CEO Ku Suamiku

CEO Ku Suamiku
Martabak Telor Bebek


__ADS_3

Pagi hari Syifa terbangun dan seperti biasa camera ponsel nya masih menyala dan masih melakukan video call, Ramzi yang sudah bangun dari tadi pun kembali memejamkan kedua mata nya ketika melihat Syifa mulai membuka kedua mata nya.


"Mas, bangun sudah siang, katanya mau jemput aku tiap hari." ucap Syifa sambil tersenyum lalu mematikan ponsel nya karena memang baterai nya yang sudah hampir habis.


Sebelum masuk ke kamar mandi Syifa senyum-senyum ketika dirinya mengingat pembicaraan semalam dengan Ramzi.


Ramzi yang memanggil nya dengan panggilan sayang membuat angan nya melayang terbang tinggi, karena sewaktu dengan Bima dirinya belum pernah di perlakukan seromantis yang di lakukan Ramzi kepada nya, untuk saat ini Syifa melupakan status nya, yang penting untuk saaat ini dirinya bahagia, dia ngga mau terbebani dengan status, kalau pun Ramzi tidak menerima nya Syifa sudah siap.


Syifa masuk kamar mandi sambil bersenandung kecil, hari ini bagaikan hari untuk dirinya saja.


Ramzi yang mendengar ucapan Syifa yang membangunkan nya pun tersenyum sambil mengambil ponsel nya.


"Enak sekali kalau kamu manggil aku dengan panggilan mas, seakan-akan aku ingin langsung melamar kamu." gumam Ramzi dengan bibir tersenyum.


"Baiklah nanti pas pesta pernikahan Rara aku akan melamar nya di hadapan semua nya." gumam Ramzi dan langsung masuk ke kamar mandi.


*


*


Setiap pagi Ramzi menjemput Syifa dan sore hari nya mengantarkan untuk pulang, semakin hari hubungan di antara kedua nya semakin dekat.


Ramzi yang selalu memanggil Syifa sayang sudah ngga asing lagi di telinga Syifa, begitu pun Syifa yang selalu memanggil Ramzi dengan panggilan mas, Syifa sudah terlanjur nyaman dengan Ramzi.


"Ayo sayang kita langsung pulang atau mau makan dulu?" tanya Ramzi sambil membuka kan pintu mobil, senyum Ramzi yang selalu mengembang akhir-akhir ini membuat Syifa selalu ingin mencubit hidung nya.


"Pulang saja mas, aku ingin istirahat, capek sekali hari ini kerjaan mulai banyak, apalagi sebentar lagi kita libur selama tiga hari." jawab Syifa sambil menyandarkan kepala nya ke jok mobil.


Ramzi yang sudah duduk di samping Syifa mengelus lembut rambut Syifa, "Kamu lelah ya? Ya sudah tidur saja, nanti kalau sudah sampai aku bangunkan."

__ADS_1


Syifa hanya tersenyum lalu memejamkan kedua mata nya, Ramzi yang meilhat wajah lelah Syifa hanya bisa menatap nya, lalu melajukan mobil nya dengan secara perlahan.


Terdengar hembusan nafas lembut Syifa yang menandakan kalau Syifa tertidur.


"Kasihan kamu sayang, kalau kita nikah nanti, aku tidak mengizinkan kamu untuk bekerja lagi, aku tidak mau kamu capek seperti sekarang." ucap Ramzi sambil mengelus lembut kepala Syifa.


Ramzi tidak mau kepala Syifa sampai mengenai kaca mobil, di raih nya dengan perlahan kepala Syifa lalu dia sandarkan ke bahu nya.


Ramzi adalah obat untuk Syifa, Ramzi adalah laki-laki yang Syifa idamkan dari dulu, tapi Syifa masih ada rasa ketakutan, dia takut Ramzi tidak mau menerima status nya, apalagi sampai saat ini Ramzi belum mengatakan perasaan nya, Syifa belum tahu kalau sebenar nya Ramzi sudah mengetahui status dan masa lalu Syifa.


Kedekatan mereka pun sudah di ketahui ibu dan adik Syifa dan juga Rara, mereka bertiga sangat mendukung mereka berdua, tapi Syifa ngga mau terlalu berharap karena mereka berdua hanya dekat saja dan belum ada komitmen.


kedua orang tua Rara sudah mulai di sibuk kan dengan persiapan pesta pernikahan Rara dengan Alvin, mereka turun langsung untuk mempersiapkan semua nya.


Bu Rasti ingin pesta Rara adalah pesta yang sangat mengesankan, pak Ramly dan bu Rasti tidak memilih tamu untuk hadir di pesta nanti, siapa pun yang mereka berdua kenal pasti di undang nya termasuk dari golongan bawah sekali pun, karena mereka berdua memang tidak sombong dari dulu.


Karena Rara yang sedang ngidam, bu Rasti mengalah untuk selalu dia yang datang ke rumah Alvin, bu Rasti mengerti dengan keadaan Rara saat ini, setiap berkunjung ke rumah Alvin, bu Rasti selalu membawa makanan buat Rara dan yang lain nya.


Alvin yang selalu siaga untuk Rara selalu mengabulkan semua permintaan Rara, lagi apa pun Alvin, kalau Rara sudah menginginkan sesuatu, Alvin akan langsung mencarikan nya.


Seperti malam ini, Alvin lagi tidur nyenyak, tiba-tiba Rara membangunkan dirinya.


"Mas, bangun, aku mau makan martabak telor." ucap Rara sambil menggoyangkan tubuh Alvin.


"Apa sayang? Kamu mau apa?" tanya Alvin sambil mengerjapkan kedua mata nya.


"Aku mau makan martabak telor, tapi telor nya aku ingin telor bebek." ucap Rara dengan wajah berharap nya.


"Baiklah mas akan mencari nya." ucap Alvin lalu pergi ke kamar mandi dan mencuci muka nya.

__ADS_1


"Mas mau ngapain bawa kunci mobil?" tanya Rara yang melihat Alvin mengambil kunci mobil dari atas meja rias.


"Kan mau beli martabak telor sayang." ucap ALvin dengan penuh kesabaran.


"Mas ngga boleh bawa mobil." ucap Rara sambil mengambil kunci dari tangan Alvin.


"Terus mas mencari martabak telor nya pakai apa sayang? masa iya mas jalan kaki keliling mencari martabak telor bebek nya." Alvin sedikit kesal dengan permintaan istri nya kali ini, tapi Alvin berusaha bersabar karena Alvin ngga mau Rara marah.


"Mas pergi nya harus naik ojek online, aku ingin melihat mas pakai motor dengan jaket ojek online." ucap Rara sambil memesan ojek online dari ponsel nya.


"Tapi ini sudah malam sayang, cuaca di luar digin." protes Alvin.


"Kan pakai jaket mas, kalau mas dapat martabak telor nya, nanti aku hangatin mas, bagaimana?" ucap Rara sambil memainkan kedua mata nya.


Sudah hampir satu minggu Alvin memang tidak mendapatkan jatah nya, bukan Alvin tidak mau, tapi Alvin takut Rara kecapean.


"Nah kalau begitu kan mas nya jadi semangat." ucap Alvin.


"Ayo mas, ojek nya sudah di depan tuh." ucap Rara sambil menarik tangan Alvin.


"Kamu mau kemana? Kamu tunggu di sini sayang." ucap ALvin.


"Aku hanya ingin melihat kamu mengendarai motor nya mas, setelah kamu pergi aku masuk kembali." Alvin pasrah dengan keinginan istri nya itu.


"Mas, tolong jaket nya di buka ya." ucap Rara membuat tukang ojek nya kaget.


"Kenapa saya harus membuka jaket nya non?" tanya kang ojek sambil menatap heran.


"Begini mas, istri saya ini lagi hamil muda, dia ngidam martabak telor bebek dan saya harus membeli nya pakai motor dengan memakai jaket mas nya ini." Alvin menjelaskan agar kang ojek nya mengerti.

__ADS_1


__ADS_2