CEO Ku Suamiku

CEO Ku Suamiku
Merubah Penampilan


__ADS_3

Setelah beberapa jam, selesai juga Syifa di permak oleh Edo, dengan perlahan Edo membawa Syifa kehadapan Alvin dan Rara.


"Bermesraan saja terus, anggap kita semua ini ngontrak dan tidak ada di antara kalian berdua."teriak Edo yang masih menyembunyikan wajah Syifa dengan cara Syifa di suruh membelakangi mereka berdua.


"Selesai No?" tanya Rara sambil bangun dari sandaran dada Alvin.


"Kalian boleh melihat nya." ucap Edo sambil membalik kan tubuh Syifa.


Sungguh kaget nya Alvin dan Rara begitu melihat wajah Syifa yang sekarang, Syifa terlhat sangat cantik dan berkelas.


"Kakak cantik banget." ucap Rara sambil berdiri dan menghampiri Syifa.


Syifa hanya tersenyum manis mendengar pujian dari adik ipar nya itu.


Alvin sampai terpana dengan wajah kakak nya yang sekarang, memang dari dulu kakak nya ngga pernah pakai make up apa pun kecuali cuma pakai bedak saja.


"Bagaimana menurut kalian berdua?" tanya Edo yang merasa puas dengan hasil tangan nya.


Rambut yang di curly dan sedikit di beri warna, terus alis yang Edo rapihkan dan di bentuk, serta bulu mata Syifa yang memang sudah panjang dan cantik, dan Edo memberikan sedikit polesan di wajah Syifa menambah kecantikan Syifa.


"Aku suka hasil nya, ini tips buat kamu." ucap Rara sambil memberikan beberapa lembar uang berwarna merah kepada Edo.


Edo sangat senang sekali karya tangan nya di sukai oleh Rara dan Alvin, dengan wajah yang bahagia Edo menerima uang dari Rara, tapi sebelum uang itu berada di tangan nya, Alvin mengambil nya lebih dulu.


"Tidak sayang, uang ini buat mereka semua, mbak kesini sebentar." ucap Alvin kepada salah satu pegawai salon di sana.


Wajah Edo yang sudah bersinar kini redup kembali dengan hilang nya uang di genggaman nya.


Rara hanya menatap Edo dengan menyembunyikan senyuman nya, melihat wajah Edo yang rapih kini kusut kembali membuat Rara ingin tertawa terbahak-bahak.


"Iya tuan, ada yang bisa saya bantu?" tanya pegawai wanita itu.


"Tolong ini bagi rata kepada pegawai semua nya." ucap Alvin sambil memberikan beberapa lembar uang yang dia ambil dari tangan Rara.


Tubuh Edo langsung lemas seketika ketika melihat uang nya sudah berpindah tangan, "Kalau sudah di bagi rata seperti ini pasti aku kebagian untuk makan sehari saja." gumam bathin Edo dengan wajah sedikit kesal.


"Ya sudah Do, makasih ya atas hasil kerja keras kamu, kalau begitu kita pamit." ucap Alvin yang ingin mengerjai Edo.


"Dek, ngga di bayar nyalon nya?" tanya Syifa dnegan polos.

__ADS_1


"Sudah kak barusan aku transfer." ucap Rara sambil tersenyum, Syifa hanya mengangguk tanda mengerti.


"Ayo sayang kita pulang." ucap Alvin sambil mengedipkan sebelah mata nya ke arah Rara.


Edo yang kesal pun membalik kan tubuh nya mau pergi ke belakang, tapi terdengar ada chat masuk ke ponsel nya.


Dengan wajah kesal Edo membuka isi chat nya dan betapa kaget nya Edo melihat nominal yang dia terima.


Edo langsung membalikan tubuh nya lalu memeluk Alvin dengan sangat erat sekali.


"Makasih ganteng, akyu kira kamu ngga ngasih aku tips, mana banyak lagi, ini bisa akyu kirim ke kampung buat berobat ibu." ucap Edo dengan rasa bahagia nya.


"Lepas, dia suami kau." teriak Rara sambil menarik tubuh Edo.


"Sebentar aja kenapa sih, akyu juga kan ingin merasakan di peluk si ganteng." ucap Edo sambil melepaskan pelukan nya.


"Ngga, ngga ada ya, dia ngga boleh kamu peluk, hanya aku seorang yang boleh meluk dia."


"Dasar pelit, tapi makasih ya beb, hari ini kita terhibur dan makasih juga tips nya, semoga kamu ngga bosen datang kesini." ucap Edo.


"Iya bang, maaf ya kalau aku bercanda nya keterlaluan."


*


*


Kini mereka sudah berada di mall kembali dengan penampilan Syifa yang lebih segar dan lebih cantik.


"Kita kesini lagi?mau beli apa lagi?" tanya Syifa.


Alvin dan Rara saling menatap, mereka kaget dan bahagia karena Syifa sudah mulai menunjukan perubahan nya.


"Aku akan membelikan kakak sesuatu." jawab Rara sambil tersenyum.


"Sudah dek cukup, baju, sepatu dan tas yang kemarin adek belikan juga belum kakak pakai semua, dan baru baju yang ini yang kakak pakai." ucap Syifa yang merasa ngga enak dengan Rara.


"Yang mau aku belikan sekarang beda kak, kemarin aku lupa dan ngga sempat membeli nya karena sudah malam dan kita keburu pulang." ucap Rara.


"Sudah lah kak, kita ikuti saja nyonya Alvin ini, dia memang bercita-cita ingin menghabiskan uangku dangan kakak." canda Alvin sambil melirik kearah istri nya.

__ADS_1


"Tapi kan kamu lagi bangun rumah di kampung dek, nanti uang nya beneran habis lagi." ucap Syifa dengan sedikit bergetar ketika dirinya mengingat kampung halaman nya.


"Kakak tenang saja, uang dia masih banyak, usaha mas Alvin juga banyak, kalau kakak mau mobil juga bilang saja sama kita, nanti mas Alvin belikan buat kakak."


"Ngga dek, sudah dibelikan seperti ini saja kakak sudah bahagia, makasih banyak ya dek." ucap Syifa sambil menyentuh pundak Rara.


"Kakak jangan seperti mas Alvin yang terus-terus san bilang makasih, ini semua sudah menjadi kewajiban aku sebagai seorang adik dan juga sebagai seorang istri."


Mereka bertiga masuk kedalam sebuah counter ponsel dan duduk di sofa yang sudah di sediakan, counter ini tempat nya enak dan nyaman buat para pelanggan nya.


"Ini deh mas." ucap Rara sambil menunjuk salah satu gambar ponsel keluaran terbaru.


"Mbak tolong ponsel keluaran terbaru nya dua ya." ucap ALvin kepada pelayan counter.


"Kok dua mas? Buat kamu satu ya?" tanya Rara sambil menatap Alvin.


"Satu untuk kakak, dan satu nya lagi untuk kamu, dari kemarin kamu hanya membelikan buat kakak saja, sekarang gantian aku yang belikan kamu." ucap Alvin sambil tersenyum mesra.


"Tapi kan semua yang aku beli buat kakak juga itu uang kamu mas."


"Ngga apa-apa, lagian juga ponsel kamu udah lama, udah harus di ganti."


"Makasih ya mas."


"Bayaran nya nanti malam ya." bisik Alvin dengan senyum mesum nya.


"Sudah ku duga." gumam Rara yang membuat Alvin tersenyum.


"Dek kakak mau ke toilet dulu." ucap Syifa.


"Biar aku antar." ucap Rara.


"Ngga usah kakak sendiri saja, itu kan toilet nya?" tanya Syifa sambil menunjuk sebuah tulisan di pojok.


"Iya itu kak, beneran kakak ngga apa-apa sendirian?"


Syifa menggeleng lalu pergi ke toilet, sepulang dari toilet dia bertabrakan dengan seorang pria yang membuat tubuh nya sedikit terhuyung."


"Cantik."

__ADS_1


__ADS_2