
"Brader Zayn, apa Uncle Mike akan datang kali ini?" tanya Dewa, mereka berdua masih sibuk bermain lego kesukaan mereka, lego yang dibelikan oleh Mike saat Dewa berulang tahun beberapa bulan yang lalu.
"Hm, Uncle Mike akan datang untuk kita." balas Zayn sambil mengelus pucuk kepala Dewa yang lebih muda darinya. "Apa kau senang?" tanya Zayn. Dewa pun mengangguk senang.
"Apa Aunty Mika marah kita mengganggu bulan madu mereka?" tanya Dewa lagi, Mika memang baru saja merampungkan bulan madunya di Milan bersama Mike, walaupun pernikahan mereka sudah genap satu tahun namun mereka baru menyempatkan bulan madunya sekarang, karena Mike harus menyelesaikan proyek di New York terlebih dahulu, itu adalah kesepakatan antara Mike dan Om Michelle, mertuanya.
"Mommy ku bilang Aunty sedang hamil, apa itu benar Brader?" tanya Dewa ke Zayn dengan tatapan senang dan bahagia, karena mereka akan dapat saudara baru lagi. "Aku berharap dia bayi perempuan, aku akan menjaga dan menyayanginya seperti aku menyayangi mu, Dewa." ucap Zayn seolah-olah mereka pasangan kaka beradik yang sudah dewasa. Dewa dan Zayn pun menoleh ke pintu saat tahu Bayu mencoba masuk dan bermain bersama mereka.
"Apa Daddy boleh join?" tanya Bayu sambil memeluk Dewa. "Of course, Dad." jawab Dewa dengan cepat. Mereka bertiga pun bermain bersama, hingga mereka memutuskan untuk meminta Bayu melakukan telling story atau membaca cerita dari buku cerita anak.
Saat ditengah cerita tiba-tiba ada yang memecah konsentrasi mereka karena suara ketukan pintu. Betapa terkejut dan senangnya Dewa dan Zayn saat tahu yang datang adalah Mike, uncle favorit mereka. "Hallo baby hero uncle Mike." sapa Mike dengan senyum sumringahnya, "Uncle Mike!" teriak Zayn dan Dewa secara bersamaan, mereka berlari dan memeluk kaki Mike, Dewa di kaki kanan dan Zayn di kaki kiri. Mike yang dipeluk pun merasa hangat di hatinya, sudah lama ia tidak bertemu dengan dua baby hero yang tak lain adalah keponakan Mike.
__ADS_1
"Kenapa Uncle lama sekali, apa Uncle tidak merindukan kami berdua?" tanya Zayn, mereka berdua ini memang anak umuran tiga tahun namun kecerdasan yang mereka dapat dari gen orang tua membuat daya fikir dan kecerdasan intelektual mereka di atas rata-rata anak seumuran mereka pada umumnya. Bahkan Aldi dan Kiandra sudah merencanakan akan memasukkan Zayn di sekolah akselerasi sesuai anjuran dari dokter anak pribadi mereka, tentu atas persetujuan Zayn nantinya, namun lain hal nya dengan Dewa, Dita dan Bayu benar-benar memberikan kebebasan untuk putranya memilih apa yang ia mau tentu atas arahan dan masukn dari Bayu sang ayah.
"Justru karena Uncle rindu maka Uncle kesini. Kalian tahu apa yang Uncle bawa?" tanya Mike mencoba berjongkok agar dirinya sejejar dengan para baby hero kesayangannya itu. "Tara ...." ucap Mike sambil menunjukkan bingkisan kepada Dewa dan Zayn, betapa terkejutnya mereka diberikan i-pad keluaran terbaru dari perusahaan seluler terkenal di dunia.
"Apa ini benar-benar untuk kami Uncle?" tanya Dewa ragu. Mike pun mengangguk cepat, ia ingin melihat para baby hero tersebut semangat terus dalam berkarya.
"Tentu, ini Uncle beli pakai uang Uncle sendiri, jadi kalian tidak perlu khawatir. Bukankah kalian berdua suka menggambar?" tanya Mike dengan kedua tangannya memeluk dua keponakan mereka yang begitu lucu dan menggemaskan. Keduanya pun meloncat kegirangan karena i-pad yang mereka inginkan kini ada di genggaman. "Thank you so much Uncle, we love you." kata Dewa sambil mencium pipi kanan Mike. "Thank you Uncle, Uncle Mike memang terbaik." ucap Zayn sambil mencium pipi kiri Mike.
"Wah, kau memang Uncle favorit mereka berdua ya, aku bahkan kalah pamor dengan mu." ledek Bayu yang kini sudah berdiri di hadapan Mike, Mike pun ikut berdiri dan mereka pun saling berpelukan melepas rindu yang sudah lama tidak bertemu. "Selamat atas kehamilan Mika, Mike." ucap Bayu sambil menepuk punggung Mike dalam pelukannya. "Thank you." balas Mike singkat, Mike memang selalu irit bicara jika dengan sepantarannya namun anehnya itu tidak berlaku saat Mike sedang bersama Zayn dan Dewa.
"Aunty ...." teriak Zayn dan Dewa bersamaan. Mereka berdua pun berlari ke arah Mika dan memeluknya. "Ah ganteng-ganteng ku sayang, Aunty kangen banget sama kalian." ucap Mika sambil melepas pelukan dua pria kecil itu. "Kami juga rindu Aunty Mika yang paling cantik sejagat raya." ujar Zayn, dan dibalas anggukan oleh Dewa.
__ADS_1
Mika yang dipuji pun hanya bisa tersipu malu, "Ah, kalian selalu membuat ku melted. Jika sudah besar nanti jangan cupu seperti kedua Daddy kalian oke? Zayn dan Dewa harus jadi keponakan Aunty yang paling pintar dan tampan, biar bisa jagain Adek nanti." ujar Mika. Zayn dan Dewa pun menjawabnya bersamaan, "Baik Aunty cantik." ucap keduanya.
Jawaban kompak Zayn dan Dewa pun sukses membuat Dita, Bayu dan Mike terkekeh dibuatnya. "Apa kau masih mengajarkan mereka untuk wajib memanggil mu Aunty cantik? Cih ...." ledek Dita, Mika memang semakin terlihat cantik terlebih dirinya kini sedang mengandung anak pertama Mika dan Mike.
"Anak kecil memang selalu jujur Ta, memang aku cantik dari dulu." ucap Mika tak mau kalah, Dita pun hanya menggeleng ngel enggan kepalanya.
"Dimana Kiandra Ta?" tanya Mika penasaran, ia mengedarkan pandangannya ke seisi ruangan tersebut namun tak juga menemukan sosok Kiandra.
"Kiandra sedang bermain kuda bersama Aldi, nanti juga mereka akan keluar jika sudah selesai." ucap Dita sambil berbisik. Mika pun mencibirkan bibirnya jengah karena Aldi selalu saja meminta dimana pun, dan kapan pun, tidak peduli saat ini di rumah sendiri atau Mika dan Dita, "Tidak Aldi ataupun Mike mereka ini sama-sama tak ada habisnya dalam bercinta, kau tahu Ta, Mike selalu melakukan tiga kali dalam semalam, hingga aku kewalahan. Apa Bayu juga seperti itu?" selidik Mika. Dita pun mengangguk ragu.
"Cih, tenaga mereka bertiga ini persis seperti tenaga kuda yang tak ada duanya. Mengerikan." ucap Mika dengan tampak takutnya.
__ADS_1
Mereka berdua pun akhirnya tertawa jika sedang membicarakan para pria aneh yang kini menjadi suami mereka.
Bersambung ....