CEO Ku Suamiku

CEO Ku Suamiku
Kagum


__ADS_3

Sepanjang perjalanan dari bandara menuju rumah nya Alvin, mata bu Salma dan Syifa terus memandang jalanan dan melihat gedung-gedung yang sangat tinggi membuat bu Salma kagum, karena dirinya baru pertama kali melihat gedung-gedung tinggi dan gemerlap nya kota.


"Lihat gedung itu bu, itu gedung kantor tempat Alvin bekerja." ucap ALvin sambil nunjuk bangunan tinggi.


"Ya ampun nak, tinggi sekali, apa ibu boleh pergi kesana nak?" tanya bu Salma sambil menitik kan air mata nya, ini bagaikan sebuah mimpi bagi dirinya.


"Boleh bu, kapan-kapan aku ajak nanti, tapi setelah kak Syifa sembuh, karena untuk sekarang aku ingin fokus sama pengobatan kak Syifa." jawab Rara sambil tersenyum.


Bu Salma hanya tersenyum mendengar jawaban dari Rara.


"Sungguh mulia hati kamu sayang, begitu sayang nya kamu sama kak Syifa, aku sangat beruntung menjadikan kamu sebagai istri aku." gumam bathin Alvin sambil melirik istri nya yang sedang duduk di kursi belakang.


Mereka memang naik taxi dari bandara, bukan Alvin ngga bisa nyuruh sopir perusahaan atau pun pekerja yang lain nya, tapi ALvin tidak mau mengganggu istirahat mereka.


Tidak berapa lama mereka akhirnya sampai di rumah Alvin yang lumayan besar.


"Rumah nya besar sekali, ini rumah siapa nak?" tanya bu Salma sambil menatap kagum rumah yang ada di hadapan nya.


"Ini rumah kita bu, ayo bu kita masuk." ajak Rara sambil menggandeng Syifa.


Syifa dari tadi hanya diam dan mengikuti kemana Rara membawa nya.


"Bu, ini kamar ibu dan di sebelah nya kamar kak Syifa." ucap Rara sambil membuka pintu kamar.


"Nak, untuk saat ini biar Syifa tidur sekamar dengan ibu, selain Syifa belum sembuh, Syifa juga belum adaptasi dengan tempat ini." ucap bu Salma.


"Baiklah, terserah ibu saja, tapi nanti di kala kak Syifa sudah siap untuk tidur sendiri kamar nya yang ini ya." ucap Rara sambil tersenyum.


Bu Salma dan Syifa masuk ke kamar yang akan mereka tempati, bu Salma menatap kagum dengan luas dan dekorasi kamar nya, dan yang membuat bu Salma kaget yaitu ada nya kamar mandi di kamar tersebut.

__ADS_1


"Ini kamar mandi nak? Kok ada di kamar tidur?" tanya bu Salma sambil membuka pintu kamar mandi nya.


"Iya bu, di rumah ini satu kamar tidur satu kamar mandi, jadi kita ngga bakal berebut menggunakan nya." ucap Rara.


Sungguh ini membuat bu Salma kagum dan terus menitik kan air mata nya.


"Ibu kenapa nangis?" tanya Alvin sambil memeluk ibu nya.


"Ibu bahagia nak, ternyata pengorbanan kakak kamu tidak sia-sia, kamu harus menjaga kakak kamu terus ya nak, hanya kamu yang bisa menjaga kita berdua." ucap bu Salma sambil menghapus air mata nya.


"Aku akan selalu menjaga kalian berdua, ya sudah sekarang ibu dan kak Syifa istirahat, besok kita pergi ke rumah sakit." ucap ALvin sambil melepaskan pelukan nya.


Bu Salma tersenyum dan mengangguk lalu mengajak Syifa untuk beristirahat, Alvin dan Rara tersenyum melihat kedua nya lalu pergi setelah menutup rapat pintu kamar yang di tempati ibu dan kakak nya.


"Akhir nya aku bisa membaringkan tubuh ku di kasur ini." ucap Rara sambil membaringkan tubuh nya.


"Mas, aku masih capek, besok saja ya? Malam ini aku ingin tidur nyenyak dulu." ucap Rara sambil menatap kedua mata Alvin.


"Ya sudah kalau kamu lagi capek, tapi sebelum tidur kamu mandi dulu sana, biar nyenyak dan nyaman tidur nya."


"Gendong mas, aku malas bangun apalagi harus berjalan ke kamar mandi." ucap Rara dengan nada manja nya.


Alvin langsung bangun dan menggendong Rara membawa nya ke kamar mandi, Alvin pun menyiapkan air hangat ke dalam bathub.


"Sudah mandi sana, mas mau beresin koper dulu." ucap Alvin lalu keluar dari kamar mandi.


Rara tersenyum dengan semua perhatian yang Alvin berikan untuk nya, Rara sangat beruntung mempunyai suami seperti Alvin, tanpa terasa Rara pun tertidur selagi mandi, efek rasa capek yang dia rasakan serta nyaman nya air hangat yang merendam tubuh nya.


Alvin yang sudah selesai membereskan semua baju yang ada di dalam koper termenung dan melirik ke arah kamar mandi.

__ADS_1


"Perasaan sudah lama kamu mandi Yang, tapi kok belum selesai juga." gumam Alvin.


Karena penasaran Alvin pun masuk ke dalam kamar mandi, betapa kaget nya Alvin ketika pintu terbuka dia melihat Rara yang sedang berendam sambil tertidur.


"Sayang, kamu tidur?" tanya Alvin sambil menghampiri Rara.


Karena rasa lelah yang Rara rasakan, dia ngga mendengar suara apapun, bahkan suara Alvin yang bertanya pun tidak terdengar sama sekali, dia lelap dalam tidur nya.


"Kamu sangat lelah sekali ya sayang, sampai kamu tertidur selagi mandi." ucap Alvin sambil menggendong tubuh Rara.


Rara tidak terusik sama sekali dengan kehadiran Alvin yang menggendong tubuh nya.


Dengan perlahan Alvin membaringkan tubuh Rara di atas kasur king size nya, Alvin menatap tubuh Rara yang tanpa memakai satu helai kain pun membuat senjata nya langsung on.


"Seandainya saja kamu tidak dalam keadaan lelah seperti sekarang, aku sudah membuat kamu melayang sayang, kamu ngga kasihan sama senjataku sayang, lihat dan rasakan sama kamu, dia sudah on dan siap bertempur." ucap Alvin sambil membimbing tangan Rara ke arah senjata nya.


Samar-samar Rara mendengar dan merasakan tangan nya menyentuh sesuatu yang sudah keras dan tegang, tapi mata Rara sudah benar-benar ngga bisa di ajak kompromi lagi, Rara pun mengabaikan semua nya dan milih untuk terlelap kembali.


Alvin yang melihat Rara yang tidak terusik sama sekali hanya memandang tubuh Rara dari atas sampai bawah.


Alvin mencoba mencium dan menyentuh yang dia suka dengan harapan Rara terbangun dan memberikan nya malam ini, sedikit ada pergerakan dari Rara tapi itu hanya sebentar.


Setelah di rasa cukup untuk menyentuh dan mencium tubuh Rara, Alvin pun berlari ke kamar mandi dan menyelesaikan nya seorang diri, bukan Alvin ngga bisa untuk memaksa Rara untuk melayani nya, tapi Alvin merasa kasihan dengan Rara.


"Untuk malam ini kamu masih bersolo karir, tapi besok kamu akan melakukan duet maut yang dahsyat." gumam ALvin sambil menidurkan kembali senjata nya.


Alvin keluar dari kamar mandi dan langsung membaringkan tubuh nya di samping Rara lalu menyelimuti dan memeluk Rara di dalam tidur nya.


"Good night sayang." ucap Alvin lalu memcium kening Rara dan tertidur.

__ADS_1


__ADS_2