
Semua mata warga menatap kagum kepada seorang wanita cantik yang baru keluar dari rumah Alvin.
"Siapa wanita itu?"
"Cantik banget."
Semua warga bertanya-tanya hingga terdengar kembali suara lantang dari wanita cantik yang sedang mereka tatap.
"Sekarang saya tanya kepada kalian semua, apa ada seorang wanita yang langsung hamil setelah melakukan nya? apa bisa seorang pria yang baru beberapa hari pulang ke rumah nya langsung menghamili seorang perempuan?" tanya Rara yang masih menatap tajam Lina, Rara ngga suka kalau tubuh suami nya ada yang menyentuh bahkan memeluk nya seperti itu.
Warga terdiam dan mencerna semua perkataan dari Rara.
"Benar juga ya, sama yang diucapkan wanita cantik itu." ucap seorang warga
Leli dan Lina mulai gelisah, kebohongan nya sebentar lagi akan terkuak dan membuat mereka berdua jadi malu, tapi memang dasar nya mereka ngga punya malu, bukan nya mengakui salah dan minta maaf, mereka malah terus mencari-cari kesalahan Alvin.
"Kalian lihat wanita itu, dia yang merebut Alvin dari Lina, gara-gara wanita itu Alvin tidak mau bertanggung jawab dan menyuruh Lina adik saya untuk mengugurkan kandungan nya." teriak Leli.
Kembali para warga ricuh dan saling menerka-nerka dengan apa yang sudah di sampaikan oleh Leli.
"Benarkah? Jadi saya orang ketiga diantara mereka? Atau dia yang akan menjadi orang ketiga diantara kita sayang?" ucap Rara dengan tangan nya yang menarik dan mendorong Lina lalu mengibas-ngibaskan sebelah tangan nya di dada Alvin, seakan-akan Rara sedang membersihkan debu yang nempel di baju suami nya.
"Seperti nya dia yang akan menjadi orang ketiga diantara cinta kita sayang, ada kuman nya ya sayang, baiklah kalau begitu nanti aku cuci yang bersih." ucap Alvin sambil menyibak kan rambut Rara ke belakang telinga, Alvin tahu Rara lagi cemburu dan marah karena ada wanita yang menyentuh nya.
"Tidak, aku tidak mau kemeja kamu yang seharga lima juta ini di cuci, aku tidak mau mengingat wanita yang tidak tahu diri dan tidak tahu malu itu pernah nempel di kemeja ini, jadi aku akan membuang nya, pak bisa tolong ambilkan kaos atau kemeja mas Alvin di dalam?" ucap Rara kepada pak Rohim.
Warga yang mendengar harga kemeja Alvin yang mahal itu langsung riuh dan ramai.
"Waduh kemeja harga nya lima juta mau di buang."
__ADS_1
"Busyet duit lima juta aku bisa beli beras lima belas karung."
Aduh kalau aku punya uang lima juta aku mau benerin kamar mandi."
Gila ya si Alvin sekarang kaya raya, harga kemeja nya saja sampai lima juta begitu.
Begitulah bisik-bisik para warga kampung itu, sejenak mereka melupakan tentang hasutan yang di berikan Leli dan Lina, mereka fokus kepada Alvin dan Rara.
"Kak gimana ini." bisik Lina.
"Tenang, kita kabur kalau ada kesempatan." ucap Leli pelan.
Rara membuka satu persatu kancing kemeja yang di kenakan Alvin, warga semua menatap nya tanpa kedip, dan pak Rt hanya bisa diam dan menyaksikan apa yang akan terjadi selanjut nya.
"Nak, ini baju nya." ucap pak Rohim sambil memberikan kemeja sutra yang harga nya jangan di tanya lagi.
"Mau neng, kapan lagi bapak punya kemeja mahal seperti ini." ucap pak Rohim sambil menerima kemeja dari Rara.
"Nona, kok yang di kasih hanya pak Rohim saja? Kita ngga di kasih?" tanya salah satu pemuda yang ikut gabung di sana.
"Kalian juga mau?" Rara menantang nya dengan mata melirik sinis kepada Leli dan Lina.
"Mau." teriak semuanya.
"Kalau boleh bapak juga mau nak." ucap pak RT dengan malu-malu.
"Baiklah nanti aku kasih tapi tidak sekarang, karena mas Alvin tidak banyak membawa baju, atau di sini ada toko baju bermerk yang mahal? Tunjuk kan sama saya, besok kita langsung datang ke toko nya." ucap Rara.
Rara bukan maksud untuk sombong dengan apa yang di pakai oleh Alvin, tapi karena Rara sudah sangat marah dengan Leli dan Lina yang sudah menyebarkan gosip tentang suami nya, dan Rara pun ingin berbagi sedikit dengan para tetangga Alvin.
__ADS_1
"Ada nona cantik, besok saya ajak kesana." ucap seorang pemuda.
"Baiklah besok kita kesana, semuanya boleh ikut tapi tidak dengan keluarga mereka, keluarga mereka kan kaya, jadi pastinya barang-barang mereka juga barang mahal-mahal."
Warga pun bersorak sorai ketika Rara menjanjikan akan membelikan baju mahal, ya walaupun di toko itu yang mahal hanya seharga lima ratus ribu saja, tapi para warga sangat antusias.
"kak masa kita ngga diajak sih." bisik Lina.
"Jangan malu-maluin kamu." ucap Leli sambil menepuk pundak Lina.
Dada Alvin yang sempat terlihat oleh mata Leli dan mata Lina, membuat mereka langsung menelan saliva nya, mereka berdua membayangkan tidur di atas dada bidang dan perut yang seperti roti sobek.
"Wah tubuh nya ternyata keren, jauh sekali dengan tubuh mas Bima, seperti nya dia juga lebih kuat dari mas Bima." gumam bathin Leli sambil menelan saliva nya.
"Tuh kan selagi pakai baju saja udah bisa ku menduga nya, apalagi sekarang aku melihat asli nya, bodoh kamu Lina, kenapa dulu kamu menolak nya." gumam bathin Lina sambil menatap Alvin tanpa kedip.
"Mas, cepat pakai kemeja nya, aku ngga mau mereka semua melihat tubuh kamu ini, hanya aku yang boleh melihat dan menyentuh nya, ingat itu." bisik Rara yang membuat sebagian orang salah menilai, mereka menganggap Rara sedang mencium Alvin.
"Jaga mata kalian berdua, jangan sampai aku colok mata kalian." teriak Rara sambil mengacungkan kedua jari nya kehadapan Leli dan Lina.
Alvin tersenyum melihat istri nya yang sedang ngancam kedua wanita binal itu sambil mengancingkan kemeja nya.
"Baiklah agar tidak ada fitnah ke depan nya, saya selaku RT hanya mau bertanya kepada nak Alvin di depan semua warga, apa nak ALvin tidak keberatan?" tanya pak Rt.
"Silahkan pak, semua pertanyaan bapak akan saya jawab." jawab Alvin sambil memeluk Rara dan sesekali membelai rambut nya Rara membuat Lina semakin panas hati nya.
"Siapakah wanita yang sedang nak Alvin peluk ini? Ada hubungan apa diantara kalian berdua?" tanya pak Rt dengan nada sopan.
"Apa buku ini sudah bisa menjawab rasa penasaran kalian tentang kita berdua." ucap Rara sambil memberikan dua buku nikah kepada pak RT.
__ADS_1