CEO Ku Suamiku

CEO Ku Suamiku
Hadiah Dari Rara


__ADS_3

Acara resepsi pernikahan Ramzi dan Syifa pun selesai. Tamu para undangan satu persatu sudah kembali ke rumah nya masing-masing, yang dari kota sudah siap-siap mau kembali ke kota nya.


Kini tinggal keluarga inti dari keluarga Ramzi, keluarga Rara dan juga keluarga Alvin, termasuk Kania yang diajak tinggal di rumah Alvin, Kania merasa sangat senang dengan penawaran itu, dirinya bisa sekalian mengelilingi rumah megah nya Alvin.


Kini di ruang makan sudah berkumpul untuk menikmati hidangan makan malam yang sudah di sediakan oleh keluarga Alvin.


Mereka makan sambil bercengkerama satu sama lain nya, terlihat sekali kekeluargaan diantara mereka.


Setelah makan Kania melakukan panggilan video bersama suami dan anak nya, dia memperkenalkan keluarga Alvin semua nya hingga terjadilah pembahasan bisnis antar Alvin dan suami Kania.


Malam itu mereka semua tersenyum bahagia terutama bu Salma, dia adalah orang yang paling bahagia malam ini.


Pak Ramly dan istri nya ingin memberikan tiket bulan madu ke luar negeri tapi Syifa menolak nya karena dirinya tidak mau meninggalkan ibu nya sehari pun.


"Nak, hadiah dari papah dan mamah nanti saja ya papah siapain, mau bulan madu kemana?" tanya pak Ramly.


"Ngga om eh pah, aku ngga mau kemana-mana, aku tidak mau meninggalkan ibu." jawab Syifa sambil menggenggam tangan ibu nya.


Syifa ngga bisa meninggalkan ibu nya jauh-jauh, selama ini ibu nya selalu ada buat dirinya membuat dia ngga bisa meninggalkan ibu nya.


"Bener nak kamu ngga mau kemana-mana?" tanya bu Rasti meyakinkan sekali lagi.


"Ngga mah, terima kasih dengan niat baik kalian berdua." Syifa tersenyum kepada semua nya.


"Baiklah kalau memang itu mau kalian, tapi kalau kalian berubah pikiran, kalian bilang saja sama papah."


"Ini hadiah dari aku, tapi buka nya nanti saja di kamar ya." ucap Rara sambil tersenyum penuh arti.


"Zi, sorry ya aku belum bisa ngasih kalian hadiah, aku saja baru tahu tadi kalau kamu nikah, nanti saja kalau pas udah balik ke kota ya." ucap Kania.


Kania memang tidak tahu kalau hari itu adalah hari pernikahan Ramzi, tapi ketika dirinya sedang mencari Ramzi, dia melihat janur kuning di depan jalan yang bertuliskan nama Ramzi.


Mereka pun bercengkerama hingga pertengahan malam

__ADS_1


"Sayang kita tidur yuk, mas sudah capek ini ingin segera istirahat." ajak Ramzi pada Syifa.


"Alah capek apa capek." ucap Rara sambil tersenyum.


"Dia itu bukan capek tapi mau melakukan hal yang membuat capek jadi terbang." ucap Kania yang tanpa filter.


"Terbang kemana?" tanya Syifa yang sok polos.


"Terbang ke alam nirwana." ucap Kania dengan semangat, mereka semua tertawa terbahak-bahak kecuali Ramzi.


"Ya sudah kalau mas ingin istirahat kita tidur saja." ajak Syifa.


"Ya sudah nak istirahat saja, kalian semua juga pada istirahat."ucap bu Salma.


*


*


Ramzi menutup dan mengunci pintu nya rapat-rapat, Syifa yang penasaran dengan kado dari Rara pun langsung membuka nya.


"Kenapa baju nya hanya di bolak balik saja?"tanya Ramzi sambil memeluk Syifa dari belakang.


Syifa yang baru pertama kali mendapat pelukan seperti itu dari Ramzi dan dalam keadaan sadar, tidak dalam keadaan trauma membuat seluruh tubuh nya merinding, apalagi di belakang ada sesuatu yang menonjol menggesek pantat nya.


Ini memang bukan malam pertama bagi Syifa tapi perlakuan Ramzi membuat dirinya seperti pertama kali melakukan nya.


"Baju nya sangat tipis begini memang nya masih bisa di pakai?" tanya Syifa sambil merasakan kehangatan pelukan dari Ramzi.


"Kamu coba ya sayang, aku ingn melhat kamu pakai baju itu." bisik Ramzi lalu mengecup telinga Syifa membuat Syifa menggigit bibir nya menahan suara laknat nya keluar.


"Tapi aku takut masuk angin mas." Syifa membalikan tubuh nya dan mengjhadap Ramzi.


"Ngga bakalan, kan ada aku yang akan mengahangat kan."

__ADS_1


"Kamu ini mas, mulai mesum deh." Syifa masuk ke kamar mandi dan memakai lingeria pemberian Rara.


Ramzi dengan senyuman yang penuh arti menatap Syifa yang masuk ke dalam kamar mandi.


Selama Syifa di dalam kamar mandi, Ramzi membuka seluruh baju nya dan hanya meninggalkan ****** ***** nya saja lalu menutup sebagian tubuh nya dengan selimut.


Sambil menunggu Syifa keluar dari kamar mandi Ramzi membuka ponsel nya, ada banyak chat yang dia terima tapi hanya satu yang dai ingin buka, yaitu chat dari Kania.


Ramzi membuka chat dari Kania, bibir nya tersenyum begitu membaca chat nya.


"Mas, baca chat dari siapa pakai senyum-senyum segala?" tanya Syifa yang sudah berdiri di samping tempat tidur nya.


"Ini sayang chat dari Kania yang bilang aku harus mengalahkan kamu." jawab Ramzi lalu menyimpan ponsel nya, dia melihat Syifa yang memakai buthrobe.


"Kenapa pakai handuk sayang? Masa tidur pakai handuk." ucap Ramzi sambil menatap tajam Syifa.


Selama di kamar mandi Syifa berpikir, dan Syifa memutuskan untuk memulai nya dan membuat Ramzi terkapar.


Dengan perlahan Syifa membuka buthrobe nya, perlahan tapi pasti buthrobe nya terlepas dari tubuh Syifa dan memperlihatkan tubuh Syifa yang hanya di tutupi dengan baju tipis dan hanya menutupi bagian inti nya saja.


Ramzi terpesona dengan pemandangan di depan nya, Syifa memang bukan gadis lagi, tapi tubuh nya masih bagus dan ke dua bukit kembar nya masih padat dan kenyal.


Setelah buthrobe nya terlepas dari tubuh nya, Syifa menghampiri Ramzi lalu membuka selimut yang menutupi tubuh bagian bawah suami nya.


Ramzi hanya menatap dengan jakun yang sudah naik turun.


"Sudah siap rupanya." bisik Syifa dengan tangan sambil mengusap dada bidan Ramzi.


Syifa naik ke atas tubuh Ramzi membuat Ramzi sedikit mengerang, Ramzi menarik tengkuk Syifa lalu mereka bercumbu dengan tangan mereka yang sudah menjalar kemana-mana.


Syifa yang memang sudah pernah merasakan nya pun semakin liar dan membuat Ramzi sudah ngga tahan lagi hingga Ramzi pun membalikan posisi tubuh nya dan sekarang dirinya berada di atas tubuh Syifa.


Dengan perlahan Ramzi membuka lingeria yang di pakai Syifa, dia mengeksplor seluruh tubuh Syifa membuat Syifa merasakan sensasi yang berbeda.

__ADS_1


Dulu sewaktu bersama Bima dirinya tidak menikmati nya karena Syifa tidak mencintai Bima, dia melayani Bima hanya karena terpaksa.


Ramzi dan Syifa terus bergelut di atas Ranjang hingga membuat kasur Syifa yang tadi nya rapih menjadi hancur berantakan.


__ADS_2