dimana sayang?" tanya Faisal memegang tangan Riana


"Abang tanya salahnya dimana? Apa Bang Ical nggak sadar udah boongin aku?" Riana menepis pegangan tangan Faisal.


(Tolong nadanya jangan sampe kepleset sama Dilan cepmek ya readers!😅)


(Eh apa Mak otor sendiri yang terngiang-ngiang terus, ah kesel! Gara-gara Dilan Kw nih!😑)


Mak othor nih orang lagi serius berantem juga!

__ADS_1


Eh skip!


"Maksud kamu apa sayang? Aku boongin apa?" ucap Faisal masih belum mengerti.


"Mbak Cynthia tadi menemuiku!"


"Degg!" Jantung Faisal seolah berhenti berdetak karena terkejut luar biasa.


"Cy.. Cynthia?" suara Faisal bergetar.


"Iya! Mbak Cynthia, istri Bang Ical! Tadi kami bertemu," ucapnya dengan kesal.


"S1al! Br****sek kamu Cynthia!" umpat Faisal dalam hati.


"Apa yang Cynthia katakan padamu? Apa dia mengancammu?"


"Hah! Mengancam? Bagaimana bisa kamu menuduh istrimu mengancamku? Kalopun Mbak Cynthia menamparku karena kita udah berhubungan dibelakangnya, dia nggak salah! Semuanya kamu yang salah! Dasar laki-laki br***sek, pembohong!" teriak Riana penuh emosi.


"Maafkan aku nggak jujur sama kamu sayang, aku minta maaf. Aku nggak mencintai Cynthia, kami menikah karena terpaksa. Aku mohon berikan aku kesempatan sayang, aku sangat mencintaimu!" ucap Faisal yang kini berlutut dihadapan Riana.


"Itu bukan urusanku! Aku nggak mau lagi berhubungan dengan suami orang! Aku bukan pelakor! Berdiri kamu! Walaupun kamu berlutut berjam-jam, aku akan tetap mutusin kamu!"


"Ceklek!"


Riana membuka pintu mobilnya dan akan masuk kedalam mobilnya.


"Tunggu sayang!"


Faisal memegang lengan Riana.


"Aku mohon jangan putuskan hubungan kita sayang, sebentar lagi aku akan menceraikan istriku dan kita bisa secepatnya menikah,"


"Cihh.. Mudah sekali ya orang sepertimu mengatakan kata cerai! Bahkan kamu nggak mikirin bagaimana perasaan anakmu nanti! Benar-benar pria br***sek!" hardik Riana.


Dia melepaskan tangan Faisal dengan kasar lalu masuk kedalam mobilnya dan meninggalkan Faisal.


Sedangkan Faisal terus mengumpat penuh frustasi, dia sudah terlanjur jatuh cinta dan terobsesi memiliki Riana. Dia bertekad tidak akan menyerah untuk mendapatkan gadis itu bagaimanapun caranya.


***


Riana berada di mobil dan menangis lagi, dia merasa bersalah pada istri Faisal dan disisi lain masih mencintai pria itu.


30 menit kemudian dia telah sampai di Mansion Bu Hana, terlihat Bu Hana sedang praktek membuat kue bersama para ART-nya didapur.


"Assalamualaikum Mama,"


Riana masuk mansion dan akan berjalan ke lantai atas, dikamar yang pernah Risty tinggali.


"Wa'alaikumsalam.. Warahmatullahi.. Wabarakatuh.."


Bu Hana keluar dari dapur dan melihat Riana yang akan naik ke tangga. Dia heran melihat sikap Riana yang tak biasa, Riana tak memeluknya dan mencium tangannya sepulang dia bekerja.


"Sayang, ada apa?" tanya Bu Hana dan menghentikan langkah Riana.


"Nggak ada apa-apa mama,"


Riana berbalik menunduk lalu mencium tangan mamanya.


Bu Hana mengangkat dagu Riana agar dapat melihat wajahnya, dan benar saja mata Riana terlihat sembab seperti habis menangis.


"Ada masalah apa sayang? Kenapa kamu menangis? Siapa yang menyakiti putri mama, sini biar mama beri pelajaran!"


Mendengar ucapan Bu Hana, Riana sontak memeluk bibi yang sudah dianggap mamanya sendiri itu dan lagi-lagi dia menangis lagi dipelukan mamanya.


Selama beberapa menit, Bu Hana membiarkan Riana menumpahkan segala kesedihannya lalu mengajaknya ke lantai atas ke kamar sang keponakan.


Saat telah sampai dikamar Riana, Bu Hana menaruh kepala Riana di pangkuannya dan mengelus kepala sang keponakan penuh sayang.

__ADS_1


"Aku habis putus sama pacar aku mah,"


Akhirnya Riana membuka suara.


"Wahh sejak kapan putri mama ini punya kekasih? Kok mama nggak tau sih, tau-tau udah putus aja," goda Bu Hana.


"Aku baru dua bulan pacaran ma, belum kepikiran buat kenalin ke mama, suatu hari nanti aku bakal kenalin ke mama kalo aku udah yakin sama seseorang."


"Emangnya kenapa putusnya?" tanya Bu Hana penasaran.


"Biasalah mah, ada masalah," jawab Riana tanpa berterus terang.


Dia pasti akan sangat malu jika mamanya tahu dia berpacaran dengan pria beristri, walaupun dia juga baru tahu kebenarannya. Dia tidak mau dicap pelakor oleh siapapun.


"Baiklah kalo nggak mau cerita, mandi dulu ya sayang! Nanti lekas turun kita makan malem bareng,"


"Baik mama,"


"Mama buatkan brownis panggang kesukaanmu sayang, mama kasi banyak topping kacang mede dan keju diatasnya," ucap Bu Hana antusias.


Sontak membuat Riana berbinar bahagia, "Makasih banyak mamaku sayang! Mama selalu moodku membaik,"


"Cup!" Risty mengecup pipi mamanya dan beranjak ke kamar mandi.


***


"Apa yang kau katakan pada Riana? Hah?!" teriak Faisal yang mencengkram pipi istrinya, Cynthia.


"Dasar wanita nggak tau diri! Sudah untung aku mau nikahi kamu, tapi kamu malah seenaknya mengatur hidupku! Dari awal pernikahan kita, aku udah bilang, jangan ikut campur urusanku!" ucap Faisal melepaskan pipi istrinya dengan kasar.


"Diakui atau tidak aku tetep istrimu bang! Aku berhak mencampuri urusanmu, aku tidak ingin kamu berselingkuh dengan wanita lain. Aku mencintaimu bang, harusnya kamu juga mencintaiku karena selama 4 tahun belakangan ini aku yang selalu ada buat kamu, menemani kamu jatuh bangun, bukannya wanita itu!" ucap Cynthia dengan suara bergetar.


"Tapi aku nggak pernah cinta sama kamu! Dan jangan berharap cinta lagi padaku!"


"Lalu apa artinya perlakuan kamu selama ini bang? Kamu memperlakukanku layaknya seorang istri, kamu sering memberiku hadiah dan menuruti apa yang aku inginkan. Lalu kenapa gara-gara wanita itu kamu berubah? Apa kurangku selama ini Bang?"


Cynthia tak bisa menahan airmatanya dan menangis tersedu-sedu.


"Anggap aja semua yang aku lakuin ke kamu hanya bayaran atas kenikmatan yang kamu berikan padaku! Semua yang kamu lakuin nggak berarti apapun untukku!" ujar Faisal.


"Degg!!"


Ucapan Faisal sungguh membuat hatinya sakit dan hancur berkeping-keping, laki-laki yang berstatus suaminya itu hanya menganggapnya wanita bayaran saja selama ini, dia benar-benar kecewa dan terluka.


"Br***sek kamu FAISAL!! Selama ini aku cuma kau anggap pe*****! Kamu benar-benar laki-laki baji***!" Cynthia mengumpat sembari memukuli dada suaminya.


Dia menyesal terlalu menaruh harapan besar pada suaminya, karena nyatanya dia tidak pernah dicintai dan tidak dianggap.


Faisal memegang kedua tangan istrinya yang sedang memukul dadanya agar sang istri mau mendengarkannya.


"Maafkan aku! Aku udah berusaha mencintai kamu, tapi aku nggak bisa. Jadi lebih baik kita hidup sendiri-sendiri aja!"


Plaakkkk!!


Cynthia menampar wajah suaminya dengan kencang kemudian terduduk lemas di lantai.


Dia tidak menyangka jika suaminya secepat itu, akan meninggalkannya demi mengejar perempuan lain.


Faisal masuk ke dalam kamarnya dan mengemasi barang-barang yang penting saja dan setelah 15 menit berlalu dia menghampiri istrinya yang masih menangis dan duduk dilantai.


"Terimakasih banyak atas kebaikanmu selama ini Thia, aku minta maaf tidak bisa bertahan dengan hubungan yang tidak sehat ini. Tolong jaga putra kita dengan baik, setiap bulannya aku juga akan mengirimi kalian uang, maaf jika aku harus menceraikanmu, aku pergi!" pamit Faisal.


Dia kekamar putranya dan mencium putranya sekilas. Berat sekali untuknya meninggalkan sang putra, tapi sifat egois dan obsesinya mengalahkan segalanya.


Dan malam itu juga dia pergi meninggalkan rumah yang sudah dihuninya dengan sang istri selama 4 tahun belakangan.


"Mama!" panggil putranya yang keluar dari kamar.

__ADS_1


Mendengar suara putranya, Cynthia segera menghapus airmatanya, dia tidak ingin sang putra tahu jika dia menangis karena sang papa telah meninggalkannya.


"Yusuf sayang, kenapa kamu bangun nak?"


__ADS_2