
"Kami pulang dulu ya Dam, terima kasih atas ramah tamahnya, dan terima kasih sudah mengizinkan anakku menikahi putrimu. Aku titip Bayu ya." ucap Adi Wicaksono.
Bayu hanya menatap papanya tanpa berkata sedikitpun.
"Ibu, sering-seringlah menjengukku dan Bayu, kami akan senang jika kalian bisa menginap dirumah kecil kami, ya kan Honey." ucap Dita yang merangkul tangan sang suami.
"Iya, datanglah berkunjung jika kalian senggang." ucap Bayu dengan canggungnya.
Entah karena mereka sudah mulai menua dan lebih sensitive atau memang ucapan Bayu benar-benar mampu membuat mereka terharu. Hanum tiba-tiba menangis mendengar Bayu mengizinkannya untuk lebih dekat dengannya.
"Sudahlah jangan menangis lagi ya. Ah maafkan kami, kami tidak bermaksud membuat suasana jadi tidak enak. Kami undur diri dulu. Jagalah Dita dengan baik Bay, hidupnya sepenuhnya milikmu dan kau bertanggung jawab atas semuanya. Dam, karena aku jauh aku minta tolong bantu bimbing Bayu agar bisa harmonis seperti keluargamu.
"Jangan sungkan Di, dia sudah jadi anak ku juga saat ini, kau tenang saja, dan berhati-hatilah dijalan." Adam menepuk punggung sahabatnya itu.
"Terima kasih, kami berangkat dulu." Adam dan Hanum mulai memasuki mobil dan pergi ke bandara.
Semua orang kembali masuk ke dalam rumah dan kembali melanjutkan kegiatan masing-masing.
***
"Kau sudah siap Sayang?" tanya Aldi dan dijawab dengan anggukan oleh Kiandra.
"Kita akan kemana Al?" tanya Kiandra penasaran.
"Aku ingin menculikmu sebentar." ledek Aldi sambil mencubit hidung Kiandra.
"Kenapa hanya sebentar? lama pun tidak masalah." jawab Kiandra dengan senyuman. Kiandra mencoba mengembalikan gombalan receh Aldi padanya.
"Sejak kapan kau berani menggombaliku Kiandra?" selidik Aldi.
"Sejak kau selalu hinggap di kepalaku setiap hari." Kiandra menggombali Aldi kembali. Muka Aldi pun memerah, ini pertama kali baginya mendengar Kiandra menggombalinya, rasanya 'nyes' di hati.
"Hey, kenapa mukamu memerah? jangan bilang kau tersipu malu karena ucapan ku Al? Hmmmmp.." Kiandra menahan tawanya melihat muka Aldi saat ini seperti kepiting rebus, apalagi kupingnya ikut memerah, lucu sekali, pikir Kiandra.
__ADS_1
"Kenapa Mike dan Mika tidak satu mobil saja dengan kita Sayang? tidak seperti biasanya." tanya Kiandra penasaran.
"Biarkan mereka lebih dekat satu sama lain. Jika tidak seperti ini hubungan mereka akan stak berjalan di tempat. Apa kau tidak kasihan dengan sahabatmu itu, aku yakin dia sedang butuh dihibur saat ini, melihat Dita sudaha menikah, dan sebentar lagi kita, aku yakin Mika sedang berkecambuk, dan sedih. Aku hanya memberi mereka sarana, semua tergantung pada diri mereka berdua, apakah bisa menggunakannya dengan baik atau tidak. Aku sangat tahu bahwa Mike menyukai wanita galak itu, tapi Mike bukan type pria yang mudah dekat dengan wanita. Aku yakin ada hal yang membuat dirinya memberi batas pada Mika. Aku akan mencoba meruntuhkan batasan itu untuk Mike. Si bodoh itu jika bukan aku yang mendorongnya mungkin dia tidak akan pernah dekat dengan wanita manapun selama hidupnya." ucap Aldi dengan detailnya.
"Apa Mike benar-benar tidak pernah jatuh cinta Al?" tanya Kiandra lagi.
"Kenapa kau begitu antusias membicarakan pria lain padaku Sayang? apa kau sudah bosan dengan ku?" tanya Aldi yang masih menyetir mobil sambil sesekali melirik ke arah kekasihnya.
"Apa kau sudah gila cemburu pada Mike? kau ini benar-benar pencemburu sekali." cibir Kiandra.
Tak lama akhirnya mereka tiba di Max Photograph, salah satu tempat kenalan foto pre-wedd indoor terpercaya rekomendasi dari Mike, jadi Max ini adalah sahabat dekat Mike selama di Jepang, ia adalah warga negara Jepang-Inggris, mereka mulai kenal dekat sejak TFR melakukan pemotretan untuk beberapa product yang akan rilis bersamaan dengan peresmian gedung tersebut.
Mereka berdua turun dari mobil, begitu pun Mika dan Mike.
Mika dan Kiandra masuk terlebih dahulu dan duduk di salah satu meja cafe di dalam Max photograph. Gedung Max photgraph ini sangatlah unik, menggabungkan antara cafe, distro street wear serta studi foto menjadi satu. Sungguh perpaduan konsep yang unik.
Aldi menahan tangan Mike.
"Hiburlah Mika! Jangan memperburuk mood calon istriku Mike dengan melihat muka sedih Mika. Itu akan mempengaruhi hasil fotonya tidak akan maksimal. Kau mengerti Mike. Ini perintah ku, dan kau sudah tahu aku tidak suka dibantah." ucap Aldi pelan agar Mika dan Kiandra tidak bisa mendengar obrolan mereka.
"Good! jangan mengecewakan ku Mike, kau tahu betul aku akan berbuat apa jika kau membantah dan mengecewakan ku." ancam Aldi.
"Masuk dan bersikaplah seperti biasa." ucap Aldi yang mulai memasuki tempat studio foto tersebut, dan di susul Mike di belakang.
"Ohayo Max" sapa Aldi sambil menjabat tangan Max.
"Hay, Long time no see Brother." ucap Max.
Mika benar-benar menyukai konsep cafe ini, karena Mika sangat menyukai pakaian ala streer wear.
"Kau lihat Kiandra, bodynya goals banget ya, brewokan pula, unchhh gemas. Aku rasanya ingin mengelus brewoknya, Ki." ucap Mika.
"Ehem.." Mike berdeham.
__ADS_1
Entah kenapa Mike sangat kesal mendengar Mika memuji pria lain jika sedang bersama dengannya, seperti ada gelenjar aneh di hatinya.
Kiandra yang paham maksud Mike hanya tersenyum menahan tawanya. Mika dan Mike benar-benar pasangan yang aneh menurut Kiandra. Bagaimana tidak aneh, dekat namun ribut, jauh tapi merindu. Kiandra gemas kenapa mereka berdua tidak menjalin hubungan saja, toh keduanya sudah sama-sama dewasa, mapan, sama-sama cerdas, tampan dan cantik, apalagi yang mereka tunggu, begitulah kira-kira pikir Kiandra saat ini.
Max memanggil Kiandra untuk bersiap-siap, ketika mendekati Mika, Max mencoba menerka hubungan antara sahabatnya ini dengan wanita di hadapannya.
"Is she u'r girlfriend, Mike? (Apakah dia wanita mu Mike?)" tanya Max.
Baru saja ingin menjawab, Mike sudah menjawabnya lebih dulu.
"Yes, she's mine. (Ya, dia wanita ku)" jawab Mike dengan lantangnya.
"Apa kau sudah gila hah? kenapa kau selalu berkata seperti itu setiap kali ada pria yang mendekatiku?" sadar akan kehadiran dirinya seperti orang ketiga, Max berpamit untuk naik ke atas menyusul Kiandra dan Aldi.
Mika yang baru saja berdiri, tangannya sudah ditarik kembali oleh Mike agar menetap duduk ngopi bersamanya.
"Kau ini apa-apaan si. Aku ingin ke atas melihat Kiandra. Jika kau ingin ngopi duduk saja disini sendirian sampai lumutan." cibir Mika yang menyilangkan tangannya ke dadanya.
"Duduklah disini temani aku meminum kopi bersamamu. Jangan membantahi perkataan ku Mika, apa kau tidak dengar tadi? kau wanita ku jadi kau tidak boleh membantah ku." ucap Mike.
"Cih, dari dulu Anda kemana saja bapak, hah? aku sudah katakan padamu hatiku sudah ku kubur untukmu, untuk apa kau menggalinya kembali?" ucap Mika dengan sarkasnya.
Mike mengepal tangannya karena marah mendengar Mika sudah mengubur perasaan padanya. Hatinya sakit mendengar kata-kata Mika. Namun ya.. bukan Mike namanya jika masih juga enggan mengakui perasaanya terhadap Mika.
Di lain tempat, Kiandra dan Aldi sudah mengambil beberapa take untuk pre-wedd mereka. Hingga tak terasa sudah dua jam mereka melakukan photoshoot, Kiandra merasa kakinya sudah kebas terasa dan mereka memutuskan untuk menyudahi sejenak kegiatan mereka.
Bersambung...
__ADS_1
Thank you semuanya yang sudah mengikuti sampai chapter ini, thank you buat like and commentnya serta love nya, me love you all too.
Jangan lupa mampir di karya terbaruku "My Addiction" ya, see you there also bye bye.. 🖤