
Mereka semua berkumpul di halaman belakang rumah Dita dan Bayu, karena malam ini mereka akan melakukan barbeque bersama.
"Hai Boss, maaf lama menunggu." ucap Mike sambil menundukkan kepalanya pelan.
"Kau ini, bisa tidak panggil aku Aldi, sudah ku katakan berkali-kali panggil aku Aldi mulai saat ini, apa kau tidak mengerti?" ucap Aldi kesal ke Mike, sejak Mike menang proyek di Milan dan menyandang status CEO Aldi sudah tidak mau lagi dipanggil dengan sebutan Boss seperti dulu kala saat Mike masih bersamanya.
"Uncle kenapa bicara dengan Uncle Mike seperti itu, unclr Mike kan baik." ujar Dewa sambil memeluk kaki kanan Mike.
"Thats right, why Daddy angry ke Uncle Mike? Kalau Daddy marah-marah lagi Zayn tidak mau pulang bareng Daddy sama Mommy." rutuk Zayn yang kini ikut memeluk kaki kiri Mike.
Kiandra, Dita dan Mika hanya tertawa pelan melihat tingkah anak-anak yang begitu menyukai sosok Mike. Aldi yang diserbu oleh anaknya dan juga anak adiknya membuat dirinya merasa terpojok.
"Oh ayolah Boys, aku tidak memarahi Uncle kesayangan kalian itu, hanya sedikit memberitahu dengan cara yang seru." jawab Aldi sambil melirik ke arah Mike.
"Apa itu benar Uncle Mike?" tanya Dewa memastikan. Dewa sesekali melirik ke arah Aldi. Mike berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan Dewa dan Zayn.
"Apa kalian ingat apa yang Uncle bilang? Tidak boleh melawan orang tua, sehebat apapun nanti kalian jika sudah besar, dan lebih hormat kepada yang lebih tua. Kalian masih ingat?" tanya Mike sambil merangkul Dewa dan Zayn.
"Yes, Uncle!" jawab Dewa dan Zayn bersamaan. Aldi pun hanya bisa memijit keningnya yang tidak pusing itu. Kedekatan anaknya dengan Mike benar-benar bukan hanya sekedar isapan jempol belaka. Hal ini bermula dari sebelum keberangkatan Mike dan Aldi ke Milan. Zayn dan Dewa pun kembali bermain lego kesukaan mereka yang dibeli Mike dari Nee York.
"Cih kau memonopoli anak kami, Mike. Ku harap anak mu adalah seorang gadis, supaya kau tahu bagaimana rasanya anak mu lebih dekat dengan Dita dan Kiandra daripada ibunya." ucap Bayu sambil bersedekap, Aldi yang mendengar doa Bayu pun mengiyakan dalam diam.
__ADS_1
"Kau tak boleh berdoa seperti itu Sayang, laki-laki atau perempuan yang paling utama dari segalanya adalah sehat jasmani dan rohani, pintar dan tampan atau cantik seperti kedua orang tuanya." ucap Dita sambil mengaitkan lengannya ke lengan Bayu.
"Setuju, bahkan aku berharap anak mu kembar Ka, biar aku dan Dita tidak harus berebut saat menggendongnya nanti." ucap Kiandra berbinar membayangkan jika ia akan menggendong bayi Mika. Sadar akan ucapan Kiandra, Aldi pun menanggapinya versi jalan fikiran Aldi.
"Kenapa kau harus berebut menggendong bayi Mika? Bagaimana jika kita memiliki bayi lagi, kau tidak perlu berebut dengan siapapun. Ide ku bagus bukan?" ujar Aldi dengan begitu percaya diri. Kiandra langsung mencebikkan bibirnya saat tahu Aldi menginginkan bayi lagi.
"Tunggu hingga Zayn umur lima tahun baru kita fikirkan lagi." ujar Kiandra sambil mengelus pundak Aldi.
"Ah aku ingin punya anak perempuan Sayang, biar sepasang." rengek Aldi sambil menyenderkan kepalanya ke pundak Kiandra, mereka yang melihatnya pun hanya tertawa. Aldi memang sangat dikenal dengan manja dan begitu addict dengan Kiandra. Sampai kemanapun Aldi pergi harus ditemani oleh Kiandra, kecuali saat mereka ke Milan, karena Zayn masih ingin tinggal di New York bersama teman-temannya.
"Baik ah, nanti bisa kita buat rencana ulang. oke?" ujar Kiandra sambil mengelus pipi Aldi.
"Apa kalian akan tinggal di Milan?" tanya Dewa ke Mika dan Mike, sejak proyek Milan di pegang penuh oleh Mike, Mika hampir sepenuhnya tinggal di Milan.
"I love you ...." ujar Mika, ia mendongakkan sedikit kepalanya menatap Mike. Mike yang diucapkan kata cinta pun tersenyum dan mencium kening istrinya.
"Wah, apa kalian sedang mengumbar kemesraan? Dasar pengantin baru!" ledek Bayu ke Mike, Mike pun hanya membalas dengan senyuman sambil jari jemarinya menyatu dengan jari Mika.
"Aku jadi ingat dulu, saat kau tidak hadir di acara wisuda Mika, kau tahu Mike wajahnya terus saja ditekuk, mood Mika selalu buruk, Mika selalu menatap ponselnya hampir setiap saat entah pesan siapa yang ia tunggu." ledek Kiandra ke Mika. Mika yang mendengarnya pun malu dan terus memberi isyarat ke Kiandra untuk diam.
"Benarkah? Aku memang tidak sempat hadir saat itu tapi aku memberikan hadiah untuknya sebagai permintaan maaf ku." jelas Mike ke semua orang.
__ADS_1
"Ah, hadiah berisi pesan 'future Mrs' itu?" tanya Kiandra memastikan.
"Hm, bagaimana kau tahu?" tanya Mike penasaran, karena setahu Mike hadiah iti tidak diketahui oleh siapapun kecuali anak buahnya yang membantu Mike menaruh itu di kamar Mika.
"Tentu saja aku tahu, asal kau tahu Mike hadiah itu selalu ada di kasur nya setiap malam, dipeluk hingga ia tertidur. Cih, pantas saja kau seprti itu ternyata barang itu datang dari Mike." sindir Kiandra ke Mika. Mika yang terus dibahas pun memilih menunduk dan memegang keningnya.
"Benarkah? Wah, ternyata dibalik penolakan mu kau mengharapkan ku Dear?" ledek Mike ke Mika sambil merangkul pipi Mika dan mengecup bibir Mika di depan semua sahabat dan keluarganya itu. Mika yang di kecup pun terpaku diam, ia kaget karena Mike bukan pribadi yang suka mengumbar kemesraan didepan banyak orang.
"Terima kasih sudah begitu sabar menghadapi ku dan menjaga cinta mu setiap tahunnya bahkan saat aku tidak memperdulikan cinta mu waktu itu. I love you Dear." ujar Mike sambil menyelipkan rambut Mika di telinganya.
Mika yang terharu pun meneteskan air mata, entah karena hatinya tersentuh atau memang karena hormon kehamilannya yang membuat Mika begitu sensitive. Mike pun memeluk Mika dan terus mengucapkan terima kasih di telinganya.
"Wah aku tak menyangka Mike type pria yang bisa memanjakan Mika, yang ku tahu Mike adalah pria tercuek dari sekian banyak teman pria yang ku punya." ujar Bayu sambil merangkul Dita.
"Dia sudah bisa mengikhlaskan masa lalu terburuk nya kehilangan sosok Ibu. Mungkin Mika adalah orang yang tepat untuk kembali menghangatkan sisi Mike yang beku." ujar Aldi yang juga merangkul Kiandra.
Sang Koki pun mendekat ke Bayu dan memberitahu bahwa makanan sudah siap untuk disajikan.
"Tuan, makanannya sudah siap." ujar sang Koki lalu dibalas senyuman dan terima kasih dari Bayu.
"Nah, karena makanannya sudah jadi, dan aku rasa anak-anak juga sudah lapar, lebih baik kita makan dulu baru lanjut mengobrol, karena hari juga sudah mulai malam." ujar Bayu sang tuan rumah yang mempersilahkan mereka semua untuk makan malam.
__ADS_1
Bersambung ....