CEO Love Story

CEO Love Story
Chapter 10 - Bermalam 2


__ADS_3

Kiandra menghampiri Mike yang masih setia berdiri dibelakang sofa, ia melipat kedua tangannya dan menatap tajam kearah Mike dengan penuh tatapan amarah. Hingga berbagai pertanyaan pun Kiandra lontarkan padanya, namun Mike tetap santai seperti biasa.


"Bisa kau jelaskan padaku, bagaimana caranya kau bisa tahu aku menginap disini, Mike?" tatap Kiandra dengan penuh kekesalan.


"Seperti yang Anda dengar dari Boss, Nona." Mike sedikit membungkuk hormat ke Kiandra.


Ish, pria ini benar-benar sama menyebalkan nya seperti Aldi.


"Tak perlu melakukan hal seperti itu didepanku, aku bukan Boss mu, aku sama seperti orang lain, jadi bersikap lah layaknya kau bersikap didepan orang lain padaku." Kiandra menurunkan tangannya, ia memijit pelipis nya yang tidak sakit itu.


Maaf Nona sepertinya itu mustahil.


"Siapkan pakaian tidur dan berikan handuk baru yang ada di lemari kamar itu padanya, bilang ke Boss mu yang menyebalkan itu, jangan ganggu tidurku lagi. Jika besok kalian ingin pergi tidak perlu pamit padaku, pergi saja. Bahkan lebih cepat lebih baik." Kiandra pun pergi ke kamar lain nya dan meninggalkan Mike terdiam disana.


'Brak!'


Kiandra menutup kencang pintu kamarnya.


Sepertinya kau harus lebih berusaha menjinakkan Nona Muda, Boss.


Mike masuk ke kamar Kiandra untuk memberikan pakaian dan handuk Aldi, "Maaf Boss, ini pakaian dan handuk Anda, Nona Kiandra meminta saya untuk mengantarkannya". kata Mike sambil membungkuk hormat.


"Taruh saja, kau istirahatlah di kamar lain. Aku lihat ada tiga kamar disini." jelas Aldi sambil mengeringkan rambut nya dengan handuk.


Belum sempat Mike menanggapi ucapan Aldi, pria itu sudah kembali berbicara.


"Oia Mike, kau bisa meliburkan Rendra sementara jika aku sedang bersama Kiandra, berikan dia sedikit bonus karena sudah menjaga dan menjalankan tugasnya dengan baik, pekerjakan dia kembali jika kita sudah pulang ke Indonesia." Aldi melangkahkan kakinya ke ruang tengah.


"Baik Boss" Mike merapikan kembali baju dan handuk Aldi.


Dimana Bocah Bar-bar itu?


Aku memintanya untuk bawakan pakaian dan handukku tapi malah menyuruh Mike yang melakukannya, dasar tidak peka.


Aldi kedapur untuk minum air putih terlebih dahulu sebelum tidur. Namun, tiba-tiba Mike menghampirinya untuk menyampaikan pesan Kiandra.


"Maaf Boss, saya lupa, tadi Nona Kiandra berpesan untuk jangan mengganggunya lagi dan ia mengatakan bahwa kita tidak perlu pamit jika ingin pergi, lebih cepat justru lebih baik." jelas Mike singkat.

__ADS_1


"Sepertinya kau lupa untuk siapa kau bekerja, Mike?" jawab Aldi ketus lalu pergi mencari Kiandra alih-alih melanjutkan obrolan nya dengan Mike.


Hufft, sepertinya hari-hariku akan lebih berat kedepannya.


Mike menghempaskan dirinya ke kasur untuk istirahat sejenak dan memijat-mijat pelipisnya, sungguh lelahnya hari ini, bagaimana tidak, setelah kejadian dirinya melaporkan keadaan Kiandra, pada awalnya Aldi memang dengan santainya meminta Mike untuk melanjutkan kembali rutinitas mereka di Jepang daripada langsung ke Singapore detik itu juga.


Namun, baru saja Mike duduk lima menit, Aldi sudah menelpon dirinya untuk bersiap menit itu juga mereka harus berangkat ke Singapore. Melihat Aldi yang plin plan karena gusar, membuat dirinya harus membuat jadwal ulang semua kegiatan Aldi yang tertunda.


Hah, lebih baik aku mandi lalu istirahat. Badan ku rasanya remuk.


Lain hal dengan Aldi, kini ia sudah tahu dimana Kiandra berada. Aldi membuka pintu kamar yang Kiandra tiduri, dan mendapati gadisnya sedang tidur nyenyak disana.


Aldi ikut berbaring disamping Kiandra, menatap lekat-lekat wajah gadis itu, menyelipkan rambut halus ke belakang telinga Kiandra.


"Hmmmm" Kiandra melenguh pelan, matanya seketika terbuka namun terasa berat.


"Cih, dalam mimpi pun kau masih saja mengikuti ku Al." umpat Kiandra pelan sambil matanya terpejam manja. Wanita itu tak tahu bahwa Aldi yang ia lihat bukanlah mimpi, tak lama Kiandra pun meracau lagi.


"Cukup Al.... jangan sakiti aku lagi." rintih Kiandra dengan ekspresi sedihnya pelan namun mata masi terpejam. Kicauan asal Kiandra pun hilang berganti dengan lenguhan lenguhan manja karena Aldi mulai memeluk dirinya.


Lihat! tidurpun kau masih bisa meracau, apa dia pikir ini mimpinya? Lucu sekali.


Kiandra yang diperlakukan seperti itu pun seketika menggeliat, ia merasa hangat dan nyaman, lalu mengusel-usel kepalanya ke dada bidang Aldi, dan memeluk balik pria di hadapan nya itu.


*Kau bilang tidak suka kehadiranku, tapi tubuhmu menyukainya, kau ini selalu membuatku ingin menciummu lagi dan lagi.


Kali ini aku sudah bertekad akan memperjuangkan mu kembali bagaimana pun caranya, aku akan berusaha lebih keras lagi untuk membuatmu menerimaku hari ini, esok dan nanti, aku tidak akan membiarkan siapapun merebutmu dariku, kau hanya milikku dan hanya untukku.


Selamat tidur Kiandra sayang, aku mencintaimu*.


Mereka pun saling tidur berpelukan, seolah tidak pernah ada keributan apapun sebelum hal ini terjadi.


***


Kediaman Nugroho.


Lita dan Adam sudah berkumpul di meja makan untuk sarapan, dan melakukan sedikit obrolan hangat seperti sedia kala.

__ADS_1


"Pih kapan kita akan ke rumah Darwin untuk membicarakan tentang Aldi dan Kiandra?Mamih takut Kiandra diambil orang Pih." Lita sudah tidak sabar lagi menunggu waktu itu tiba, waktu dimana ia dan Darwin bisa melanjutkan perjodohan anak mereka.


"Sabar Mih, tunggu Aldi pulang, kita bicarakan terlebih dahulu dengannya baru datangi keluarga Darwin. Kita tidak bisa pungkiri kalau pernikahan mereka nanti mereka sendirilah yang akan menikmati dan menjalani suka dukanya, bukan begitu?


Papih ngerti akan ketakutanmu, tapi kita tidak bisa terlalu ikut andil dalam keputusan besar hidup Aldi ataupun Dita, Sayang. Kita cukup mengingatkan, mengarahkan ketika mereka lengah. Aku sangat mendukungmu tapi aku juga ingin Aldi merasakan bahagia memiliki Kiandra sebagai istrinya atas pilihan nya sendiri bukan karena paksaan.


Kita itu manusia biasa, sekuat apapun berusaha jika mereka tidak berjodoh kita bisa apa? Daripada overthinking seperti itu lebih baik banyak lah berdoa supaya mereka pun berjodoh." Lita pun mengangguk setuju, mengakui bahwa apa yang disampaikan oleh suaminya memang benar adanya.


Adam menggenggam tangan Lita, lalu mengelusnya perlahan.


"Lanjutkan dulu sarapanmu, bukankah kau bilang hari ini akan membeli bahan-bahan makanan ke supermarket? aku akan menemanimu. Jadi habiskanlah sarapanmu." Adam melihat Lita dalam-dalam.


"Benarkah? Kalau begitu aku akan habiskan sarapan ku segera, bisakah setelah berbelanja kau menemaniku shopping hari ini, Sayang?" mata Lita memancarkan kebahagiaan.


"Apapun sayang, aku akan menemanimu seharian penuh, bukankah Istriku sedang mengajak ku berkencan hari ini?" sindir Adam.


"Hahaha, tua Bangka menyebalkan!" Lita mulai ceria kembali seperti biasanya.


Mereka menyelesaikan sarapannya, dan bersiap untuk merealisasikan acara kencan yang sudah mereka buat. Lita begitu semangat untuk hari ini, sebelum berangkat ia menyempatkan diri untuk melihat taman bunganya terlebih dahulu.


Seketika pikirannya terbang ke hari dimana ia mendapati bibir Kiandra bengkak, dengan segera ia menghampiri ruang CCTV rumah utama.


"Pak saya minta tolong kirimkan cctv taman bunga bbelakag dua hari yang lalu saat keluarga Darwin berkunjung ya, tidak perlu di cek, langsung kirimkan saja ke email saya, saya mau itu dikirim secepat mungkin." pinta Lita, penjaga itupun menunduk hormat tanda mengiyakan permintaan Lita, Lita pun segera beranjak keluar dari ruangan tersebut.


Menit berganti menit hingga akhirnya email CCTV tersebut masuk ke email Lita, ia dengan penuh semangat memutar rekaman tersebut menit demi menit, hingga tiba disaat Kiandra berada disana sendirian, lalu tak lama datanglah Aldi menghampiri Kiandra.


Betapa terkejutnya Lita saat detik menampilkan adegan Aldi dan Kiandra berciuman. Sungguh diluar dugaan dirinya, ia tak pernah menyangka bahwa pilihan nya kali ini cocok untuk Aldi.


"Ya Tuhan, ternyata diam-diam anak itu sudah mencuri start duluan dariku, dasar anak nakal! Sebentar .... tapi kenapa Kiandra tak menolak ya? Apa mereka berdua sebenarnya sudah saling menyukai?


Hmm, aku harus memastikan ini segera, dasar anak itu! Akan ku hukum dia jika sudah kembali nanti." Mamih Lita terus memberikan komentar demi komentar atas apa yang ia lihat.


Lita pun menyudahi dan mematikan laptopnya, untuk sementara ia akan merahasiakan kejadian ini dari siapapun, termasuk suami nya, sebelum ia bisa menemukan jawaban atas keraguannya.


Akhirnya ada secercah harapan setelah badai panjang, apapun akan Mamih lakukan untuk membuatmu bangun dari keterpurukan panjangmu Al, Mamih akan selalu mendo'akan yang terbaik untukmu dan Dita.


*****

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2