
Mike menunggu Mika untuk pergi makan bersama dengan Kiandra dan Aldi.
Apa Mika akan berpakaian minim lagi seperti biasanya? ah aku tidak rela sekali jika banyak pria yang akan meliriknya disana. - Gelisah Mike.
Tak butuh waktu lama Mike melihat ke arah wanita yang sedang menuruni anak tangga.
Wanita itu yang tak lain adalah Mikaela Wiradmadja, wanita yang sudah membuat Mike gelisah setiap hari, wanita yang sudah mengenalkannya akan cinta, ia akan bertekad mulai sekarang untuk membuat semuanya jelas untuk Mika.
Mike akan mengejar Mika dan merebut hati Mika, yang katanya sudah tidak ada lagi untuknya namun Mike yakin masih ada secuil cinta miliknya yang tinggal didasar hati Mika, Mike akan memupuk kembali perasaan itu, tidak mengapa jika ia harus berhadapan dengan orang tua Mika.
Mike tersenyum saat tahu Mika tidak lagi memakai pakaian terbuka.
Dia masih mendengarkan ucapanku, kau sangat menggemaskan. - Pikir Mike.
"Mike? let's go.." panggilan Mika membuyarkan lamunan Mike saat itu.
Mereka berdua pun menuju ke arah restorant di area 432 Park Avenue, tidak ada ucapan yang keluar dari mulut Mike maupun Mika.
"Sampai kapan kau akan diam seperti ini? sangat bukan gaya mu sekali." Mike mencoba membuka obrolan antara dirinya dan Mika.
"Kau bicara padaku?" tanya Mika dengan ketusnya.
"Jangan pernah bicara padaku sebelum kau beritahu aku siapa kekasih mu itu! Cih... apa wanita mu tidak pernah membuat dirimu ingin menciumnya dan lebih memilih mencium ku setiap kali kita bertemu." cibir Mika.
Mike hanya tersenyum mendengar pertanyaan Mika yang lebih menunjukkan seperti seorang kekasih sedang memergokinya berpacaran dengan wanita lain.
"Apa kau cemburu dengan wanita ku?" tanya Mike dengan penuh senyuman.
"Kau... Kau tersenyum saat membahasnya? simpan senyum busuk mu itu." ucap Mika dengan galaknya.
"Sial, memang seberapa cantiknya wanita itu sampai lebih memilihnya." cibir Mika pelan namun mampu terdengar sampai ke telinga Mike.
"Kau tahu, wanita itu tentu sangat istimewa untuk ku, dia cantik, pintar, sexy, dia selalu membuat ku menggila karena merindunya, aku menyukai aroma tubuhnya, aku menyukai setiap inchi yang terlihat dari dirinya," ucap Mike sambil melirik ke arah Mika.
__ADS_1
"Mike! Apa salah ku selama ini padamu? kau tidak perlu menjelaskannya serinci itu padaku, apa kau tidak punya otak dan hati? jika kau tidak bisa menerima ku setidaknya jangan menyakiti ku lagi dan lagi, turunkan aku disini! aku akan naik taxi saja." Mika mulai tersulut emosinya.
Bagaimana tidak, Mike dengan begitu gamblangnya menjelaskan sedalam apa dirinya mencintai dan mendamba wanita itu, sungguh membuat Mika muak mendengarnya.
"Apa kau tidak mengerti bahasa manusia Mike? aku bilang berhenti!" teriak Mika.
Mike seketika menghentikan mobilnya mendadak di pinggir trotoar.
"Apa kau ingin membunuh ku Mike? lihatlah dirimu Mike, kau lebih memilih untuk membahayakan ku demi bisa bersama dengan wanita cantik mu itu, hah?" teriak Mika kesal.
Mike hanya menatap Mika datar, tidak menyanggah atau tidak mengiyakan pula.
"Kau bahkan tidak menyanggah ucapan ku, seberapa dalamnya cinta mu pada wanita itu Mike? aku sangat iri padanya." ucap Mika sambil matanya melototi Mike seperti biasanya jika ia sedang marah pada Mike.
Sejujurnya Mike sangat ingin mencium Mika saat ini, namun ia urungkan niatnya.
"Sudah teriaknya? kau ingin turun dengan keadaan marah seperti ini dan di lihat banyak orang, lalu semua beranggapan kita sepasang kekasih yang sedang ribut?" kata Mike.
"Diam dan duduk manislah ditempat mu, jangan memancing amarah ku Mika, kau sangat tahu bagaimana aku jika seseorang memprovokasi ku." ancam Mike dengan tatapan intens-nya.
Sial! aku tidak bisa berkutik jika ultimatumnya sudah keluar dari mulutnya.
Mereka sudah tiba di restorant tempat anak millenial NY berkumpul, disana sudah terlihat Aldi dan Kiandra yang sedang mengumbar romansa cinta mereka.
"Kalian sudah tiba? ayo kita langsung makan saja, aku sudah sangat lapar." ucap Aldi.
Mereka berempat mengambil posisi duduk masing-masing, Kiandra dan Mika berpamitan sejenak untuk pergi ke kamar kecil, bukan untuk membuang sesuatu tentunya, namun untuk bergosip ria satu sama lain tentang hal yang tidak perlu pria-pria itu ketahui.
"Kenapa mukamu sesedih itu, Ka?" selidik Kiandra padanya.
"Ah.. rasanya aku ingin menampar muka Mike di mobil tadi, saat ia dengan gamblangnya menjelaskan ciri-ciri wanita itu, wanita yang menjadi kekasihnya saat ini, memuja-muji wanita itu langsung dihadapan ku, Ki. Apa dia tidak memikirkan bagaimana perasaan ku saat mendengarnya, setidaknya kenapa harus mengucapkan itu didepan ku, didepan wanita yang sudah menunggunya bertahun-tahun tanpa kepastian. Sepertinya keputusan ku sudah benar, keputusan untuk menerima tawaran Daddy akan kencan dengan pria pilihan Daddy untuk ku. Sudah cukup bermain-mainnya, jika nanti pria itu mengajak ku menikah aku pastikan aku tidak akan menolaknya. Aku sudha lelah dengan perasaan ku padanya." keluh Mika.
__ADS_1
"Apa kau menanyakan padanya siapa nama wanita itu?" selidik Kiandra.
"Apa kau suda gila? aku tidak mau tahu dan tidak ingin tahu tentangnya dan tentang kisah mereka, memuakkan!" Mika sudah dikuasai oleh emosinya saat ini.
"Kesalahan pertama mu adalah kau tidak menanyakan nama wanita itu, kedua Mike sudah berhasil memancing rasa cemburu mu padanya, dan itu sudah cukup untuknya bahwa kau tidak sungguh-sungguh membunuh perasaan mu padanya." jelas Kiandra.
Mika berfikir sejenak dan sialnya apa yang Kiandra katakan benar adanya.
"Sepengetahuan ku, kemana pun Aldi pergi Mike pasti bersamanya, dan Aldi mengatakan sendiri bahwa Mike tidak pernah menjalin kedekatan dengan wanita manapun, dan kau adalah wanita satu-satunya yang dekat dan intens dengannya. Maka dari itu tadi aku bertanya padamu apa kau tidak menanyakan nama wanita yang Mike ceritakan padamu, aku curiga wanita yang ia maksud adalah dirimu sendiri, Mika. Ini hanya sekedar analisa ku saja dari apa yang aku dengar dari mu." ucap Kiandra.
Ya, daya analisa Kiandra memang benar-benar menurun dari Richard, dan itu di akui oleh bunda dan ayahnya.
"Jika memang itu aku, lalu kenapa dia tidak to the point saja. Itu artinya bukan aku, Kiandra. Jika kau ingin menghibur ku jangan menggunakan cara yang ambigu seperti ini, untuk apa dibuat melayang tinggi dan menjatuhkanku lagi." Mika mengibas tangannya mengisyaratkan untuk tidak berfikir terlalu positif seperti itu.
"Ya sudah, nanti kita lanjut, jika terlalu lama akan membuat para pria itu curiga pada kita, Aldi pasti akan bertanya padaku." ucap Kiandra.
"Baiklah ayo." Mika.
"Kenapa kalian lama sekali? kau ini ke kamar mandi atau sedang buka sesi curhat, Sayang?" tanya Aldi.
"Hmm.. Maksudnya?" tanya Kiandra pura-pura bodoh dan menatap Mika.
Mika hanya menepuk jidadnya pelan sambil memejamkan matanya.
Bye sudah jika Aldi tahu semuanya. - Batin Mika.
Aldi hanya menatapnya dengan tatapan tajam seperti menyiratkan makna 'jangan coba-coba membohongi ku', Kiandra hanya membuang mukanya asal ke arah lain yang penting tidak menatap mata Aldi.
Aku harus bisa merayunya nanti agar mengalihkan topik sialan ini, kau berhutang padaku Mika. - Batin Kiandra.
Next chapter up siang ya..
Ayo yang belum like, love karya ku, dan meninggalkan jejak, do it now.
__ADS_1
Support gratis mu mood booster untuk ku,
Love you all and bye bye..