CEO Cantik Si Penggoda Hatiku

CEO Cantik Si Penggoda Hatiku
Bab 44.Kakak Terbaik


__ADS_3

📞"Wa'alaikumsalam.. Tumben menghubungiku, ada apa?" ucap seorang laki-laki dari seberang sana.


"Kak, tolong pinjami aku uang untuk biaya operasi anakku," ucap Bima pada kakaknya.


Dia menyingkirkan segala rasa malunya, tidak mungkin baginya meminta bantuan daddy maupun mommynya, jadi satu-satunya adalah meminta bantuan kakaknya.


"Apa! Operasi anak kamu? Anak kamu dengan Risty?" tanya Erlangga yang terkejut sekaligus heran.


Dia bertanya-tanya sejak kapan Bima dan Risty memiliki anak.


"Apa mommy nggak cerita jika aku dan Risty udah cerai satu tahun yang lalu?" tanya Bima sama herannya.


"Apa?! Kalian udah cerai satu tahun lalu? Apa kau bercanda Bim?"


"Ck! Kakak aku nggak mungkin bercanda untuk hal serius seperti itu! Lagipula ada yang lebih penting daripada mengurusi hal yang udah berlalu, ini tentang hidup mati putriku! Tolong temui aku di Singapura besok kak! Aku membutuhkan bantuanmu!"


"Baiklah, aku akan segera pesan tiket kesana!"


📞"Terimakasih Kak!"


Dan Bima menutup telpon kakaknya.


Di ruang kerjanya, Erlangga benar-benar memikirkan ucapan Bima. Dia memikirkan perceraian Risty dan adiknya.


"Apakah benar mereka telah bercerai satu tahun lalu? Jadi sewaktu aku ketemu dia di Bali kemarin, dia bukan lagi adik iparku lagi? Astaga aku udah nolak dia kemarin, pasti dia nggak akan mau ketemu aku lagi! Arrrrghhhh! Erlangga kamu b*doh banget sih, masa masalah sebesar ini kamu nggak tau! Cuma pekerjaan aja yang terus kamu urusin!" gumam Erlangga menyalahkan dirinya sendiri.


"Ris aku nggak akan ngelepasin kamu kali ini! Aku akan perjuangin cintaku ke kamu!" ucap Erlangga dengan binar bahagia.


***


Keesokan paginya Bima membawa putrinya ke salah satu rumah sakit besar di Singapura dan selang dua jam kemudian Erlangga juga telah sampai di rumah sakit besar itu.


"Kakak!" panggil Bima saat melihat Erlangga berjalan menghampirinya.


"Kapan jadwal operasinya?" tanya Erlangga.


"Tiga jam lagi Kak! Tim Dokter sedang melakukan observasi,"


"Hmm, semoga semua berjalan dengan lancar Bim! Kita berdoa saja!" ucap Erlangga menepuk bahu adiknya sekilas.


"Amiinnn.. Terimakasih kak!" ucap Bima dan Erlangga hanya membalas anggukan.


Hening


Hening


Keduanya terdiam dengan pikiran mereka masing-masing, terlalu banyak pertanyaan di benak Erlangga, tapi rasanya tidak tepat baginya untuk banyak bertanya. Dan lagi yang membuat dia penasaran adalah siapa ibu dari putri Bima, apakah Vania pacarnya dulu atau dia telah bertemu wanita lain setelah perceraiannya dengan Risty? Tapi Erlangga belum sanggup menanyakan semua itu.

__ADS_1


Sedangkan Bima terus berdoa akan kesembuhan putrinya, dia sendiri juga bertanya-tanya kemana Vania pergi? Kenapa Vania tidak menghubunginya sama sekali? Dimana hati nurani wanita itu! Disaat putrinya sedang berjuang hidup dan mati, ibunya malah pergi meninggalkannya. Sungguh ibu yang buruk pikir Bima.


"Bagaimana kabar mommy kak?" tanya Bima yang akhirnya membuka suara.


"Alhamdulillah mommy dan daddy baik-baik aja! Kenapa kamu nanya seperti itu? Mommy dan daddy kan udah pulang ke Indonesia sejak satu bulan lalu, apa kamu belum ketemu sama mereka?" tanya Erlangga dengan penasaran.


"Aku nggak pernah ketemu mommy dan daddy sejak satu tahun lalu," ucap Bima dengan nada sedih.


"Hah! Apa maksudmu?" Erlangga benar-benar terkejut dan tidak mengerti.


"Jadi kakak benar-benar nggak tahu masalah yang terjadi? Apa mommy nggak cerita sama sekali tentangku?"


"Aku benar-benar nggak tahu masalahmu dan mommy juga nggak pernah cerita apapun soal kamu,"


Kemudian Bima mulai bercerita tentang perselingkuhannya dengan Vania hingga Vania hamil dan dia diusir dari Mansion keluarganya. Dia juga bercerita jika semua uang tabungannya telah habis, Vania sangat boros dan bayinya sakit-sakitan sejak bayi. Dia sampai harus menjual apartemen hingga mobil sportnya untuk membangun usaha baru dan untuk pengobatan putrinya. Dan sekarang, setelah banyak pengorbanan yang Bima lakukan, Vania malah pergi meninggalkannya.


Mendengar semua cerita adiknya Erlangga begitu sangat marah dan geram, ingin sekali dia memukul Bima berkali-kali dengan tangannya. Dia sangat kecewa, Bima telah menyakiti Risty dan kedua orangtuanya seperti itu, tapi disisi lain ada perasaan kasian dihati Erlangga untuk adik satu-satunya itu. Hidupnya sekarang benar-benar hancur berantakan, tak punya apa-apa, anaknya sakit parah dan istrinya telah meninggalkan. Entah itu karma atau karena dia salah memilih jalan.


Kini semua telah terjadi dan sudah berlalu, untuk marah pun juga percuma pikirnya, jadi yang bisa Erlangga lakukan adalah memberikan semangat dan doa pada adiknya itu. Dia berharap setelah ini Bima akan berubah menjadi lebih baik dan menyadari segala kesalahannya.


Erlangga tahu sifat daddynya, daddynya tidak mungkin benar-benar membuang adiknya begitu saja, sebenarnya daddynya begitu sayang dan merindukan Bima. Karena Erlangga sering tak sengaja melihat daddynya memandang foto Bima dengan mata berkaca-kaca seolah menahan banyak kerinduan disana.


"Berubahlah lebih baik! Sekarang kamu tahu kan siapa yang lebih menyayangimu disini? Keluarga adalah hal yang utama dari yang lainnya! Tidak ada yang akan menerimamu dengan tulus kecuali keluargamu sendiri!" nasehat Erlangga.


"Iya kak, aku menyesal! Aku sangat menyesal dengan semua kesalahanku terutama pada Risty, mommy dan daddy. Aku menyesal menyakiti mereka!" Bima memeluk Erlangga dan menangis di bahu kakaknya itu.


"Pergilah ke mushalla! Mohon ampunlah pada Allah SWT atas segala dosa-dosamu dan berdoalah untuk kesembuhan putrimu pada-Nya. Dan jika kamu sudah kembali ke Indonesia nanti, mintalah maaf pada orangtua kita dan orang-orang yang kamu sakiti. Semoga kerelaan hati mereka untuk memaafkanmu menjadi jalanmu untuk menemukan ketenangan jiwa dan kebahagiaanmu kelak!" nasehat Erlangga.


"Amiinnn Ya Allah.. Terimakasih kak! Terimakasih kakak masih begitu menyayangiku, aku beruntung memilikimu kak! Aku nggak tahu apa jadinya aku jika tidak ada kakak," ucap Bima dengan tulus.


"Hmm!" Erlangga mengangguk dan tersenyum.


"Apa kakak tahu jika Risty mencintai kakak?" tanya Bima tiba-tiba.


"Apa maksudmu aku nggak ngerti!" tukas Erlangga pura-pura tak mengerti.


"Apa kalian tahu jika kalian itu begitu cocok? Sama-sama berhati baik dan penyayang, tapi sayangnya aku menyia-nyiakan wanita sebaik dia, sungguh b*dohnya diriku ini!" Bima menyalah dirinya sendiri sembari menerawang dengan tatapan kosong.


"Apa?" Erlangga sekarang benar-benar tidak mengerti arah pembicaraan Bima.


"Kakak jangan berpura-pura nggak ngerti! Aku tahu kisah perjalanan kalian bertemu, aku tahu kakak dan Risty dulu saling mencintai tapi tidak mampu saling mengungkapkan. Karena Kakak sudah bertunangan dan Risty nggak mau merusak hubungan pertunangan kakak kan? Hufttt.. Dia emang benar-benar wanita baik-baik, jika Risty mau, dia bisa dengan mudah merebut kakak dari Kak Naya karena kalian belum resmi menikah. Tapi Risty bukan wanita yang ambisius seperti itu, aku begitu kagum padanya."


"Gimana kamu tahu semua itu?" tanya Erlangga penasaran.


"Emangnya aku anak kecil yang nggak tahu apa-apa? Tatapan kakak ke Risty dan Risty ke kakak begitu beda! Terlihat canggung dan sedikit salah tingkah! Seperti ada sesuatu yang lain bukan sekedar tatapan antara kakak ipar dan adik ipar."


"Tapi Bim aku serius nggak ada hubungan apa-apa sama Risty saat itu ataupun menjalin hubungan dibelakangmu! Jujur aku hanya berusaha keras untuk melupakan segala perasaanku padanya, tapi tidak ada niatan sedikitpun untuk merebut dia darimu!" ucap Erlangga merasa tidak enak.

__ADS_1


"Ck! Kakak! Aku nggak nuduh kamu macam-macam! Aku cuma ingin memastikan perasaanmu pada Risty."


"Maksudmu? Oia kamu belum jawab pertanyaanku darimana kamu tahu semuanya?" Erlangga mengulangi pertanyaannya.


"Dari Yona asisten Risty, jadi beberapa bulan yang lalu dia yang mengatakan semuanya! Aku hanya ngerasa bersalah sama Risty dan menanyakan kabarnya pada asistennya, waktu itu aku nggak sengaja membahas soal kakak dan Yona bercerita jika kakak dan Risty dulu bukan hanya bertemu sekilas aja. Tapi ternyata ada secuil kisah yang kalian ukir di masa lalu,"


"Udahlah jangan dibahas lagi itu udah masa lalu!" ucap Erlangga mengalihkan pandangannya.


"Apa kakak masih mencintainya?" tanya Bima.


"Degg!"


Pertanyaan Bima membuat jantung Erlangga mencelos.


"Ng.. nggak! Itu udah berlalu," ucap Erlangga sedikit gugup.


Padahal kemarin dia bilang tak akan melepaskan Risty, tapi dihadapan adiknya dia terpaksa berbohong. Dia hanya ingin menjaga perasaan adiknya, karena walau bagaimanapun Risty dulu adalah mantan istri adiknya. Tidak mungkin jika Erlangga terang-terangan mengatakan pada adiknya jika masih sangat mencintai gadis cantik itu.


"Jangan membohongiku lagi kak! Aku tahu kamu masih sangat mencintainya dan dia juga masih mencintaimu. Jadi kejarlah dia kak, perjuangin cinta kalian. Kalian pantas untuk bersatu dan dapetin kebahagiaan kalian!"


"Jangan bicara sembarangan kamu!" seru Erlangga dengan salah tingkah sekaligus bahagia.


"Kakak jangan khawatir! Aku udah nggak cinta sama sekali sama Risty, Dia itu seperti sahabat yang baik buatku. Aku hanya ingin melihat kalian bahagia itu aja yang sekarang aku inginkan!" ucap Bima dengan tersenyum lembut.


"Kamu serius? Kamu ikhlas jika aku bersama Risty?" tanya Erlangga memastikan.


"Sepuluh rius kak!" Bima cengengesan.


"Ck! Dasar bocah!"


"Semoga Allah memudahkan niat baik kakak ya!" ucap Bima lalu berjalan meninggalkan kakaknya.


"Amiiiinnn Ya Robbala'laminn.. Hei kamu mau kemana?" tanya Erlangga.


"Ke Mushalla kak! Kali aja ketemu calon bidadari surga disana," ucap Bima tanpa menoleh.


"Ck! Belum juga resmi cerai dari Vania udah mikirin bidadari lainnya! Mau jadi Playboy syariah Lo!" ejek Erlangga dan sontak Bima menoleh sembari menjulurkan lidahnya.


***


Jalanan siang itu begitu sangat ramai dan padat, terik matahari membuat kebanyakan pengendara menjadi emosi dan saling mengumpat satu sama lainnya. Semua ingin cepat sampai ditujukan mereka masing-masing dan berebut untuk saling mendahului. Hingga suara decitan dan hantaman benda keras membuat perhatian mereka teralihkan.


"Ckittttt!! Brrraaakkkk!"


Semua orang di jalan menjadi panik dan segera berlari untuk menyelamatkan siapapun yang berada di dalam mobil hitam yang menabrak pohon besar dipinggir jalan itu.


Terlihat kap mobilnya sudah mengeluarkan asap dan bagian depannya pun telah penyok tak berbentuk. Mobil hitam itu adalah mobil yang biasa Risty gunakan.

__ADS_1


__ADS_2