CEO Ku Suamiku

CEO Ku Suamiku
Menerima Nya


__ADS_3

Di saat semua orang menatap dengan rasa kecewa kepada Syifa, hanya wajah Rafael yang terlihat bahagia, bibir nya tersenyum penuh kemenangan.


"Bagus, ambil saja bunga itu, nanti aku akan memberikan cincin yang lebih bagus dari cincin dia, dan dengan tangan ini aku akan memasangkan cincin itu." bathin Rafael sambil meremas tangan nya.


"Mas, kenapa kakak mengambil bunga, kenapa ngga ambil kotak nya." ucap Rara dengan wajah kecewa nya, Alvin hanya mengusap pundak Rara.


"Kakak pasti masih trauma hingga kakak menolak lamaran kak Ramzi." bathin Alvin.


"Kenapa kamu menolak nya nak? Kamu pasti ada alasan nya hingga kamu menolak niat baik nak Ramzi." gumam bathin bu Salma sambil mengusap air mata nya, bu Salma tidak bisa memaksakan perasaan Syifa, karena beliau ngga mau kejadian di masa lalu terulang lagi.


Bu Rasti dan pak Ramly sebagai orang tua angkat nya Ramzi ikut kecewa dengan pilihan Syifa.


Syifa mengulurkan tangan nya ke tangan Ramzi yang sedang memegang bunga mawar.


"Kalau memang ini pilihan kamu, aku sangat ikhlas, mungkin kamu masih menyimpan rasa trauma di dalam diri kamu." bathin Ramzi dengan wajah yang sudah pucat pasi, selain kecewa Ramzi juga malu di depan para tamu undangan yang identik orang-orang penting di perusahaan sekaligus para klien yang bekerja sama dengan perusahaan yang sedang dia pimpin.


Dengan santai Syifa mengambil bunga mawar dari tangan Ramzi lalu menyimpan nya di telinga kanan dia.


Lalu tangan Syifa kembali terulur dan mengambil kotak yang masih ada di tangan Ramzi.


"Aku menerima mas sebagai pendamping aku, kita lalui bahtera rumah tangga bersama, aku siap mendampingi mas dalam keadaan apapun, aku siap menjadi istri mas." ucap Syifa sambil meneteskan air mata nya.


Semua para tamu undangan ikut meneteskan air mata bahagia mereka di sertai tepuk tangan yang sangat meriah.


"Argh, kamu memang bukan untuk ku." gumam Rafael lalu pergi meninggalkan pesta itu dengan kekecewaan yang mendalam.


"Kamu menerima aku sayang?" tanya Ramzi sambil berdiri dengan mata yang berbinar kebahagiaan, Syifa hanya mengangguk sambil tersenyum.

__ADS_1


"Terima kasih sayang." Ramzi memeluk erat Syifa, Syifa yang merasa sudah berhasil melawan rasa trauma nya selama ini langsung menangis dalam pelukan Ramzi.


"Alhamdulilah." ucap bu Salma, bu Rasti dan pak Ramly, mereka ikut bahagia.


"Kakak berhasil sayang, kakak bisa melewati masa trauma nya." ucap Alvin sambil memeluk erat Rara, Rara hanya tersenyum sambil menghapus air mata nya.


Alvin merasa yang paling bahagia di sini, karena dia selalu di hantui rasa bersalah kepada kakak nya ini, Alvin selalu merasa karena dirinya lah hidup kakak nya hancur, karena dirinya masa depan kakak nya hancur, tapi setelah melihat kakak nya yang sudah menerima lamaran Ramzi Alvin sangat bahagia sekali, itu berarti kakak nya sudah sembuh.


Semua tamu yang mengenali Ramzi memberikan ucapan selamat termasuk mc acara.


Acara pun di lanjutkan kembali setelah Ramzi mengucapkan rasa terima kasih nya karena para tamu undangan sudah mau menjadi saksi lamaran dia.


"Ayo kita menemui ibu sayang." ajak Ramzi sambil menarik tangan Syifa, senyuman di bibir mereka semakin merekah.


"Bu." ucap Syifa lalu memeluk dan menangis di dalam pelukan ibu nya.


"Terima kasih ibu sudah sabar menjaga aku." Syifa melepaskan pelukan nya lalu mencium seluruh wajah ibu nya.


"Bulan depan kita lamar Syifa secara resmi." ucap pak Ramly lalu memeluk Ramzi.


"Terima kasih pah." walau Ramzi anak angkat, tapi kasih sayang pak Ramly sama seperti kasih sayang yang beliau berikan kepada Rara.


Ramzi pun memeluk dan mencium bu Rasti serta mengucapkan rasa terima kasih nya.


"Dek," kini Syifa berada di hadapan Alvin adik satu-satu nya, mereka selalu menyayangi dari sejak kecil dan selalu saling mensupport apa yang mereka lakukan.


"Selamat ya kak, kakak sudah bisa melalui semua nya, sekarang aku tenang, tidak ada rasa bersalah lagi pada hidup ku, bagaimana pun semua yang terjadi pada kakak karena aku." Alvin menangis dalam pelukan kakak nya.

__ADS_1


Semua yang melihat nya ikut meneteskan air mata, para tamu undangan pun sekarang tahu siapa sosok Syifa Maharani yang di cintai oleh Ramzi.


"Sudahlah dek, kita lupakan kisah masa lalu itu, terima kasih kamu sudah berusaha mewujudkan keinginan mendiang ayah."


"Kalian berdua jahat, aku ngga diajak pelukan." ucap Rara dengan wajah yang dibuat-buat.


Alvin dan Rara tersenyum melihat wajah kesal Rara, menurut mereka wajah Rara yang sedang kesal seperti itu malah lucu.


"Sini kakak peluk." ucap Syifa sambil membuka sebelah tangan yang sedang memeluk Alvin, sedangkan yang sebelah lagi masih memeluk tubuh Alvin, Rara pun masuk ke dalam pelukan ALvin Syifa.


"Bu, restui aku untuk menjadi pasangan Syifa, aku akan berusaha menjaga dan menyayangi nya, dan aku akan selalu berusaha untuk tidak membiarkan air mata kesedihan nya kembali menetes." ucap Ramzi sambil mencium telapak tangan bu Salma.


"Ibu merestui nya, terima kasih nak, kamu sudah mau menerima Syifa dengan segala kekurangan nya, ibu tidak akan menuntut apa-apa sama kamu, ibu hanya berpesan tolong jaga dan sayangi anak ibu, selama ini hidup nya hancur dan terus-terusan mengeluarkan air mata kesedihan, buatlah anak ibu selalu tersenyum." ucap bu Salma sambil mengusap air mata nya.


"Insya Allah semua pesan ibu akan terus aku ingat dan akan aku lakukan." Ramzi pun memeluk calon ibu mertua nya.


Ramzi melepaskan pelukan nya dan menatap ketiga orang yang sedang berpelukan.


"Bagus ya, kalian berpelukan bertiga, sedangkan aku di sini diabaikan nya." ucap Ramzi sambil menghampiri mereka.


Mereka bertiga melepaskan pelukan nya lalu menatap Ramzi sambil tersenyum.


"Kak, terima kasih sudah mau menerima kak Syifa apa ada nya, tolong jaga kak Syifa jangan pernah menyakiti hati dan fisik nya, sudah cukup yang dia rasakan dan dia alami selama ini, dan jika itu sampai terjadi aku tidak akan membiarkan kak Ramzi hidup dan bernafas lagi." ucap Alvin dengan sungguh-sungguh.


"Kakak akan selalu mengingat pesan kalian semua nya, dan jika itu terjadi, kakak akan menyerahkan nyawa kakak sama kamu."


Alvin memeluk erat Ramzi, "Terima kasih kak." Syifa tersenyum melihat dua lelaki yang ia sayangi saling memeluk dan menyayangi dirinya.

__ADS_1


Acara pun di lanjutkan dengan meriah semeriah hati mereka yang sedang berbahagia sampai selesai.


__ADS_2