
Alvin tersenyum karena pagi ini dirinya sudah mendapatkan jatah dari Rara, Alvin langsung membersihkan tubuhnya, sedangkan Rara merasa lemas dan pusing.
"Sayang ayo mandi udah siang lo, nanti kita terlambat." ucap Avin sambil mengeringkan rambut nya dengan handuk.
"Sayang, seperti nya aku ngga masuk kerja dulu, kepalaku pusing." ucap Rara sambil kembali menarik selimut menutupi tubuh nya yang tanpa sehelai benang pun.
"Kamu sakit sayang?" tanya Alvin dengan penuh rasa khawatir, Alvin mendekati Rara lalu menyentuh kening nya.
"Kita pergi ke rumah sakit." ajak ALvin.
"Ngga mas, aku mau nya tidur, mungkin aku kecapek an jadi aku cuma butuh istirahat saja." ucap Rara dengan mata terpejam.
"Kalau gitu mas ngga ke kantor, mas akan temani kamu di sini." ucap Alvin.
"Tidak mas, hari ini kamu ada meeting penting, kamu minta temani mbak Dian dulu, aku percaya mbak Mulan bisa menghandle nya." Rara ngga mau hanya karena dirinya yang lagi pusing suami nya harus membatalkan meeting penting nya.
"Tapi kamu sama siapa sayang?" ucap Alvin yang ngga tega harus meninggalkan Rara sendirian.
"Kan ada ibu sama kak Syifa sayang, kak Syifa jangan masuk aja dulu."
"Ya sudah kalau gitu mas panggilkan kakak dulu." Alvin langsung keluar dan menuju kamar Syifa.
"Kak, apa ada di dalam?" teriak Alvin sambil mengetuk pintu kamar Syifa.
"Iya dek, ada apa?" tanya Syifa yang sudah rapih dengan baju kerja nya.
"Kak, kakak ngga usah masuk aja dulu, temani Rara saja, Rara lagi ngga enak badan, aku ada meeting penting hari ini." ucap Alvin.
"Rara sakit? Sakit apa? Ya sudah biar kakak yang menemani nya, kalau kamu mau kerja pergi saja." Syifa langsung menuju kamar Alvin.
"Sayang, kamu dimana?" teriak ALvin yang tidak mendapati istrinya di kasur.
Terdengar suara gemericik air di dalam kamar mandi. "Mungkin Rara lagi di dalam kamar mandi dek." ucap Syifa.
Alvin segera masuk ke kamar mandi, tampak Rara yang baru selesai mandi dengan wajah yang sudah pucat pasi.
"Sayang kenapa mandi, kamu kan lagi pusing." teriak Alvin sambil menghampiri Rara.
"Kalau ngga mandi ngga enak mas, kan habis itu tadi sama kamu." jawab Rara sambil memegang kepala nya.
Alvin merasa bersalah dan langsung menggendong Rara dan membaringkan nya di atas kasur.
__ADS_1
"Dek, Rara kenapa?" tanya Syifa sambil menghampiri mereka.
"Kak, tolong bantu pakai kan baju ya? Aku sudah terlambat." ucap ALvin sambil melihat jam di pergelangan tangan nya.
"Mas, kamu pergi saja aku tidak apa-apa kok, lagian sudah ada kakak yang menemani." ucap Rara dengan nada lemah nya.
"Ya sudah aku pergi ya sayang." sebelum perg Alvin mencium kening Rara.
"Kak, aku titip Rara ya." Alvin pergi setelah pamitan kepada kedua nya.
Di ruang makan bu Salma masih sabar menunggu anak menantu nya untuk sarapan bareng.
"Sarapan duluan saja bu, mungkin mereka masih siap-siap untuk berangkat ke kantor." ucap bi Mumun.
"Ngga apa-apa bi, saya tunggu mereka saja, tapi kok ngga biasanya nya mereka telat seperti ini." ucap bu Salma sambil melihat ke arah tangga.
Alvin berjalan dengan tergesa-gesa menuju ruang makan.
"Nak, istri dan kakak kamu kemana?" tanya bu Salma yang melihat Alvin hanya seorang diri.
"Rara lagi ngga enak badan bu, dan sekarang di temani kakak di kamar, aku ngga bisa menemani nya karena hari ini ada meeting penting." ucap ALvin sambil menyantap sarapan nya.
"Apa! Rara sakit apa nak?" tanya bu Salma dengan wajah khawatir nya.
"Baik den." bi Mumun langsung menyiapkan sarapan untuk Rara dan Syifa.
"Kalau begitu aku berangkat ya bu, titip Rara kalau ada apa-apa langsung hubungi aku." Alvin pun pergi setelah pamit kepada ibu nya.
"Biar saya yang bawakan bi." ucap bu Salma sambil meraih nampan yang sudah di isi beberapa makanan untuk sarapan.
"Ya sudah ibu bawa punya non Rara, bibi bawa punya non Syifa." ucap bi Mumun.
"Benar juga, ayo bi."
Dengan langkah yang hati-hati bu Salma dan bi Mumun pergi ke kamar Rara sambil membawakan mereka makanan.
*
*
"Sepertinya itu mbak Dian." gumam Ramzi sambil menepikan mobil nya.
__ADS_1
"Mbak, belum berangkat?" tanya Ramzi setelah membuka kaca mobil nya.
"Eh, pak Ramzi, belum pak saya lagi nunggu taxi ini, mana ada rapat penting lagi hari ini, kalau terlambat mati saya pak." jawab Dian sambil terus celingak celinguk.
"Memang nya mobil mbak kemana?"
"Lagi di bengkel pak, suami saya berangkat pagi karena ada kerjaan."
"Ya sudah ayo saya antarkan, sekalian saya ada perlu." Ramzi bagaikan mendapat jalan untuk bertemu dengan Syifa, dirinya ngga perlu mencari-cari alasan datang ke kantor pusat ayah angkat nya itu.
"Bener pak? Terima kasih ya pak." Dian pun masuk ke dalam mobil Ramzi dengan hati senang.
""Iya sekalian saya mau ketemu Rara." ucap Ramzi sambil melajukan mobil nya.
"Tapi bu Rara ngga masuk pak, makanya saya yang menggantikan nya untuk menghadiri meeting hari ini."
"Rara ngga masuk? Kenapa ngga masuk?" Ramzi kaget mendengar Rara ngga masuk, karena menurut nya semalam dia baik-baik saja.
"Kata pak Alvin sih tadi bu Rara lagi ngga enak badan."
Ramzi hanya diam dan terus melajukan mobil nya menuju perusahaan pak Ramly.
"Kalau begitu saya ngga jadi masuk ya mbak, makasih informasi nya." ucap Ramzi sambil menepikan mobil nya.
"Saya yang terima kasih pak, bapak sudah mau mengantarkan saya hingga saya tidak terlambat, kalau begitu saya masuk dulu ya pak, sekali lagi terima kasih banyak."
Ramzi melajukan kembali mobil nya setelah Dian turun dan masuk ke dalam kantor,, Ramzi menjalankan mobil nya sedikit kencang karena mau menemui Rara dulu, untung saja Ramzi sudah tahu alamat rumah Rara dan Alvin.
Ramzi langsung menekan bel ketika sudah sampai di depan pintu rumah utama Alvin.
"Eh den Ramzi, tumben kesini?" tanya bi Mumun yang memang sudah mengenal Ramzi, walau Ramzi baru satu kali main ke rumah Alvin, tapi bi MUmun selalu mengingat wajah dan nama nya.
"Rara nya ada bi?" tanya Ramzi.
"Non Rara ada di kamar nya lagi ngga enak badan den."
"Bi." teriak Syifa sambil menghampiri bi Mumun yang sedang berbincang.
"Iya non."
"Syifa?"
__ADS_1
"Pak Ramzy."