CEO Love Story

CEO Love Story
Chapter 36 - Dokter Faisal


__ADS_3

Ting..


Ponsel Mike berbunyi menandakan ada pesan masuk. Mike bingung kenapa Nona Mudanya memberikan pesan padanya.


"Apa maksudnya Nona?" begitulah isi pesan yang Mike kirim untuk Dita.


"Kami sedang di pantai bersama, aku sedang di Djogja Mike, menemani Mika untuk bertemu calon kekasihnya. Dia punya cafe di pinggir pantai. Dia seorang dokter Mike, apa kau tidak takut Mika di menyukainya?" balas Dita di pesan tersebut.


Ting.. - pesan itu berbunyi kembali.


Kali ini Mike sedikit kesal melihat foto Mika sedang tertawa bersama seorang pria yang tak lain adalah Dokter Faisal, dokter pribadi Bayu.


Tanpa disadari Mike mencoba melakukan video call ke Mika.


Mika yang saat itu sedang mengobrol dikagetkan karena Mike meneleponnya.


Astaga kenapa dia meneleponku? ah mungkin Aldi ingin bicara dengan Kiandra.


"Kia, sepertinya Aldi ingin bicara denganmu melalui Mike, angkat saja ayahmu tidak akan tahu hal ini, percayalah." bujuk Mika.


"Aku tidak mau Mika, lebih baik aku menahannya dari pada aku harus dijauhkan darinya selamanya. Membayangkannya saja aku tidak sanggup." Kiandra menatap sendu minumannya.


"Sudahlah jangan bersedih, selalu ada kebahagiaan setelah penderitaan." ucap Mika.


Panggilan itu pun berhenti.


Sial! apa sekarang yang dikatakan Nona Kiandra ada benarnya? apakah Mika sudah benar-benar menyerah? arghh! kenapa aku jadi seperti ini si.


Mike mencoba menghubungi Mika kembali.


Kali ini Mika yang mengangkatnya.


"Kia! Ada yang mencarimu." Mika berteriak tanpa menoleh ke layar ponselnya terlebih dahulu.


"Aku yang mencarimu bukan Boss yang mencari Nona Kiandra." ucap Mike datar.


"Aku? kenapa kau mencariku?" tanya Mika.


"Dimana kau saat ini? kenapa kau berpakaian terbuka seperti itu? dasar tukang pamer." tanya Mike yang sedang menahan rasa kesalnya.


Apa dia sedang kerasukan hantu Jepang ya, kenapa bicaranya sangat aneh terdengar.


"Apa kau sedang sakit, Mike?" Mika memutarkan telunjuknya di deoan keningnya.


"Apa?" tanya Mike yang dengan kesalnya.


"Mika!" teriak Faisal dari kejauhan.


Panggilan itu sampai hingga ke telinga Mike.


"Sudah dulu ya Mike, aku buru-buru." ucap Mika yang bergegas berdiri untuk menghampiri mereka semua menuju bibir pantai.

__ADS_1


"Tunggu! Mika! argghh, sial!" Mike mengacak-acak rambutnya.


Aku harus membantu Boss lebih maksimal lagi, semakin Boss cepat pulang semakin aku bisa bertemu dengannya. Wanita itu harus di kasih pelajaran, bagaimana bisa dia berpakaian minim seperti itu di tempat umum, bahkan dihaadapan pria lain. Sial!


Di tempat lain,


"Mika kenapa kau lama sekali? kau sedang apa tadi?" tanya Dita.


"Hmm itu, Mike tiba-tiba menghubungiku, agak aneh rasanya, dia menghubungiku duluan saja sudah aneh, apalagi tadi ucapannya membuatku bingung." Mika menjelaskan ke Dita.


"Pfft, ha ha ha" Dita tertawa terbahak-bahak, membuat Bayu, Faisal dan Kiandra menengok ke arahnya.


"Dit, are you okay? kenapa tiba-tiba tertawa?" tanya Mika yang sangat khawatir.


"Ah, don't worry. Aku hanya ingin tertawa saja." ucap Dita.


"Cih, kau sangat aneh!" Mika berlalu meninggalkan Dita dibelakang.


Mereka bertiga berjalan santai mengitari bibir pantai, berswafoto ria dan saling meledek satu sama lain. Bayu dan Faisal seperti melihat para Dewi sedang turun ke bumi. Cantik, Indah, dan memabukkan.


"Kau beruntung sekali bisa mendapatkan salah satu dari mereka." ujar Faisal.


"Belum tapi akan." jawab singkat Bayu.


"Apa kau sudah bisa mencintainya?" tanya Faisal.


"Belum dan tidak akan pernah. Kami akan menikah, Sal." Bayu menegaskan kalimat akhirnya.


"Kau mendeklarasikan perang denganku, Sal?" Bayu menoleh ke arah Faisal.


"Ya dan itu termasuk aku, Bay. Kau tidak bisa melarang orang lain untuk tidak mencintainya Bay, karena Dita berhak mendapatkan yang terbaik apalagi yang mencintainya bukan karena sekedar butuh padanya." sindir Faisal.


"Brengsek kau! sejak kapan kau berani berebut milikku?" Bayu mencengkram kerah leher Faisal.


"Tenanglah aku akan bersaing sehat denganmu, aku akan berhenti mengejarnya jika Dita yang memintanya bukan kau." ujar Faisal.


"Persetan dengan ucapanmu, Sal. Jauhi Dita atau aku akan melenyapkan karirmu." ancam Bayu.


"Ambil saja, aku rela hidup biasa tapi hari-hari ku dipenuhi gelak tawanya, bangun tidur sudah melihatnya, pulang kerja dia menyambutku, bahkan aku akan bawa Dita pergi dari sini dan tinggal di Korea bersamaku dan ibuku." ujar Faisal.


"Brengsek!" Bayu memukul pipi Faisal.


"kau musuhku atau temanku? apa kau lupa siapa yang sedang kau usik saat ini? aku akan berbaik hati padamu dengan tidak menghancurkanmu saat ini, bukan berarti aku akan diam jika kau menyentuhnya dengan atau tanpa ada aku di sampingnya, Sal. Ingat itu." Faisal yang tersungkur karena hantaman Bayu terlihat oleh Dita.


"Bayu!" Dita berlari mencoba melerai Bayu dan Faisal.


Dita berjongkok membantu Faisal berdiri, hal ini membuat emosi Bayu semakin memuncak.


"Apa kau sudah gila memukul temanmu sendiri?" Dita membentak Bayu dan melototinya.


"Apa kau baik-baik saja, Sal?" tanya Dita.

__ADS_1


Kau lihat Bay, dia mengkhawatirkan ku bukan dirimu.


"Aku baik-baik saja, percayalah." jawab Faisal dengan senyumnya.


"Ish kau ini, apa kau tidak lihat bibirnya berdarah karena mu?" kata Dita.


Bayu geram karena Dita mengumbar kekhawatirannya akan pria lain di hadapannya. Bayu menarik tangan Dita untuk lebih dekat dengannya.


"Kita pulang sekarang!" Bayu mencengkram tangan Dita dengan kuat.


"Aku tidak mau pulang dengan mu, aku akan pulang dengan Mika dan Kiandra!" balas Dita dengan nada tingginya.


Bayu yang dalam keadaan emosi karena ulah Faisal langsung memeluk Dita dan mencium bibirnya di hadapan Faisal, Mika dan Kiandra.


Faisal mengepalkan tangannya melihat Bayu melampiaskan amarahnya dengan mencium Dita. Faisal kesal dengan dirinya yang tidak bisa berbuat apapun saat ini.


Kiandra dan Mika juga sontak dibuat kaget oleh tingkah Bayu.


Oh my God! apa ini Bayu? aku tidak pernah melihatnya marah seperti ini. - Kiandra.


"Si Brengsek ini." Mika yang mencoba menghampiri Dita ditahan oleh Kiandra.


"Ini urusan mereka berdua Mika, kita tidak boleh ikut campur, ku mohon." ucap Kiandra.


Sial! kenapa keluarga Om Nugroho suka sekali menjodohkan anaknya seperti ini.


Sedikit demi sedikit emosi Bayu mereda ketika mencium bibir Dita, Bayu aneh kenapa ciuman Dita mampu meredakan emosinya. Bayu termasuk type pria yang susah sekali meredakan emosinya, ia harus meminum alkohol dulu lalu tertidur baru bisa mengendalikan emosinya dengan benar.


Namun sekarang tanpa alkohol hanya dengan mencium bibir Dita sudah mampu mengendalikan emosinya.


Aku memang tidak mencintaimu tapi aku tidak akan membiarkan siapapun mengambilmu dariku, kau calon istriku sampai kapanpun, tadi Indra sekarang Faisal. Sepertinya aku harus mempercepat perjodohan ini, aku akan ke Jakarta sesegera mungkin. Ucap Bayu dalam hati.


Bayu menyudahi ciumannya, tanpa basa-basi Bayu langsung menarik tangan Dita dan membawanya ke parkiran mobil.


"Mika, Kiandra kalian bisa ikut mobilku." ajak Faisal.


"Thank you Dokter Faisal." Kiandra tersenyum membalas ajakan Faisal padanya dan Mika.


Mereka pulang secara terpisah, Bayu dan Dita sudah lebih dulu pergi meninggalkan Mika dan Kiandra.


Tidak ada obrolan yang terjadi disana, Dita hanya terdiam dan membuang tatapannya keluar.


Apa dia tidak pernah berpikir bahwa dia sudah mengambil ciuman pertamaku? seharusnya ciuman pertamaku akan terjadi seperti di drama-drama korea yang aku lihat, bukan seperti ini.


Dita menangis tanpa suara, ia tidak mau Bayu mengira dia lemah. Hingga tak sadar Dita tertidur di mobil setelah ia menangis.


🍂


Bersambung..


Thank you semua Good Readers and Authors yang menyempatkan diri untuk mengikuti perjalan kisah cinta mereka, aku tidak bosan-bosan untuk minta support kalian semua untuk vote, vote, vote, vote and vote. Give us ur boom like, comment, 5 rate karena itu gratis tapi sangat berarti bagi penulis.

__ADS_1


See you on next chapter everyone, big love from the distance 🖤.


__ADS_2