CEO Ku Suamiku

CEO Ku Suamiku
Ceo Ku Suamiku


__ADS_3

Kini semua karyawan sudah berada di aula, Rara masih bungkam dengan status nya, Rara ingin melihat apa yang akan di lakukan kedua orang ini selanjut nya.


Suara gemuruh dari para karyawan membuat aula menjadi bising, para satpam dan yang lain nya ngga bisa menghentikan kelakuan Mayang dan Juli, karena mereka akan memperlihat kan bukti Rara yang sudah menggoda Alvin, bahkan Juli mengumumkan kepada semua nya kalau Rara rela tidur dengan Alvin demi mempertahankan jabatan nya.


Dari dulu Juli memang ingin sekali menjadi sekertaris diperusahaan itu, jadi ini akan menjadi sebuah keberuntungan bagi Juli, jika semua bukti yang dia punya sudah di perlihatkan, otomatis Rara akan di tendang dan di blacklist dari perusahaanini oleh pak Ramly.


Alvin keluar ruangan nya untuk mencari Rara, karena Rara ngga ada datang ke ruangan nya dan ponsel nya susah di hubungi.


"Sayang." Alvin masuk ke ruangan Rara, terlihat ponsel Rara tergeletak di atas meja.


"Pantas saja telepon ku ngga diangkat, rupanya ponsel dia tertinggal." Alvin pun kembali keluar dan mulai mencari Rara.


"Kenapa pada sepi seperti ini? Pada kemana mereka? Biasanaya walaupun jam istirahat, tapi ngga sepi-sepi amat." gumam Alvin sambil melihat ke arah sekitar.


"Pak, pak Alvin." teriak Dandi sambil berlari menghampiri nya.


"Ada apa Dan? Kenapa lari-lari seperti itu?" tanya Alvin sambil menatap Dandi yang sedang mengatur nafas nya.


"Pak, mereka menghakimi bu Rara di aula." ucap Dandi sambil mengatur nafas nya.


"Menghakimi? Memang nya apa yang sudah di lakukan Rara kepada mereka?" tanya Alvin dengan wajah herannya.


"Tadi sih saya sempat mendengar, kalau bu Rara ada hubungan dengan pak Alvin, katanya bu Rara sudah menggoda pak Alvin." ucap Dandi menjelaskan.


"Apa! Berani-berani nya mereka menghakimi istri saya, siapa yang sudah menghakimi istri saya." teriak Alvin yang kaget membuat Dandi juga ikut kaget mendengar teriakan Alvin.


Selama dirinya bekerja dan mengenal Alvin, baru kali ini dia mendengar Alvin berteriak seperti itu membuat dirinya sedikit takut.

__ADS_1


"Apa! Jadi bu Rara isrti nya pak Alvin?" gumam bathin Dandi.


"Antar saya ke aula Dan." teriak ALvin membuyarkan lamunan Dandi.


"Baik pak, ayo." Dandi pun mengantarkan Alvin ke aula dengan langkah sedikit cepat.


"Kalau benar bu Rara istri nya pak Alvin, mereka berdua pasti di blacklist dari perusahaan, dan siap-siap kalian berdua menderita, salah siapa jadi orang kok julid." gumam bathin Alvin sambil terus berjalan ke aula.


Sedangkan di aula semua karyawan semakin heboh karena Mayang sudah menyalakan rekaman bukti Rara dan Alvin dari awal masuk ke dalam rumah hingga menampak kan Rara yang sedang berciuman sebelum berangkat kerja tadi pagi.


Di aula tersebut memang ada proyeksi layar besar yang memang di sediakan oleh perusahaan untuk hal yang penting yang menyangkut dengan perusahaan, dan di gunakan sewaktu-waktu di kala ada yang harus di bahas.


"Sekarang kalian bisa melihat nya kan, bagaimana dia sudah menggoda pak Alvin, dan saya akan memperlihatkan adegan yang sesungguh nya yang akan membuat kalian semua semakin percaya kalau profesi sekertaris nya itu hanya sebagai kedok saja." ucap Juli lalu menyalakan rekaman hasil editan nya semalam dengan Mayang.


Para karyawan langsung heboh melihat sepasang manusia sedang melakukan hubungan intim, mereka melihat wajah Rara dan Alvin di layar sedang melakukan hubungan suami istri.


"Ha, ha, ha, editan? Kamu bilang editan? Apa kamu tidak melihat rekaman kamu di saat kamu masuk rumah pak Alvin, dan di saat kamu keluar dari rumah nya dan mencium bibir nya? Apa kamu bisa bilang itu editan?" teriak Juli menggema.


"Kalau untuk rekaman yang memperlihatkan saya dan pak Alvin masuk dan keluar dari rumah nya itu memang benar saya akui, tapi kalau untuk rekaman selanjutnya itu semua editan."


"Jangan menyangkal kamu wanita murahan." teriak Mayang sambil menjambak rambut Rara.


"Bagus nya kita apakan dia ini menurut kalian?"


"Maaf bu, kalau memang benar yang di rekaman itu adalah pak Alvin dan bu Rara, apa sebaik nya pak Alvin juga harus ikut di hakimi? Karena ini menyangkut nama besar perusahaan ini termasuk nama besar pak Ramly." teriak seorang petinggi di perusahaan itu.


"Ya betul yang di bilang pak Muslih." teriak para karyawan.

__ADS_1


"Baiklah kita akan menghakimi kedua nya, tapi kita juga harus menghadirkan pak Ramly selaku pemilik perusahaan ini, dan saya ingin wanita murahan ini di blacklist dari perusahaan ini." ucap Juli dengan amarah yang menggebu.


"Ngga sangka ya? Ternyata kelakuan bu Rara seperti itu? Kita terkecoh dengan penampilan kalem nya." ucap salah satu karyawan wanita.


"Kamu jangan bilang seperti itu, kita belum tahu kebenaran nya." ucap teman nya.


"Rekaman itu buktinya sudah ada, masih mau menyangkal bagaimana lagi."


"Pak Ramly ngga bakalan diam saja, beliau pasti mencari tahu video itu asli atau editan, kita lihat saja nanti."


"terserah kamu lah, yang jelas kalau benar aku akan membenci mereka, yang sudah menyalah gunakan jabatan."


Mereka dengan persepsi mereka masing-masing, ada yang kasihan dengan Rara, ada juga yang senang melihat Rara seperti itu, banyak yang percaya dan banyak juga yang tidak percaya dengan apa yang sudah di lihat mereka di layar besar itu.


"Siap-siap kamu akan di blacklist dari perusahaan ini dan kamu akan menanggung malu seumur hidup kamu, sudah berapa kali kamu melayani pak Ramly?" tanya Juli sambil senyum mengejek.


Lagi-lagi emosi Rara bangkit ketika mendengar nama ayah nya keluar dari mulut sampah nya Juli.


"Plak." kembali Rara menampar Juli di hadapan para karyawan dengan sangat keras.


"Bajingan kamu, berani-berani nya kamu menampar aku lagi, rasakan ini." Juli melayangkan sebelah tangan ingin menampar balik Rara.


"Sedikit saja tangan kamu menyentuh pipi istri saya, saya akan buat kamu menderita seumur hidup kamu." ucap Alvin sambil menarik tangan Juli yang hendak menampar Rara.


"Apa! Istri? Maksud bapak?" kembali para karyawan riuh ketika mendengar ucapan dan pengakuan dari CEO mereka.


"Sayang." Rara memeluk erat tubuh Alvin sebentar lalu menghadap para karyawan yang sedang penasaran di depan nya.

__ADS_1


"Baiklah, karena ulah mereka berdua ,maka saya akan membongkar siapa saya sebenar nya, asal kalian semua tahu, CEO ini adalah suamiku, CEO KU SUAMIKU." teriak Rara dengan lantang.


__ADS_2