CEO Ku Suamiku

CEO Ku Suamiku
Dia Sudah Sembuh


__ADS_3

Setelah makan mereka ngga langsung pergi dari ruang makan, mereka berbincang-bincang ringan dengan semua nya.


"Bagaimana bu, apa ibu mau bekerja di sini di bagian dapur?" tanya Alvin.


"Dengan senang hati nak, ibu mau dan bapak juga tidak keberatan." jawab bu Lala sambil tersenyum.


"Dan untuk yang lain nya kalau ada yang mau bekerja bilang saja ke bu Lala, saya mau setiap lantai satu orang yang kerja ya bu, termasuk bagian taman dan kolam itu juga harus beda orang, dan kalau ada yang mau sekalian buat menjadi satpam untuk menjaga rumah ini, kalau untuk pak Rohim dan pak Anwar kalau masih mau bekerja, kalian sebagai sopir yang mengurus kendaraan saya dan juga mengantar orang rumah ini untuk segala keperluan rumah ini." ucap Alvin.


"Kalau untuk satpam, kira-kira nak Alvin membutuhkan berapa orang?" tanya pak Rohim.


"Empat saja pak, biar bisa gantian dengan jaga malam." jawab ALvin.


"Baiklah nanti saya akan mencari nya."


"Terima kasih nak Alvin atas kepercayaan nak ALvin sama ibu dan bapak." ucap bu Lala.


"Sama-sama bu, dan ini bayaran untuk orang yang sudah membantu menyiapkan penyambutan hari ini, disitu sudah ada nama-nama nya sesuai yang ibu kasih ke saya." Alvin memberikan beberapa amplop yang isi nya lumayan.


"Terima kasih banyak nak." bu Lala mengambil nya sebagai perwakilan mereka.


"Oh iya ibu-ibu, seperti nya saya masih mau meminta pertolongan ibu-ibu semua nya." ucap bu Salma.


"Iya bu, ada yang bisa kami semua bantu?" tanya bu Ema.


"Tiga minggu lagi anak saya Syifa mau menikah di rumah ini, jadi saya minta bantuan untuk mempersiapkan semua nya." ucap bu Salma.


"Wah selamat nak Syifa, sama orang mana bu?" tanya mereka semua nya.


"Sama orang kota, alhamdulilah anak nya baik dan mau menerima Syifa apa adanya."


"Alhamdulilah kami semua turut senang mendengar nya."


Setelah pembahasan di rasa cukup bu Salma dan yang lain nya pergi dari ruang makan, sedangkan para ibu-ibu yang lain nya membereskan meja makan dan dapur sampai bersih kembali.


*

__ADS_1


*


"Bos, tahu belum kalau Syifa sudah balik lagi ke kampung kita." ucap seorang anak buah Bima.


"Apa perduli ku sama orang gila itu." ucap Bima sambil menghembuskan asap rokok dari mulut nya.


"Dia sudah sembuh bos, malahan ya sekarang banyak yang mau deketin Syifa, dia sekarang lebih cantik dari Syifa yang dulu, sekarang dia jadi kembang di kampung kita ini." ucap Jojo.


"Serius kamu."


"Masa saya bohong, semua pemuda di sini membicarakan dia."


"Terus kamu sudah melihat nya?" tanya Bima penasaran.


"Belum sih bos, soalnya kan Syifa juga baru datang nya, mereka tahu nya dari pak Rohim dan pak Anwar.


"Kita ke rumah nya." ajak Bima dengan semangat.


"Ngga semudah dulu kita masuk ke rumah nya bos, sekarang banyak penjaga di rumah nya, bahkan yang kerja di rumah nya lebih dari sepuluh orang,"


"Kita pantau dari jauh saja, aku penasaran dengan Syifa yang sekarang." ajak Bima sambil mengambil jaket nya.


"Mas keluar dulu sebentar ada kerjaan." Bima berbohong kepada Leli.


Leli hanya mengangguk, dia belum tahu kalau Syifa sudah ada di kampung itu kembali.


Sore ini Syifa menghabiskan waktu nya di halaman rumah nya, dia menyukai bunga-bunga yang bu Lala tanam di halaman rumah nya.


Syifa sudah memberi kabar Ramzi lewat chat, tapi belum ada balasan chat atau telepon, Syifa ngga mempermasalahkan nya, karena Syifa tahu kalau Ramzi sedang sibuk.


Sambil bersenandung Syifa menyiram tanaman nya, sore itu Syifa terlihat sangat cantik dengan penampilan baru nya.


"Bahagia nya neng Syifa ini." tanya pak Anwar.


"Eh pak Anwar, saya senang pak dengan bunga-bunga ini, indah di pandang dan pikiran saya merasa sangat jernih melihat nya." ucap Syifa.

__ADS_1


"Memang bu Lala pintar kalau dalam hal menanam bunga." ucap pak Anwar sambil tersenyum.


"Oh iya pak, bisa antar saya ke mini market depan ngga?" tanya Syifa kepada pak Anwar.


"Memang nya neng Syifa mau beli apa? Biar saya saja yang membelikan nya." ucap pak Anwar.


"Saya mau membeli perlengkapan wanita pak, jadi ngga bisa menyuruh bapak."


"Kalau begitu saya suruh Asep sama Feri saja untuk menemani neng Syifa, mereka itu masih muda dan jago beladiri, makanya pak Rohim menyuruh mereka untuk menjadi satpam di sini." ucap pak Anwar.


"Boleh juga pak, ya sudah aku tunggu di sini." ucap Syifa.


Syifa memang sangat butuh orang yang mengantar walaupun hanya ke mini market depan, bukan Syifa sombong atau pun gimana, tapi Syifa masih ada sedikit rasa takut, Syifa takut bertemu dengan Bima yang tidak dia harapkan.


Sambil menunggu Syifa kembali menyiram tanaman nya yang belum dia siram.


"Neng ayo kita berangkat." ucap pak Anwar dari dalam mobil.


"Pak, kita jalan kaki saja kita kan cuma mau ke mini market yang di depan." ucap Syifa.


"Ngga bisa neng, pak ALvin bilang kalau neng Syifa mau keluar harus diantar pakai mobil dan di kawal."


Feri dan Asep datang menghampiri Syifa, mereka memang sudah diajak kerja sama pak Rohim, jadi mereka sudah berada di rumah ALvin.


"Ayo non silahkan naik." ucap Feri dengan sopan.


"Fer, panggil Syifa aja, aku ngga suka di panggil non, aku juga masih sama seperti yang dulu kok." ucap Syifa yang merasa ngga enak di panggil non.


"Ngga enak sama Alvin lah kalau kita manggil nama." ucap Feri.


"Ngga apa-apa, Alvin ngga akan marah, nanti biar aku yang menjelaskan nya."


"Ya sudah kalau begitu, sekarang Syifa naik ya." Feri membuka kan pintu mobil bagian depan untuk Syifa, setelah di rasa Syifa udah duduk dengan benar, Feri dan Asep ikut masuk dan duduk di kursi belakang, pak Anwar mulai melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang.


Dari rumah Alvin ke mini market memang dekat kalau naik mobil tapi kalau jalan kaki tetap saja agak jauh, sepanjang perjalanan Syifa sengaja membuka kaca mobil nya, dia ingin melihat pemandangan kampung nya yang ia rindukan.

__ADS_1


"Bos, itu Syifa, cantik nya." ucap Jojo sambil menatap Syifa yang sedang duduk di dalam mobil, rambut panjang nya yang terkena angin membuat kecantikan nya semakin terlihat.


Bima hanya menatap dengan tatapan kagum, "Cantik sekali amu sekarang." bathin Bima yang terus menatap Syifa sampai Syifa sudah tidak terlihat lagi.


__ADS_2