CEO Ku Suamiku

CEO Ku Suamiku
Manja


__ADS_3

Pagi ini di rumah mewah ALvin sudah ramai, mereka berbondong-bondong untuk membantu persiapan acara pernikahan Syifa.


Tenda sudah terpasang, rumah sudah di dekor dengan cantik, bahkan pihak butik dan MUA sudah ada di rumah Alvin.


Semua orang yang dibutuhkan dalam acara pernikahan kakak nya sudah berkumpul di rumah Alvin.


Untung rumah Alvin besar dan megah, jadi rumah nya cukup untuk menampung banyak orang.


Penjagaan lebih di perketat lagi, Alvin menyuruh Feri dan Asep menyiapkan orang yang bisa di percaya dan bisa beladiri, Alvin tidak mau di acara sakral kakak nya terjadi apa-apa.


Alvin rela mengeluarkan uang lebih banyak lagi untuk persiapan pernikahan kakak nya ini, Alvin hanya ingin yang terbaik buat keluarga nya.


Pak Ramly dan bu Rasti baru sampai dengan keluarga Ramzi dan di sambut hangat oleh keluarga bu Salma.


Rara langsung nempel dalam pelukan bu Rasti, Rara sangat merindukan ibu nya itu.


"Aku kangen mah." ucap Rara yang masih memeluk bu Rasti.


"Kamu ini sudah mau punya anak masih manja saja, nanti manja nya pasti saingan sama anak kamu." ucap bu Rasti sambil mengelus perut Rara.


Rara mengabaikan ucapan ibunya, dia nyaman dengan pelukan ibu nya, membuat semua orang hanya menggelengkan kepala nya sambil tersenyum.


"Siap-siap aja Vin selama ada mamah, Rara pasti akan tidur bersama mamah nya." goda Ramzi.


Alvin hanya diam dan pasrah, karena dirinya tahu kalau Rara manja dengan keluarga nya.


Keluarga Ramzi merasa sungkan dengan bu Salma, karena dirinya merasa tidak selevel dengan keluarga bu Salma.


"Maaf kan keluarga saya baru bisa bertemu dengan ibu dan keluarga." ucap ibu nya Ramzi.


"Ngga apa-apa bu, ibu jangan sungkan anggap saja ini rumah ibu sendiri, kalau ibu ada yang di butuhkan ibu tinggal bilang sama mereka ini." ucap bu Salma sambil menunjuk ke arah para pekerja nya.


"Terima kasih bu sudah mau menerima anak kami dengan tangan terbuka, kami yang hanya orang biasa dan merasa ngga pantas menjadi bagian keluarga kalian." ucap ayah nya Ramzi merendah.

__ADS_1


"Bapak dan ibu jangan berpikir seperti itu, kita semua sama dimata Tuhan, kami juga dulu hanya orang biasa, tapi takdir mengubah kami lewat Alvin."


Keluarga Ramzi merasa nyaman ada di lingkungan kelurga bu Salma.


Mereka semua pun bercengkerama satu sama lain nya, ada yang istirahat di kamar yang sudah di sediakan, ada juga yang keliling-keliling melihat suasana rumah Alvin.


*


*


Bima terbangun dari tidur nya, dengan susah payah semalaman dirinya menghampiri rumah istri nya, sambil menahan rasa sakit di tubuh nya, tapi Leli tidak membukakan pintu untuk nya dan terpaksa Bima tidur di teras.


Bima kembali mengetuk pintu rumah nya dengan harapan Leli mau membuka kan pintu nya.


Leli seakan tidak mendengar dan tidak melihat Bima dirinya keluar seperti biasa mengantarkan anak nya pergi ke sekolah.


Tanpa menghiraukan Bima Leli terus berjalan menuju mobil nya lalu pergi meninggalkan Bima.


Leli mengurus semua nya sendiri, hingga semua tinggal menunggu surat cerai nya keluar dan di tanda tanda tangani oleh Bima.


Leli melihat jam yang melingkar ditangan nya karena takut terlambat untuk menjemput anak nya pulang dari sekolah.


Lina masih menangis di dalam kamar nya, dia menyesali semua yang sudah terjadi, dan sampai saat ini kakak nya tidak mau berbicara dengan dirinya.


Leli masuk ke pekarangan rumah Alvin, dia menatap rumah megah itu dengan takjub, rumah besar yang sudah di dekor dan sudah terpasang tenda seperti ada mau acara Leli pun merasa ragu untuk masuk dan menemui keluarga Alvin.


"Seperti mau ada acara." bathin Leli sambil membenarkan kaca mata hitam nya, Leli memakai kacamata karena untuk menutupi matanya yang bengkak karena habis menangis semalaman.


"Neng Leli? Ada yang bisa bapak bantu?" tanya pak Rohim membuyarkan lamunan Leli.


"Eh pak Rohim, tadi nya saya mau menemui keluarga Alvin, tapi seperti nya ada acara ya pak." jawab Leli dengan sopan.


"Oh iya neng, kan besok acara pernikahan nya neng Syifa dan nak Ramzi." jawab pak Rohim.

__ADS_1


Leli sedikit kaget, karena dirinya memang benar-benar ngga tahu dengan kabar ini.


"Oh Syifa mau menikah? maaf saya ngga tahu pak, kalau begitu saya kembali saja, saya takut mengganggu mereka." ucap Leli lalu membalik kan tubuh nya.


"Mbak Leli." teriak Rara dengan jelas terdengar di telinga Leli, Leli membalik kan tubuh nya dan melihat Rara menghampiri nya.


"Mbak kenapa ngga masuk? Ayo mbak masuk saja, di dalam lagi pada kumpul kok." ucap Rara yang kebetulan sedang keluar mau menyuruh Feri untuk membeli sesuatu tetapi dirinya melihat Leli yang hendak pergi dari rumah ALvin.


"Ngga Ra mbak pergi saja, lagian kalian juga mau ada acara." ucap Leli merasa ngga enak.


"Ngga apa-apa, ayo masuk saja." Rara menarik tangan Leli dan membawa nya masuk.


Semua mata menatap Leli yang baru masuk dengan Rara.


Bu Salma langsung menggenggam dan mengelus lembut tangan Syifa, bu Salma takut Leli akan berbuat seperti yang dulu.


Ramzi yang melihat wajah khawatir calon mertua nya melirik ke arah tangan Syifa yang sedikit gemetar membuat Ramzi langsung mendekati nya dan melakukan hal yang sama seperti bu Salma.


Kedua tangan Syifa di genggam oelha ibu dan calon suami nya.


Leli menatap ke arah Syifa dan menghampiri nya.


Sungguh ini di luar dugaan Leli yang dulu sombong dan angkuh serta selalu berbuat kasar kini tanpa ada rasa malu duduk bersimpuh di depan Syifa setelah membuka kaca mata hitam nya yang dia kenakan.


Semua orang di buat kaget dengan kelakuan Leli, diantara mereka yang tidak tahu cerita nya bertanya-tanya dengan kejadian yang ada di hadapan mereka.


Semenjak melihat Leli masuk ke dalam rumah Feri dan Asep langsung mengikuti nya dan sekarang mereka berdiri di belakang Syifa.


Mereka tidak mau kejadian kemarin terulang lagi dan membuat Alvin kembali marah.


Alvin hanya menatap Leli dengan tatapan tajam nya, dirinya tidak akan membiarkan keluarga Leli hidup tenang jika Leli melakukan hal buruk kepada kakak nya.


Sedangkan keluarga pak Ramly dan keluarga Ramzi serta orang-orang yang ada di dalam rumah Alvin hanya melihat apa yang akan terjadi di hadapan nya, meski banyak pertanyaan dalam benak mereka semua, tapi mereka menhan nya untuk bertanya.

__ADS_1


__ADS_2