CEO Ku Suamiku

CEO Ku Suamiku
Mengikuti


__ADS_3

Pagi pun datang, dengan perlahan Rara membuka matanya, yang pertama dia lihat adalah dada bidang kesukaan nya, Rara tersenyum mengingat permainan panas semalam, lalu mencium lembut dada Alvin yang kini sudah menjadi tempat pavorite nya.


"Mau nambah lagi?" tanya Alvin yang ternyata sudah bangun dari sebelum Rara bangun.


"Mas, kamu sudah bangun?" tanya Rara sambil menatap wajah Alvin, meski baru bangun tidur tapi wajah Alvin masih terlihat tampan.


"Sebelum kamu bangun, mas sudah bangun sayang, Alvin pun mencium kening Rara.


"Ya sudah ayo bangun sudah siang, nanti kita terlambat lagi." Rara lupa kalau semalam setelah mereka melakukan nya Rara langsung tertidur karena kecapean, begitu Rara bangun dan menyingkap selimut tebal nya terlihat dua bukit Rara sedang melambai-lambai ke arah Alvin membuat gairah Alvin kembali naik.


"Ayo sayang, kita mandi bersama." Alvin langsung menggendong Rara dan membawa nya ke kamar mandi.


"Mas." teriak Rara yang kaget karena Alvin langsung menggendong nya.


Yang terjadi semalam pun akhirnya kembali terulang di dalam kamar mandi, dengan berbagai gaya Alvin dan Rara saling memuaskan satu sama lain nya.


"Mas ini ngga ada bosen nya, padahal semalam sudah dua kali melakukan nya, sekarang malah minta lagi." cerocos Rara sambil mengeringkan rambut nya.


"Itu salah kamu sayang, kenapa kamu memperlihat kan tubuh kamu yang sudah menjadi candu buat mas, kan libido mas jadi naik."


"Oh jadi semua itu karena salah aku? Begitu?" Rara sebagai wanita ngga mau di salahkan, karena dimana-mana wanita selalu benar.


"Waduh, gawat, bisa-bisa nanti malam aku tidur di luar." gumam bathin Alvin.


"Ngga sayang, maksud mas, mas yang salah karena mas terlalu sayang dan terlalu mencintai kamu, jadi setiap melihat tubuh kamu yang indah ini mas jadi selalu ingin melakukan nya," Alvin mencoba merayu Rara, Alvin meraih hairdryer yang sedang Rara pegang.


"Sini mas bantu sayang, biar tangan kamu ngga pegel." Rara tersenyum dengan perlakuan Alvin


*


*


Mayang dengan sengaja bangun di pagi buta, dia ingin melihat wanita yang di bawa Alvin kemarin ke rumah nya, sampai bela-belain dia sarapan di depan rumah nya.

__ADS_1


"Kenapa kamu sarapan di sini sayang?" tanya ibu Mayang yang mau berangkat ke kantor.


"Lagi ingin saja mah makan di luar, oh ya mah, rumah besar di depan itu milik siapa sih?" tanya Mayang pura-pura.


"Itu kan rumah pak Alvin CEO kamu nak? Masa kamu ngga tahu?"


"Pak Alvin nya Mayang tahu mah, tapi kan rumah pak ALvin nya Mayang ngga tahu, berarti kita tetanggaan dengan pak Alvin dong."


"Kamu menyukai nya? Kalau kamu menyukai nya nanti mamah coba bantu untuk mendekatkan kamu dengan nya, selain tampan, dia itu sopan dan jujur makanya pak Ramly mengangkat dia sebagai CEO di perusahaan nya.


"Tapi dia kan sudah punya istri?" sengaja Mayang menanyakan hal itu karena dia ingin mengorek lebih jauh tentang Alvin.


"Setahu mamah pak Alvin belum menikah ah, ya sudah mamah berangkat nanti keburu macet telat lagi, kamu hati-hati ya nak."


"Oke mah, mamah juga hati-hati." ucap Mayang lalu menghabiskan sarapan nya.


Selama dia sarapan dan bicara dengan mamah nya, pandangan Mayang tidak lepas dari rumah Alvin, Mayang tinggal berdua dengan mamah nya, karena ayah nya sedang menjalankan bisnis di luar negeri.


Mayang masuk ke dalam mobil, tapi dia tidak langsung menjalan kan nya, dia masih menatap pintu rumah Alvin, dia penasaran dengan perempuan yang di bawa Alvin kemarin sore.


"Mana sih pak ALvin kok ngga keluar-keluar sih." gumam Mayang sambil terus menatap rumah Alvin.


Sedangkan yang di tunggu Mayang, mereka baru menghabiskan sarapan nya.


"Mas tunggu aku di mobil saja, aku mau cuci piring nya dulu."


"Sudah lah sayang, nanti saja, nanti kita terjebak macet."


"tapi mas,"


"Ngga ada tapi-tapian, ya sudah aku mau cari pelayan saja, biar kamu ngga melakukan apa-apa." ucap ALvin sambil menarik tangan Rara. Rara pun pasrah dan mengikuti langkah Alvin dari belakang.


"Sayang aku naik taxi aja ya? Takut nya nanti ada yang lihat kita lagi."

__ADS_1


"Ngga bakalan, kita kan bisa alasan ketemu di jalan atau apa."


"Mas, aku ngga mau mereka tahu sekarang-sekarang lo."


"Mereka tahu sekarang atau pun nanti, sama saja, sudah ayo silahkan masuk tuan putri yang cantik." Avin membuka kan pintu dan membantu Rara untuk masuk ke dalam mobil, Rara selalu patuh dan luluh dengan perlakuan manis dari Alvin, hingga dirinya tidak mampu lagi untuk menolak semua keinginan Alvin.


Mayang yang sedang menunggu Alvin keluar rumah menajamkan pandangan nya ke arah Alvin dan perempuan yang bersama Alvin.


"Siapa sih perempuan itu." gumam Mayang sambil menghidupkan mobil nya.


Alvin tidak menyadari kalau dirinya sedang ada yang memperhatikan, Alvin terus berbuat mesra kepada Rara.


"Cup." Alvin mencium pipi Rara, membuat Rara kaget dan menghentikan langkah nya.


"Mas, nanti ad yang melihat nya." ucap Rara sambil melihat ke arah sekitar.


"Di sini ngga ada yang kenal, biarin saja toh kita ini pasangan suami istri kok, lagian kalau sudah sampai kantor aku pasti ngga bakalan seperti ini." bukan nya berhenti Alvin malah melahap bibir Rara.


"Brengsek, kenapa mereka bercumbu di depan mata ku? Apa semalam juga mereka?" Mayang pun menerka-nerka sambil terus memperhatikan mereka.


"Sayang, sudah cukup, lihat sama kamu, semua nya jadi berantakan lagi, ayo sekarang kita berangkat, kalau begini terus yang ada kita masuk kamar bukan masuk kantor." gerutu Rara.


"Kamu lucu kalau lagi manyun gitu." Alvin pun membuka kan pintu untuk Rara.


Rara terus ngomel, sambil merapihkan kembali riasan nya, sedangkan Alvin hanya cengengesan tanpa dosa sambil mengemudi.


Mobil Alvin mulai melaju menuju ke perusahaan nya, mereka berdua tidak sadar kalau ada sebuah mobil yang sedang mengikuti nya.


"Apa perempuan itu juga kerja di kantor yang sama? Kok pak Alvin membawa nya ke arah kantor." gumam Mayang sambil terus mengikuti mobil Alvin dari belakang hingga sampai ke parkiran, sengaja Mayang parkir agak sedikit jauh agar tidak kelihatan oleh mereka, Mayang diam di dalam mobil menunggu mereka keluar duluan, terlihat Rara turun di ikuti Alvin dari belakang, Mayang pun turun dan mengikuti mereka.


"Pagi bu Rara, pagi pak Alvin." sapa para karyawan yang baru datang.


"Kok mereka menyapa nya? Aku harus mencari tahu trentang dia."

__ADS_1


__ADS_2