CEO Love Story

CEO Love Story
Chapter 23 - Pergi Untuk Kembali


__ADS_3

Mike menghentikan mobilnya di salah satu kedai kopi ternama di sekitar area bandara.


"Turunlah!" Mike membukakan pintu mobil Mika, namun yang dimaksud tidak bergeming sedikitpun dari duduknya.


"Aku menunggu di sini saja." Mika terduduk diam.


"Turun atau aku gendong kau keluar dari mobil." ucap Mike.


Mika hanya diam tidak mau menggubris omongan Mike, ia tahu itu hanya gertakan saja untuknya. Mike tidak mungkin menggendongnya keluar.


Kau pikir aku bodoh.


Mike menundukkan kepalanya ke dalam mobil, ia menatap Mika yang masih tidak mau melihatnya.


"Mika, aku minta maaf atas memar yang aku buat di tanganmu, bisakah kau turun temani aku ngopi sebelum aku berangkat ke Jepang?" Mike sedang mengabaikan harga dirinya, meminta maaf pada Mika.


Mika tetap tidak bergeming, masih membuang mukanya.


"Mika, lihat aku." Mika masih enggan untuk menengok ke arahnya.


"Mika..." panggil Mike dengan lirihnya. Mika pun luluh.


"Minggir, aku ingin turun." Mike pun menyingkir dari sana, Mika benar-benar tidak melihat ke arahnya sama sekali.


Mika mendahului Mike masuk ke dalam kedai kopi tersebut, mereka pun memesan minuman.


"Iced Latte, satu ya" ucap Mika sambil tersenyum ke kasir.


"Baik Kak, yang dibelakang Kakak masih gabung satu pesanan yang sama atau bagaimana?"


"Pis.. "


"Gabung, saya hot latte." ucap Mike, ia memotong Mika yang ingin menjawab pertanyaan sang kasir.


"Bayar pakai ini saja" belum juga sang kasir bertanya, ia sudah mendahuluinya.


"Aku masih sanggup bayar sendiri" Mika menampakkan muka kesalnya.


"Jadi bagaimana, Tuan?" tanya lagi sang kasir.


Mike tiba-tiba saja bertingkah aneh di hadapan kasir tersebut.


"Honey, jangan menakuti petugas kopi disini dengan muka marahmu itu, pakai punyaku saja ya." ucapnya ke Mika.


"Maaf ya, Istri saya lagi ngambek, pakai kartu saya saja." Mike mengulurkan kembali kartu miliknya.


Gila! Sejak kapan kita suami istri. Dasar Pendusta!


Mika meninggalkan Mike di kasir, kasir tersebut terhanyut akan kebohongan Mike pada mereka. Selesai bayar Mike menyusul Mika.


"Sayang banget ya, ganteng si tapi Istrinya galak banget." ucap salah satu kasir tersebut, dan dibalas anggukan oleh kawannya yang lain.


Mereka berdua menuju tempat yang akan didatangi Aldi dan Kiandra.


- - -


"Sayang.. apa masih jauh?" tanya Kiandra.


"Sebentar lagi sampai." Aldi tersenyum sendu padanya.


Sepanjang jalan Kiandra merangkul tangan Aldi tak henti-henti, seperti tidak ingin kehilangan detik demi detik yang mereka lewati.


"Apa benar kita tidak akan melakukan komunikasi apapun?" tanya Kiandra, ia takut Aldi akan lupa padanya.

__ADS_1


"Hey, jangan pasang wajah seperti itu, pasang wajah bahagiamu agar aku selalu cepat-cepat ingin pulang melihatmu." Aldi berusaha menghibur Kiandra dan hatinya yang pilu.


"Baiklah jika itu maumu, Al." Kiandra tersenyum.


"Good.. kau semakin manis saat menurut, Sayang." Aldi mencium kening Kiandra.


"Al, sudahlah, aku malu." ucap Kiandra.


"Apa kalian melihatnya?" tanya Aldi ke para pengawalnya yang duduk di depan.


"Tidak, Tuan Muda." jawab secara bersamaan.


"Ish.. kau ini." Kiandra mencubit paha Aldi, Aldi pura-pura kesakitan, dan bersandar ke dada Kiandra, lalu memeluknya.


"Aw, sakit.. " rintih Aldi.


"Modus!" Kiandra mencubit hidung Aldi.


Astaga, aku baru lihat tingkah Boss seperti ini, apakah sebentar lagi kita akan punya Nyonya Boss?


Akhirnya mereka sampai di kedai kopi yang Mike dan Mika kunjungi, Aldi turun duluan lalu mebukakan pintu Kiandra.


"Terima kasih, Sayang."


"Sama-sama."


Mereka mulai memasuki kedai kopi tersebut, Aldi menggandeng tangan Kiandra dan menghampiri Mike.


"Pagi Boss, pagi Nona" sapa Mike yang berdiri dan sedikit menundukkan kepalanya tanda hormat pada Aldi.


"Duduklah" pinta Aldi.


Mika yang berfokus kepada genggaman Aldi ke Kiandra membuatnya tercengang, Aldi yang melihat tatapan Mika sudah mengerti apa yang dipikirkan wanita itu. mereka berdua ikut duduk satu meja dengan Mike dan Mika.


"Cih, tidak usah berpura-pura padaku Al, sejak kapan kalian bersama? kau sepertinya sudah tidak menganggapku sahabatmu, Kia. Kau berhutang penjelasan padaku." Mika menatap tajam Kiandra.


"Mika, aku akan menjelaskan semuanya setelah ini, oke?" Kiandra 'nyengir kuda' ke arah Mika, Aldi masih menggenggam tangan Kiandra, dan tersenyum senang atas kemenangan telak yang Aldi dapatkan.


Aldi merasa menang dari Mika yang sudah berusaha membuat jarak antara dirinya dan Kiandra selama 4 tahun ini, dan sekarang Mika tidak memiliki alasan untuk membuat jarak lagi antara dirinya dan Kiandra.


"Bagaimana rasanya tidur di apartement pujaan hati, Mika?" cibir Aldi.


"Kamu bilang apa Al? menginap? jadi kau sudah tidur bersama dengannya, Mika?" tangan Kiandra nenunjuk ke arah Mike. Mika yang ditanya hanya diam membeku.


"Wah, wah. Kau bilang kau sudah mengubur mati perasaanmu padanya, dan sekarang kalian sudah tidur bersama?" Kiandra mencibir sahabatnya.


"Apa kau mencintai sahabatku, Mike?" Kiandra terus nyerocos tanpa henti.


"Ehem.." Mike berdeham bingung harus menjawab apa.


"Ish.. kau ini, kau lupa semalam kau pun tidur bersamaku, Sayang?" bisik Aldi ke Kiandra.


"Ah, maafkan. Aku lupa karena terlalu bersemangat." bisik Kiandra balik ke Aldi.


"Tak apa." Aldi tersenyum ke Kiandra.


"Cih, bersikap romantis di hadapan jomblowan sangat tidak sopan." sindir Mika.


"Jomblo? jadi kalian belum bersama? ishh kau ini Mike! pintar dalam segala hal kecuali tentang perasaan wanita. Jangan ikuti jejak Boss-mu ini, wanitanya pergi baru menyadari, hampir saja aku dipinang orang." Kiandra menggeleng pelan kepalanya sambil melirik ke Aldi.


"That's the point, Ki." Mika menunjuk jari tangannya ke Kiandra.


"Nah, kan. Apa ku bilang, kau ingat ucapanku baik-baik, Mike. Dia menolak semua pria karena masih menunggumu, aku tidak bisa menjamin kau masih memiliki kesempatan mendapatkannya jika nanti sudah ada pia yang melamar Mika setelah wisuda. Aku tidak main-main, Mike." ucap Kiandra. Mika hanya tersenyum menang karena sudah dibela Kiandra.

__ADS_1


"Terima kasih atas sarannya, Nona. Saya belum terpikirkan untuk menjalin hubungan dengan wanita manapun, saya hanya akan fokus terhadap kehidupan Boss." Mike menjawabnya dengan datar.


Kiandra merenggangkan tangannya ke hadapan Aldi.


"Apa kau sedang mencoba merebut Aldi-ku, Mike?" Kiandra kesal dan cemburu dengan jawaban Mike.


"Saya sudah menemani Boss jauh sebelum Anda bersamanya, Nona." ledek Mike dengan muka datarnya.


"Awas kau ya, dasar Sekretaris menyebalkan!" Kiandra sudah mengepalkan tangannya ingin meninju Mike.


"Terima kasih atas pujiannya, Nona. Jika saya tidak menyebalkan mungkin saya tidak akan bisa menjadi Sekretaris Boss, Nona." jelas Mike.


"Ha ha ha, sudahlah. Sepertinya waktuku sudah habis, Sayang. Aku akan berangkat sekarang, ayo!" Aldi mengulurkan tangannya ke Kiandra.


"Kau jam berapa berangkat? apa kau akan naik kereta kali ini?" tanya Aldi sambil berjalan meninggalkan mereka berdua dibelakang.


"Sepertinya kali ini naik kereta, Al. Karena ingin menikmati perjalanan saja sambil memikirkanmu."


Aldi yang di gombali Kiandra hanya tertawa, betapa ia menikmati itu semua sebelum ia meninggalkan Kiandra sejenak.


Mika dan Mike saling berjalan beriringan namun berjauhan. Mike sedikit kepikiran atas ucapan Kiandra di kedai kopi tadi.


Tidak mungkin aku sudah jatuh hati, apalagi ia wanita yang begitu galak dan susah di bujuk.


"Aku pasti akan sangat merindukanmu, Al." Kiandra memeluk Aldi, ia sudah berjanji tidak akan memeperlihatkan kesedihan saat Aldi berangkat, sebagai bentuk support terbaik sebelum Aldi pergi.


"Aku juga pasti akan sangat merindukanmu, aku janji akan menyelesaikannya dengan cepat untuk kembali ke pelukanmu, Sayang." Aldi menghujani ciuman ke Kiandra bertubi-tubi, kening, pipi kanan dan kiri, mata, hidung, dan bibir Kiandra, lama mereka berciuman mesra sebelum berpisah.


Mika dan Mike membuang pandangan mereka ke arah lain, jiwa Mika meronta-ronta, rasanya ia ingin memeluk Mike, tapi sepertinya itu tidak akan pernah ia lakukan mulai sekarang dan nanti.


Aldi menyudahi ciumannya, lalu beralih untuk memeluk Kiandra dan berbisik sesuatu padanya.


"Bisakah aku berbicara dengan Mika sebentar?" Kiandra pun mengangguk.


"Aku ingin bicara denganmu" Aldi menatap dingin Mika. Mika pun menghampiri Aldi yang sedikit menjarak dengan Kiandra.


"Kenapa?" tanya Mika penasaran.


"Jagalah Kiandra dari semua pria yang mencoba mendekatinya, jika kau mampu aku akan mengabulkan satu permintaanmu, selain menyuruhku meninggalkan Kiandra dan merusak saham perusahaanku." ucap Aldi dengan pelan agar Mike dan Kiandra tidak mendengarnya.


"Setuju, awas jika kau melanggarnya." jawab Mika tak kalah pelannya.


"Kau tahu kau sedang membuat janji dengan siapa, Mika." tegas Aldi. Aldi menghampiri Kiandra lagi.


"Aku berangkat, Kiandra." Aldi melambaikan tangannya ke Kiandra.


Kiandra terus memaksakan senyumnya ke Aldi, hingga Aldi menghilang dari pandangannya.


Kiandra tidak tahan untuk menangis, dan tangisannya pun pecah, ia berjongkok menutupi kesedihannya.


"Sudahlah, toh kita juga harus pergi bukan?" Mika mencoba membujuk Kiandra.


Kiandra menyeka air matanya dan mulai berbalik untuk pulang.


"Permisi Nona, Tuan Aldi meminta saya untuk mengantarkan Nona Kiandra dan Nona Mika pulang kerumah. Koper Anda sudah ada di mobil Nona Kiandra, mari ikut saya. Nona Mika bisa ikut kawan saya yang membawa mobil Tuan Mike." pengawal itu mempersilahkan mereka berdua untuk pergi.


"Kita ketemu di stasiun jam 12 siang ini ya, Ki." Mika melambaikan tangannya. Kiandra hanya tersenyum. Mereka pun pulang kembali ke rumah masing-masing dan bersiap diri kembali ke Djogja.


🍂


🍂


🍂

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2