
Awal nya bu Marta tidak tahu kalau Mayang sudah menganiaya istri dari Alvin, bahkan setahu bu Marta Alvin belum menikah, tapi setelah mendengar cerita dari Mayang dan sikap Mayang yang menjadi pendiam membuat bu Marta jadi percaya akan semua cerita Mayang.
Bu Marta memang sudah berniat untuk meminta maaf langsung kepada Alvin, tapi kesibukan nya yang membuat dirinya harus menunda waktu untuk bertemu dengan Alvin.
Dan hari ini lah bu Marta baru sempat berkunjung ke rumah Alvin, dan beruntung nya Alvin menerima nya dengan baik.
Bu Marta pun menceritakan keadaan Mayang saat ini, dia memohon maaf kepada Alvin dengan deraian air mata nya.
Bu Salma yang melihat ketulusan dari bu Marta merasa tersentuh hati nya, dia merasakan apa yang sedang bu Marta rasakan saat ini.
Alvin yang masih merasakan marah dengan kelakuan Mayang hanya diam membisu dengan menampak kan wajah kesal nya.
Bu Salma tahu kalau Alvin masih kesal dengan lemah lembut bu Salma mengusap pundak nya.
"Nak, manusia tidak luput dari kesalahan, begitu pun kita, pasti kita juga pernah berbuat salah, Tuhan saja maha pemaaf, mengapa kita tidak bisa memaafkan, apalagi kita bertetangga, suatu saat kita akan saling membutuhkan, hilangkan rasa ego dalam diri kamu, ibu ngga pernah mengajarkan kamu untuk membalas kejahatan orang lain." ucap bu Salam penuh dengan kelembutan.
"Mas, benar yang semua ibu ucapkan, maafkan saja Mayang, lagian aku juga sudah melupakan nya kok." ucap Rara sambil menyentuh tangan suami nya.
"Dek, kamu masih ingat ngga dengan perkataan ayah, Nak, seandainya ada yang berbuat jahat pada kalian berdua, kalian harus berbesar hati untuk memaafkan nya jika orang itu sudah berusaha meminta maaf kepada kita, karena dengan saling memaafkan hidup kita akan tenteram tidak di hantui amarah yang membuncah yang akan berujung dengan penyesalan." Syifa ikut meluluhkan hati Alvin.
Luluh juga hati Alvin ketika mendengar ucapan dari ketiga perempuan yang ia sayangi.
"Baiklah bu, saya sudah memaafkan anak ibu, tapi saya ngga mau kejadian itu terulang lagi." ucap Alvin membuat bu Marta tersenyum bahagia.
"Terima kasih pak Alvin, kalau begitu apa bapak sekeluarga berkenan menemui Mayang, saya tahu kalau di sini Mayang lah yang salah, tapi kondisi Mayang yang tidak memungkinkan untuk datang kesini dan meminta maaf langsung kepada pak Alvin dan istri."
Alvin menatap ketiga wanita yang ia sayangi lalu mengangguk karena ketiga wanita nya itu mengangguk tanda mereka setuju untuk datang ke rumah bu Marta.
"Baiklah bu, kalau begitu saya akan ikut dengan ibu sekarang." ucap Alvin lalu berdiri dari duduk nya.
"Terima kasih pak, semua nya ikut ya kita sekalian makan malam bersama." ajak bu Marta sambil mengusap air mata nya.
__ADS_1
Dia tidak menyangka Alvin dan istri nya akan memaafkan Mayang.
*
*
"Mayang, nak, keluar yuk? Di depan ada tamu yang mau bertemu dengan kamu." ucap bu Marta membujuk Mayang yang sedang melamun di kamar nya.
Mayang tidak menjawab nya, tapi dia hanya menggelengkan kepala saja.
Bu Marta terus-terusan membujuk Mayang tapi hasil nya tetap tidak mau, karena sudah capek membujuk nya bu Marta pun keluar kembali dari kamar Mayang dan menemui keluarga ALvin.
"Pak Alvin, nak Rara, maafkan ibu, ibu tidak bisa berhasil membujuk nya." ucap bu Marta dengan wajah sedih nya.
"Bu, apa boleh saya menemui nya? barangkali saja dia mau keluar dari kamar nya." ucap Rara dengan sopan.
"Sayang." ucap Alvin yang tidak setuju dengan keinginan Rara yang ingin menemui Mayang di kamar nya, Alvin khawatir Mayang akan melakukan kekerasan lagi kepada istri nya.
"Tenang mas, ngga bakal terjadi apa-apa kok." Rara menenangkan rasa khawatir suami nya.
"Silahkan nak, kamar nya yang itu." ucap bu Marta sambil menunjuk kamar Mayang yang ada di atas.
Dengan langkah yang pasti, Rara pun naik dan masuk ke dalam kamar Mayang.
"Apa saya boleh masuk?" tanya Rara sambil membuka pintu kamar Mayang.
Mayang yang sedang duduk di tepi kasur menatap ke arah pintu, dan betapa kaget nya Mayang ketika dia melihat sosok orang yang pernah dia aniaya ada di kamar nya.
"Bu Rara." gumam Mayang dengan wajah kaget nya.
"Boleh kan saya masuk?" kembali Rara bertanya sebelum dirinya melangkah kan kaki untuk menghampiri nya.
__ADS_1
Bagaikan terhipnotis, Mayang hanya mengangguk sambil terus menatap Rara yang edang menghampiri nya.
"Mayang, kamu masih ingat dnegan saya?" tanya Rara sambil duduk di samping Mayang.
"Bu, maafkan kelakuan saya, saya ngga tahu kalau ibu istri nya pak Alvin, tolong jangan blacklist saya, saya ingin berkarir." ucap Mayang sambil bersimpuh di depan Rara.
Rara merasa ngga enak melihat Mayang yang sedang bersimpuh di hadapan nya.
"Sudahlah, saya sudah memaafkan nya, sekarang kita keluar yuk? Suami saya sudah menunggu kamu di sana? Kamu bisa meminta maaf sama mas Alvin." ucap Rara sambil meraih pudak Mayang dan mengajak nya berdiri.
"Benarkah ibu sudah memaafkan saya?" tanya Mayang sekali lagi, dia ingin benar-benar memastikan kalau Rara sudah memaafkan nya.
"Iya, ayo kita keluar kamar." ucap Rara sambil mengangguk dengan bibir selalu menampak kan sebuah senyuman.
Mayang pun berdiri dan ikut keluar kamar dengan Rara, Rara memeluk pundak Mayang dari samping.
Bu Marta beserta keluarga Alvin menatap kearah Rara dan Mayang yang sedang menuruni tangga satu persatu
Dengan tubuh gemetar Mayang menghampiri Alvin, Rara yang merasakan kalau tubuh Mayang gemetar memeluk nya sambil mengelus pundak Mayang.
"Tenang, mas ALvin ngga akan marah kok, ayo." ucap Rara sambil mengangguk.
Mayang seakan di berikan kekuatan dari Rara, dirinya langsung menghampiri dan bersimpuh di depan Alvin.
"Pak Alvin, maaf kan saya, saya sudah berbuat jahat kepada bu Rara," ucap Mayang sambil menangis di hadapan Alvin.
"Jangan seperti ini bangun lah, saya sudah memaafkan nya kok, tapi kamu jangan ulangi lagi kelakuan seperti itu kepada siapapun." ucap Alvin.
"Terima kasih pak, terima kasih bu, kalian ternyata orang baik." Mayang mencium telapak tangan semua nya.
"Sudahlah nak, jangan terlalu di pikirkan, kamu cantik dan masih muda, perjalanan hidup kamu masih panjang, jadi bangkit an semangat lah." ucap bu Salma sambil mengusap punggung Mayang.
__ADS_1
Mayang pun menadapat semangat dari semua nya hingga kini bibir Mayang kembali tersenyum.
"Baiklah kalau begitu mari kita makan malam bersama, malam ini malam istimewa bagi saya." ajak bu Marta sambil tersenyum.