
"Ada apa mbak?" tanya Alvin sambil duduk di kursi kebesaran nya.
"Panggil nama saja pak Alvin, saya serasa lebih tua dari pak Alvin deh." jawab Juli dengan nada yang dibuat-buat.
Alvin hanya diam dan tidak menggubris nya, dia berbicara tapi tatapan nya fokus kepada berkas yang ada di hadapan nya.
"Saya hanya mau melaporkan untuk pengganti mbak Wina sudah ada, dia masuk sama kriteria yang perusahaan ingin kan."
"Oke mbak Juli, makasih info nya, dan bilang sama karyawan baru nya untuk mematuhi semua peraturan di perusahaan ini." lagi-lagi Alvin berbicara tanpa menatap wajah Juli.
"Susah banget sih menakluk kan pak Alvin, padahal udah aku bela-belain dandan cantik untuk dia, tapi tetap saja tidak di lirik nya." Juli pun keluar dari ruangan Alvin dengan wajah kesal nya, padahal dirinya sudah berusaha dandan semaksimal mungkin.
"Kenapa dengan mbak Juli, mukanya seperti lagi kesal begitu." gumam bathin Rara yang melihat Juli dari ruangan nya.
"Mbak Juli kenapa? Kok mukanya seperti kesal begitu, apa mbak di marahin pak Alvin?" tanya Mayang karyawan baru.
"Aku kesal sama pak Alvin, masa aku sudah dandan cantik begini ngga di lirik juga."
"Masa sih mbak, padahal mbak ini cantik lo, eh ngomong-ngomong, memang nya pak Alvin ini masih muda dan single ya?"
"Dalam data dirinya sih memang masih single , dia itu masih muda dan tampan, kamu kalau melihat nya juga pasti terpesona."
"Seandainya aku bisa merayu pak Alvin, apa yang akan mbak berikan untuk ku?" Mayang pun ngajak taruhan.
"Kalau kamu bisa merayu pak Alvin apalagi sampai kamu bisa mengandung anak nya, mobil kesayangan aku akan menjadi milik kamu."
"Baik, aku terima tantangan nya." Mayang pun tersenyum, dia yakin dia bakal bisa mendapatkan Alvin, secara dia belum pernah gagal merayu pria mana pun.
"Jangan panggil aku Mayang, kalau aku tidak bisa meluluhkan nya." gumam bathin Mayang dengan bibir tersenyum smirk.
*
*
__ADS_1
"Sayang, mas tunggu di mobil ya." ucap Alvin yang sebelum pulang ke ruangan istrinya dulu.
"Baik mas, ya sudah mas duluan sana."
Alvin pun berjalan sendirian menuju lobi perusahaan, selagi di dalam lif, ada yang masuk dua orang wanita bagian HRD yaitu Juli dan Mayang.
"Sore pak." Juli pun menyapa Alvin dengan sopan.
"Sore mbak." seperti biasa Alvin suka menjawab sapaan para karyawan nya dengan ramah.
"Oh ya pak, kenalkan ini karyawan baru yang saya ceritakan tadi."
Mayang mengulurkan tangan nya dengan tatapan menggoda.
"Mayang."
"Alvin."
"Ternyata tampan sekali pak Alvin ini, wah patut di dapat kan kalau mangsa besar seperti ini, sudah tampan CEO lagi." gumam bathin Mayang sambil terus menatap Alvin.
Sebenar nya Alvin sudah tahu kalau Mayang menatap nya, tapi Alvin pura-pura untuk tidak melihat nya.
Pintu lift pun terbuka, Alvin dengan langkah cepat langsung menuju parkiran dan masuk ke dalam mobil tanpa menghiraukan kembali Juli dan Mayang.
"Ternyata sangat tampan, aku suka dan aku jatuh cinta beneran sama pak Alvin ini." Mayang menatap tanpa kedip walaupun Alvin sudah pergi meninggalkan mereka.
"Apa ku bilang juga apa, tapi kamu bakalan susah untuk mendapatkan nya."
"Selama aku hidup dan mengenal laki-laki, aku tidak pernah gagal untuk mendapat kan nya."
"Terserah kamu lah, ya sudah jangan gibah terus, sekarang kita pulang saja."
"Oh ternyata mereka berdua mau merayu mas Alvin, mas Alvin harus di kasih tahu, agar dia lebih berhati-hati sama kedua perempuan itu." gumam bathin Rara, yang sedari tadi mendengar ucapan Juli dan Mayang.
__ADS_1
"Lama ya mas?" tanya Rara sambil duduk di samping ALvin.
"Banget, kamu kemana dulu sih sayang?" Alvin pun melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang.
Mereka sengaja pulang selalu terakhir, dimana kalau perusahaan sudah agak sepi, jadi mereka aman semobil berdua.
"Mas, kamu harus hati-hati sama mbak Juli dan teman nya itu, tadi aku dengar kalau mereka akan menggoda mas."
"Tenang sayang, mas tidak akan tergoda sama mereka, di hati mas cuma ada kamu seorang, mereka suka mas karena posisi mas saat ini, sewaktu mas jadi ob, ngga ada yang melirik seorang pun kecuali istri mas tercinta ini." ucap Alvin sambil mencolek pipi Rara.
"Gombal." Hati Rara langsung menari-nari di dalam sana begitu mendengar ucapan dari Alvin.
"Ini bukan jalan ke rumah kamu mas?" Rara kaget karena Alvin tidak membawa nya pulang ke rumah nya sendiri tapi Alvin membawa nya ke rumah Alvin.
"Jangan pernah bilang ini rumah aku, ini adalah rumah kita, bagaimana kalau seminggu kita di rumah kita, seminggu lagi di rumah papah, biar adil gitu."
"Boleh juga mas, aku sih ikut saja sebagai istri."
"Bener ya? Kamu akan selalu ikut kemana mas pergi?" Rara hanya mengangguk sambil tersenyum.
Alvin menghentikan mobil nya tepat di depan rumah nya, dengan gerakan cepat Alvin keluar mobil lalu membuka pintu mobil buat Rara.
"Mas, kamu mau ngapain." Rara kaget karena Alvin langsung menggendong nya dari mobil.
"Kamu diam saja sayang, kamu nikmati semua nya, kita kan ngga pergi honeymoon jadi kita honeymoon nya di sini, di rumah kita."
Rara pun tersenyum dengan sikap manis nya ALvin, Rara mengalungkan kedua tangan nya ke leher Alvin sambil menatap wajah tampan Alvin.
"Jangan menatap aku terus, nanti jatuh cinta." goda Alvin sambil terus berjalan membawa Rara ke dalam kamar mereka.
"Sayang nya aku sudah jatuh cinta beneran sama kamu mas," mereka berdua terlihat bahagia dan romantis sekali.
"Itu kan pak Alvin? Perempuan itu siapa? Ah ngga kelihatan lagi wajah nya, jadi ini rumah nya pak Alvin ya? Apa itu istri nya? Tapi kata mbak Juli pak Alvin belum menikah? Tapi mereka mesra sekali, Jangan-jangan?" Mayang yang baru keluar dari mobil nya melihat Alvin sedang menggendong Rara, tapi sayang wajah Rara terhalang tubuh nya Alvin, Mayang terus menatapnya hingga tubuh Alvin dan Rara tidak kelihatan lagi oleh nya.
__ADS_1