
Karena setiap hari Bima selalu menyuruh Jojo untuk mengawasi rumah Alvin, Bima jadi tahu kebiasaan yang di lakukan oleh Syifa.
Sore ini Bima sendiri yang turun tangan untuk mengintai rumah Alvin.
Terlihat Syifa keluar rumah dan mulai menyiram tanaman nya.
"Kamu memang lebih cantik sekarang Syifa, aku menyesal sudah menyia-nyiakan kamu, pokok nya kamu harus kembali menjadi istri aku." gumam Bima sambil terus menatap Syifa.
Terlihat satu persatu orang yang berjaga meninggalkan Syifa sendirian.
"Ini kesempatan aku untuk membawa dan memaksa nya untuk kembali menjadi istriku." gumam Bima sambil melihat kearah sekitar.
Di rasa suasana sekitar aman, Bima langsung masuk dan membawa Syifa dengan cara membekap mulut Syifa dan menyeret paksa tubuh nya.
"Um, um, um, lepaskan." teriak Syifa tapi tidak bisa di dengar karena mulut nya sedang di bekap oleh Bima.
Bima membawa nya ke bawah pohon besar agar dia bisa berlindung dan supaya tidak terlihat oleh orang-orang nya Alvin.
"Syifa sayang, dengarkan aku, aku mohon kamu jangan teriak, aku hanya ingin bicara sama kamu." ucap Bima.
"Mas Bima." bathin Syifa, kembali tubuh Syifa sedikit gemetar, keringat sudah mulai keluar dan bercucuran, dengan sekuat tenaga Syifa menahan rasa itu, dia ingin membuktikan kepada Bima kalau dirinya sudah sembuh dan tidak lemah.
Bima mulai melepaskan tangan nya dan menatap damba wajah Syifa.
Syifa ngga bakalan teriak, dia ingin tahu apa yang akan di lakukan Bima kepada dirinya sekarang walaupun di hati dia merasa takut.
"Syifa aku hanya mau minta maaf sama kamu, maafkan semua kesalahan aku yang dulu, aku sangat menyesal." ucap Bima dengan wajah di buat memelas agar Syifa mau kembali kepada nya.
"Maaf, jadi anda membawa saya dengan paksa kesini hanya untuk minta maaf? dan anda bilang menyesal? Apa karena saya sudah sembuh? Atau apa karena saya sudah bisa lebih cantik dari istri anda yang sok cantik itu? Asal anda tahu saja tuan, sebenar nya dari dulu saya ini benci sama anda, tapi karena saya lagi butuh uang waktu itu buat Alvin menuju kesuksesan nya jadi saya terpaksa mau di nikahi oleh anda, dan saya mengucapkan terima kasih kepada anda karena waktu itu anda memberikan uang kepada saya sehingga Alvin bisa sukses seperti sekarang, dan saya juga berterima kasih dengan anda karena sikap dan perbuatan anda kepada saya membuat saya bisa menjadi sekarang." jawab Syifa degan tatapan benci nya.
__ADS_1
"Syifa mas mohon, kembalilah sama mas, mas tidak bahagia dengan Leli, dia ngga pernah menghargai mas, dia berbeda sekali dengan kamu, kamu selalu menghargai mas dan kamu selalu menyiapkan apa yang mas minta." Bima terus membujuk Syifa agar mau kembali kepada nya.
"Ya, saya memang menghargai anda, tapi itu karena didikan ibu saya yang mewajibkan saya harus selalu menghargai orang lain, jadi anda jangan kegeeran karena saya akan melakukan hal yang sama kepada siapa pun."
"Syifa saya mohon, kembalilah jadi istri aku, aku janji akan menceraikan Leli dan kamu satu-satu istri aku." Bima terus berusaha agar Syifa menerima nya.
"Maaf, saya tidak bisa."
"Kenapa? Apa karena aku sudah berbuat kasar sama kamu? kalau karena itu aku minta maaf, aku akan merubah semua nya, aku akan menjaga kamu dan aku akan menyayangi kamu. Aku janji."
"Anda mau berubah atau tidak itu bukan urusan saya, tapi saya ngga bisa bukan karena itu, tapi karena sudah ada seseorang yang mengisi hati ini."
"Laki-laki mana yang akan menerima kamu yang sudah tidak perawan lagi? Mana ada laki-laki yang mau menerima kamu dengan keadaan kamu seperti sekarang, apalagi kamu pernah gila." Bima emosi karena Syifa tidak terbujuk dengan semua yang dia katakan, Bima kesal hingga dia kembali mengucapkan kata-kata yang membuat hati Syifa sakit.
Sementara di rumah bu Salma, Alvin baru selesai membahas pembangunan yang akan di laksanakan setelah pernikahan kakak nya.
"Aku lagi bantu buat kue, lihat deh mas, ini buatan aku, cantik ngga?" ucap Rara sambil memperlihatkan kue buatan nya.
"Cantik secantik yang membuat nya." ucap Alvin sambil mencolek hidung bangir Rara.
Para pekerja Alvin yang melihat kemesraan mereka berdua hanya tersenyum melihat kemesraan kedua nya.
"Sayang aku kok ngga melihat kakak, kakak kemana?" tanya Alvin sambil melihat ke arah sekitar dapur.
"Kakak tadi bilang nya mau menyiram tanaman di depan mas."
"Den, maaf bilang ke non Syifa pot nya sudah di isi bunga." ucap satpam ngeyel.
"Bukan nya kakak ada di depan?" tanya Rara.
__ADS_1
"Tadi non Syifa memang sedang menyiram tanaman, tapi dia menyuruh saya mengisi pot dengan tanah."
"Di luar bener ngga ada?" tanya Alvin mulai khawatir.
"Ngga ada den saya sudah keliling rumah."
Alvin berlari ke kamar nya Syifa di bantu oleh satpam ngeyel itu.
Rara, bu Salma dan para pekerja semua nya ikut membantu mencari Syifa.
"Kak, kakak dimana." teriak ALvin sambil memeriksa ruangan satu persatu, tapi hasil nya semua nihil, Syifa ngga ditemukan juga.
"Tolong panggilkan semua yang jaga di depan." teriak Alvin.
Satpam ngeyel itu langsung berlari dan memanggil semua nya.
Semua nya sudah berkumpul di hadapan Alvin dengan wajah menunduk nya.
"Mas, tenang jangan emosi." ucap Rara sambil mengelus lembut punggung Alvin, dia berusaha meredam amarah ALvin, karena takut orang yang ngga bersalah kena marah oleh suami nya.
"Bapak kan jaga pintu apa bapak tidak melihat kakak saya keluar atau kemana gitu." ucap ALvin sambil menatap pak Yudi yang bertugas menjaga pintu.
"Maaf nak Alvin, tadi saya sempat ngobrol sebentar dengan nak Syifa yang sedang menyiram tanaman, tapi perut saya sakit dan saya izin ke belakang, tapi begitu saya kembali saya sudah tidak melihat nya lagi." ucap pak Yudi dengan jujur.
"Terus di depan ngga ada yang menjaga nya?" teriak ALvin.
"Maaf den, karena asep dan Feri di panggil den Alvin, jadi yang jaga di depan hanya saya dan pak Yudi, tapi pas pak Yudi sedang ke kamar mandi saya di suruh sama non Syifa, tapi setelah saya balik lagi non Syifa sudah ngga ada di depan."
"Jangan emosi dulu nak, berpikirlah dengan tenang, mereka ngga salah, mereka sudah bekerja dengan baik, lebih baik sekarang kita mencari kakak kamu." sebenar nya bu Salma juga khawatir, tapi diri nya ngga mau memperlihat kan nya di depan Alvin.
__ADS_1