
Para warga merasa senang karena sudah di belkan baju mahal oleh Rara, mereka hanya mengambil satu orang satu, toko tersebut kaget ketika melihat serombongan orang datang ke toko nya, tapi setelah Alvin dan Rara menjelaskan kedatangan mereka pemilik toko tersebut tersenyum bahagia karena hari ini barang dagangan nya ada yang borong.
Total barang belanjaan yang harus Rara bayar hampir dua puluh juta, tapi bagi Rara itu tidak seberapa di banding dengan kebahagiaan mereka.
Para warga yang mendengar total semua yang harus di bayar hanya bisa melongo, apalagi mereka melihat Rara memberikan kartu hitam milik nya kepada kasir.
"Kartu itu isinya uang semua ya?" tanya seorang ibu paruh baya sambil menunjuk kartu yang di pegang Rara.
"Iya bu, dan isi nya itu tidak bisa di hitung lagi kalau kartu warna nya hitam." jawab wanita yang masih muda.
"Ya ampun, berarti mereka memang benar-benar kaya sekarang." ucap si ibu dengan wajah kaget dan hampir mau pingsan mendengar isi ATM yang di pegang Rara.
"Waduh ternyata sampai puluhan juta ya nak Alvin dan istri nya harus membayar belanjaan kita." ucap salah satu warga lain nya.
"Iya, kalau aku punya uang segitu, aku renovasi rumah deh."
"Hebat ya nak Alvin sekarang, dia sudah kaya dan sukses, uang nya juga banyak, bahkan kata suami ku tadi nak Alvin mau membangun rumah besar." jawab salah satu warga.
"Keren ya, andai saja nak Alvin belum punya istri, aku akan menikahkan nya dengan adik ku yang bungsu."
"Sekarang aja kamu bilang begitu, kemarin pas Alvin belum sukses mana ada kamu izinkan adik kamu dekat-dekat dengan dia."
"Sudah-sudah jangan berdebat, kalian tidak malu apa sama mereka." seorang warga melerai perdebatan mereka.
Setelah membayar barang belanjaan semua nya, Alvin dan Rara mengajak mereka makan di salah satu restauran yang ada di daerah itu.
"Semua nya sebelum kita kembali ke rumah, ayo kita makan dulu, sekalian saya pamit sama kalian semua karena nanti malam kita akan pergi ke kota membawa ibu dan kakak saya, saya mau mengobati kakak saya di sana." ucap Alvin.
__ADS_1
"Ngga usah repot-repot nak, sudah dibelikan baju juga kami semua sudah bersyukur dan sangat berterima kasih sekali." ucap bu Lala yang mewakili mereka semua nya.
"Ngga apa-apa bu, ayo semua nya kita makan di restauran itu, seperti nya tempat nya luas dan cukup untuk kita semua.
*
*
"Brengsek, mereka semua pada pergi lagi ikut sama si Alvin, sudah lah ayo kita ke rumah sakit saja, hari ini kan mas Bima sudah boleh pulang." ucap Leli yang kesal dengan Alvin.
"Ngga apa-apa kak, nanti aku akan melakukan sesuatu buat Alvin agar dia tidak bisa berkutik dan mau menerima aku." ucap Lina dengan senyuman jahat nya.
"Sudahlah Lin, jangan terlalu banyak berharap lagi, dan percuma juga kamu buat rencana baru orang Alvin nya juga akan balik ke kota lagi."
"Kata siapa? Kakak tahu dari mana kalau Alvin akan balik ke kota lagi?" tanya Lina.
"Apa!" Lina kaget dan sudah tidak ada harapan lagi untuk mengambil Alvin dari Rara.
"Sudah lah sekarang kita ke rumah sakit dan membawa pulang mas Bima.
Lina menyesal kenapa dulu ia tidak menerima cinta nya Alvin, seandainya saja Lina tahu Alvin akan menjadi orang sukses dan kaya seperti sekarang, dia akan langsung menerima nya.
Berbeda dengan Leli dan Lina, warga kampung kini sedang menikmati makan makanan enak yang ada di restauran itu.
Mereka memesan apa yang mereka ingin kan, juru masak restauran tersebut sampai kewalahan melayani mereka semua.
Hari ini Alvin dan Rara merasa sangat bahagia melihat senyuman mereka semua, apalagi senyuman yang kembali terukir di bibir Syifa.
__ADS_1
"Saya sebagai RT sekaligus orang yang di tua kan di kampung ini mengucapkan banyak-banyak terima kasih buat nak Alvin dan keluarga, hari ini kami sudah dibuat senang dan bahagia, kami semua sudah bisa merasakan punya baju mahal dan juga sudah merasakan makan di restauran dengan makanan yang enak-enak." ucap pak RT.
"Sama-sama pak, dan saya juga titip rumah saya nanti nya, soalnya nanti malam kita semua berangkat." jawab Alvin.
"Hati-hati ya nak, dan saya do*a kan semoga nak Syifa kembali sembuh seperti sedia kala, maaf selama ini bapak tidak banyak membantu buat nak Syifa dan bu Salma." pak Rt merasa malu di hadapan Alvin sekarang, dirinya memang mengabaikan Syifa dan bu Salma karena kondisi Syifa.
"Ngga apa-apa pak." ucap bu Salma.
"Nak Alvin, boleh tidak saya membawa makanan nya ke rumah, soalnya anak saya ngga ikut karena harus pergi sekolah." ucap salah satu warga dengan malu-malu.
Keadaan dia memang sama seperti dengan Alvin yang dulu, Alvin yang hidup serba kekurangan, dan dia memberanikan diri untuk bilang kalau dirinya mau membungkus makanan dari restauran tersebut.
"Boleh saja bu, ambil saja apa yang mau ibu ambil, tapi jangan serakah ya bu, berbagi dengan yang lain nya." ucap ALvin.
"Terima kasih nak, terima kasih," ibu itu sungguh bahagia karena anak nya juga akan merasakan makanan yang enak dan lezat hari ini.
Restauran itu dalam sekejap langsung habis karena datang nya rombongan warga yang di bawa Alvin dan Rara.
Sebelum mereka menghidangkan semua masakan nya, pihak restauran dan Alvin sudah membicarakan masalah pembayaran nya, jadi tidak perlu menghitung lagi apa yang sudah mereka makan dan mereka bawa.
Kini Alvin dan semuanya sudah kembali ke rumah nya masing-masing, dan Alvin bersama istri, ibu dan kakak nya sedang bersiap-siap untuk pergi ke kota.
Alvin kembali harus mengeluarkan uang untuk sewa dua bus, karena para warga ingin ikut mengantarkan Alvin dan keluarga ke bandara.
Mereka memang belum tahu bandara, jadi ini dijadikan kesempatan oleh mereka untuk pergi jalan-jalan sekaligus tahu bandara.
Leli dan Lina yang tahu tentang kabar mereka pun hanya diam dan pasrah, mereka menyesal pernah menolak Alvin, dan Bima sekarang banyak diam setelah mengetahui semua nya, ada penyesalan di hati Bima karena sudah membuat Syifa menjadi speerti itu.
__ADS_1
Begitulah hidup penyesalan datang nya suka terakhir karena kalau datang di awal itu nama nya pendaftaran, benar ngga bestie? π€£