
"Bay, kenapa mataku ditutup gini sih, kita mau kemana?" ucap Dita yang berjalan setapak demi setapak karena matanya tertutup kain.
Bayu melepaskan tutupan mata tersebut dari mata Dita.
"Welcome home, Sayang. Apa kau suka?" tanya Bayu.
"Ini rumah mu, Honey?" ucap Dita.
"No, ini rumah kita, bukan milikku seorang." ucap Bayu.
Dita terharu dan speachless akan surprise yang Bayu berikan, sebuah rumah yang nyaman di sekitaran Tokyo, Jepang.
"Maaf jika rumah kita tidak sebesar kediaman utama Wicaksono atau Nugroho." ucap Bayu.
Dita langsung memeluk Bayu tanda terima kasih atas hadiah yang ia berikan.
"Ah kau manis sekali." ucap Bayu.
Mereka pun masuk ke dalam rumah baru mereka, Dita begitu antusias melihat isi rumah yang seperti rumah idamannya selama ini.
"Bagaimana bisa kau tahu selera rumah idaman ku?" tanya Dita penasaran.
"Benarkah? aku hanya menduganya saja, bukankah aku keren bisa tahu apa yang kamu mau?" ucap Bayu dengan bangganya.
"Cih, narsis!" ucap Dita. Matanya tak lepas dari memandangi seisi rumah yang akan ia habiskan bersama Bayu dan anak-anaknya kelak.
"Anindita, aku punya satu hal lagi yang bisa membuatmu senang pastinya." ucap Bayu dengan menyilangkan tangannya di belakang.
"What?" tanya Dita to the point.
"Bacalah.." Bayu menyodorkan map putih bertuliskan University Of Tokyo.
Tangan Dita bergetar pelan saat menerima map putih tersebut. Setelah ia membacanya dengan teliti tertera di sana bahwa Dita diterima sebagai mahasiswa di salah satu Faculty of Economic.
Dita benar-benar terharu, ia menitikan air mata, perjuangannya untuk masuk ke university ini terbayar sudah, berusaha tanpa sokongan biaya maupun nama Adam, ia benar-benar mengikuti semua tahap seleksi layaknya mahasiswa/i lainnya yang ingin mendapatkan beasiswa di kampus tersebut dalam kurun waktu dua bulan.
__ADS_1
Dita langsung memeluk Bayu dan menumpahkan tangis harunya di pelukan sang suami. Dita tidak menyangka akan dihadiahi bertubi-tubi kebahagiaan, benar lagi yang orang dulu ucapkan bahwa apapun keputusan orang tua selama kita percaya dan menurutinya, maka Tuhan akan memberikan nikmat lain sebagai balasan kepatuhan terhadap orang tua.
Namun, Dita sejenak menyadari bagaimana perasaan Bayu saat ini yang tahu akan berpisah jauh dengannya, Jakarta-Jepang tidak lah dekat. Apa Bayu akan melarangnya atau apakah dirinya sendiri saat ini mampu menahan rindu karena jarak. Dita pun melepas pelukannya.
"Hm.., Maafkan aku, aku terlalu kaget dan terharu mendapat berita ini, lalu apakah kita akan berpisah negara? kita sudah menikah sekarang, Mamih bilang wanita yang sudah menikah harus mengikuti kemanapun suami berada, dan aku...., aku akan mengabaikan tawaran beasiswa ini karena aku sudah menjadi istrimu, tidak mungkin kau di Indonesia sedangkan aku di Jepang. Cukup tahu aku lolos saja itu sudah membuktikan bahwa aku mampu tanpa dorongan nama Papih, itu sudah lebih dari cukup." Dita tertunduk sedih dan bingung.
"Hahaha, kau sungguh sangat manis saat seperti ini Honey. Sejujurnya kau tidak akan sendirian dirumah ini, aku akan tinggal disini selama kau menjalankan study mu di Jepang, dan itu adalah salah satu syarat dari Kakak mu jika aku ingin melangkahinya menikah lebih dulu." jelas Bayu sambil mengelus pucuk kepala Dita.
"Benarkah?? arghhhhh.." Dita melonjak-lonjakan dirinya sambil memeluk Bayu karena begitu senang tahu bahwa Bayu lebih memilih untuk menemaninya disini daripada kembali ke Jakarta atau ke Djogja.
Bayu membalas pelukan Dita dan menciumi leher sang istri.
"Tunggu! jika kau disini bagaimana dengan cafe mu di Djogja? dan... bagaimana kita akan hidup di Jepang? saat ini aku bergantung hidup denganmu." tanya Dita ragu.
"Hahaha" lagi lagi Bayu dibuat tertawa oleh ulah istri kecilnya ini.
"Kenapa kau tertawa setiap kali aku bertanya?" sanggah Dita kesal.
"Oh ayolah Honey, aku tidak seterpuruk itu ya. Cafe akan di urus oleh salah satu sahabat kepercayaan ku, Keanu. Syarat kedua jika aku ingin melangkahi Kakak mu menikah adalah aku harus menghandle perusahaan yang baru ia selesaikan akhir-akhir ini di Jepang. Bahkan jika kau sudah menyelesaikan study mu aku tetap harus menjalankannya. Jadi Nyonya Wicaksono, kau tidak perlu khawatir aku tidak mampu membahagiakanmu lahir dan batin." ucap Bayu sambil memegang dagu Dita untuk meluncurkan ciumannya ke bibir sang istri yang sudah ia tahan sejak tadi.
"Ba, Bayu stop.... aku belum mandi." Dita memalingkan mukanya, mukanya memerah karena malu.
Melihat ketidak berdayaan Bayu saat ini akhirnya dengan segala keberanian dirinya, Dita mengiyakan ajakan malam pertamanya.
Dita mengelus pucuk kepala Bayu dan berkata "Baiklah, a.. aku mau melakukannya sekarang." ucap Dita.
"Benarkah? ahh aku akan melakukannya dengan lembut Honey aku janji." Bayu langsung menggendong ala bridal dan membawa Dita ke kamar mereka berdua yang berada di lantai dua. Dita terus menyembunyikan wajahnya di dada Bayu. Bayu yang melihat tingkah Dita merasa gemas.
Sesampainya di kamar, Bayu mengambil remote home smart living control di nakas samping tempat tidur, dan menutup pintu utama rumahnya.
Apa dia sudah gila membeli rumah semahal ini di Jepang? sebenarnya seberapa banyak yang aku belum tahu tentangnya?
Bayu membaringkan Dita di kasur empuk milik mereka.
Bayu mulai membuka jas lalu membuka dasi dan kemejanya perlahan, tatapannya tak lepas dari mata Dita. Dita menelan salivanya melihat tingkah Bayu yang begitu mempesona.
Sial! buka dasi saja kenapa bisa setampan itu si, menyebalkan sekali.
__ADS_1
Bayu hanya tersenyum melihat Dita yang tidak berkedip sama sekali menatapnya.
Bayu mulai naik ke kasur dan mengungkung Dita dibawahnya, Dita sudah masa bodo dengan gengsinya yang ia tinggalkan di ruang tengah tadi.
Bayu menciumi kening, hidung, kedua pipi Dita dan berlanjut ke bibirnya, Dita merasakan ada getaran-getaran setruman kecil di dalam tubuhnya saat Bayu mulai mencium bibirnya. Ciuman diawalin dengan penuh kelembutan berakhir dengan ciuman panas yang Bayu salurkan.
Merasa nafas diantara mereka sudah menipis, Bayu menyudahi sejenak ciumannya dan beralih ke leher dan tulang selangka istrinya, Dita hanya mengerang manja dan meremas punggung Bayu yang tidak berbalut sehelai benang pun.
Bayu yang diperlakukan seperti itu semakin tersulut gairahnya, tangannya mulai gencar bermain di area 'aset kembar' milik Dita, Dita melenguh nikmat. Mendengar lenguhan sang istri Bayu langsung membuka celananya dan memulai aksinya.
Pelan namun pasti Bayu akhirnya mampu membuat Dita berubah dari gadis menjadi seorang Wanita seutuhnya. Dita menggigit bibirnya menahan agar suara lenguhannya tidak terdengar oleh Bayu.
"Lepaskan saja...Honey, aku... ingin... mendengarnya." ucap Bayu yang masih dalam mode gencatan senjata.
Mendengar hal itu Dita akhirnya menuruti permintaan Bayu dan mengeluarkan semua lenguhannya yang sempat tertahan.
Gila! suaranya membuatku ingin terus merengkuhnya. - Bayu.
Dita merasa sakit di sekitar area miliknya, dan tak terasa membuatnya meneteskan air mata, namun Bayu tidak menanggapinya kali ini, Bayu sudah dibuat mabuk kepayang oleh Dita.
"Tahan Honey, sedikit lagi...aku janji setelah ini kau akan menikmatinya dan tidak akan merasa sakit lagi." ucap Bayu.
Tidak lama akhirnya Bayu sudah mencapai batas ketahanan dirinya, dan tumbang disamping sang istri kecilnya yang hebat. Nafasnya terngah-engah.
Entah mengapa Dita rasanya lelah dan mengantuk setelah melakukan hal tersebut hingga mengulanginya lagi dan lagi sampai sang fajar menyapa. Dita benar-benar syok melihat kekukatan Bayu yang entah datang dari mana hingga mampu memintanya berulang kali.
Bayu yang baru saja keluar dari kamar mandi setelah membasuh sisa perangnya semalam, berjalan menuju kasur, ia melihat Dita sedang tidur meringkuk seperti anak kecil yang menggemaskan.
"Thank you Honey, kau benar-benar menjaganya untukku. aku mencintaimu Anindita, sangat mencintaimu, aku akan membahagiakanmu selalu." ucap Bayu sambil menciumi kening Dita.
🌼
Bersambung..
Nah lohh buat kalian yang berharap aku akan menceritakannya lebih detail, mohon maaf Author tak sanggup wkwkw, jadi bayangkan saja sendiri yes.
Thank you atas support kalian ya, buat para silent readers ayo dong kasih aku like mu, boom like chapter sebelumnya yang sudah kalian baca namun belum like, di like ya. Supaya aku semakin bersemangat untuk menulis.
Jangan lupa mampir ke My Addiction.
__ADS_1
See you all, Love you and bye bye 🖤