
"Usia kandungan nyonya sudah berusia empat minggu, dan ini titik hitam ini adalah bayi nya." ucap dokter setengah baya sambil menggeser alat USG di atas perut Rara, dokter pun memberitahukan titik letak bayi mereka berdua.
"Belum kelihatan dengan jelas ya dok?" tanya Alvin sambil terus mengamati titik hitam yang di bilang dokter.
"Belum pak, nanti kalau bapak ingin melihat nya lagi di usia tujuh bulan aja jadi bisa sekalian terlihat jenis kelamin nya." Alvin mengangguk tanda mengerti.
Kini Rara sudah duduk berhadapan dengan dokter.
"Nyonya, jangan lupa makan makanan yang sehat dan bergizi, jangan lupa minum susu hamil nya, dan nyonya harus menjaga janin nyonya, nyonya jangan mengangkat yang berat-berat apapun itu, pokok nya nyonya jangan capek, jangan banyak pikiran juga." ucap dokter sambil nulis sesuatu di atas selembar kertas.
"Nah Yang, dengerin kata bu dokter, berarti aku ngga salah menyuruh kamu untuk berhenti bekerja." ucap Alvin sambil menggenggam tangan Rara.
"Iya mas, iya."
Bu dokter yang mendengar perdebatan antara sepasang suami istri di depan nya pun tersenyum.
"Ini resep untuk pengambilan vitamin nya." ucap bu dokter sambil memberikan resep kepada Alvin.
"Baik bu dokter, kalau begitu kami berdua pamit." ucap Alvin sambil menerima resep dan menjabat tangan dokter.
Alvin keluar sambil menggandeng mesra bahu Rara, mereka keluar dari ruangan dokter dengan senyuman yang mengembang.
*
*
"Mah, lagi apa?" tanya Rara sambil menghampiri bu Rasti yang sedang sibuk dengan ponsel nya.
"Eh sayang, mamah lagi menghubungi para saudara dan teman-teman mamah untuk acara minggu besok, oh iya nak kamu hari ini harus fitting baju pengantin sekalian ada pemotretan buat prewed."
"Prewed nya di sini saja lah mah, aku lagi males kemana-mana." ucap Rara dengan nada manja nya.
"Ngga bisa sayang, mamah sudah bilang ke mereka tempat nya dan nanti jam dua mereka menunggu di sana."
"Di sini saja lah mah, di sini juga bagus kok tempat nya, Rara kan ngga boleh kecapean sekarang." ucap Alvin yang baru masuk.
"Lo, kamu ngga kerja nak?" tanya bu Rasti sambil mengulurkan tangan nya.
__ADS_1
"Ngga mah habis nganterin Rara dari dokter." jawab Alvin sambil mencium telapak tangan ibu mertua nya.
"Kamu sakit nak? Sakit apa?' tanya bu Rasti dengan khawatir, tangan nya pun menyentuh kening Rara.
"Mah, Rara ngga sakit, jangan khawatir." ucap Rara.
"Kalau ngga sakit ngapain periksa ke dokter." ucap bu Rasti sedikit kesal dengan anak menantu nya.
"Ini mah." ucap Alvin sambil memberikan hasil USG dari dokter.
"Apa ni?" tanya bu Rasti sambil mengambil dan membuka amplop yang di berikan Alvin.
"Mamah lihat saja." ucap Alvin sambil duduk di samping istri nya.
Dengan perlahan bu Rasti membuka amplop nya, sungguh dia kaget dan juga bahagia melihat hasil USG yang ada di dalam amplop tersebut.
"Nak, kamu_kamu sedang mengandung?" tanya bu Rasti dengan mata yang sudah berkaca-kaca, Rara mengangguk kan kepala nya sambil tersenyum.
"Terima kasih nak, akhir nya mamah akan punya cucu, akhir nya mamah akan menjadi nenek." teriak bu Rasti lalau mencium seluruh wajah Rara.
"Mah, sudah cukup, ngga bosen apa cium Rara mulu." ucap Rara sambil menahan bahu bu Rasti.
Bu Rasti langsung menghubungi tim camera yang mau mengambil poto buat prewed mereka sekaligus butik yang menangani baju pengantin nya pun di suruh nya datang ke rumah hari itu juga.
Mereka ngga bisa menolak karena bu Rasti berjanji akan memberikan mereka tips.
Alvin dan Rara hanya menggelengkan kepala nya saja melihat kelakuan bu Rasti.
"Mas, aku lapar mau makan soto." ucap Rara sambil menelan saliva nya, seakan-akan soto daging nya sudah dia telan.
"Ya sudah nanti pas pulang kita beli." jawab ALvin dnegan santai.
"Mas, aku mau nya sekarang bukan nanti, ya sudah kalau kamu ngga membeli nya, aku akan pergi sendiri saja." ucap Rara dengan wajah kesal nya.
"Nak Alvin, kalau Rara mau sesuatu apalagi di saat Rara sedang ngidam seperti sekarang, itu harus cepat di laksanakan jangan di nanti-nanti, kalau tidak mood ibu yang lagi ngidam itu akan berubah drastis dan kalau sampai ngga keturutan maka taruhan nya anak kalian akan ileran terus." ucap bu Rasti kepada Alvin.
"Baiklah sayang sekarang mas belikan soto nya, kamu duduk manis di sini ya? Jangan melakukan apa pun." Alvin langsung berlari keluar mau mencari soto yang di inginkan istri nya.
__ADS_1
"Jangan lama ya mas." teriak Rara, Alvin hanya mengacungkan jari jempol nya ke atas setelah itu Alvin menghilang di balik pintu.
Alvin berkeliling mencari soto, pucuk di cinta ulam pun tiba, Alvin melihat kedai soto yang buka dan langsung menepikan mobil nya.
"Pak soto nya dua porsi ya." ucap Alvin kepada seorang bapak paruh baya yang menjual soto nya.
"Baik den, mau soto apa?"
Alvin bingung, istri nya mau soto apa, Alvin lupa ngga bertanya dulu tadi.
"Soto apa ya pak, sebentar pak aku tanya istriku dulu." Alvin mencari-cari ponsel nya dan dia baru ingat kalau ponsel nya dia simpan di atas meja di rumah mertua nya.
"Aduh aku lupa lagi ngga bawa ponsel." gumam Alvin.
"Ada nya soto apa saja pak?"
"Banyak den, soto ayam, soto babat, soto kulit, soto daging, dan banyak lagi den, di sini soto nya memang komplit den." ucap penjual soto.
Alvin menggaruk kepala nya yang tidak gatal, dia dibuat bingung dengan soto pesanan istri nya.
"Gimana den?"
"Ya sudah bapak buatkan saja semua soto yang bapak jual satu porsi satu porsi." Alvin tidak punya pilihan lagi dia langsung membeli berbagai soto.
"Baik den akan saya buatkan." penjual soto tersebut memanggil anak buahnya untuk membuat berbagai soto pesanan Alvin.
Setelah menunggu yang lumayan sedikit lama, Alvin pun pulang dengan membawa berbagai macam soto.
Sampai di rumah mertua nya Alvin langsung menemui Rara dengan berbagai soto di tangan nya.
"Mas, kamu beli apa?" tanya Rara sambil menatap kedua tangan Alvin.
"Soto yang." jawab ALvin dengan santai..
"Memang nya mas beli untuk siapa aja?"
"Untuk kamu lah, kan mas ngga tahu kamu mau beli soto apa, mau menghubungi kamu ponsel mas nya ketinggalan, jadi mas beli saja berbagai soto." Alvin menyimpan soto nya di atas meja.
__ADS_1
Rara hanya menggelengkan kepala nya, dia ngga habis pikir dengan suami nya ini.