CEO Ku Suamiku

CEO Ku Suamiku
Tidak Rela


__ADS_3

Hari ini Rara beserta keluarga Alvin akan mengunjungi rumah pak Ramly untuk membicarakan pesta pernikahan yang akan mereka laksanakan, ini sudah menjadi kesepakatan bersama dari awal tinggal merea merencanakan waktu dan tempat saja.


Mayang yang sudah mendapatkan maaf secara langsung dari Alvin dan Rara kini di bawa ke luar negeri dan mulai bekerja bersama ayah nya.


Mereka kini sudah berkumpul di ruang keluarga yang luas dan di temani dengan cemilan dan minuman.


"Maafkan kami ya pak, bu, kami baru bisa menemui bapak dan ibu, maklum kami dari kampung, sudah begitu Alvin nya yang belum pulang." ucap bu Salma.


"Tidak apa-apa bu, kami memaklumi nya kok." ucap pak Ramly.


Mereka terus bercengkerama, sesekali di selingi canda dan tawa, membuat mereka semua seperti sudah lama kenal.


"Assalamualaikum? Maaf pah aku terlambat." ucap Ramzi yang baru masuk.


Ramzi dan Syifa saling menatap dengan wajah terkejut nya, jantung mereka berdua berdebar, mata mereka berdua menyiratkan kekaguman nya.


"Syifa, kenapa dia ada di sini?" gumam bathin Ramzi.


"Kok ada pak Ramzi juga sih." gumam bathin Syifa dengan jantung yang sudah berdebar.


Mereka semua menatap Syifa dan Ramzi yang sedang saling menatap, ada keinginan dalam hati Rara untuk mempersatukan mereka berdua.


"Seperti nya mereka berdua saling menyukai, aku harus mempersatukan mereka berdua, semoga kak Ramzi mau menerima status kak Syifa, dan semoga kak Syifa tidak trauma untuk mempunyai pasangan lagi." gumam bathin Rara sambil menatap mereka berdua.


"Seperti nya kak Ramzi menyukai kakak, tapi apa kak Ramzi akan menerima status kakak?" gumam bathin Alvin.


"Bukalah hati kamu nak, pria ngga semua jahat seperti Bima." gumam bathin bu Salma, beliau sangat berharap Syifa mau membuka kembali hati nya, dan mau menerima seorang pria dalam hidup nya.


"Ngga apa-apa nak, ayo sini gabung, kita lagi bahas acara untuk pesta resepsi pernikahan adik kamu." ucap pak Ramzy.


"Apa! adik? Jadi pak Ramzi ini kakak nya Rara." gumam bathin Syifa, ada ketidak relaan dalam hati nya kalau Ramzi adalah kakak dari adik ipar nya.


"Jadi ini kakak nya Rara? tampan sekali." ucap bu Salma, sama seperti Syifa, bu Salma pun sedikit kecewa setelah mengetahui kalau Ramzi adalah kakak nya Rara.


Ramzi tersenyum dan bahagia ketika mendengar pak Ramly dengan terang-terangan mengatakan kalau dia adalah anak nya di depan keluarga Alvin.

__ADS_1


Pandangan Ramzi yang tidak lepas dari wajah cantik Syifa membuat Rara semakin yakin kalau Ramzi menyukai Syifa.


"Jadi bagaimana, apa kalian siap melaksanakan resepsi minggu depan di hotel xxxx?" tanya pak Ramly membuyarkan lamunan semua nya.


"Ya sudah kita nurut saja lah pah. Semua nya Rara serahkan kepada papah dan mamah, iya kan mas?" Alvin hanya mengangguk sambil tersenyum.


*


*


Setelah acara makan malam, para orang tua berkumpul kembali di ruang keluarga untuk melanjutkan pembicaraan nya, sedangkan Rara mengajak Alvin, Syifa dan Ramzi ke taman belakang.


"Dek, bisa kita bicara sebentar." ucap Ramzi sambil menarik tangan Rara.


"Sebentar kak, main tarik aja." teriak Rara sambil menahan tangan nya.


Ramzi tersadar kalau di sana ada Alvin yang sedang menatap nya dengan tatapan tajam.


"Maaf adik ipar yang tampan, kakak ipar mu yang tampan nya tiada dua nya ini mau pinjam istri kamu sebentar ya." ucap Ramzi menggoda Alvin.


Syifa yang mendengar ucapan Ramzi pun tersenyum, tanpa sengaja Ramzi melihat senyuman dari bibir Syifa.


"Manis." gumam Ramzi dengan mata terus menatap bibir Syifa.


Rara yang mendengar gumaman Ramzi melirik ke arah pandangan Ramzi, lalu tersenyum penuh arti.


"Jadi kakak mau bicara sama aku atau mau menatap kak Syifa sih." ucap Rara.


"Ya sudah kakak pinjam istri kamu sebentar." Ramzi menarik tangan Rara sedikit menjauh dari Alvin dan Syifa.


Alvin dan Syifa hanya memandang mereka dari jauh, sebenar nya Syifa dan Alvin ingin sekali tahu tentang apa yang sedang di bicarakan oleh Rara dan Ramzi.


"Apa sih kak, kenapa ngga bicara depan mas Alvin saja sih?" tanya Rara sambil melepaskan tangan nya dari genggaman Ramzi.


"Kakak mau tanya, apa hubungan nya Syifa sama Alvin?" tanya Ramzi dengan serius.

__ADS_1


"Kakak mau tahu aja apa mau tahu banget?" goda Rara.


"Ayolah dek, nanti kakak kasih kado spesial buat kamu sama Alvin." ucap Ramzi yang berusaha membujuk Rara.


"Ah, paling kado nya tiket bulan madu ke luar negeri, aku bosen ah ke luar negeri mulu." Rara memang sering pergi keluar negeri sebelum dirinya bertemu dan menikah dengan Alvin.


"Apapun yang kamu mau akan kakak kabulkan." ucap Ramzi dengan sungguh-sungguh.


"Benarkah?" tanya Rara memastikan.


"Iya Rara cantik."


"Baiklah kak, aku tidak mau hadiah apapun dari kakak, yang aku mau hanya kakak bisa menerima kak Syifa apa adanya." ucap Syifa sambil menatap ke arah Syifa.


"Maksud kamu?"


"Aku tahu kalau kakak menyukai kak Syifa, dari tatapan mata kakak kepada kak Syifa yang penuh arti."


"Ya, kakak akui itu, awal pertama kakak bertemu Syifa di sebuah mall, dan yang kedua kali kemarin di kantor papah." Ramzi mengakui perasaan nya.


Rara dengan serius mendengarkan cerita dari Ramzi, Rara ingin mengetahui perasaan kakak nya kepada Syifa.


"Semenjak pertama bertemu perasaan kakak beda kepada nya, getaran dan debaran jantung ini baru kali ini kakak rasakan, dia wanita kedua yang kakak sukai, dan getaran nya pun berbeda dengan wanita pertama kakak." Ramzi melanjutkan cerita nya.


"Kalau kak Syifa wanita kedua yang kakak sukai, terus wanita yang pertama siapa kak?" tanya Rara penasaran.


"Dia wanita yang kakak kenal sejak kecil, tapi kakak ngga ada keberanian untuk mengungkap kan perasaan kakak, kakak lebih memilih mencintai dia dalam diam, karena kakak sadar diri siapa kakak, sudah lah jangan bahas dia lagi, kakak sudah ngga mau ganggu dia."


"Kenapa kakak ngga mau membahas nya?"


"Karena dia sudah menikah dan bahagia dengan pria pilihan nya, pria yang sangat dia cintai, dan mulai sekarang kakak akan membuka hati kakak buat perempuan lain, yaitu Syifa."


"Seperti nya kakak sangat menyukai Syifa, tapi kakak ngga akan mudah mendapatkan hati nya, kakak harus banyak bersabar, dan kalau kakak benar-benar menyukai kak Syifa, kakak harus menerima status kak Syifa, intinya kakak harus menerima dia apa adanya"


Belum juga Rara dan Ramzi selesai bicara, Alvin sudah memanggil nya, dan membuat Ramzi sedikit kesal dengan ALvin..

__ADS_1


__ADS_2