CEO Ku Suamiku

CEO Ku Suamiku
Tunangan


__ADS_3

Seorang wanita cantik berdiri menatap rumah megah Alvin yang sedang banyak orang dan juga tenda dan segala pernak penik terpasang di rumah itu.


Wanita cantik itu melihat ke arah janur kuning yang melambai-lambai terkena angin, di situ tertulis nama Ramzi dan Syifa.


"Benar kan ini pasti rumah nya." gumam wanita cantik itu lalu menghampiri pintu pagar yang menjulang, dan di situ sudah banyak yang menjaga nya.


"Maaf nona, apa ada surat undangan nya?" tanya salah satu penjaga.


"Saya ngga perlu pakai surat undangan, jadi kalian minggir saya mau masuk." ucap wanita itu sambil mendorong penjaga yang menghalangi nya.


"Maaf nona, anda tidak bisa masuk." ucap salah satu penjaga dengan tegas.


Wanita itu melihat ada seorang warga yang hanya tersenyum lalu di persilahkan nya masuk tanpa membawa surat undangan sama sekali.


"Hai kenapa orang itu kalian biarkan masuk, dia juga ngga bawa surat undangan nya kan." teriak wanita itu dengan wajah kesal nya.


"Karena kami mengenal nya nona, sedangkan kami tidak mengenal nona, saya yakin nona bukan orang sini kan?"


Keluarga bu Salma memang tidak memberikan surat undangan untuk orang-orang kampung di dekat nya, tapi untuk kampung sebelah bu Salma dan Alvin memberikan kartu undangan.


Para penjaga terus berdebat dengan wanita yang tidak mereka kenal itu.


Mereka melihat penampilan wanita itu dari atas sampai bawah, penampilan yang mencerminkan kalau wanita itu bukan orang biasa dan dari kota, karena mereka paham dengan kampung mereka dan juga mengenali warga kampung di sana.


Feri dan Asep yang melihat perdebatan mereka pun menghampiri nya.


"Ada apa ini?" tanya Feri.


"Ini Fer, wanita ini memaksa masuk, aku tanya surat undangan nya dia bilang tidak ada." jawab penjaga yang menahan wanita itu.


"Siapa anda? Kenapa anda memaksa masuk, kami tidak akan mengizinkan anda masuk tanpa ada surat undangan nya." ucap Feri dengan tatapan tajam nya.

__ADS_1


"Saya teman nya mempelai wanita itu." jawab si wanita tidak meyakin kan karena sebelum menjawab wanita itu seperti sedang berpikir.


Feri dan Asep menelisik si wanita cantik itu dengan tatapan curiga nya.


"Kenapa kalian menatap saya begitu, baiklah kalau kalian tidak mengizinkan saya masuk, maka saya akan teriak kalau kalian akan memperkosa saya." wanita itu mengancam mereka semua.


Mereka semua saling menatap, mereka bingung harus apa, selagi mereka lagi kebingungan, wanita itu masuk dengan setengah berlari membuat para penjaga pun langsung mengikuti nya dari belakang.


Terlihat pesta yang meriah dan dekorasi yang sangat mewah, dia sangat kagum dengan rumah Alvin yang menurut nya sangat mewah itu.


"Aku rasa rumah ku sangat mewah, ternyata ada yang lebih mewah lagi, dan ini sulit di percaya karena ada di kampung ini, baru kali ini aku melihat rumah semewah ini di kampung ini." bathin wanita itu sambil melihat kearah ruangan yang di penuhi dengan para tamu undangan.


Mata wanita itu pun tertuju ke kursi pelaminan, dimana di situ ada orang yang sangat dia kenal sedang memeluk mesra istri nya dengan senyuman bahagia nya.


Wanita itu terus melangkah menghampiri Ramzi dan Syifa, sedangkan Ramzi memang tidak melihat nya karena dirinya selalu fokus kepada Syifa dan juga banyak nya tamu undangan membuat Ramzi tidak sadar dengan kehadiran nya.


"Sumpah kamu sangat cantik sekali hari ini, aura kamu beda hari ini membuat aku tidak ingin melepaskan pandangan ini, aku jadi ingin cepat selesai acara nya." ucap Ramzi pelan.


"Mau shoping, pake nanya lagi." ucap Ramzi dengan wajah kesal nya.


Syifa tertawa melihat wajah kesal suami nya, "segitu aja marah, ngambek, tapi kalau kamu ngambek ternyata kamu lucu lo mas." Syifa terus menggoda suami nya itu.


"Duh pengantin baru, tertawa terus seakan-akan kita ini tidak ada di sini ya mas." ucap Rara sambil menggandeng tangan Alvin, Rara terlihat cantik dengan gaun hamil nya, perut yang buncit tidak membuat kecantikan Rara luntur, malah aura nya lebih dapat dan lebih cantik dari sebelum nya.


"Iya sayang, padahal aku ini adik nya lo, tapi aku berasa ngga dianggap di sini, ya sudah kita masuk kamar yuk sayang, sebelum mereka melakukan nya." ucap Alvin sambil tersenyum.


"Melakukan apa mas?" tanya Rara yang belum paham dnegan pertanyaan Alvin.


"Malam pertama sayang, lihat tuh wajah kak Ramzi, dia seperti nya sudah mau selesai aja ini acara." Alvin menggoda Ramzi.


"Kalian berdua ya, suami istri kompak banget buat ngerjain aku, kualat kalian berdua." ucap Ramzi sedikit kesal karena di goda oleh Rara dan Alvin.

__ADS_1


Syifa hanya tersenyum malu di samping Ramzi.


"Bagus ya, dari kemarin tidak bisa d hubungi ternyata kamusedang melangsungkan pernikahan di sini." teriak seorang perempuan cantik sambil menghampiri mereka.


Ramzi dan semua orang yang mendengar pun menatap ke arah wnaita cantik itu.


"Kenapa kalian membiarkan orang yang tidak di kenal masuk." teriak Alvin kepada para penjaga yang ada di belakang wanita itu.


"Dia mengancam kami dan menerobos masuk." ucap Feri sambil memegang tangan wanita itu.


"Lepaskan tangan saya." teriak wanita itu.


"Lepaskkan dia, biarkan dia menikmati acara ini." ucap Ramzi membuat Syifa langsung menatap nya dengan tajam.


Wanita itu tersenyum lalu menghampiri dan memeluk Ramzi.


Syifa melepaskan tangan yang sejak tadi menggandeng tangan Ramzi lalu sedikit menjauh dari Ramzi.


Semua mata menatap ke arah Ramzi termasuk kedua orang tua mereka, Alvin menatap kakak nya yang seperti nya sudah mau meneteskan air mata nya.


"Siapa dia? Bisa kak Ramzi jelaskan?" tanya Alvin dengan penuh amarah.


"Dia." belum sempat Ramzi menjelaskan nya, wanita itu sudah memotong kalimat nya.


"Dia adalah tunangan saya." ucap wanita itu sambil melirik Ramzi dengan senyuman penuh arti.


"Kamu." jari wanita itu sudah nempel di bibir Ramzi tanda dirinya harus diam.


Syifa yang melihat mereka air mata nya sudah tidak bisa dia tahan lagi, dan akhirnya meluncur di pipi mulus nya.


"Kamu jahat mas, kenapa kamu lakukan ini sama aku, kenapa kamu menyetujui pernikahan ini kalau kamu sudah punya tunangan." teriak Syifa dengan mata yang sudah di penuhi dengan air mata nya.

__ADS_1


"Apa lagi yang akan terjadi pada anak ku ya Tuhan, apa hanya sebentar saja dia merasakan kebahagiaan nya." bathin bu Salma sambil menitik kan air mata nya, dia sangat sedih dengan nasib Syifa.


__ADS_2