CEO Ku Suamiku

CEO Ku Suamiku
Janji Alvin


__ADS_3

Pagi hari bu Salma sudah di sibuk kan di dapur, dia ingin membuat sarapan untuk anak dan menantu nya itu.


Rara yang masih dalam pelukan Alvin membuka kedua mata nya, "Mas, sudah siang ya? Ayo kita bangun." ucap Rara lalu mencium bibir Alvin sebentar.


Rara dan Alvin tidur di kamar Syifa, sedangkan Syifa tidur di kamar ibu nya, karena semenjak kondisi Syifa seperti sekarang bu Salma tidak membiarkan Syifa untuk tidur sendirian.


"Gimana tidur nya? Nyenyak ngga?" Alvin bukan nya bangun tapi dia malah makin erat memeluk tubuh Rara.


"Nyenyak kok mas, udah ah ayo kita mandi, ibu pasti sudah bangun juga, masa aku sebagai menantu malah bangun siang."


"Ibu mengerti, dia juga pernah muda, cuaca di sini dingin sayang beda dengan di kota,jadi biarkan aku memeluk kamu dulu sebentar lagi ya?"


"Mas, kalau begini terus bisa-bisa adik kamu jadi on, aku ngga bertanggung jawab ya."


"Kalau on kan tinggal meluncur."


"Mas, jangan macam-macam, selama kita tinggal di sini aku ngga mau melakukan nya." ucap Rara.


"Kenapa?" tanya Alvin dengan tatapan heran nya.


"Kita fokus sama kak Syifa dan keinginan kamu saja, bukan kah mas janji sama papah akan membawa ibu dan kakak ke kota dan kita akan melangsugkan pesta pernikahan kita." ucap Rara sambil mengelus dada bidang ALvin.


"Jadi mas harus puasa sampai kita mengadakan pesta gitu?"


"Boleh juga mas, biar malamnya kembali kita seperti malam pertama." Rara tersenyum dan bangun dari tidur nya.

__ADS_1


"Ya sudah terserah kamu, tapi setiap pagi dan setiap mau tidur kamu harus memberi semangat untuk mas." Alvin menyentuh bibir nya dengan jari telunjuk.


Rara yang sudah paham pun kembali mendekatkan bibir nya dan sedikit ******* bibir Alvin ketika bibir mereka sudah bertemu.


"Sudah cukup, nanti mas ngga bisa menahan nya, antar aku ke kamar mandi, aku mau mandi." Alvin pasrah dan menahan hasrat nya di pagi itu.


*


*


"Bu, aku akan bawa ibu sama kak Syifa ke kota, aku akan bangun rumah ini lebih besar dan bagus lagi sesuai dengan keinginan ayah." ucap ALvin sambil menikmati sarapan nya.


"Tapi kakak kamu kondisi nya tidak memungkinkan untuk pergi ke kota nak." bu Salma merasa sedikit khawatir dengan kondisi Syifa saat ini, selama kondisi Syifa seperti ini jangan kan untuk pergi ke kota, ke depan rumah saja bu Salma merasa khawatir.


"Bu, justru aku akan membawa kakak ke dokter psikolog yang terbaik, aku mau kak Syifa sembuh dan melupakan rasa trauma nya, selain itu juga, aku sudah janji sama ayah nya Rara untuk membawa ibu dan kakak dan kita akan melangsungkan pesta pernikahan kita yang tertunda.


"Kalau kakak kamu bisa sembuh di kota, ibu mau ikut sama kamu, tapi ibu takut merepotkan kamu nak."


"Ibu tenang saja, kita juga tinggal berdua kok, di sana Alvin sudah punya rumah sendiri, dan ibu jangan khawatir dengan masalah biaya, Alvin sudah sukses, Alvin sekarang menjadi seorang CEO di perusahaan nya keluarga Rara, dan juga Alvin mempunyai beberapa usaha termasuk Alvin punya showroom mobil." ucap Alvin sambil tersenyum.


"Alhamdulilah, akhirnya kamu menjadi orang sukses, tapi ingat pesan ibu ya nak, seberapa tinggi jabatan kamu, seberapa banyak uang yang kamu miliki, kamu tidak boleh sombong, tetap rendah diri dan selalu membantu orang yang lagi kesusahan."


Alvin selalu mengingat nya bu, jadi bagaimana? Ibu mau kan ikut ALvin ke kota?" Alvin sangat berharap ibu dan kakak nya ikut ke kota, dia akan membawa kakak nya ke dokter yang terbaik di kota, Alvin yakin kakak nya bisa sembuh seperti semula.


"Tapi rumah ini gimana nak? masa kita tinggalkan?" bu Salma bingung dengan keputusan nya, sebenar nya dia juga ingin membawa Syifa ke dokter yang bagus biar dia bisa sembuh seperti dulu, tapi dia juga tidak mau meninggalkan semua kenangan dengan suami nya di rumah itu.

__ADS_1


"Selagi kita semua di kota, rumah ini akan Alvin bangun, dan Alvin akan meminta bantuan pada pak Rohim suami nya bu Lala untuk memantau nya."


"Sudah lah bu, ibu percayakan semua nya kepada mas Alvin, ibu dan kakak ikut kita ke kota, aku yakin kakak akan kembali sembuh, kita akan carikan dokter yang paling bagus untuk kakak." ucap Rara yang dari tadi hanya diam saja.


"Baiklah nak, kalau begitu ibu dan kakak kamu akan ikut ke kota." jawab bu Salma dengan wajah berbinar nya, bukan tanpa alasan bu Salma menyetujui nya, bu Salma hanya ingin anak perempuan nya sembuh seperti dulu.


Kini mereka sedang duduk di ruang tengah sambil bercengkerama dengan hangat, Rara mengambil koper dan membuka nya di depan bu Salma dan Syifa.


"Bu, ini untuk ibu, maaf aku baru memberikan nya." Rara memberikan sebuah kotak perhiasan beserta beberapa paper bag yang berisi baju, sepatu dan tas untuk bu Salma.


"Dan ini untuk kakak, nanti kalau kita ke kota kakak pakai ya?" ucap Rara sambil memberikan nya kepada Syifa.


Betapa kaget bu Salma begitu membuka kotak yang isinya seperangkat perhiasan mewah.


"Nak, ini pasti harga nya mahal, ibu takut memakai nya." bu Salma memberikan kembali kotak nya.


"Tidak usah takut bu, pakai saja, ini semua yang pilihkan Rara, masa ibu tidak menghargai pilihan menantu ibu." ucap Alvin sambil mencoba memakai kan kalung di leher bu Salma.


"Terima kasih nak, kamu sudah mauperduli sama ibu dan Syifa." ucap bu Salma dengan air mata yang sudah menetes di pipi nya.


"Sama-sama ibu, mulai sekarang ngga akan ada yang memandang ibu dengan sebelah mata lagi, dan mulai sekarang ibu tidak sendiri lagi, ada kita berdua yang akan selalu ada buat ibu." Rara memeluk erat tubuh bu Salma.


Syifa melihat mereka berpelukan lalu menghampiri nya, Alvin yang melihat kakak nya sedang menatap ibu dan istri nya menarik tangan Syifa dan memeluk nya.


"Terima kasih untuk pengorbanan kakak buat aku, aku janji akan membuat kakak bahagia dan akan menyembuh kan kakak, kakak jangan khawatir lagi, sekarang aku sudah mempunyai segalanya." dengan deraiaan air mata Alvin memeluk erat tubuh Syifa.

__ADS_1


Mereka berempat pun kini berpelukan, mulai sekarang mereka tidak akan berpisah lagi.


"Syifa, keluar kamu." teriak seseorang dari luar membuat mereka berempat kaget dan melepaskan pelukan nya.


__ADS_2