CEO Ku Suamiku

CEO Ku Suamiku
Menguntit


__ADS_3

Syifa yang sedang menikmati perjalanan tidak melihat kalau dia melewat Bima, karena pas melewati Bima ponsel nya berbunyi, jadi Syifa fokus sama ponsel nya.


Pak Anwar yang sudah tahu kisah Syifa melirik spion depan memberi kode kepada Asep dan Feri untuk berhati-hati menjaga Syifa karena mereka bertiga melihat Bima yang terus menatap Syifa, Asep dan Feri yang mengerti dengan kode dari pak Anwar mengangguk dan kembali fokus.


"Sudah sampai nak." ucap pak Anwar sambil menghentikan mobil nya.


"pak Anwar dan yang lain nya tunggu di sini saja, saya sebentar kok." ucap Syifa lalu keluar dari mobil nya.


"Kalian jaga ketat neng Syifa, soalnya Bima tadi sudah melihat nya, saya takut Bima berbuat yang tidak di ingin kan." ucap pak Anwar.


"Baik pak." Feri dan Asep berjaga di depan mini market, mata mereka terus mengawasi sekitar, mereka tidak mau pertama bekerja sudah mengecewakan Alvin, mereka sangat beruntung mendapat kerjaan ini karena Alvin memberikan bayaran yang sangat fantastis.


Sedangkan Bima yang melihat Syifa di jalan tadi tidak mau terlewatkan, dia langsung mengajak Jojo mengikuti Syifa pakai motor Jojo.


"Cantik kan bos, sekarang dia sudah kaya raya boa, lihat saja mobil nya saja mobil mahal, di kampung kita hanya mobil milik Alvin yang mahal." Jojo menjadi kompor buat Bima.


"Diam kamu Jo, saya juga bisa beli mobil seperti itu lima sekaligus." jawab Bima penuh dengan emosi.


"Halah, jangankan lima, satu aja belum tentu bisa membeli nya." gumam Jojo sambil memainkan bibir nya.


"Apa kamu bilang Jo." teriak Bima.


"Ngga bilang apa-apa kok, saya cuma bilang kalau Syifa cantik itu aja." Jojo bersilat lidah karena takut Bima ngamuk.


"Bos mobil nya berhenti, seperti nya Syifa mau belanja di mini market." ucap Jojo sambil menepuk bahu Bima.


Bima menepikan motor nya lalu melihat ke arah mini market, terlihat Syifa dengan anggun melangkahkan kaki nya memasuki mini market.


"Dengan gerak cepat Bima mau mengikuti Syifa ke dalam mii market, tapi Jojo menarik tangan Bima, "Tunggu bos, jangan masuk, lihat Syifa di kawal sama si Feri dan si Asep.


Jojo mengenali Asep dan Feri, karena mereka berdua adalah pemuda yang terkenal dengan jago bela diri nya.


"Brengsek, ternyata mereka memakai jasa si Feri dan si Asep." ucap Bima sambil mengepalkan kedua tangan nya.

__ADS_1


"Kita lihat di sni saja bos, kalau kita menemui Syifa bahaya, bos tahu kan mereka berdua siapa." ucap Jojo mengingatkan Bima.


Bima menatap ke arah mini market dengan wajah yang sudah di penuhi amarah nya, dia menginginkan Syifa kembali dan jatuh ke dalam pelukan nya, karena amarah sudah menguasai diri Bima, Bima lupa dengan ancaman yang di berikan Alvin waktu itu.


Setelah membeli apa yang di butuhkan nya Syifa keluar sambil menenteng paper bag belanjaan dan berjalan menuju mobil nya.


"Sudah selesai?" tanya Asep sambil membuka kan pintu untuk Syifa.


"Sudah Sep, ini untuk kalian ngemil dan jangan lupa pak Anwar juga di bagi ya." Sewaktu di dalam Syifa membeli beberapa cemlan dan minuman untuk mereka bertiga yang sudah mau mengantar nya.


"Makasih Fa." ucap Asep dan Feri secara bersamaan.


"Makasih neng Syifa, kenapa repot-repot membelikan kami cemilan." ucap pak Anwar sambil kembali melajukan mobil nya.


"Ngga repot kok pak, biar kalian ngga ngantuk aja." ucap Syifa sambil tersenyum.


"Bos, Syifa keluar, benar-benar sangat cantik." ucap Jojo yang baru melihat wajah Syifa dari depan.


"Jaga mata lo, dia milik saya." ucap Bima sambil mengusap kasar wajah Jojo.


"Saya denger lo Jo, ayo kita ikuti mereka." Bima kembali naik ke atas motor di ikuti Jojo yang duduk di baelakang nya.


Pak Anwar melihat dari spion ke arah belakang, "Rupanya mereka mengikuti neng Syifa." bathin pak Anwar.


Pak Anwar berdehem dengan mata menatap spion depan, setelah melihat Asep dan Feri menatap nya, pak Anwar kembali memberi kode dengan mata nya.


Feri pura-pura menyimpan makanan ke arah belakang padahal mata nya melihat apa yang di isyaratkan oleh mata pak Anwar.


"Mereka mengikuti Syifa rupa nya, aku harus lebih waspada." bathin Feri.


"Kita harus lebih waspada menjaga Syifa, Bima mengikuti kita dari tadi." bisik Feri kepada Asep, Asep hanya mengangguk tanda mengerti.


Mobil yang membawa Syifa masuk ke pekarangan rumah ALvin, penjaga pintu langsung menutup pintu pagar dengan rapat dan mengunci nya.

__ADS_1


"Brengsek, ternyata sekarang semakin susah masuk ke rumah nya mereka.


"Mereka sekarang bukan orang biasa seperti dulu, mereka sekarang banyak yang melindungi." ucap Jojo.


"Sudah lah Jo, kita balik saja, besok kita kesini lagi, akan ada saat nya mereka lengah, kita rencanakan semuanya." ucap Bima.


Syifa turun dari mobil dan langsung masuk ke rumah nya.


"Dari mana kak?" tanya Rara yang melihat Syifa masuk dengan membawa barang belanjaan di tangan nya.


"Dari mini market, habis beli keperluan wanita, nih buat adek ipar." Syifa memberikan kantong yang berisikan beberapa macam ice cream kepada Rara.


"Apa nih kak?" tanya Rara sambil mengeluarkan isi nya, dan ternyata isi nya ice cream kesukaan nya akhir-akhir ini.


"Wah terima kasih kak." ucap Rara dan langsung menyantap nya.


"Kakak masuk dulu ya dek." Syifa pergi ke kamar nya karena ingin membersihkan tubuh nya.


Selagi Rara lagi menikmati ice cream nya, Alvin datang dan langsung menggigit ice cream yang ada di tangan Rara.


"Enak yang, lagi dong." ucap Alvin dan kembali menggigit ice cream Rara.


"Mas, ini punya ku, mas beli sana sendiri." ucap Rara dengan wajah sedikit kesal.


"Oh iya kamu punya ice cream dari mana?" tanya Alvin sedikit kaget karena untuk membeli ice cream ini harus ke mini market di depan sana.


"Di belikan kak Syifa tadi." jawab Rara dengan santai.


"Jadi kakak tadi pergi ke mini market? Bersama siapa kakak ke sana?"


"Ngga tahu mas, aku tahu nya kakak pulang sambil membawa ice nya."


"Ini tidak boleh terjadi lagi, kakak ngga boleh berpergian sendirian, Bima sudah keluar bersyarat, mas takut terjadi apa-apa sama kakak, apalagi sebentar lagi kakak akan melangsungkan pernikahan nya."

__ADS_1


"Terus gimana kalau kakak atau aku mau ice cream lagi, masa aku harus beli sama-kulkas nya." ucap Rara yang membuat Alvin mengembangkan sebuah senyuman.


"Ide yang bagus sayang, besok aku akan menyuruh pak Rohim membelikan nya untuk kalian semua." bathin ALvin.


__ADS_2