CEO Ku Suamiku

CEO Ku Suamiku
Terbongkar


__ADS_3

"Pak Rohim, neng Syifa di temukan dimana?" tanya bu Ema yang lagi penasaran banget.


"Itu dekat pohon besar yang dekat tanah kosong milik nya pak Rt." jawab pak Rohim.


"Terus pria tampan yang di peluk neng Syifa itu calon suami nya pak?" tanya bu Lilis.


"Seperti nya sih ia dia calon suami nya neng Syifa.


"Terus neng Syifa sedang apa di bawah pohon di sana?" kini bu Lala ikut bertanya kepada suami nya.


"Ternyata yang bawa neng Syifa itu Bima, dia menculik neng Syifa di saat kita semua lengah, dan Bima memaksa neng Syifa sampai tubuh neng Syifa kembali bergetar untung ada calon suami nya itu yang kebetulan lewat dan mau kemari, dan kalian tahu ngga?" ucap pak Rohim sengaja menjeda kalimat nya karena pak Rohim haus.


"Apa?" ucap mereka semua bersamaan.


"Lanjut lagi dong pak, jangan bikin kita penasaran." ucap bu Lilis.


"Sebentar saya minum dulu, saya juga haus dari tadi sudah keliling mencari neng Syifa, sekarang saya harus bercerita lagi." ucap pak Rohim lalu mengambil air dan menenggak nya sampai habis.


Sementara para ibu-ibu dengan sabar menunggu pak Rohim untuk melanjutkan cerita nya kembali.


"Terus-terus gimana pak?" tanya bu Ema.


"Jadi kalian masih menunggu cerita nya?" tanya pak Rohim dengan wajah tanpa dosa.


"Pak Rohim." teriak mereka dengan wajah kesal nya.


"Berisik, nanti nak ALvin marah lagi." ucap pak Rohim yang kaget dengan teriakan mereka.


"Lanjut ngga? Kalau ngga nanti malam tidur di luar." ancam bu Lala.


"Iya bapak lanjutkan." pak Rohim merasa takut dengan ancaman istri nya.


Ibu-ibu sudah siap mendengar cerita selanjut nya dengan posisi mereka masing-masing.


"Bima mengambil balok besar untuk memukul kepala calon suami nya neng Syifa, tapi pak Alvin dengan keras memukul tengkuk Bima dan menghajar nya habis-habisan sampai Bima terkapar di atas tanah, kalau Feri dan Asep tidak menahan nya, nak Alvin pasti akan terus menghajar Bima" ucap pak Rohim.

__ADS_1


"terus sekarang Bima nya gimana? Tidak mati kan pak?" tanya bu Lala dengan wajah serius.


"Tidak, tapi Feri mengikat nya di pohon besar itu, terus entah apa yang akan mereka lakukan pada Bima."


"Kita lihat yuk? Penasaran juga si Bima yang sombong itu di apain sama Feri dan Asep." ucap bu Lilis dengan penuh semangat.


"Kalian kerjakan saja pekerjaan kalian, jangan macam-macam." ucap pak Rohim.


"Pak Rohim ngga asik, kita juga butuh hiburan pak, lagian kerjaan kita juga sudah selesai kok." ucap bu Ema.


"Iya benar, jadi izinkan kita untuk keluar melihat nya ya pak." ucap bu Ema.


Pak Rohim terdiam lalu menatap wajah istri nya yang sedang menatap tajam ke arah nya, "Ya sudah, tapi jangan lama-lama, ngga enak dengan nak ALvin." ucap pak Rohim pasrah karena ngga mau tidur di luar.


Para ibu-ibu itu tersenyum dan langsung pada pergi keluar dan menuju tempat yang di ceritakan pak Rohim.


*


*


"Byur." Asep mengguyur kepala Bima dengan seember air yang dia ambil dari rumah warga terdekat.


"Uhuk, uhuk." Bima terbatuk, dia tersadar karena air yang mengenai seluruh tubuh nya.


"Bajingan kalian berdua, lepaskan saya." teriak Bima sambil berusaha melepaskan ikatan nya.


"Lepaskan? Jadi saya harus melepaskan nya? Siapa kamu sehingga saya harus melepaskan kamu? Yang jadi bos saya adalah Alvin bukan kamu." teriak Feri sambil melayang kan satu pukulan ke perut Bima.


"Argh, bajingan kamu, awas kamu jangan sok jago kamu, kamu tahu kan saya siapa." ucap Bima sambil menahan rasa sakit di perut nya.


"Anda adalah saudara Bima suami dari Leli kakak nya Lina yang berselingkuh dengan anda." ucap Feri dengan tatapan tajam nya.


"Deg!" jantung Bima seketika berdetak mendengar ucapan dari Feri.


"Jangan fitnah kamu, mana mungkin aku selingkuh dengan Lina, dia itu adik ipar saya." Bima masih menutupi nya.

__ADS_1


"Fitnah? Apa video ini tidak cukup bukti untuk membuktikan semua nya?" tanya Asep sambil memperlihat kan sebuah Video syur antar Bima dan Lina dari ponsel Bima.


Asep mengambil dan mengotak atik isi ponsel Bima selagi Bima dalam keadaan pingsan hingga Asep menemukan beberapa video Bima dan Lina yang sedang berhubungan badan.


"Bajingan kalian berdua, serahkan ponsel nya." teriak Bima.


Asep bukan nya memberikan ponsel nya, tapi Asep mengambil gambar Bima saat itu juga dan mengirimkan nya kepada Leli.


"Ngga usah berteriak, lagian siapa juga yang akan menolong kamu, Jojo? Dia itu ngga ada apa-apa nya, dia mau jadi anak buah kamu hanya karena kamu bisa dia manfaatkan." ucap Feri sambil duduk dengan santai di atas batu besar.


"Fer jangan diapa-apain dulu dia, tunggu sebentar lagi." ucap Asep yang ikut duduk di samping Feri.


"Memang nya kenapa? Apa harus nunggu sampai malam, kamu lihat sebentar lagi juga malam." ucap Feri sambil menatap langit yang mulai mau gelap.


"Sebentar lagi akan ada drama keluarga, lihat ini." ucap Asep sambil memperlihat kan chat nya dengan Leli.


"Wah pasti seru, kita nonton dari sini saja lah." ucap Feri sambil tersenyum smirk.


Feri dan Asep menatap Bima dengan senyum penuh arti, sedangkan Bima dirinya sedang berusaha melepaskan ikatan tangan nya.


"Jangan sampai mereka berdua mengirimkan video itu sama Leli, bisa mati aku." bathin Bima sambil terus berusaha melepaskan ikatan nya.


"Mas Bima." teriak Leli dan Lina sambil menghampiri Bima.


"Leli." gumam Bima sambil menatap kaget kepada Leli.


"Mas, kamu kenapa bisa di ikat seperti ini? Rin tolong bantu kakak untuk melepaskan tali nya" ucap Leli sambil mencoba mau melepaskan tali nya.


Tunggu, jangan di buka dulu ikatan nya, mbak harus melihat ini dulu, mungkin setelah melihat semua ini mbak akan berubah pikiran." ucap Asep sambil memutar video Bima dan Lina yang sedang main kuda-kudaan.


Wajah Lina seketika pucat pasi begitu melihat video apa yang sedang di putar Asep di hadapan dirinya dengan kakak kandung nya.


"Hancur sudah semua nya." bathin Bima sambil menunduk pasrah.


Leli yang melihat itu menangis dan amarah nya naik lalu menatap Lina adik nya.

__ADS_1


"Plak. Kenapa kamu tega melakukan semua ini, dia itu suami aku, suami kakak kamu, kamu tega Lin." teriak Leli sambil menangis lalu menghampiri Bima.


"Plak, plak." Leli menampar Bima beberapa kali, dia terus memukul dan menampar Bima sampai dirinya puas.


__ADS_2