CEO Love Story

CEO Love Story
Chapter 50 - Rival Cinta


__ADS_3

Saat ini pukul 23:00 waktu Jepang, Dita masih setia menunggu Bayu siuman, dirinya terlelap tidur di kursi tunggu samping Bayu.


Bayu sedikit demi sedikit membuka matanya, pandangannya masih sedikit kabur belum terlalu jelas. Badannya seperti mati rasa, ia mencoba menggerakkan jari jemarinya perlahan, dan menengok ke arah wanita yang sedang tertidur di sampingnya sambil tangannya menggenggam tangan Bayu.


Dia pasti lelah hingga tak sadar bahwa aku sudah siuman.


Entah mengapa tiba-tiba Dita terbangun dari tidurnya. Perlahan ia mencoba membenarkan duduknya. Bayu seketika langsung memejamkan matanya kembali, berpura-pura tidur.


Tak lama Naomi dan Tadashi yang baru saja pulang dari dinas ke New York langsung menuju ke rumah sakit untuk memberikan buah tangan untuk Dita.


Ya sejak pertemuan pertama Naomi dan Dita, akhirnya Dita paham bahwa Naomi yang berdiri saat ini adalah Naomi yang dulu sempat ada dirumah Kiandra ketika mereka kelas dua SMA, Bunda Aurora memperkenalkan Naomi pada Mika dan Dita, karena lama tak jumpa dan Naomi yang saat ini sungguhlah berbeda, jauh lebih dewasa dan semakin mempesona, entah mengapa terbesit ada rasa takut Bayu akan menyukai Naomi karena pertemuan takdir mereka saat itu.


"Naomi... bukankah kau ada di New York saat ini?" tanya Dita dan melihat arloji di tangannya menunjukkan pukul 23:10 waktu Jepang.


Astaga ini sudah tengah malam tapi dia bisa-bisanya menyempatkan datang hanya untuk menjenguk Bayu. Kenapa rasanya menyebalkan sekali ya.


AZ Hospital adalah rumah sakit milik keluarga Aozora, berada di tengah pusat kota Tokyo dan kebanyakan orang menyebutnya rumah sakit utama Tokyo, sebab itulah jam besuk umum tidak berlaku untuk dirinya.


Ekspresi khawatir Dita yang terbaca Naomi membuat Naomi ingin tertawa, Naomi sering mendapat tatapan dingin Dita jika dirinya menjenguk Bayu dan duduk di samping Bayu. Naomi seperti menangkap sinyal kecemburuan dalam tatapan Dita.


Naomi berpura-pura tidak tahu dan menutupi semuanya dari Dita dan Tadashi. Naomi ingin mengetes perasaan Dita dan Tadashi, dengan menggunakan Bayu Naomi bisa tahu apakah selama ini Tadashi memang hanya sebatas menjaganya karena dia adalah anak seorang Tuan besar Aozora atau Tadashi memiliki perasaan yang sama dengan dirinya, dan menguji batas pertahanan Dita sampai kapan akan menyembunyikan perasaanya itu.


Ah cepatlah bangun Bay, dan kita bisa bekerja sama untuk menguji cinta mereka masing-masing.


"Hallo Nona Anindita." sapa Naomi.


"Hallo Naomi." jawab Dita dengan wajah datarnya.


"Aku membawakan ini untuk Bayu, dan ini untukmu." ucap Naomi, Naomi sengaja menyebutkan nama Bayu terlebih dahulu agar Naomi bisa melihat muka kesal Dita. Dita menerimanya hanya membalas senyum getirnya.


Cih, padahal aku yang waras disini tapi dia lebih memilih menyebutkan nama Bayu yang sedang terbaring sakit. Kalau saja dia bukan adik angkat Kiandra, sudah ku cincang dia karena sudah membuat Bayu terkapar seperti ini.


Lagi, Naomi mampu menangkap muka kesal Dita yang lucu baginya.


Kak Kiandra cepatlah datang atau aku akan di penggal oleh sahabatmu ini karena rasa cemburunya, hehe.


"Bagaimana keadaan Bayu Nona?" tanya Naomi.


"Ya masih sama seperti sebelumnya." jawab Dita datar.


Tadashi pun masuk ke dalam ruangan Bayu menyusul Naomi.


"Hallo Nona." seru Tadashi sambil membungkukkan sedikit badannya tanda penghormatannya kepada Dita.

__ADS_1


"Hai" ucap Dita sambil tersenyum.


Baiklah saatnya kita mulai permainannya.


"Nona Anindita, aku mendengar bahwa besok seharusnya hari kalian akan menikah bukan? apa tidak mengapa jika semua rencana tersebut tidak di batalkan? melihat keadaan Bayu masih terbaring lemah seperti ini apa tidak terlalu egois? bukankah cinta seharusnya lebih saling memahami dan menerima?" Naomi terus saja melancarkan bertubi-tubi pertanyaan yang memojokkan Dita.


"Lanjut atau tidaknya aku fikir tidak ada pengaruhnya untukmu Naomi, aku yakin Bayu akan segera bangun." ucap Dita.


"Benarkah? bagaimana jika Bayu tidak bangun?" tanya Naomi.


"Aku tahu kau tidak mencintainya Nona, jika nanti Bayu siuman kau harus melepaskannya, ambisimu untuk menikah dengannya hanya akan menyiksanya, bukankah kau sendiri masih ragu? jika kau melepaskannya aku rela menampung cintanya." Naomi mulai menabuh gendrang perang dengan Dita.


"Kau tahu Naomi, kehadiranmu disini bagiku hanyalah seorang adik dari sahabatku, yang artinya kau adalah adikku juga, bukankah kau seharusnya bersikap lebih santun dengan calon Kaka Ipar mu. Jika saja kau saat ini bukan siapa-siapa bagi Kiandra aku tidak segan menghabisimu." Dita sudah tersulut emosinya karena ucapan asal Naomi padanya.


Anak ini apa sedang bersaing denganku? apa kau juga akan memilihnya Bay? - Dita menatap Bayu dan mulai meragu apakah pria ini benar akan tertarik pada Naomi seperti yang ada di fikirannya.


"Naomi ini sudah malam mari kita pulang, tidak baik untuk pasien jika kau mengganggunya jam segini." ucap Tadashi.


"Jika kau ingin pulang ya pulang saja sendiri, aku ingin menemani Bayu di sini. Siapa tahu dia berubah pikiran setelah melihatku." ucap Naomi.


Mata Dita serasa ingin keluar dari tempatnya, ia heran kenapa Naomi yang sekarang bisa semenyebalkan ini, padahal saat kecil Naomi sungguh menggemaskan dan gadis yang ramah.


Bayu yang sudah merasa hawa diruangan itu tidak membaik, ia mencoba menggerakkan tangannya agar orang disekitarnya tahu bahwa dirinya sudah siuman.


Anindita kau manis sekali jika sedang cemburu, sepertinya aku harus berterima kasih padamu Nona Naomi karena sudah memberikan pertunjukkan drama yang luar biasa.


"Kau lihat Nona, dia merespon kedatangan ku di sini. Ah Bayu manis sekali." Naomi lagi-lagi memprovokasinya.


"Diam!" Dita marah dan mengepalkan tangannya.


"Tuan Tadashi bisakah Anda membawa Nona Naomi pulang? jika tidak maka aku yang akan membawa Bayu pulang dari rumah sakit ini ke rumah Nugroho." ucap Dita yang matanya fokus menatap Naomi.


"Kau takut bersaing dengan ku Nona?" ucap Naomi.


"Kau pikir aku takut? silahkan kau bersamanya jika Bayu memilihmu, tapi untuk sekarang aku sedang tidak ingin siapapun menggangguku. Kau yang keluar atau aku yang keluar." ancam Dita.


Suster dan dokter pun datang, mereka mulai memeriksa semua organ vital Bayu.


"Selamat Nona, pasien sudah melewati masa kritis dan keadaannya jauh lebih baik, namun disarankan untuk tidak langsung membuatnya stress dan syok, luka di perutnya juga sedikit lebih baik, lukanya jahitan operasi harus diganti dua kali sehari, untuk sementara kami akan membawa hasil pemeriksaan ini untuk menentukan apakah pasien sudah bisa rawat jalan atau harus menetap sementara disini." ucap dokter Hermawan, salah satu dokter Indonesia yang di mutasi sementara ke Jepang oleh pihak rumah sakit DW Medical Centre.


"Saya cuma mau pasien pulang ke kediaman Nugroho besok pagi, saya dan keluarga akan merawatnya dengan atau tanpa bantuan AZ Hospital."ucap Dita dengan arogansinya.


Dokter Hermawan sungguh bingung, namun dokter Hermawan tahu siapa itu keluarga Nugroho, dengan berat hati sang dokter memberikan apa yang Dita pinta.

__ADS_1


"Baiklah Nona, malam ini kami akan buat resep obat dan segala kebutuhan untuk pasien ketika dirawat di rumah. Pastikan untuk tetap menjalankan medical check up seminggu sekali guna memantau perkembangan organ vital pasien." jelas dokter Hermawan.


Dokter Hermawan pun pamit undur diri.


"Kau sudah bangun, Bay?" Dita tidak menghiraukan kehadiran Naomi dan Tadashi yang masih terpaku disana.


Dita tidak mampu menahan tangis harunya saat melihat Bayu sudah bangun dari tidur panjangnya.


"Hey, kenapa kau menangis? maafkan aku sudah menyakitimu." ucap Bayu.


Dita menggenggam tangan Bayu, Bayu mengusapkan tangannya ke pipi Dita.


"Kenapa kau begitu kurus? harusnya kau makan saja makanan rumah sakit saat aku masih tidur, supaya kau makan banyak dan tidak kurus seperti ini." ledek Bayu.


"Cih, ku fikir kau akan berhenti meledekku jika kau sudah bangun dari tidur panjangmu." ucap Dita.


"Lalu, bukankah wanita yang berdiri disana adalah wanuta yang berteriak meminta tolong waktu itu?" Bayu bertanya sambil tersenyum ke arah Naomi.


"Baiklah, sepertinya kehadiranku hanya pelengkap disini, aku lelah, aku ingin pulang, dia yang akan menemanimu disini muali malam ini." ucap Dita.


Dita merajuk melihat Bayu dengan mudahnya tersenyum pada wanita lain didepannya yang tak lain saat ini adalah rivalnya sendiri. Saat Dita ingin mengambil tas miliknya Bayu menahan tangan Dita.


"Kau mau kemana, Honey?" ucap Bayu sambil mencoba untuk duduk namun merintih kesakitan. Dita yang tak tega melihatnya mengurungkan niatnya sejenak dan membantu Bayu untuk Duduk.


"Kenapa kau memaksakan diri sendiri untuk duduk?" tanya Dita.


"Jangan pergi Anindita. Setidaknya berpura-puralah peduli padaku sejenak, apa kau tidak iba padaku?" Bayu mencoba merayu Dita.


Ayolah Honey, jangan menegcewakan ku, stay here with me.


🌼


Bersambung...


Hai Hai Good readers,


Ayo dong boom like karyaku, supaya aku semangat terus berkarya.


Aku minta boom like kalian saja loh dan itu tidak di pungut biaya. Kalian bisa tinggalkan jejak kalian supaya aku bisa baca respon kalian setelah membaca tiap chapternya.


Selamat mampir ke karya terbaruku ya Good readers "My Addiction".


See you on next chapter ya and see you there

__ADS_1


Love you All..


Bye bye 🖤


__ADS_2