
Pesta pernikahan Alvin dan Rara kini tiba saat nya, Rara sudah kelihatan sangat cantik sekali, sedangkan Alvin terlihat tampan dan gagah.
Para tamu dari berbagai kalangan hadir untuk menghadiri pesta itu, bukan karena yang mengadakan pesta itu pak Ramly, tapi juga sebagian dari mereka yang belum tahu siapa anak nya pak Ramly membuat mereka penasaran dan ingin tahu siapa anak pak Ramly, karena selama ini pak Ramly tidak pernah mempublikasikan anak nya di luaran sana.
Rara dan Alvin yang bersanding di kursi yang sudah di sediakan terlihat sangat serasi dan membuat para tamu kagum dengan kecantikan dan ketampanan mereka berdua.
"Saya ngga nyangka ternyata anak nya pak Ramli sangat cantik, seandainya tahu dari dulu, sudah saya jadikan menantu dia." ucap salah satu tamu pak Ramly.
"Bukan jodoh nya pak, tapi menurut informasi yang saya dengar yang jadi menantu nya pak Ramly itu anak nya baik dan jujur hingga dia menjadi anak yang sukses sekarang, bahkan showrom mobil yang ada di jalan xxxx itu milik menantu nya pak Ramly.
"Serius? Itu kan showroom terbesar yang ada di korta ini." ucap nya dengan wajah kaget, pria yang memberitahukan nya hanya mengangguk.
"Bukan kaleng-kaleng ternyata, ya saudah karena anak nya ngga berjodoh, saya menunggu cucu nya saja lah." ucap pria paruh baya itu sambil tertawa, teman bicara nya hanya menggelengkan kepala nya sambil tersenyum.
Syifa yang menemani Rara tidak kalah cantik, dia saat ini sedang di tatap dan di kagumi oleh para tamu undangan yang masih muda dan masih single.
Ramzi baru datang sengan warna jas yang senada dengan gaun yang di kenakan oleh Syifa.
Ramzi menatap damba Syifa dari pintu masuk, Syifa yang tidak melihat kedatangan Ramzi sibuk bercengkerama dengan Dian dan anak nya, Dian datang bersama suami dan anak-anak nya.
Ada seorang pemuda yang jatuh hati kepada Syifa, dirinya menghampiri Syifa yang sedang bersama Dian.
"Hai nona, boleh kita kenalan?" tanya Rafael sambil mengulurkan tangan nya, Rafael ini pengusaha muda yang berstatus masih lajang.
Dari dulu keluarga Syifa memang tidak sombong dan bersikap ramah kepada siapa pun berkat didikan dari bu Salma.
"Syifa." ucap Syifa singkat sambil menerima uluran tangan dari Rafael.
"Saya Rafael, senang bertemu dengan anda nona cantik." ucap Rafael sambil tersenyum.
"Kalau yang ini bu Dian kan, masih ingat dengan saya?" tanya Rafael sambil menatap Dian.
__ADS_1
"Pak Rafael kan? Tentu saja saya masih ingat, kita kan pernah membahas masalah pekerjaan." jawab Dian sambil tersenyum.
Rafael tersenyum lalu kembali menatap Syifa dengan tatapan yang penuh harap, Dian yang melihat Rafael terus menatap Syifa merasa ngga enak berada diantara mereka.
"Kalau begitu saya menghampiri suami saya dulu." ucap Dian kepada Rafael.
"Silahkan bu."
Syifa bingung, antara harus pergi atau menemani Rafael, kalau pergi dirinya merasa ngga enak dengan Rafael.
"Mudah-mudahan mas Ramzi ngga melihat aku lagi bersama pak Rafael, ah melihat pun ngga jadi masalah, kan mas Ramzi bukan pacar atau suami aku." bathin Syifa.
"Anda kesini bareng suami anda?" Rafael memancing Syifa dengan pertanyaan seperti itu, Rafael ingin tahu Syifa sudah bersuami atau belum.
"Saya bersama ibu." Syifa tidak mau semua orang tahu kalau dirinya adik dari Alvin, Syifa sudah banyak belajar tentang orang-orang sukses di sekitar nya, diri nya ngga mau kalau mereka menyukai dan mendekati nya hanya karena dirinya adik dari seorang Alvin yang berstatus CEO dan juga punya beberapa usaha lain nya.
"Oh kirain sama suami nya, kalau begitu ngga apa-apa dong kalau saya temani?" Syifa hanya diam karena bingung.
"Iya."
Rafael terus berusaha mendekati Syifa, dia sudah jatuh hati dan bertekad memiliki Syifa.
Ramzi yang melihat Syifa sedang di dekati oleh Rafael merasa sangat marah dan kesal, Syifa memang bukan siapa-siapa dia, tapi dia sudah memantapkan hati nya untuk menjadi pendamping Syifa.
Alunan music melankolis terus menggema di acara pesta Alvin dan Rara, sesekali seorang mc membuat suasana tambah ramai.
Senyuman Rara dan Alvin tidak pernah luntur, Rara yang memang sedang ngidam kini semakin terlihat manja sekali kepada orang-orang yang di sayangi nya, sewaktu sebelum menikah Rara hanya manja kepada kedua orang tua dan Ramzi, tapi sekarang dia manja kepada Alvin dan juga ibu dan Syifa.
Ramzi naik ke atas panggung dan menghampiri mc dan meminta waktu untuk dirinya mengungkapkan sesuatu untuk seseorang.
"Boleh saya meminjam mic nya? Ada yang ingin saya ungkapkan kepada seorang wanita yang spesial di hati saya." ucap Ramzi dengan sopan.
__ADS_1
"Tentu saja boleh." ucap mc tersebut sambil memberikan mic nya.
Ramzi menatap semua para tamu dan terkunci pandangan nya kepada sosok wanita cantik pujaan nya.
"Perhatian semua nya, maaf saya mengganggu acara pesta nya, saya berdiri di depan anda semua ingin mengungkapkan perasaan saya kepada seorang wanita yang sudah membuat hati saya bergetar."
"Kak Ramzi? apa yang sedang dia lakukan?" tanya Rara sambil menatap Ramzi dan berdiri dari duduk nya.
"Kita lihat saja sayang." ucap Alvin sambil memeluk mesra pinggang Rara.
Semua mata menatap Ramzi dengan penuh tanda tanya.
"Mas Ramzi, ternyata dia sudah ada perempuan di hati nya." bathin Syifa sambil menahan sesak di dada nya.
"Saya sudah mengenal perempuan itu dan sudah meyakin kan diri, saya ingin anda semua yang hadir di acara ini menjadi saksi untuk saya, Syifa Maharani silahkan naik ke atas panggung." Ramzi memanggil nama Syifa dengan sangat lantang dan jelas di telinga semua nya.
"Deg." jantung Syifa langsung berdetak sangat kencang begitu nama nya di panggil oleh Ramzi.
Rafael yang dari tadi berusaha mendekati Syifa pun hanya bisa diam dan menatap ke arah Syifa.
"Yang bernama Syifa Maharani di mohon untuk naik ke atas panggung." seorang mc membantu memanggil Syifa untuk menghampiri Ramzi yang sedang menunggu nya.
Karena nama nya terus di panggil, Syifa pun melangkah dengan perlahan menghampiri Ramzi yang sedang berdiri di sana, sebelum melangkah Syifa sempat melirik ke arah Rafael yang sedang menatap nya.
Rafael menggeleng, dirinya berusaha untuk membuat Syifa tidak meneruskan langkah nya.
"Syifa Maharani, apa diantara anda semua ada yang bernama Syifa Maharani." kembali mc memanggil Syifa.
Dengan jantung yang berdebar Syifa pun melangkah kan kaki nya dan tidak menghiraukan Rafael yang berusaha mencegah nya.
Para tamu yang sedang berdiri menghalangi jalan pun menggeser tubuh nya dan memberikan jalan untuk seorang wanita yang sedang menghampiri Ramzi.
__ADS_1