CEO Ku Suamiku

CEO Ku Suamiku
Emosi


__ADS_3

"Begitulah nak, hingga sudah tiga tahun kondisi kakak kamu seperti ini." ucap bu Salma sambil mengusap air mata nya yang sudah keluar dari semenjak dirinya bercerita.


"Bajingan, awas kamu Bima, tunggu pembalasanku, Argh." Alvin pun berteriak sambil memukul lantai rumah nya dengan keras hingga keluar cairan warna merah di kepalan tangan nya.


"Mas." Rara pun berteriak sambil meraih tangan Bima yang sudah terluka.


Syifa yang sempat tertidur di samping Rara pun kaget dan tiba-tiba terbangun dan berteriak histeris.


"Jangan, jangan tampar aku lagi, jangan pukul aku lagi, aku mohon, ampuni aku, hik, hik, hik, kamu jahat!, akan aku bunuh kamu, tunggu pembalasanku ha, ha, ha, hik, hik, hik."Syifa pun ketakutan sambil memeluk kedua kaki nya.


Bu Salma yang langsung langsung mengambil betadine dan kasa nya, ketika melihat tangan Alvin terluka, dia selalu siap untuk obat luka itu karena Syifa selalu membuat tangan nya terluka dengan memukul benda yang ada di hadapan nya.


"Ini nak, pakai obat ini." ucap bu Salma sambil memberikan obat nya.


Alvin pun mengatur nafas nya, mata nya sudah merah akibat air mata yang keluar di tambah rasa emosi yang sedang menguasai nya hingga menyebabkan tubuh nya gemetar.


"Nak tenang ya? Kita sekarang aman, ada adik kamu yang akan menolong kita, ada Alvin yang akan menjaga kita." ucap bu Salma sambil memeluk erat tubuh Syifa yang masih gemetaran.


"Alvin?" tanya Syifa dengan mata yang tidak tenang.


"Mas, tenang ya? Aku mohon mas jangan marah-marah seperti ini, kalau mas marah seperti ini aku takut, kak Syifa juga sama ketakutan sama seperti aku." ucap Rara sambil membersihkan luka di tangan Alvin lalu memberikan betadine dan terkahir menempelkan kain kasa nya.


"Maafkan aku sayang, aku emosi." Alvin pun mencium kening Rara penuh kasih.


"Maafkan aku kak, aku sudah membuat kakak ketakutan." ucap Alvin sambil memeluk Syifa.


Syifa pun tenang kembali setelah di peluk Alvin dan merasa nyaman berada di pelukan nya.


Sementara di rumah bu Lala, bu Lala kaget dengan sebuah teriakan yang dia duga dari rumah nya bu Salma.


"Pak, dengar tidak, barusan ada yang teriak, seperti nya dari rumah bu Salma." ucap bu Lala sambil memasang telinga nya.


"Seperti nya benar bu, apa jangan-jangan Bima datang kembali ke rumah bu Salma dan membuat keributan ya?" Suami bu Lala pun bertanya-tanya.

__ADS_1


"Ayo kita kesana pak, ibu takut terjadi apa-apa sama bu Salma dan Syifa." bu Lala pun mengajak suami nya untuk pergi ke rumah bu Salma.


" Ayo bu."Mereka pun dengan tergesa-gesa pergi ke rumah bu Salma.


Bu Salma membawa Syifa ke kamar nya untuk beristirahat, tapi baru juga bu Salma mau melangkahkan kaki nya, terdengar ada suara yang mengucapkan salam dari luar, akhirnya Rara yang menggantikan bu Salma membawa Syifa ke kamar nya bu Salma.


"Assalamualaikum, bu Salma." ucap bu Lala sambil mengetuk pintu.


"Waalaikum salam." jawab semuanya dengan serempak.


"Eh bu Lala, ada apa malam-malam begini kesini?" tanya bu Salma dengan wajah heran nya.


"Maaf bu, kita berdua mengganggu, tadi saya mendengar sebuah teriakan dari rumah bu Salma, apa Bima membuat keributan lagi?" tanya bu Lala dengan suara yang pelan.


"Oh, tadi teriakan dari Alvin bu Lala, ayo silahkan masuk."


Bu lala bersama suami nya pun masuk dan bertemu Alvin dengan tangan nya yang sudah di perban.


"Bu, apa kabar?" tanya Alvin sambil mencium telapak tangan bu Lala dan suami nya.


"Kabar ibu baik nak, tangan kamu kenapa?" tanya bu Lala sambil melihat ke arah tangan Alvin yang di perban.


"Ngga apa-apa kok bu, cuma tergores sedikit saja tadi."


"Kelihatan nya kamu sudah sukses sekarang." ucap bu Lala sambil menatap Alvin.


"Alhamdulilah bu berkat do*a semua nya." jawab ALvin sambil tersenyum.


"Wah, alhamdulilah, berarti keinginan almarhum bapak kamu akan segera kamu penuhi." ucap bu Lala dengan raut wajah nya yang bahagia.


Bu Lala ikut bahagia mendengar Alvin sudah berhasil dan sukses seperti sekarang.


"Nak, selama ini bu Lala lah yang selalu menolong ibu dan kakak kamu, ibu sangat berhutang budi dengan bu Lala." ucap bu Salma dengan wajah sendu nya.

__ADS_1


"Bu Salma ngga usah merasa berhutang budi sama saya, saya melakukan semua itu ikhlas kok, yang penting ibu dan Syifa tidak di ganggu sama Bima lagi."


Sedangkan di dalam kamar Rara berhasil membuat Syifa tenang, dan membujuk Syifa untuk tidur.


"Sekarang kakak tidur ya? Kakak kan capek dari tadi nangis terus? Besok aku akan cerita tentang pertemuan aku dengan mas Alvin."


Rara terus ngajak Syifa berbicara sambil memeluk dan mengusap lembut bahu Stifa.


Syifa pun menggelengkan kepalanya tanda dirinya ngga mau tidur kembali.


"Avin, Avin, tolong, Avin pulang." Syifa pun mau berbicara dan menanyakan Alvin adik nya.


"Kakak mau ditemani sama mas Alvin?" tanya Rara sambil tersenyum lembut.


Syifa pun mengangguk, "Ha, ha, ha, Avin, hik, hik, hik."


"Ya sudah kalau gitu aku panggilkan mas Alvin dulu, kakak tunggu di sini sambil rebahan ya?" ucap Rara dengan lembut lalu pergi keluar untuk memanggil Alvin.


Syifa pun menuruti dengan semua yang di ucapkan Rara.


"Mas, kak Syifa ingin ditemani sama kamu." ucap Rara sambil menghampiri mereka yang sedang berbincang.


Semua orang yang sedang berbincang pun langsung melirik ke arah suara.


"Ya ampun cantik nya? Siapa gadis cantik ini?" tanya bu Lala sambil menatap kagum Rara, Rara yang di tanya pun hanya tersenyum dan mengangguk kan kepala lalu mencium telapak tangan bu Lala dan suami nya.


"Perkenalkan ini Rara istri saya bu." Alvin mengenalkan Rara istri nya kepada bu lala dan suami nya.


"Ini istri kamu nak? Cantik sekali, kalian cocok yang satu tampan dan yang satu nya cantik." ucap bu Lala dengan tatapan kagum nya.


Alvin dan Rara hanya tersenyum mendengar pujian dari bu Lala, "Saya permisi mau menemani kak Syifa ya bu, pak." Alvin pamit pergi ke kamar ibu nya di ikuti oleh Rara.


"Alhamdulilah ya bu, nak Alvin sekarang sudah sukses, udah begitu istri nya sangat cantik lagi, semoga Syifa bisa sembuh kembali seperti semula dengan kehadiran nak Alvin." ucap bu Lala, bu Salma hanya mengangguk sambil mengusap air mata nya.

__ADS_1


__ADS_2