CEO Love Story

CEO Love Story
Chapter 51 - Macan Tidur


__ADS_3

Setibanya rombongan Aldi dan Mike di Jepang dini hari, mereka langsung ke rumah sakit saat mendapat telepon dari dokter Hermawan bahwa pasien yang tak lain adalah Bayu, sudah siuman.


Itu tandanya Tuhan menjawab pertanyaanmu Dita. Aku harap Bayu bisa membahagiakanmu. -Aldi.


Selama ini keluarga Nugroho menyembunyikan keadaan kritis Bayu dari keluarga Wicaksono.


"Kenapa kita ke rumah sakit sayang?" tanya Kiandra.


"Ada yang harus kalian temui disana." ucap Bayu sambil tersenyum.


Kenapa firasat ku tidak enak ya.


Mereka sudah masuk area loby rumah sakit. Mereka berjalan menyusuri lorong menuju kamar Bayu di pojok. Betapa syok-nya Kiandra dan Mika saat membuka pintu dan melihat Dita ikut tertidur di kasur pasien bersama Bayu, Dita membelakangi Bayu dan sudah tertidur lelap, Bayu sedang memeluk Dita dari belakang. Pemandangan ini lah yang membuat semua terbelalak matanya.


Seperti biasanya Bayu meminta Dita untuk menuruti permintaannya, namun naas ini menjadi tontonan untuk orang lain, Bayu yang sadar akan kehadiran seseorang mencoba memberikan kode untuk diam dengan menempelkan jari telunjuknya ke bibirnya.


"Anindita baru saja tidur." ucap bayu setengah berbisik.


"Astaga kenapa kau bisa masuk rumah sakit?" tanya Kiandra yang juga berbicara setengah berbisik.


"Panjang ceritanya, duduk lah terlebih dahulu, kalian pasti lelah." Bayu mempersilahkan Aldi, Mike, Mika dan Kiandra duduk.


"Sepertinya aku tidak akan lama Bay, kami hanya ingin menyapa saja, syukurlah jika kau sudah siuman." ucap Aldi.


"Thank you Brother, kalian langsung pulang?" tanya Bayu.


"Mungkin besok, malam ini masih ada hal yang harus kami urus." ucap Aldi lagi.


"Baiklah, silahkan dilanjutkan. Besok dokter sudah memeperbolehkan ku untuk pulang." ucap Bayu.


"Baiklah, sampai jumpa di kediaman Nugroho nanti. Kami permisi dulu Bay, salam untuk Adikku." ucap Aldi.


Aldi menggandeng tangan Kiandra mengajaknya untuk keluar dari ruangan Bayu. Di susul dengan Mike dan Mika.


"Kita memangnya mau kemana lagi? apa itu urusan bisnis?" tanya Kiandra yang saat ini sudah berada di tengah keramaian kota Tokyo.


"Ya urusan bisnis masa depan ku." jawab Aldi dengan ambigunya.


Kemana lagi si badanku sudah remuk nih rasanya. - Mika.

__ADS_1


Mereka pun sampai di loby hotel XX salah satu hotel bintang lima di sekitar kota Tokyo.


"Ini card access kalian, aku sedang ingin berdua dengan Kiandra saja, jangan menggangguku, dan kau Mike, jika wanita ini mengganggu tidur ku dengan Kiandra aku akan menghukummu, jadi pastikan kau setiap menit bersamanya Mike." ucap Aldi dengan nada mengancam.


"Tapi.." jawab Mika.


"Tidak ada tapi Mika. Aku tidak suka dibantah." seru Aldi.


Ish sudah lelah ditambah aku harus menghabiskan malam ini dengan si cupu. Sial sekali si trip kali ini. -Mika.


Kiandra dan Aldi sudah masuk ke kamar mereka berdua.


"Kenapa kita ke hotel Al? hmmmph." Belum selesai bicara bibir Kiandra sudah dilumat habis oleh Aldi.


Aldi menahan untuk mencium Kiandra karena pikirannya masih berkecambuk dengan keadaan Bayu yang masih juga belum siuman, karena dia sudah memastikannya sendiri bahwa Bayu sudah siuman membuat Aldi segera ingin menumpahkan segala kerinduannya dengan sang pujaan hati. Dirinya sudah tidak bisa menahannya sampai ke kediaman Nugroho.


Aldi masih menciumi Kiandra, hingga ia melepas sejenak ciumannya untuk mengatur nafas mereka berdua. Kiandra yang juga sudah lama mendamba setiap sentuhan bibir Aldi membuatnya pasrah.


Kali ini Kiandra yang menciumi Aldi lebih dulu. Aldi kaget karena Kiandra mau melakukannya tanpa Aldi yang meminta terlebih dahulu.


Sepertinya Singa betina ku sudah jinak sekarang. - pikir Aldi.


"A,aku akan ganti baju dulu, cuci muka, dan bersiap tidur." ucap Kiandra sambil menunduk.


"Hahaha, aku tidak akan pernah lupa bahwa ciuman tadi adalah ciuman darimu sayang." ucap Aldi.


Kiandra yang di ledeki seperti itu memilih untuk pergi ke kamar mandi dengan raut wajah yang memerah karena menahan malu.


Kiandra bercermin dan mengacak-acak rambutnya sendiri karena malu.


Bagaimana bisa aku yang menciumnya duluan, biasanya aku bisa menahan inginku. Pasti Aldi salah paham atas tindakan ku tadi.


***


"Kenapa kau masih di depan pintu? apa kau sedang berharap aku menggendongmu masuk ke dalam?" tanya Mike dingin.


Mika pun terpaksa masuk ke dalam kamar hotel yang di pesan Aldi untuk mereka berdua.


"Kau tak perlu takut Mika, aku tidak akan menjamahmu walau se-inchi pun, badanmu terlalu kurus untukku, jadi tak perlu khawatir." ucap Mike sambil menata tas dan membuka sweatshirt miliknya.

__ADS_1


"Kau pikir tubuhmu lebih baik? bagusan juga Faisal. Setidaknya dia pria gentle tidak seperti dirimu, cupu!" balas Mika.


Mika melewati Mike begitu saja. Tangan Mike mengepal, kesal sekali rasanya Mika selalu mengagung-agungkan dokter Faisal dihadapannya.


Brengsek kau Faisal, jika aku bertemu denganmu akan aku habisi dia.


Mika yang sedang membasuh diri di kamar mandi akhirnya sudah selesai. Betapa kagetnya Mika melihat Mike di balkon dengan celana pendeknya dan bertelanjang dada sedang merokok menatap indahnya jalanan Tokyo dini hari.


Ya Tuhan kenapa ngerokok aja bisa segagah itu si, membuatku melted saja.


Saat Mike masuk, matanya terbelalak melihat apa yang dipakai Mika saat ini, dan ternyata Mika tertidur di sofa sambil menonton TV.



Pakaian minimnya benar-benar membuat darah Mike berdesir hebat, dan sang adik kecilnya pun meresponnya.


Sial! belum pernah ada wanita yang membuatku berhasrat ingin menjamahnya, padahal wanita-wanita itu jauh lebih sexy dari wanita ini. Apa dia sedang menguji ku karena aku berkata padanya kurus tadi? Melihat pose tidurnya saja membuat adik kecil ku bangun.


Mike menelan salivanya, mencoba menyentuh miliknya sendiri, mencoba menahannya agar tidak semakin menegang.


Namun dengan bodohnya Mike malah menghampiri Mika dan menggendongnya dan memindahkannya ke kasur. Saat Mike menggendongnya Mika menggeliat karena kulitnya bersentuhan dengan kulit Mike yang hangat.


"mmmhh" begitulah racauan Mika saat bersentuhan dengan dada Mike. Semakin Mika banyak bergerak semakin membuat 'adik' Mike meronta-ronta ingin di tuntaskan. Namun Mike masih waras untuk tidak menjamah Mika disini.


Saat Mika sudah ia pindahkan perlahan ke kasur, tali jumper Mika sebelah kanan tidak pada tempatnya membuat pandangan Mike fokus ke dada Mika. Mike menelan salivanya berkali-kali. Telunjuknya menyusuri kening Mika, turun ke hidung, mulut, leher, ke belahan dada Mika hingga ke perutnya, membuat satu garisan lurus di tubuh wanita itu.


Mika menggeliat kegelian karena Mike sedang menyusuri tubuhnya. Mike tidak meneruskannya lagi dan merutuki kebodohannya yang tidak bisa mengontrol dirinya sendiri.


Mike dengan sekuat tenaga menahannya dan pergi ke kamar mandi untuk menuntaskannya, ia lebih rela mandi dini hari untuk melenyapkan keinginannya akan tubuh Mika.


Ah sial memalukan sekali aku harus menyelesaikannya sendiri. Awas kau ya Mika, sudah membangunkan macan yang sudah tertidur lama.


🌼


Bersambung..


Jangan lupa mampir ke karya terbaru ku "My Addiction".


See you there

__ADS_1


__ADS_2