CEO Ku Suamiku

CEO Ku Suamiku
Kasihan Deh Lo


__ADS_3

Mereka semua kaget melihat bukti yang Rara perlihatkan, Leli dan Lina menatap dengan tatapan tidak percaya nya dengan apa yang sedang dia lihat.


Untung Rara membawa buku nikah nya dengan Alvin, Rara sengaja membawa nya karena Rara tahu kalau tanpa adanya buku nikah ini, maka mereka ngga akan ada yang mempercayainya.


Pak Rt dengan detail dan serius membaca isi dari buku nikah yang Rara berikan serta melihat keaslian buku itu.


"Untuk semuanya tolong dengarkan saya, ini adalah bukti kalau wanita cantik yang ada di depan kalian semua adalah istri sah nya nak Alvin, buku nikah yang sedang saya pegang ini asli bukan rekayasa atau pun palsu." ucap pak RT dengan sangat jelas.


Warga yang tadi nya marah dengan kabar dari yang lain kini mereka merasa malu dengan kelakuan mereka yang ikut terhasut dengan kabar tersebut.


"Alah, buku nikah seperti itu kan gampang untuk membuat nya dan bisa jadi buku nikah itu palsu." teriak Leli yang masih tetap ingin mempermalukan keluarga ALvin.


"Pak Rt dan pak Rohim hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Leli dan Lina yang tidak tahu malu itu.


"Jangan-jangan yang menghasut kita asal mula nya dari mereka berdua lagi." ucap seorang pemuda.


"Ya seperti nya mereka berdua yang sudah merencanakan semua ini." teriak warga lain nya.


Leli dan Lina pun langsung pergi setengah berlari dari kerumunan warga, warga yang melihat kedua nya berlari pun meneriaki mereka.


"Nak Alvin maafkan kami semua sudah mengganggu istirahat nya nak Alvin, dan selamat atas pernikahan kalian berdua, semoga bahagia sampai tua dan hanya maut yang memisahkan nya." ucap pak RT yang merasa ngga enak dengan ALvin dan ibu nya.


"Ngga apa-apa pak, saya juga minta maaf, karena saya ngga ada lapor sama bapak, karena saya merasa emosi melihat kakak saya seperti sekarang, jadi saya fokus sama kakak dan ibu." ucap Alvin.


"Ngga apa-apa nak, yang penting masalah nya sudah selesai dan sudah jelas kalau semua ini hanya hasutan dari Leli dan Lina."


Mereka pun saling meninta maaf karena sudah membuat keributan di malam hari.


"Oh ya untuk bapak-bapak yang belum ada kerjaan atau lagi ngga kerja, minta kerjaan saja sama pak Rohim, Insya Allah saya akan bangun rumah dan yang mengelola semua nya pak Rohim." ucap Alvin.


Alvin ingin melibatkan warga kampung nya yang memang sedang membutuhkan pekerjaan.

__ADS_1


"Wah, kebetulan saya lagi nganggur, saya boleh ikut bekerja?" tanya salah satu warga.


"Siapa pun boleh pak, bilang sama pak Rohim saja."


"Terima kasih nak Alvin, kalau begitu kita pulang ayo semua kita bubar."


Mereka pun ingin membubarkan diri dan kembali ke rumah mereka masing-masing.


"Tunggu sebentar, besok sebelum kita kembali ke kota, saya akan mengajak kalian semua ke toko baju yang kalian ingin kan tadi." teriak Rara sambil tersenyum.


"Terima kasih non." ucap mereka semua dengan rasa bahagia nya.


Semua nya sudah kembali ke rumah nya masing-masing dan menyisakan pak RT, pak Rohim dan bu Lala.


Mereka bercengkerama sampai tengah malam, mereka membicarakan masalah pembangunan rumah yang ingin Alvin bangun.


Sedangkan Syifa sudah tidur dan istirahat bersama bu Salma karena sudah lelah dengan masalah hari ini.


Alvin dan Rara mengangguk sambil tersenyum, mereka berdua mengantar nya sampai depan pintu.


*


*


Pagi hari setelah melaksanakan sarapan pagi, kembali para warga berbondong-bondong datang ke rumah Alvin, mereka datang karena Rara menjanjikan akan membelikan mereka baju.


"Nak, ada apa lagi mereka semua di depan rumah." ucap bu Salma sambil melirik ke arah depan.


"Ngga usah takut bu, mereka semua mau dibelikan baju sama Rara, jadi mereka kembali datang kesini." jawab Alvin.


Rara yang melihat Syifa mulai gemetar pun menghampiri dan memeluk nya.

__ADS_1


"Kakak jangan takut ya? Mereka ngga bakal ngapa-ngapain kakak kok, percaya sama aku, sekarang kakak ikut aku ya? Kita akan belanja, kakak boleh membeli apa saja yang kakak mau." ucap Rara sambil mengelus lembut punggung Syifa.


Syifa menatap Rara sambil menggelengkan kepala nya, Syifa masih takut dengan semua orang, karena Syifa pernah di marahi dan di buly oleh mereka.


"Percaya sama aku, kalau kakak ingin sembuh, kakak harus ikuti saran aku, oke, pokok nya kalau ada apa-apa aku yang akan maju duluan, akan aku pites dan akan aku jadikan perkedel orang yang berani ganggu kakak." ucap Rara sambil menggerak kan tangan nya seperti lagi mematahkan tangan orang.


Bu Salma dan Alvin tersenyum melihat Rara yang sedang berusaha membujuk Syifa untuk ikut dan berbaur dengan banyak orang.


Dulu Syifa suka berbaur dan ngga pernah malu walaupun keadaan dia sangat memprihatinkan, tapi setelah mental nya kena karena siksaan dan tekanan dari Bima dan juga orang-orang yang menghina serta menyuruh nya masuk ke rumah sakit jiwa membuat Syifa menjadi takut setiap bertemu dnegan orang lain.


Bu Salma, Alvin dan Rara akhir nya tersenyum ketika melihat Syifa mengangguk kan kepala nya, tanda ia mau ikut bersama mereka.


Rara menggandeng Syifa keluar rumah, dengan perlahan dan masih ada rasa takut dalam dirinya Syifa melangkahkan kaki nya.


Rara yang sedang menggandeng tangan Syifa terus memberi semangat lewat gerakan tangan dan mata nya.


Warga sekitar yang sudah berkumpul di depan rumah Alvin menatap nya, mereka merasa takut jika Syifa kembali ngamuk dan melempar mereka dengan batu, tapi Syifa memberi kode lewat mata dan gerakan bibir nya kalau mereka harus tenang dan percaya kepada nya.


Hati bu Salma sudah bergetar semenjak Rara membawa Syifa keluar, dia takut apa yang pernah Syifa lakukan akan terjadi kembali.


"Wah nak Syifa juga ikut, ayo semuanya kita ajak nak Syifa untuk ikut beli baju mahal." teriak bu Lala dengan memperlihatkan senyuman nya kepada Syifa.


Warga pun langsung tersenyum dan mengajak Syifa untuk pergi, bu Salma menghela nafas nya, dia sangat bersyukur sekali Syifa mau kembali keluar rumah dan juga warga kembali meraih Syifa.


Di balik pohon besar ada dua orang wanita yang sedang ngintip dan melihat ke arah rumah Alvin.


"Kamu bodoh Lin, coba kalau kamu yang jadi istri nya, sudah pasti kamu jadi makin kaya dan akan lebih di hormati oleh warga sini." ucap Leli.


"Kakak juga bodoh karena ngga menyetujui aku dengan ALvin." mereka berdua saling menyalahkan.


"Ngga diajak shoping ya, kasihan deh lo." ucap seorang warga yang memang tidak menyukai keluarga Leli.

__ADS_1


__ADS_2