CEO Ku Suamiku

CEO Ku Suamiku
Kedatangan Bu Marta


__ADS_3

Sore hari tiga puluh menit sebelum pulang jam kantor Rara dan Alvin kembali, Ramzi sudah pergi dari satu jam lalu karena dirinya mendapat telepon dari anak buah nya karena ada pertemuan mendadak.


Setelah kepergian Ramzi, Syifa melanjutkan lagi belajar nya dengan Dian, sedikit demi sedikit Syifa sudah mulai mengerti dengan kerjaan di kantor ini, memang Dian memberi tahu masalah kerja sebagai sekertaris, karena Dian yakin kalau suatu saat Syifa bakal jadi sekertaris adik nya.


Dian berpikir kalau suatu saat Rara sedang mengandung, pasti Syifa diangkat menjadi seorang sekertaris, makanya untuk pembelajaran hari ini, Dian mengajarkan bagaimana untuk menjadi seorang sekertaris yang handal beserta cara kerja nya.


"Sore mbak, maaf merepotkan lagi." ucap Rara sambil masuk ke ruangan nya.


"Ngga apa-apa bu, Syifa juga sedikit demi sedikit sudah mengerti, seperti nya dalam seminggu juga Syifa akan menguasai semua nya." jawab Dian sambil membereskan berkas di atas meja.


"Wah keren, bagus kalau begitu, oh ya mbak, bonus nya nanti di transfer ya." ucap Rara sambil tersenyum.


"Terima kasih bu." Dian sudah paham dengan atasan nya, Rara ngga jauh beda dengan sang papah yang suka sering ngasih bonus sama pekerja nya yang rajin dan menuruti nya.


"Sama-sama mbak."


"Kalau begitu saya permisi ke ruangan untuk beres-beres, sebentar lagi jam pulang, mari bu, mari Syifa." ucap Dian.


"Oke mbak, hati-hati ya."


Dian pergi meninggalkan ruangan Rara dengan perasaan bahagia, karena dirinya bakal mendapatkan bonus dari Rara.


"Capek ya kak? Ya sudah ayo kita pulang." ajak Rara.


Syifa membereskan berkas yang dia pelajari lalu pergi menyamakan langkah Rara, sebelum meninggalkan kantor Rara ke ruangan Alvin untuk pulang bareng.


"Mas, ayo kita pulang selagi masih sore, kita kan sudah di tunggu sama papah dan mamah." ucap Rara setelah membuka pintu ruangan.


"Ya sudah ayo sayang kita pulang, gimana hari ini kak? Sudah ada yang di mengerti?" tanya Alvin kepada Syifa.


"Alhamdulilah bisa dek sedikit-sedikit." jawab Syifa.

__ADS_1


"Ya sudah ayo kita pulang." Alvin memeluk Rara dari samping, sedangkan Syifa berjalan di samping Rara.


*


*


"Permisi, pak Alvin nya ada?" tanya bu Marta tetangga Alvin.


"Nak Alvin nya belum pulang bu, masih di kantor, ayo silahkan duduk bu." jawab bu Salma yang sore itu sedang menyiram bunga yang ada di halaman rumah Alvin.


"Maaf ibu siapa nya pak Alvin ya?" tanya bu Marta sambil ikut duduk di samping bu Salma.


"Perkenalkan saya ibu nya Alvin dan baru beberapa minggu tinggal di sini.." jawab bu Salma sambil mengulurkan tangan nya.


"Oh ibu nya pak Alvin, pantas saya baru melihat nya, mampir ke rumah saya bu, itu rumah saya." ucap bu Marta sambil menunjuk rumah nya yang ada di depan.


"Oh ibu tetangga nya Alvin."


"Terima kasih bi." ucap bu Salma dan bu Marta secara bersamaan, bi Mumun hanya mengangguk lalu pergi ke belakang lagi.


Bu Marta pun berbincang-bincang dengan bu Salma sambil menunggu Alvin pulang, sebenar nya dari kemarin-kemarin bu Marta ingin menemui Alvin, tapi karena kesibukan dirinya dan juga Alvin nya yang ngga ada di rumah, membuat bu Marta bersabar untuk segera bertemu dengan Alvin.


Tampak ada sebuah mobil masuk ke halaman rumah Alvin dan berhenti.


"Itu dia Alvin nya sudah pulang bu." ucap Bu Salma sambil tersenyum dengan mata menatap mobil anak nya.


Bu Salma bangga dan bahagia melihat anak nya turun dari mobil hasil kerja keras nya selama ini.


Bu Salma dan bu Marta menatap tiga orang yang baru turun dari mobil dan menghampiri nya.


"Akhir nya kalian sudah pulang, nak bu Marta mencari kamu, dia menunggu kamu sejak tadi." ucap bu Salma.

__ADS_1


"Ibu mencari saya? Kira-kira ada keperluan apa ya bu?" tanya Alvin dengan wajah heran nya, Alvin memang jarang di rumah dan Alvin juga tidak tahu dengan orang sekitar, karena hari-hari Alvin di sibuk kan dengan pekerjaan dan pekerjaan.


Walaupun seperti itu, tapi kalau ada acara apapun di sekitar nya Alvin selalu menyumbang dana.


"Iya pak, saya mau minta maaf atas sikap anak saya kepada bapak." ucap bu Marta to the poin.


"Seperti nya ada pembicaraan penting, kalau begitu ayo masuk bu,kita bicara di dalam saja." ajak Alvin dengan sangat sopan.


Kini mereka sudah berada di ruang tamu, awal nya bu Salma dan Syifa tidak ingin ikut nimbrung, karena itru adalah tamu untuk Alvin, tapi Alvin menahan mereka untuk masuk dan mengajak kakak dan ibu nya untuk duduk bersama mereka.


"Ini istri nya pak Alvin?" tanya bu Marta sambil menatap Rara.


"Iya bu, ini istri saya dan ini kakak saya, dan ini mungkin ibu sudah tahu tadi, kalau beliau ini adalah ibu saya." Alvin memperkenalkan anggota keluarga nya.


Bu Marta tersenyum dan mengangguk kepada Rara dan Syifa, "Sebenar nya dari kemarin-kemarin saya mau datang ke sini, tapi di karena kan saya sibuk pagi-pagi harus sudah berangkat dan malam hari nya baru pulang membuat saya menunda untuk menemui pak Alvin." ucap bu Marta sambil menghela nafas nya.


"Ada apa ibu mau bertemu dengan saya?" tanya Alvin yang belum paham dengan kedatangan bu Marta ke rumah nya.


"Saya mau minta maaf dengan apa yang sudah anak saya lakukan kepada istri bapak." ucap bu Marta dengan wajah sendu nya.


"Minta maaf? Memang nya anak ibu sudah melakukan apa kepada ietri saya?" tanya Alvin sambil menatap Rara.


Rara juga menatap Alvin, karena dirinya tidak tahu dengan apa yang terjadi, bahkan Rara ngga tahu anak nya bu Marta siapa.


"Mayang anak saya pernah kerja di kantor pak Alvin, tapi karena hasutan dari yang bernama Juli, Mayang menjadi arogan dan telah membuat keributan di kantor bapak yang berujung dengan di blacklist, semenjak itu Mayang ngga berani keluar rumah karena takut bertemu dengan pak Alvin dan juga istri bapak, kerjaan nya hanya diam dan melamun, jadi saya datang kesini untuk meminta maaf kepada bapak dan istri bapak." ucap bu Marta dengan wajah sedih nya.


"Jadi Mayang itu anak ibu? Dan rumah kalian yang di depan itu?" tanya Rara.


"Iya bu."


"Bu, panggil saya Rara saja, saya masih muda." protes Rara, bu Marta pun tersenyum, ternyata mereka keluarga baik.

__ADS_1


Alvin hanya diam dan kembali mengingat di mana istri nya sedang di aniaya oleh Mayang dan Juli waktu itu.


__ADS_2