CEO Ku Suamiku

CEO Ku Suamiku
Hasutan


__ADS_3

Malam hari Alvin dan Rara sedang bercengkerama dengan ibu dan kakak nya, mereka tidak membahas masa lalu Syifa yang akan membuat Syifa kembali ngamuk dan menangis, Rara dan Alvin lebih ke bercanda dan itu membuat Syifa selalu menyunggingkan senyuman nya.


"Nak, kapan kalian mau memberikan ibu cucu? ibu sudah ingin menggendong nya." ucap bu Salma di sela-sela candaan mereka.


"Aku siap nya nanti setelah kita melaksanakan resepsi bu, makanya kita berdua kesini untuk membawa ibu dan kak Syifa ke kota, agar ibu dan kakak bisa menghadiri resepsi kita." ucap Rara.


"Dan juga kedua orang tua Rara ingin bertemu sama ibu dan kakak, mereka itu keluarga baik bu, mereka lah yang pertama kali memberikan Alvin pekerjaan, dan mereka pula lah yang memberikan anak nya buat jadi istri Alvin, dan membuat Alvin menjadi seperti sekarang ini" ucap Alvin sambil tersenyum kepada Rara.


"Itu semua berkat kejujuran dan kerja keras mu mas."


Bu Salma sangat bahagia melihat mereka yang romantis, dan bu Salma selalu berdo*a semoga Syifa bisa sembuh dan menemukan laki-laki baik yang bertanggung jawab dan mau menerima Syifa apa adanya.


"Alvin, keluar kamu."


"Sudah dobrak saja pintu nya."


"Telanjangin dan kita arak saja mereka." teriak para warga yang sudah berkumpul di depan rumah bu Salma.


"Ada apa ini nak? Kok ada ribut-ribut di luar?" tanya bu Salma, Syifa yang mendengar keributan di luar tubuh nya langsung gemetar, Rara yang sudah paham dengan kondisi kakak ipar nya itu langsung memeluk erat tubuh Syifa.


"Biar Alvin yang keluar bu." ucap ALvin dan langsung menghampiri pintu dan membuka nya.


"Sabar, sabar, kalian sabar dulu, kita ngga boleh main hakim sendiri." ucap pak Rt yang berusaha menenangkan warga nya.


"Bapak tidak tahu saja kalau Alvin sudah membawa perempuan ngga bener ke rumah nya, coba bapak pikir beberapa malam wanita itu ada di rumah nya Alvin, pasti mereka sudah melakukan perbuatan mesum, jangan kan di dalam rumah, siang tadi saja di depan kita berdua mereka saling bercumbu mesra, apalagi dibelakang kita." teriak Leli.

__ADS_1


Ya, warga melakukan rusuh seperti ini karena hasutan dari Leli yang di sarankan oleh Lina adik nya.


"Maaf kenapa kalian membuat rusuh di depan rumah saya?" tanya Alvin setelah membuka pintu nya.


"Seret langsung."


"Itu dia orang nya."


"Mana teman wanita nya, arak mereka berdua keliling desa."


Mereka terus berteriak ingin menghakimi Alvin, pak Rohim dan bu Lala yang dari tadi mau menjelaskan pun tidak bisa berkutik karena amarah para warga.


"Nak Alvin maafkan bapak, bapak ngga bisa membantu menjelaskan kepada mereka." ucap pak Rohim sambil mendekat ke arah Alvin, sedangkan bu Lala masuk menemui bu Salma ke dalam.


"Ngga apa-apa pak, biarkan saja mereka puas dulu, biar nanti saya yang akan menjelaskan semua nya."ucap Alvin.


"Maaf pak bisa di jelaskan? Ada apa sebenar nya sehingga warga semua nya datang dan marah sama saya?" tanya Alvin dengan sopan.


"Begini nak Alvin, sebelum nya saya selaku RT di sini mohon maaf karena sudah mengganggu istirahat nak Alvin dan keluarga, saya mendapat laporan kalau nak ALvin ini telah membawa seorang perempuan ke rumah nak Alvin yang bukan mukhrim."


"Alah pak, jangan banyak basa basi, langsung eksekusi aja." teriak Leli dan mendapat dukungan dari semua warga.


"Oh jadi semua ini karena hasutan anda." ucap Alvin dengan senyum smirk nya, Alvin ngga habis pikir dengan kelakuan Leli.


"Saya tidak menghasut mereka, tapi ini kenyataan dan saya melihat dengan mata kepala saya sendiri." jawab Leli dengan kepercayaan diri yang sangat tinggi.

__ADS_1


"Sudah lah arak saja mereka, telanjangin mereka." lagi-lagi warga berteriak ingin menghakimi.


Anak buah Leli yang di suruh membuat kerusuhan memulai aksi nya dengan melempar Alvin dengan botol minum yang sudah kosong dan membuat warga lain mengikuti nya.


Alvin berusaha menghindar dari amukan warga di bantu pak RT dan pak Rohim.


"Stop, kalian jangan main hakim sendiri, Alvin tidak seperti yang kalian bayangkan, Alvin ini calon suami saya dan sebentar lagi kita berdua akan menikah, wanita yang kalian lihat sering ada di rumah nya Alvin itu saya, jadi kalian jangan berbuat seperti ini." teriak Lina sambil memeluk erat Alvin.


"Bagus, semua sesuai dengan rencana." gumam bathin Lina dengan senyum jahat nya.


Alvin kaget dengan ucapan yang Lina utarakan, dirinya berusaha melepaskan tangan Lina dari tubuh nya, tapi Lina sangat erat sekali memeluk tubuh nya.


"Ah dada nya bidang sekali, tubuh nya wangi tidak seperti tubuh kak Bima, ingin sekali aku merasakan di bawah kungkungan dia, seperti nya Alvin lebih kuat dari kak Bima." gumam bathin Lina sambil mengelus dada Alvin.


"Jadi kamu yang sudah tidur dengan Lina adik saya, berarti kamu harus bertanggung jawab dengan apa yang sudah kamu lakukan " teriak Leli memulai drama nya.


"Jangan fitnah kalian, selama ini saya ada di kota dan baru tadi siang saya ketemu kalian berdua, itu juga karena kalian yang datang kesini, kalau kalian ngga percaya tanya pak Rohim dan Bu Lala" teriak Alvin sambil berusaha melepaskan pelukan Lina, warga menjadi bingung dengan ucapan Alvin yang berbeda dengan kabar yang mereka terima.


Leni yang melihat warga mulai bingung pun langsung bicara dengan jelas dan kencang melanjutkan drama nya


"Bohong, Alvin sudah bohong sama kalian semua, aku sekarang bahkan sedang mengandung anak nya, dan tadi siang aku dan kakak mau minta pertanggung jawaban, tapi Alvin tidak mau bertanggung jawab dan menyuruh saya menggugurkan kandungan." teriak Lina dengan menampilkan wajah sedih nya.


"Nikahkan saja mereka." teriak seorang pria yang di suruh Leli.


"Ya benar, nikahkan mereka berdua, jangan sampai kampung kita tercemar oleh kelakuan seorang pria yang tidak bertanggung jawab seperti dia." kembali warga ricuh dan rusuh.

__ADS_1


"Tenang, tenang semuanya, kalau sebenar nya na Alvin memang sudah membuat nak Lina ini mengandung maka saya sendiri yang akan menikahkan mereka." teriak pak RT dengan sangat jelas.


"Siapa yang mau kalian nikahkan? apa kalian percaya dengan apa yang telah di ucapkan wanita ular ini." teriak Rara dengan kedua tangan dia simpan di atas dada nya sambil menatap tajam ke arah Lani yang sudah berani-berani nya memeluk dan menyentuh suami tercinta nya.


__ADS_2