CEO Ku Suamiku

CEO Ku Suamiku
Lapar


__ADS_3

"Mas, aku kan ngga bawa baju ganti, terus besok kerja pakai baju apa?"


Kini mereka berdua sudah berada di dalam kamar, Rara sedang berbaring manja di atas tempat tidur sedangkan Alvin lagi membuka baju nya karena mau mandi.


"Sini sebentar." ajak Alvin sambil menarik tangan Rara.


"Mas, sabar dong, aku kan belum mandi."


"Memang nya mas mau ngapain? Mas cuma mau memperlihatkan ini." Alvin pun membuka lemari nya yang sudah penuh dengan baju perempuan.


"Mas, ini punya siapa? Banyak banget, ini kan baju keluaran baru semua?" Rara kaget begitu melihat isi lemari yang isinya baju perempuan keluaran terbaru semuanya, sebagai wanita Rara tahu dengan fashion.


"Ya baju kamu lah sayang, kan kamu istri nya mas, masa baju tetangga." ucap Alvin sambil memeluk Rara dari belakang.


"Kapan mas beli nya? Lo ini lengkap mas sama daleman nya?"


"Bukan itu saja, tapi kamu lihat ini." Alvin pun melepaskan pelukan nya lalu membuka lemari besar lainya.


"Mas, ini semua buat aku?" teriak Rara dengan histeris begitu melihat deretan tas dan sepatu beserta sandal wanita di depan nya.


"Ya itu mas belikan khusus buat kamu, biar kalau kita lagi pulang ke rumah papah, kamu ngga perlu bawa-bawa baju dan yang lain nya, mas ngga mau ribet, perempuan kan ribet."


"Terima kasih mas." Rara pun memeluk dan mencium seluruh wajah Alvin karena bahagia, tapi ciuman yang terakhir yang Rara berikan malah jadi boomerang buat dirinya, dengan gerakan cepat Alvin menahan tengkuk Rara sehingga Rara tidak bisa menjauhkan wajah nya.


Alvin terus mengabsen deretan gigi Rara begitu pun juga Rara yang membalas nya dengan penuh sensasi dan penuh gairah.


Dua kancing kemeja Rara sudah terlepas dan memperlihatkan dua bukit yang masih padat yang sangat menantang Alvin.


Tangan Alvin pun tidak di biarkan diam, jadi tangan Alvin bekerja untuk menjelajah kedua bukit itu.


"Kriyuk." ketika kedua nya sedang dalam keadaan tegangan tinggi, tiba-tiba perut Rara berbunyi.

__ADS_1


"Kamu lapar sayang?" tanya Alvin setelah melepaskan ciuman nya.


"Menurut mas? Aku itu belum makan sepulang kerja mas, apa mas lupa? Kita kan sekantor, bos tidak ada perhatian nya sih sama bawahan nya." ucap Rara sambil kembali mengancingkan kemeja nya.


"Maaf sayang, kalau gitu kita pesan saja ya biar cepat."


"Terserah mas saja, kalau gitu mas pesan makanan, aku mandi ya mas."


Rara pun pergi ke kamar mandi dan langsung membersihkan tubuh nya.


Tidak memerlukan waktu yang lama Rara pun sudah keluar dari kamar mandi, Alvin dengan sabar menunggu istri nya sambil bermain ponsel.


"Wah wangi makanan, jadi tambah lapar, cepat banget datang nya." ucap Rara sambil mencium wangi makanan.


"Ya sudah kamu pakai baju, aku mandi dulu ya sayang." Alvin pun langsung masuk ke kamar mandi.


Rara hanya tersenyum melihat kelakuan suami nya yang semakin hari semakin menggemaskan, Rara membuka lemari dia mencari-cari piyama seperti yang dia pakai, tapi tidak menemukan nya satu pun, dia hanya melihat deretan beberapa lingeria di lemari.


Alvin memang sengaja tidak membeli piyama, tapi dia beli lingeria dengan berbagai model dan warna.


Setelah memakai lingeria warna pink Rara kembali memakai bathroub untuk menutupi tubuh nya.


Alvin keluar dari kamar mandi dengan rambut yang masih basah dan dada bidang yang kekar membuat setiap wanita yang melihat nya akan meleleh hati nya.


Alvin memang ngga pernah nge gym, tapi selama di kampung dirinya sudah terbiasa mengangkat beban berat hingga tubuh nya menjadi atletis.


Rara yang mau duduk di sofa menahan tubuh nya begitu melihat wajah tampan suami nya.


"Sayang, kenapa kamu belum pakai baju?"tanya Alvin sambl mengambil piyama nya.


"Mas, jangan pakai baju dulu." Rara pun menarik tangan Alvin, lalu mengambilkan celana boxer milik Alvin.

__ADS_1


"Pakai ini saja, pakai baju nya nanti, aku sudah ngga kuat lapar banget." Alvin hanya tersenyum dan megikuti kemauan istri nya.


Sebenar nya Rara tidak terlalu lapar banget, dia cuma senang saja melihat fostur tubuh Alvin yang menurut nya macho itu.


"Ya sudah kalau gitu kita langsung makan saja, tapi kamu pakai baju dulu," Alvin pun membuka tali bathroub yang di pakai Rara.


Sungguh mata Alvin sampai tidak berkedip melihat tubuh sexy istri nya, ini memang bukan malam pertama, tapi melihat istri nya yang memakai lingeria seperti ini Alvin baru sekarang, baru malam ini.


"Kamu cantik sekali sayang pakai baju ini." Alvin pun melempar bathroub yang di pakai istrinya ke atas sofa.


"Mas sengaja ya semua baju yang mas beli untuk aku lingeria semuanya?" tanya Rara sambil sedikit menutupi tubuh bagian inti dengan kedua tangan nya.


Alvin hanya tersenyum mendengar pertanyaan dari Rara, "sudah lah sayang, jangan di tutupi, kan mas ini suami kamu, ngapain harus di tutupi." Alvin pun menarik tangan Rara yang Rara gunakan untuk menutupi tubuh bagian inti nya.


"Tapi aku malu mas, aku kan belum terbiasa." Rara memang anak orang kaya, tapi dia selalu memakai pakaian sopan dimana pun dia berada.


"Mulai malam ini kamu biasakan memakai nya, aku suka melihat kamu pakai lingeria." Alvin pun menarik tangan Rara hingga Rara terduduk di pangkuan nya.


"Kalau begitu, setiap malam mas juga hanya memakai boxer saja, karena aku sangat suka dengan dada mas yang kekar dan berotot ini." ucap Rara sambil menyentuh lembut dada Alvin.


"Oh jadi kamu nyuruh mas hanya memakai boxer doang bukan karena lapar banget, tapi karena suka dengan dada mas ini, sentuh saja sayang, semua yang ada pada mas, itu milik kamu, dan hanya kamu seorang yang boleh menyentuh mas, apalagi kamu kalau menyentuh yang lain nya, mas senang dan sangat bahagia banget." ucap Alvin lalu mencium kening Rara.


"Mau nya mas itu mah, tapi ingat ya mas, jangan pernah memperlihatkan dada mas ini di depan wanita lain, aku tidak suka."


"Baiklah sayang, yang boleh menatap nya hanya istri cantik ku ini, hanya sekertaris cantikku seorang."


Alvin meraup bibir Rara yang selalu membuat dirinya ingin melahap dimana pun dan kapan pun, karena bibir merah Rara bagaikan magent buat Alvin.


"Mas, kita makan dulu." Rara pun melepaskan pagutan nya.


"Habis makan cuci mulut nya kamu ya?" bisik Alvin.

__ADS_1


__ADS_2