CEO Ku Suamiku

CEO Ku Suamiku
Perasaan Ramzi


__ADS_3

Semua mata menatap Syifa yang sudah berdiri di depan Ramzi, mereka semua menatap kagum dengan kecantikan Syifa, tapi ada tatapan satu orang dengan tatapan kesal nya, tatapan itu terpancar dari mata Rafael.


"Brengsek, aku keduluan dia lagi, agrh." batin Rafael sambil menggenggam erat tangan yang sedang dia pegang.


Rafael hanya bisa mengumpat, karena dirinya tahu siapa Ramzi, dia adalah CEO dari anak cabang perusahaan pak Ramly, dan gosip nya Ramzi ini adalah anak angkat nya pak Ramly.


"Nak, apa kakak kamu akan baik-baik saja?" tanya bu Salma kepada Alvin, bu Salma khawatir trauma Syifa datang lagi.


"Tenang saja bu, kak Ramzi pasti bisa menenangkan kakak, aku yakin." jawab Avin.


Bu Rasti yang sudah tahu cerita tentang kehidupoan Syifa hanya memeluk bahu bu Salma dengan sedkit mengelus nya, dia memberikan kekuatan dan ketenangan.


"Percaya Ramzi bisa menenangkan Syifa." ucap bu Rasti pelan, bu Salma mengangguk dan terus memperhatikan Syifa di atas panggung.


"Aku yakin kalau kak Ramzi akan melamar kak Syifa, tapi aku ngga tahu kak Syifa nya menerima atau tidak, aku harap kak Syifa juga menerima kak Ramzi." ucap Rara sambil menyandarkan kepala nya di dada Alvin.


Alvin hanya terdiam dengan mata fokus ke atas panggung yang ada Syifa dan Ramzi, tangan nya mengelus lembut kepala Rara.


"Semoga kakak benar-benar sudah melupakan masa lalu nya, dan mau membuka hati untuk kak Ramzi." bathin Alvin.


Tidak di pungkiri, sebenar nya Alvin pun sedikit khawatir dengan keadaan kakak nya saat ini, walaupun akhir-akhir ini kakak nya tidak pernah histeris lagi, tapi rasa khawatir itu selalu datang pada dirinya.


Ramzi bersimpuh dengan sebelah kaki di lipat ke belakang, tangan nya sibuk mengambil sebuah kota dan sekuntum mawar yang dia simpan di balik jas nya.

__ADS_1


Mc yang melihat Ramzi sedikit kesusahan mengambil mic yang ada di tangan Ramzi dan membantu untuk memegang nya.


Mc yang sudah paham dengan apa yang akan di lakukan oleh Ramzi mendekatkan mic nya ke bibir Ramzi.


"Beberapa waktu ini sudah kita lalui bersama, banyak yang sudah kita lewati bersama, tidak mudah bagi aku untuk sampai di sini, aku sudah memantafkan hati ini hingga saat ini ada di sini di depan kamu, dan di depan semua nya, Syifa Maharani apakah kamu siap menemani ku di kala suka dan duka, di kala susah dan senang, di kala aku sehat dan sakit, menemaniku di setiap perjalanan waktu hingga aku tua dan hanya maut yang memisahkan, Syifa Maharani, aku mencintai kamu, mau kah kamu menikah dengan ku?" ucap Ramzi penuh dengan perasaan dengan menahan getaran dalam dirinya, sebenar nya Ramzi sedikit grogi dan tidak yakin dengan semua ini, tapi karena melihat Syifa di dekati oleh Rafael, keberanian Ramzi pun langsung datang.


Syifa kaget dengan semua penuturan Ramzi, Syifa ngga menyangka kalau Ramzi sudah mempersiapkan nya, dan Ramzi sangat romantis sekaligus gentle Bagi semua orang.


"Ah, kak Ramzi kok bisa romantis seperti itu sih." ucap Rara dengan mata fokus kepada Ramzi dan Syifa.


"Aku juga bisa yang, cuma kan kalau sekarang percuma melakukan seperti kak Ramzi, kita juga udah nikah bahkan sudah ada penerus kita di dalam sini." ucap Alvin sambil mengelus lembut perut Rara yang masih rata.


Rara hanya diam, benar juga apa yang di ucapkan Alvin, diri nya pun sudah bahagia sekarang, apalagi di tambah ada Alvin junior di dalam perut nya, Rara bersyukur karena sampai detik ini Alvin sangat menyayangi dan mencintai nya, bahkan Alvin selalu memanjakan nya.


"Kak Syifa terima." teriak Rara membuat ruangan yang tadi nya hening kini menjadi ramai dengan sorak sorai para tamu undangan dan mc.


"Terima, terima, terima." teriak mc dengan mic nya di ikuti para tamu undangan semua nya.


Semua sangat berharap kalau Syifa menerima lamaran Ramzi, tapi tidak dengan Rafael.


"Jangan Syifa, jangan kamu terima dia, aku akan membahagiakan kamu, aku akan menjadikan kamu ratu dalam hidup ku." bathin Rafael sambil menatap Syifa berharap Syifa akan menatap nya dan menolak lamaran Ramzi.


Bu Salma sudah meneteskan air mata nya, dirinya tidak menyangka akan ada seorang pria yang akan menjadikan nya ratu, menjaga putri nya, menerima Syifa apa adanya.

__ADS_1


Syifa mendengar teriakan Rara dan semua para tamu undangan, dirinya menatap ke arah Rara dan ALvin, terlihat Rara dan Alvin mengangguk sambil tersenyum, lalu Syifa beralih menatap ibu nya.


Bu Salma mengangguk sambil tersenyum dengan linangan air mata nya.


"Terimalah nak, mungkin dia jodoh kamu, ibu percaya kalau nak Alvin sosok suami yang bertanggung jawab, menyayangi dan menghormati kamu sebagai istri nya, mungkin ini adalah jawaban dari Tuhan atas kesabaran kamu menghadapi hidup selama ini." bathin bu Salma.


Syifa sedikit tersenyum kepada ibunya, seakan -akan Syifa mendengar isi hati ibu nya.


"Bagaimana nona Syifa, apa anda akan menerima tuan Ramzi menjadi pendamping anda atau anda akan menolak nya?" tanya mc yang sudah greget dengan jawaban dari Syifa.


Syifa menatap dalam mata Ramzi, tidak ada kebohongan di sana yang ada kejujuran dari dalam diri Ramzi.


"Kamu belum tahu siapa aku sebenar nya, kamu belum tahu status aku mas, apa kamu tidak akan menyesal sudah mencintai aku? Aku ngga mau kamu kecewa." ucap Syifa dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"Aku bersimpuh di sini di saksikan semua yang hadir termasuk ibu dan adik kamu, karena aku sudah yakin akan menjadikan kamu sebagai ratu di dalam hidup ku, aku sudah tahu semua nya, jadi kamu jangan meragukan aku." ucap Ramzi yang masih setia dengan bersimpuh nya.


Syifa sungguh kaget ketika mendengar kalau Ramzi sudah mengetahui cerita dan status nya saat ini.


Syifa mendekat dan mulai mengulurkan tangan nya, Syifa bingung mau mengambil bunga atau kotak, karena Syifa masih belum percaya diri untuk menjalin bahtera rumah tangga nya.


Tangan Syifa menjulur mau mengambil bunga mawar merah yang cantik itu, dia sudah siap dengan segala resiko nya, jawaban yang akan dia berikan buat Ramzi adalah keputusan nya yang ngga ada satu orang pun akan bisa mengubah nya.


Ruangan pesta itu kembali hening, semua yang melihat nya di buat deg-deg gan dan sedikit kecewa ketika melihat tangan Syifa yang ngambil salah satu nya, dan itu yang sangat tidak di harapkan semua nya.

__ADS_1


__ADS_2