CEO Love Story

CEO Love Story
Chapter 65 - Lil & Stitch


__ADS_3

"Mike cobalah es krim ini, ini enak sekali, buka mulut mu." ucap Mika yang masih memasukkan es krim penuh ke dalam mulutnya membuatnya terlihat sangat menggemaskan.



"Ya sudah kalau kamu tidak mau, aku akan memakannya sendiri." ucap Mika.


Mike pun menarik dagu Mika dan memakan es krim tersebut dari mulutnya.


"Benar katamu, ini sangatlah enak. Apalagi dimakan langsung dari bibir mu, nagih!" ledek Mike sambil menjilati bibirnya yang masih tertinggal jejak bibir Mika disana.


"Berhenti menciumiku Mike!" ucap Mika sambil melotot ke arahnya.


Dia benar-benar my dangerous woman, semakin galak semakin cantik. - batin Mike.


"Kau yang menyuruh ku mencicipinya, kenapa kau marah?" tanya Mike.


"Aku menyuruhmu membuka mulut untuk mencicipinya dari sendok es krim bukan dari mulut ku. Cih.. sejak punya kekasih kau semakin bodoh!" cibir Mika kesal.


"Kenapa selalu membahas kekasih ku? kau cemburu? akui saja jika kau cemburu padanya." Mike senang sekali menggoda Mika.


"Aku? cemburu? jangan terlalu tinggi menilai dirimu Mike." ucap Mika.


"Baiklah... Baiklah.. Terserah apa katamu saja." ucap Mike.



"Excuse me, are you a Korean actor? (Permisi, apakah Anda aktor dari Korea?)" tanya seorang dari kerumunan para gadis NY kepada Mike.


"Me? No, I'm not. (Saya? Saya bukan seorang aktor dari Korea)" jawab Mike.


"But u'r face seems like Nam Joo Hyuk Oppa. May we take picture with you? we really love him so much. (Tapi wajah Anda mirip sekali dengan Nam Joo Hyuk Oppa, bolehkah kami berfoto bersama Anda? kami sangat menyukai aktor tersebut.)" pinta salah satu geng gadis NY tersebut.


Ulah para gadis NY ini sukses membuat Mika memasang muka kesalnya, ia membuang mukanya dari kerumunan tersebut, dan memakan es krimnya dengan tingkah kesalnya.


Kau sungguh menggamaskan Darling.. - ucap Mike dalam hati.


"Ah.. May be we can't. My wife will be kill me if i do it with you girls, so sorry. (Ah.. sepertinya kita tidak bisa melakukannya. Istri ku akan membunuh ku jika aku melakukannya, saya sungguh minta maaf.)" ucap Mike sambil menarik dan merangkul pinggang Mika didepan para gadis tersebut.


"Its okay, sorry for disturbing your honeymoon, Oppa. (Tidak apa, maaf jika kami sudah mengganggu honeymoon kalian.)" jawab salah satu gadis tersebut.


Mereka pun pamit pergi dari area tersebut sambil terus memuji ketampanan Mike yang sungguh mirip aktor korea kesayangan mereka.


"Kenapa kau bicara seperti itu? Istri.. kau fikir aku simpanan mu? jauhkan tangan mu dari tubuh ku." ancam Mika.


"Kau ini sungguh galak sekali padaku." ucap Mike kesal sambil melepaskan rangkulannya.


"Lalu aku harus bagaimana menghadapi pria bodoh seperti dirimu, hah?" tanya Mika dengan ketus.


"Bodoh tapi cinta kan?" ledek Mike sambil berlalu pergi ke kedai makanan lainnya.

__ADS_1


"What? Mike...!!!" teriak Mika sambil berlari ke arah Mike.


Mike sangat senang hari ini, karena ini seperti berkencan dengan Mika diam-diam dari orang tuanya.


Sepertinya aku harus berterima kasih pada para gadis tadi karena mereka aku bisa melihat sikap Mika yang menggemaskan seperti tadi.


Mike terus tersenyum tanpa henti, tiba-tiba Mika menarik baju belakang Mike.


"Kau ini tega sekali meninggalkan ku sendiri dibelakang!" ucap Mika dengan nafas yang tidak beraturan karena mencoba mengejar Mike diantara kerumunan pengunjung Queens Night Market.


Mike tersenyum dan mengelus pucuk kepala Mika, lalu menggandeng tangan wanita itu agar bisa jalan beriringan dengannya.


"Ayo kita kembali ke mobil saja." ucap Mike.


"Tapi aku belum selesai jajan Mike." rengek Mika.


"Tempatnya sebentar lagi akan tutup jadi kita harus bergegas kesana." ucap Mike.


"Memangnya kita mau kemana lagi si Mike, kalau Daddy ku tahu kita tidak dirumah dia pasti akan marah padaku Mike." jelas Mika.


"Aku yang akan tanggung jawab." ucap Mike lembut dan mengelus kepala Mika.


Mika pun pasrah saja dan mengikuti kemana pun Mike pergi.


Akhirnya Mike memarkirkan sejenak mobilnya di depan sebuah toko mainan.


"Hm.. jangan lama-lama, aku takut." ucap Mika.


"Tidak akan." ucap Mike samvil tersenyum.


Mike keluar dan mengunci pintu mobilnya dari luar agar Mika aman di dalam.


Bisa tidak si untuk tidak tersenyum seperti itu, ambyar deh lama-lama kalau begini terus. - Batin Mika dalam hati.


Benar seperti yang Mike ucapkan, tak lama Mike sudah masuk kembali ke dalam mobil, ia menyodorkan shopping bag dari toko mainan tersebut dan memberikannya ke Mika.


"For me?" tanya Mika meragu.


"Ya, untuk siapa lagi?" tanya Mike.


Mika mencoba menerima barang tersebut dan membukanya, betapa terkejutnya Mika apa yang Mike berikan untuknya.


"Dari mana kau tahu aku menyukainya? kau mencari tahu tentang ku melalui orang lain?" tanya Mika selidik



"Tidak, aku hanya asal saja mengambilnya, karena itu sangat mirip dengan mu, saat kau melototi ku dan saat kau marah, sama menyeramkannya." jawab Mike enteng.


"Apa kau sedang membohongi ku?" tanya Mika masih dengan keraguannya.

__ADS_1


"Tidak." jawab Mike singkat.


Ya Tuhan.. ini sungguh boneka kesukaan ku, aku tidak boleh begini terus, aku harus membuatnya lebih jelas.


"Aku tidak bisa menerimanya, apa kau tahu apa yang kau lakukan saat ini? memberikan sepasang boneka kepada perempuan, ini adalah hal yang biasa dilakukan sebagian sepasangan kekasih, tapi aku dan kau tidak sesederhana itu Mike." ucap Mika.


"Benarkah? aku hanya senang saja memberikan mu barang itu, selama aku senang dan kau senang sepertinya itu tidak salah. Jika tidak ingin menerimanya kau bisa membuangnya atau berikan ke anak panti, mereka pasti lebih senang." ucap Mike datar namun terdengar sedikit ada kekecewaan di dalam ucapannya.


"Berhenti bersikap manis padaku Mike. Apa kau sedang mencoba membangun ingatan indah untukku lalu meninggalkan ku dengan kekasih mu itu?" tanya Mika.


"Baiklah ikuti maumu. Ada lagi?" tanya Mike datar.


"Mike...." panggil Mika pelan.


"Sudah malam ayo kita pulang." Mike bergegas membawa Mika pulang.


Suasana canggung kembali terjadi diantara mereka, saling diam dengan pikiran masing-masing.


Setibanya di penthouse Mike mematikan mobil dan bergegas keluar, tapi Mika menahannya, menarik lengan kaos milik Mike.


"Mike.. " belum juga bicara Mike sudah mendahului ucapannya.


"Sudah malam istirahtalah." ucap Mike sambil menepuk lembut punggung tangan Mika.


Apa Mike marah? biarlah mungkin ini yang terbaik untuk semuanya.


Mike sudah turun dari mobil lalu berputar untuk membuka pintu Mika.


Mika hanya menatap sendu ke arah Mike. Mika turun dari mobil dan membawa sepasang boneka yang baru ia terima dari Mike.


Mike masih betah tidak berbicara sepatah kata pun pada Mika. Hingga mereka masuk ke dalam penthouse dan berpisah ke kamar masing-masing begitu saja, seperti tidak terjadi apa-apa sebelumnya.


Baru saja Mike barganti baju, hp nya sudah berbunyi kembali, ada chat dari Aldi ternyata.


"Ada masalah di kantor pusat, pulanglah lebih dulu Mike, aku sudah memesan tiket bisnis untuk mu malam ini ke Jakarta, pesawat akan take off pukul dua dini hari waktu NY, hati-hati dijalan." begitu lah isi pesan Aldi pada Mike, disertai e-ticket kepulangannya malam ini.


Keadaan memihak mu Mika, dan aku harus pergi malam ini juga, sungguh kencan yang indah dan menyakitkan sekaligus.


🖤


Bersambung..


Thank you Gaes udah mampir ke cerita ini.


Hayooo belum klik like and love kan? cussss klik like dan love gratis loh..


Support dari kalian sungguh menjadi mood booster untukku.


See u next chapter...

__ADS_1


__ADS_2