CEO Ku Suamiku

CEO Ku Suamiku
Rencana Mayang


__ADS_3

Seperti biasa di jam pulang kantor Alvin dan Rara selalu keluar paling terakhir di kala para karyawan lain nya sudah pulang duluan.


Tapi untuk hari ini ada dua orang wanita yang sedang menunggu nya di parkiran, mereka adalah Juli dan Mayang, mereka berdua sudah merencanakan dari siang, kalau mereka akan mengikuti mobil Alvin.


"Itu mbak, mereka keluar." terlihat oleh Mayang dan Juli kalau Alvin keluar lebih dulu baru dari belakang di ikuti oleh Rara.


Terlihat oleh Juli kalau Rara masuk ke dalam mobil nya Alvin, "Kamu benar may, ayo May ikuti mereka, nanti kita kehilangan jejak." ucap Juli.


"Ya ngga bakalan kehilangan jejak lah mbak, orang rumah pak Alvin nya saja depan rumah ku." ucap Mayang lalu mengemudikan mobil nya mengikuti mobil Alvin.


"Sayang, kita beli makan dulu ya? Soal nya yang akan menjadi pelayan kita besok pagi datang nya." ucap Alvin.


"Boleh mas, mau beli apa?"


"Gimana kalau kita beli sate aja." usul Alvin.


"Boleh juga."


Alvin pun terus mengemudi hingga dia melihat kedai sate lalu berhenti dan turun untuk memesan sate nya, sedangkan Rara diam di mobil sambil terima telepon dari kedua orang tua nya.


"Eh mereka berhenti." Mayang pun menghentikan mobil nya.


"Lihat mereka beli sate aku kok jadi ke pingin ya?" ucap Juli.


"Kita pesan online saja, jadi nanti pas kita sampai sate nya juga sampai." ucap Mayang.


"Boleh juga."


Kedua mata Mayang dan mata Juli menatap terus tanpa mau mengalihkan nya sedikit pun.


"Tapi seperti nya Rara ngga ikut keluar ya." ucap Juli.


"Ngga mungkin dia ikut keluar mbak, kalau dia ikut keluar ya takut ketahuan lah."

__ADS_1


"Benar juga ya, eh mereka jalan lagi." Juli pun kembali melajukan mobil nya.


Tidak membutuhkan waktu yang lama, mobil Alvin pun masuk ke pekarangan rumah nya di susul oleh mobil Mayang yang masuk ke pekarangan rumah orang tua nya.


Mayang sengaja mobil nya dia putar dan mengarah ke rumah Alvin, karena dia ingin melihat mereka berdua dari dalam mobil.


"Tuh kan mbak benar apa yang aku bilang pagi." ucap Juli.


"Bentar aku nyalain kamera dulu." Juli pun menyalakan kamera nya dan mengambil video mereka.


Terlihat oleh mereka Alvin membuka kan pintu untuk Rara, seperti biasa Alvin akan menggendong Rara ala bridal style nya, semenjak menikah itu sudah seperti kewajiban bagi Alvin, karena Alvin tidak mau kalau Rara kelelahan dan membuat menolak nya untuk melayani nya di atas kasur.


"Sayang, aku bisa jalan sendiri." ucap Rara sambil mengalungkan kedua tangan nya ke leher Alvin.


"Pokok nya aku tidak mau kamu kelelahan berjalan, kamu sudah bekerja seharian ini, kenapa ngga berhenti saja sih sayang kerja nya, kan ada aku yang akan memenuhi semua kebutuhan kamu."


"Aku ingin puas-puas sin bekerja dulu mas, sebelum dia hadir dalam perut ku." ucap Rara sambil tersenyum.


"Janji ya, kalau kamu sedang mengandung kamu harus berhenti bekerja."


"Mbak lihat kan, dia seperti wanita murahan, pakai cium-cium pipi pak Alvin segala." ucap Mayang sedikit kesal.


"Di luar rumah saja sudah seperti itu, apalagi di dalam rumah, mereka pasti sudah melakukan nya." ucap Juli sambil terus mengarahkan kamera nya, bahkan men zoom gambar ketika Alvin di cium Rara.


"Ya sudah ayo mbak kita juga masuk, kita sudah ngga bisa melihat tayangan selanjut nya lagi." ajak Mayang sambil membuka pintu mobil nya.


Juli pun keluar dan mengikuti langkah Mayang karena Alvin dan Rara pun sudah masuk ke dalam rumah Alvin.


"Seandainya kita bisa masuk ya May, aku ingin lihat mereka melakukan apa?" tanya Juli ketika mereka sudah berada di dalam kamar Mayang.


"Bagaimana kalau kita edit orang yang lagi berhubungan terus kita edit wajah nya dengan wajah mereka, kan rekaman pas mereka masuk ke rumah nya pak Alvin sudah ada dan sudah jelas, jadi yang melihat pun akan percaya kalau yang melakukan nya itu adalah mereka berdua." ucap Mayang.


"Perfeck, ide yang cemerlang, tapi kalau kita edit yang lagi berhubungan, berarti kita juga melihat nya dong."

__ADS_1


"Ya iya lah mbak, memang nya mbak belum pernah melihat nya?" Mayang ini termasuk wanita penakluk laki-laki, jadi dia selalu melihat adegan-adegan dewasa untuk melancarkan aksi nya.


Mayang melakukan itu semua tanpa sepengetahuan kedua orang tua nya, karena memang mereka berdua sibuk dengan kerjaan mereka masing-masing.


"Pernah sih cuma sebentar doang."


"Ya sudah nanti kita lihat sampai mbak puas, sekarang kita makan sate dulu." Mayang pun mengajak Juli menyantap sate yang dia pesan tadi.


"Rumah kamu besar juga May, tapi kok sepi ya? Memang nya kedua orang tua kamu pada kemana?" tanya Juli sambil melihat ke arah sekitar rumah.


"Biasa mbak, mereka sibuk dengan kerjaan mereka masing-masing, makanya kadang aku kesepian, karena yang ada hanya bibi pelayang saja."


Juli pun hanya manggut-manggut sambil menikmati sate nya.


Seperti yang dilakukan Juli dan Mayang, Alvin dan Rara pun kini sedang menikmati sate, bedanya Mayang dan Juli makan sate ayam, sedangkan Alvin dan Rara menikmati sate kambing, mereka menikmatinya setelah mereka membersihkan tubuh mereka masing-masing.


Seperti biasa, Rara makan malam dengan baju lingerie nya, sungguh pemandangan yang sangat indah bagi Alvin kalau melihat Rara sedang memakai baju kurang bahan itu.


Malam ini berbeda dengan malam kemarin dimana awal Rara memakai lingerie nya, malam ini Rara sudah mulai membiasakan diri memakai lingerie nya, hingga dia sudah ngga merasa canggung dan malu lagi.


"Mas, kalau sudah ada pelayan rumah ini aku ngga pakai baju ini lagi ya kalau makan malam." pinta Rara.


"Tidak, kamu tetap harus memakai nya, karena kalau kamu memakai baju itu sambil makan malam, nafsu makan aku bertambah."


"Tapi mas, kan malu kalau aku pakai baju kurang bahan ini depan orang lain."


"Siapa bilang mas nyuruh kamu pakai baju itu depan orang lain?"


"Lah, kan kata mas tadi aku harus terus pakai baju ini sambil makan malam."


"Iya memang benar, dan setiap malam makan nya di dalam kamar." ucap Alvin sambil tersenyum penuh arti.


Alvin mulai merapatkan tubuh nya dan sudah membuka piyama bagian atas nya hingga dada bidang kesukaan Rara terlihat sangat jelas.

__ADS_1


Kalau sudah seperti itu Rara hanya bisa pasrah dan siap melayani suami nya menuju puncak kenikmatan, ngga di pungkiri Rara juga menginginkan dan ingin menikmatinya kembali


__ADS_2