
Pagi ini semua karyawan sudah berkumpul di sebuah aula besar yang memang di khusus kan untuk ada perkumpulan seluruh karyawan, termasuk Alvin dan Rara.
Alvin dan Rara sudah berada di urutan paling depan sebuah panggung, mereka sengaja datang bareng dengan karyawan lain nya, agar para karyawan tidak ada yang curiga.
Riuh para karyawan bergemuruh, mereka semua bertanya-tanya akan di kumpulkan nya di aula.
"Tumben ya, pak Ramly mengumpulkan kita semua."
"Iya, pasti ada hal yang penting yang akan di sampaikan."
"Atau jangan-jangan ada yang korupsi lagi seperti tahun lalu."
"Wah kalau memang iya ada yang korupsi, di jamin jadi gelandangan, karena kalau udah di blacklist dari perusahaan ini, sudah pasti nya ngga akan ada yang mau menerima di perusahaan mana pun."
"Maka nya selagi kita butuh dengan pekerjaan ini, kita jangan berbuat macam-macam."
"Iya, padahal gaji di perusahaan ini lumayan lo, belum lagi suka ada bonus dan thr."
Begitulah kasak kusuk antar karyawan, mereka menduga-duga dengan adanya mereka di kumpulkan.
Pintu terbuka dan menampilkan beberapa orang satpam yang mengawal pak Ramly masuk ke dalam ruangan.
Dengan sangat berwibawa, pak Ramly melangkah masuk dan langsung naik ke atas panggung.
Ruangan yang sedang riuh oleh para karyawan pun seketika langsung hening bersamaan dengan masuk nya pak Ramly pemilik perusahaan.
"Selamat pagi semua nya."
"Pagi."
"Sebelum nya saya mau mengucapkan terima kasih atas kehadiran kalian semua nya di ruangan ini, dan maaf telah mengganggu waktu kalian, saya sengaja mengumpulkan kalian semua di sini karena ada hal yang sangat penting untuk saya bicarakan dan kalian semua nya wajib tahu, saya sudah membuka cabang perusahaan di kota xxxx dan saya harus selalu ada di sana, karena memang perusahaan itu baru berdiri, maka dari itu untuk sementara saya akan menetap di kota xxxx itu dan perusahaan ini saya percayakan kepada salah satu karyawan saya yang baik, jujur dan bertanggung jawab untuk mengembangkan perusahaan ini." pak Ramly terdiam sejenak karena mendengar riuh nya para karyawan yang bertanya-tanya dan menduga-duga siapa orang yang akan memegang perusahaan besar ini.
"Wah, siapa yah yang akan menjadi ceo baru kita."
"Mudah-mudahan orang nya masih muda dan tampan."
"Mau nya lo itu mah."
"Apa pak Ramzi ya?"
__ADS_1
"Ngga mungkin, kan pak Ramzy sudah memegang perusahaan yang di kota xxxx."
"Eh sebenar nya pak Ramly itu punya anak laki ngga sih?"
"Memang nya lo mau apa?"
"Kalau punya aku mau jadi menantu nya, seperti nya harta nya ngga akan habis tujuh turunan delapan tanjakan."
"Halu lu, lagian kalau pun punya belum tentu anak nya pak Ramly mau sama kamu."
"Sudah jangan berisik pak Ramly mau bicara lagi."
"Baik sudah selesai berdebat nya? Kalau sudah saya lanjutkan lagi."
Dirasa para karyawan sudah pada diam dan tidak ada yang bicara lagi, pak Ramly pun melanjutkan bicara nya.
"Baik, Alvin Malvino silahkan naik ke atas."
Alvin yang di panggil pun naik dengan begitu gagah dan terlihat wibawa di kala dia naik ke atas panggung dengan setelan jas nya.
"Ya ampun pak Alvin makin tampan saja, kok aku jadi suka ya sama beliau."
"Kemarin aja lu ngga lirik, sekarang klepek-klepek."
"Eh, kita bersaing secara sehat ya? Awas kalau ada yang pakai cara ngga sehat."
"Deal." ucap mereka bersamaan lalu kembali fokus ke arah panggung.
"Mungkin sebagian dari kalian sudah ada yang mengenal nya, dan yang belum akan saya perkenalkan, saudara Alvin Malvino sejak hari ini saya angkat menjadi CEO baru di perusahaan ini untuk menggantikan saya."
Begitu jelas dengan ucapan dari pak Ramly, para karyawan pun bertepuk tangan dengan riuh.
"Selamat ya nak Alvin, saya serahkan semua tugas saya kepada kamu, semoga kamu bisa lebih lagi mengembangkan perusahaan kita."
"Terima kasih pak atas kepercayaan yang bapak berikan kepada saya, saya akan menjaga amanat bapak ini dengan sebaik-baik nya, dan saya akan berusaha untuk mengembangkan lagi perusahaan ini, dan saya berterima kasih pada seseorang yang selalu memberikan saya semangat hingga saya bisa berada di posisi sekarang" Alvin pun mengembangkan senyuman nya sambil melirik ke arah Rara sebentar, karena takut ada karyawan yang curiga dengan hubungan mereka berdua.
"Baik, jadi mulai hari ini perusahaan ini di bawah kepemimpinan saudara Alvin Malvino, dan untuk merayakan nya, kalian boleh makan siang sepuas nya di kantin biar Alvin yang bayar." ucap pak Ramly sambil tersenyum.
Tepuk tangan dan riuh para karyawan kembali terdengar ketika mendengar makan gratis.
__ADS_1
Alvin hanya menatap pasrah kepada pak Ramly.
"Mampus, karyawan segini banyak aku yang bayar, habis berapa juta ini?" gumam bathin Alvin.
"Sekarang kalian boleh kembali ke tempat kerja kalian masing-masing, terima kasih sudah meluangkan waktu nya."
Para karyawan pun keluar gedung satu persatu sambil sedikit berbincang hingga membuat ruangan itu riuh dengan para karyawan.
"Kita bicara di ruangan papah yang sekarang menjadi ruangan Alvin." bisik pak Ramly kepada Rara.
Rara pun hanya tersenyum dan mengangguk tanda mengerti.
Setelah para karyawan semua nya sudah keluar dari aula, pak Ramly pun keluar di ikuti oleh Alvin dan Rara beserta kedua satpam yang setia mengikuti pak Ramly sejak pak Ramly datang ke perusahaan.
Setelah di pastikan pak Ramly masuk ke ruangan nya, kedua satpam itu pun kembali ke tempat kerja mereka.
"Selamat ya pak Alvin, mulai sekarang anda adalah bos saya." ucap Rara menggoda Alvin.
"Kamu ini, di kantor aku atasan kamu tapi kalau lagi berduaan kamu lah yang menjadi atasan ku." bisik Alvin.
"Kok gitu?" tanya Rara.
"Karena kalau lagi berdua pasti yang banyak nyuruh kamu dan aku akan selalu setia dan patuh melakukan nya untuk kamu asal kamu bahagia."
Rara tersenyum bahagia mendengar ucapan dari Alvin.
"Ekhem, masih ada papah lo di sini." ucap pak Ramly mengagetkan mereka berdua.
"Maaf pak."
"Jadi bagaimana? Besok kalian siap kan untuk menikah?"
"Siap pak." jawab Alvin dengan tegas.
"Kalian sudah menyiapkan semuanya?"
"Nanti siang baru mau beli perhiasan dan mengumpulkan smeua persyaratan nya pak."
"Bagus, pokok nya besok kalian harus sudah siap, dan papah akan meminta bantuan Ramzi."
__ADS_1
"Tapi jangan lupa syarat dari Rara ya?"
"Iya." kembali pak Ramly dan Alvin menjawab dengan bersamaan, membuat mereka bertiga tertawa.