CEO Cantik Si Penggoda Hatiku

CEO Cantik Si Penggoda Hatiku
Bab 53.Caroline Vs Carlos


__ADS_3

📞"Sedikit lagi aku pulang, aku masih harus melanjutkan beberapa hal yang belum selesai. Aku juga akan pulang ke apartemenmu aja dan tidur di kamarmu biar kangennya sedikit berkurang. Kalo kata dilan mah, rindu itu berat, kamu nggak akan kuat, biar aku aja sayang!" gombal Erlangga.


"Hahaha!" Risty terbahak mendengar gombalan garing Erlangga, "Astaga bapak ini! Makin lama makin jago ya gombalnya! Emang sapa yang ngajarin kayak gitu, emang selama ini juga suka gombal kayak gitu ke cewek-cewek lain?" tanya Risty dengan penasaran.


"Nggaklah sayang! Kamu tahu, diluar aku nggak banyak bicara dan lebih cuek! Bakat gombalku tuh tetiba muncul aja setelah dapetin kamu," jawab Erlangga dengan asal, "Oia gimana kabar ibu dan adik-adik?" tanya Erlangga mengalihkan pembicaraan.


"Alhamdulillah ibu dan adik-adik sehat semuanya Bang,"


"Alhamdulillah! Apa kamu udah bilang ke ibu soal aku?"


"Ya belum lah bang!"


"Lho kok belum bilang sih! Aku ini serius sama kamu lho sayang, bukan maen-maen lagi! Kok aku jadi ngerasa nggak dianggep sih!"


"Halah apaan sih! Malah baper sendiri! Kalo Abang emang serius, datang kesini dan ngomong langsung sama ibuku, NGGAK PAKE PROTES!"


📞"Siap sayang! Secepatnya!"


Lalu obrolan mereka terhenti saat Beny masuk ke ruangan pribadinya, dia berbisik di telinga Erlangga dan mengatakan jika Santos ingin membuat kesepakatan dengan mereka. Setelah Erlangga mengakhiri obrolannya dengan Risty, dia menghampiri Santos yang sudah babak belur tak berbentuk karena perbuatannya sepupu sekaligus asisten tengilnya.


"Bagaimana apa kamu setuju?" tanya Erlangga


"Baiklah aku setuju karena aku juga sudah tidak punya pilihan lagi." jawab Santos pasrah.


Mereka terlihat membuat sebuah kesepakatan yang menguntungkan satu sama lain walaupun pada akhirnya Santos juga harus menebus segala kesalahannya.


***


Di sebuah mansion mewah bergaya Eropa, Bima masuk bersama asisten dan beberapa anak buahnya dan mereka di persilahkan duduk oleh salah satu pelayan di mansion itu.


Selang sepuluh menit kemudian, seorang wanita berpenampilan ala sosialita menghampiri Bima dan anak buahnya, wanita itu terlihat masih cantik walau usianya sudah menginjak 50 tahun. Dia adalah seorang putri mantan Gangster terkenal di negara kecil itu dan pebisnis wanita yang kaya raya, bernama Caroline.


"Ada urusan apa anda ingin bertemu dengan saya Tuan?" tanya Caroline kepada Bima.


"Selamat malam Nyonya Caroline, perkenalkan saya Bima Aryarajasa Dalwyn." sapa Bima memperkenalkan diri.


"Selamat malam juga Tuan Bima!" Caroline tersenyum manis, "Saya sangat tersanjung pebisnis sukses dan tampan seperti anda datang berkunjung di gubuk kecil saya," ucap Caroline yang berpura-pura merendah.


"Apa anda tahu siapa saya?"

__ADS_1


"Siapa yang tidak mengenal perusahaan besar seperti PT Aryarajasa group yang terkenal memiliki beberapa cabang perusahaan dimana-mana itu! Walaupun saya tidak mengenal anda secara pribadi sebelumnya, tapi saya sangat tahu sepak terjang perusahaan anda di dunia bisnis," puji Caroline.


"Ahh anda terlalu memuji, perusahaan saya tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan semua perusahaan yang anda miliki Nyonya," balas Bima dan Caroline tersenyum penuh bangga


"Oia, Saya ingin bicara penting empat mata dengan anda, apa saya bisa meminta waktu berharga anda sebentar saja?" pinta Bima.


"Kalau untuk orang seperti anda, berapa lama pun waktu anda minta, saya akan dengan senang hati meluangkan waktu saya untuk anda Tuan Bima. Mari ikuti saya keruangan kerja saya!" ucap Caroline tersenyum menggoda.


Kemudian Bima mengangguk dan mengikuti Caroline dari belakang.


Setelah sampai di ruang kerja milik Caroline, tanpa basa-basi lagi, Bima menunjukkan video penggrebekan waktu lalu di apartemen Carlos, karena Carlos ternyata adalah suami Caroline. Umur Carlos lebih muda sepuluh tahun dari Caroline, jadi wajar jika laki-laki kaya seperti Carlos sangat menyukai wanita-wanita muda yang cantik dan energik seperti Vania.


"Br****sek kamu Carlos! Ternyata selama ini di belakangku kamu selingkuh! Dasar pria miskin! Tidak tahu diuntung!" geram Caroline menahan kemarahannya.


"Dia berselingkuh dengan istriku, nyonya! Entah sudah berapa lama saya juga selama ini tidak tahu, karena saya sangat mempercayainya. Tapi disaat putri saya berjuang dengan maut, dia malah pergi meninggalkan saya dan putri saya demi pria itu. Saya akan mengajukan gugatan perceraian saya dengan istri saya karena saya tidak mungkin kembali kepadanya dan saya mengatakan ini pada anda karena saya kasihan melihat anda yang telah dibohongi suami anda. Karena saya tahu sendiri bagaimana sakitnya dikhianati oleh orang yang kita sangat cintai dan kita perjuangkan selama ini," ucap Bima mengompori.


"Baik, terimakasih sudah memberikan info ini pada saya Tuan Bima. Saya tidak tahu bagaimana cara membalas kebaikan anda pada saya tapi jika anda berkenan kita bisa mengatur jadwal dinner kita di lain hari," ucap Caroline yang terang-terangan menggoda Bima, dia sudah berani mengelus paha Bima sembari menatap Bima dengan tatapan menggoda.


"Oohh iya, mengenai Carlos, aku akan segera membereskan laki-laki tidak berguna itu! Dulu papaku mengambilnya dari panti asuhan, memberikan nama untuknya dan memberikannya kehidupan yang mewah tapi ternyata dia membalas kebaikan kami seperti ini. Dasar pengkhianat! Awas aja dia!" geram Caroline.


Lalu saat dia teringat disitu ada Bima dia kembali tersenyum menggoda Bima.


"Br****sek! Dasar wanita tua nggak punya malu! Lakik sama binik sama aja, sama-sama b******!" umpat Bima dalam hati dengan rasa jijik luar biasa.


"Baiklah Nyonya, lain kali jika anda mengundang saya makan malam, dengan senang hati saya akan datang memenuhi undangan anda. Saya permisi dulu Nyonya, karena masih banyak pekerjaan yang menunggu saya!" pamit Bima yang ingin segera mengakhiri dramanya kali ini. Dan Caroline pun mempersilahkan Bima pergi.


***


Tiga hari telah berlalu, malam itu beberapa polisi mendatangi mansion milik Pak Haris.


"Ting tong! Ting tong!"


Polisi itu membunyikan bel Mansion milik Pak Haris, dan sang ART yang membukakan pintunya.


"Apa kami bisa bertemu dengan Nona Clara Feronica Adhytama dan Bu Rosa Febriana?" tanya salah satu opsir polisi.


"Bi.. bisa pak! Sebentar saya panggilkan," ucap salah satu ART dengan suar bergetar.


Sedangkan Clara dan Rosa nampak tak takut sama sekali, dia berjalan angkuh mendatangi beberapa polisi itu.

__ADS_1


"Ada apa ini pak? Malam-malam mengganggu istirahat saya!" ucap Clara dengan sombongnya.


"Maaf, kami membawa surat penangkapan anda atas dugaan pembunuhan berencana pada Nona Risty, Bu Hana dan almarhum Pak Haris!" ucap opsir itu dengan tegas kemudian memborgol keduanya untuk digelandang ke kantor polisi


Mendengar ucapan polisi itu, sontak Clara dan Bu Rosa menjadi sangat panik dan berteriak tidak terima, mereka mengatakan jika mereka berdua tidak bersalah dan akan menyewa pengacara terbaik untuk mengeluarkan mereka.


*


*


Di Mansion mewah bergaya Eropa tempo hari, wanita bernama Caroline itu kini duduk di hadapan Carlos sang suami. Mereka menikmati makan malam manis seperti saat-saat mereka biasa bertemu, Caroline masih bersikap manis pada suaminya dan masih menyembunyikan segala perasaan dendamnya pada Carlos.


Setelah mereka menyelesaikan makan malam mereka, Caroline mengajak suaminya ke kamar untuk melakukan ritual kenikmatan duniawi yang biasa mereka lakukan.


Caroline menciumi seluruh tubuh sang suami, dengan perlahan dan lembut. Sedangkan Carlos menikmati sentuhan itu dengan membayangkan bercumbu dengan Vania si wanita pujaan hatinya. Iya, Carlos memang sudah tidak mencintai istrinya lagi, karena pesona seorang Vania yang cantik dan se**si. Carlos memiliki kekuasaan dan uang karena istrinya, jadi tidak mungkin baginya untuk melepas Caroline dalam kehidupannya.


Semakin lama ciuman mereka semakin panas dan suara-suara er***s muncul dari kedua bibir pasangan yang sedang bergelut diatas ranjang itu. Hingga keduanya pun melakukan penyatuan dan melepaskan kenikmatan mereka bersama-sama.


Saat akan melakukan untuk yang kedua kalinya, Caroline mengikat kedua tangan dan kaki suaminya di sudut-sudut ranjang, awalnya Carlos merasa heran melihat tingkah absurd istrinya, tapi Caroline berdalih ingin mencoba sensasi lainnya untuk membuat ga**rahnya semakin besar dan Carlos hanya menurut saja.


Setelah selesai mengikat suaminya, Caroline membelai mesra wajah sang suami dan kemudian mencengkeram kuat pipi suaminya hingga Carlos berteriak kesakitan.


"Aaarrrgghhhh! Kau menyakitiku sayang!" keluh Carlos.


"Apa sakit? Lebih sakit mana jika dikhianati orang yang kita cintai?" wajah Caroline berubah menjadi bengis dan menakutkan, wajah yang tak pernah dia tampakkan di depan suaminya dan itu membuat bulu kuduk Carlos spontan berdiri.


"Ap.. apa maksudmu sayang?" tanya Carlos dengan gugup.


"Emangnya aku nggak tahu kamu punya simpanan? Aku sudah tahu wanita itu, jadi selama ini uang dariku kamu investasikan semua ke perusahaan bapak si j****ng itu! Hah! Berani-beraninya kamu menggunakan uangku untuk mengkhianatiku dan kesenangan pribadimu! Dasar laki-laki br****sek! Nggak tau diri! Nggak tau di untung! *******! ********!" umpat Caroline dengan kencang sembari memukuli wajah Carlos sampai babak belur, sedangkan Carlos hanya terdiam sembari menahan segala rasa sakitnya.


"Apa kamu lupa siapa kamu! Kamu hanya gelandangan yang di beri makan dan ditolong oleh papaku! Tapi apa balasan kamu? Kamu malah berkhianat padaku! Kamu tau aku sangat benci pengkhianatan!" teriak Caroline penuh emosi.


"Jangan berlagak sok suci Caroline! Memangnya aku nggak tahu, sudah berapa banyak pria yang sudah kau tiduri dibelakangku! Kamu dan aku itu sama dan kamu tau! Aku berkaca dari kamu!" teriak Carlos membalas tatapan tajam istrinya.


"Tapi aku nggak punya perasaan untuk mereka! Kamu tahu itu! Kita sama-sama sibuk dan sama-sama melakukannya hanya untuk menyalurkan kebutuhan kita. Aku bisa terima jika kamu melakukan itu tanpa perasaan dan membuang mereka setelah kamu puas! Tapi aku tahu kamu mencintai wanita j****ng itu begitu dalam! Lalu apa artinya aku selama ini buat kamu, Hah?!" teriak Caroline penuh emosi.


"Kamu salah! Aku tidak mencintainya sama sekali! Aku hanya mencintaimu sayang! Maafkan aku! Mari kita perbaiki hubungan kita seperti semula lagi," ucap Carlos semanis mungkin. Dia tiba-tiba sangat takut dengan kemarahan istrinya.


"Dorr!!"

__ADS_1


__ADS_2