CEO Ku Suamiku

CEO Ku Suamiku
Minta Cerai


__ADS_3

Ibu-ibu datang bersamaan dengan Alvin dan Rara, mereka hanya tersenyum malu karena ketahuan keluar dari rumah hanya untuk melihat Bima yang sedang di ikat di pohon besar.


"Maaf ya nak, kita keluar dulu sebentar, habis penasaran sama Bima." ucap bu Lala.


"Ngga apa-apa bu, ayo kita kesana barengan." ucap Rara sambil tersenyum.


"Hati-hati nak Rara jalan nya." ucap bu Lilis.


"Kalian berdua tega." teriak Leli sambil menangis.


"Seperti nya itu suara Leli istri nya BIma, ayo cepat kita kesana." ucap bu Ema, lalu mereka menghampiri suara Leli yang sedang berteriak.


Mereka hanya menjadi penonton saja, sebenar nya mereka kasihan kepada Leli, tapi selama ini Leli sombong dan angkuh, jadi mereka hanya diam.


"Kalian berdua sungguh tega melakukan semua ini, kurang aku ini apa mas, apa!" teriak Leli sambil menangis.


"Maaf kan aku kak, aku khilaf." Lina bersimpuh di hadapan Leli kakak nya.


"Sayang maafkan mas, awal nya mas merasa tergoda pas melihat Lina hanya memakai handuk saja, dari sana mas terpancing dan akhir nya kita melakukan nya." ucap Bima sambil menunduk.


Bima dan Lina merasa menyesal, tapi mau bagaimana lagi, kesucian Lina pun sudah di renggut Bima dan ngga bisa di kembalikan lagi.


"Sudah cukup, kalian berdua harus menikah dan saat ini juga aku minta cerai." teriak Leli dengan deraian air mata nya.


Leli tidak menyangka rumah tangga nya akan hancur oleh adik kandung nya sendiri, padahal dirinya dan Bima sudah mengarungi bahtera rumah tangga nya selama tujuh tahun.


"Tidak, mas tidak akan menceraikan kamu." teriak Bima.


"Plak." lagi-lagi Leli menampar dengan keras pipi Bima.


"Jangan egois kamu, kamu sudah merenggut kesucian Lina dan sekarang kamu ngga mau bertanggung jawab."


"Kak, kakak jangan minta cerai dengan kak Bima, biar aku yang akan pergi dari kampung ini, dan aku janji aku tidak akan kembali dan mengganggu rumah tangga kalian berdua lagi." ucap Lina yang masih bersimpuh.


"Tidak! Keputusan aku sudah bulat, dan besok akan aku urus semua nya." ucap Leli sambil menghapus air mata nya.

__ADS_1


Leli membalik kan tubuh nya hendak pergi, tapi dirinya melihat Alvin dan Rara sedang melihat ke arah nya.


"Alvin, maafkan sikap mbak yang sudah menyakiti kakak kamu, izin kan mbak menemui Syifa, mbak ingin minta maaf." ucap Leli sambil bersimpuh di depan Alvin.


Rara yang melihat suami nya yang hanya diam menarik tangan Leli dan menyuruh nya berdiri.


"Jangan seperti ini mbak, kita sebagai manusia tidak luput dari kesalahan, untuk saat ini mungkin mas Alvin masih marah dengan apa yang sudah mbak lakukan kepada kak Syifa, kalau mbak memang mau meminta maaf kepada kak Syifa, mbak datang saja ke rumah." ucap Rara.


"Makasih ya, maafkan sikap mbak waktu itu ya." ucap Leli kepada Rara.


"Ngga apa-apa mbak, saya sudah memaafkan nya kok, mbak yang sabar ya." Leli hanya mengangguk lemah sambil kembali mengusap air mata nya.


"Kalau begitu saya permisi." ucap Leli lalu pergi meninggalkan mereka semua yang sedang menatap nya termasuk Bima.


"Kak, tunggu." teriak Lina, tapi Leli sudah tidak menghiraukan nya lagi.


"Sayang." teriak Bima dengan tubuh yang masih di ikat ke pohon.


"Tega ya dia selingkuh dengan suami kakak nya sendiri." ucap bu Ema.


Mereka terus membicarakan Lina tanpa ada perasaan kasihan sedikit pun, Lina sudah tidak kuat lagi mendengar cemoohan ibu-ibu, lalu dirinya pergi meninggalkan semua nya mengejar kakak nya yang sudah pergi duluan.


"Rasain kamu, dasar orang sombong." teriak bu Ema yang memang ngga suka dari dulu sama Bima.


"Sudah-sudah, ayo kita kembali, ngapain ngurusin orang seperti itu, mendingan kita balik kerja di rumah mewah." sengaja bu Lala menekankan kata rumah mewah agar Bima sadar kalau ada yang lebih kaya dari dia.


Bima menatap Alvin dengan tatapan yang tajam, dia merasa semua ini gara-gara Alvin.


"Bugh." Asep memukul keras perut Bima.


"Jangan menatap bos kami seperti itu, aku pastikan mulai besok pagi karir dan rumah tangga kamu hancur." ucap Asep yang merasa ngga suka melihat tatapan Bima kepada ALvin.


Alvin hanya terdiam sambil tersenyum smirk, sebenar nya Alvin orang baik bahkan sangat baik, tapi ketika keluarga nya di usik dia akan buas melebihi singa.


Seandainya Alvin belum seperti sekarang yang banyak pekerja dalam kehidupan nya, mungkin Alvin akan menghajar Bima habis-habisan.

__ADS_1


"Sayang hari sudah mau gelap. Sekarang kita pulang, ngga baik untuk ibu hamil jam segini masih di luar rumah." ucap Alvin sambil memeluk bahu Rara.


"Terus dia?" tanya Rara sambil nunjuk ke arah Bima.


"Ngga usah di pikirin kan ada Feri dan Asep."


"Ya sudah kalau gitu kita pulang, aku juga lapar."


"Dasar bumil yang satu ini, sekarang kerjaan nya lapar terus" ucap Alvin sambil mengacak-ngacak rambut Rara.


"Fer, Sep, saya pulang dulu, terserah kalian mau diapakan asal jangan sampai mati saja."


Setelah mengatakan seperti itu Alvin dan Rara pegi meninggalkan mereka bertiga.


"Gimana Sep, kita apakan dia?" tanya Feri.


"Kita biarkan saja dia semalaman di sini, siapa tahu ada anjing liar yang lagi kelaparan." jawab Asep dengan santai.


"Tolong lepaskan saya, saya janji ngga akan mengulangi perbuatan saya lagi." ngga ada cara lain untuk Bima saat ini selain dirinya harus bersikap baik kepada mereka berdua.


"Lepaskan ya? Terus kamu sudah menyadari ya gitu?"


"Ingat ya sekarang anda itu sudah ngga ada apa-apa nya lagi di kampung ini, jadi jangan sombong anda"


Bima menatap tajam ke arah Feri, dirinya marah karena merasa di hina oleh nya.


Feri yang tidak suka degan tatapan Bima pun langsung menghajar nya secara membabi buta.


"Bugh, bugh, bugh." Feri terus memukul Bima hingga Bima mengeluarkan cairan merah di sudut bibir dan hidung nya.


"Fer cukup, kamu bisa membunuh nya." teriak Asep sambil menahan Feri yang ingin memukul Bima kembali


Asep melepaskan ikatan pada Bima dan membuat Bima ambruk seketika, rasa sakit dan lemah di tubuh nya sudah tidak bisa menopang lagi tubuh nya itu.


"Sudah lah biarkan dia, dia juga sudah tidak berdaya lagi, lebih baik kita kembali ke rumah Alvin, aku sudah lapar gara-gara ngurusin dia aku sampai belum makan." ucap Asep sambil menepuk bahu Feri.

__ADS_1


__ADS_2