
"Kenapa kau pakai baju seperti itu? ganti atau aku akan bakar pakaianmu yang seperti itu." ucap Mike yang melihat Mika dari sofa ruang tengah.
Tanpa membalas ucapan Mike, entah mengapa Mika malah menuruti ucapan Mike dan kembali mengganti pakaiannya. Setelah sepuluh menit berganti Mika keluar kembali.
"Apa kau ingin mengunjungi pemakaman dengan semua pakaian hitammu itu? ganti!" perintah Mike lagi.
Lagi-lagi Mika menuruti perintah Mike. Mengganti pakaiannya dengan berlengan panjang namun sangat ketat dan sexy, celana jeans pendeknya yang hanya menutupi sebagian pahanya. Mika keluar lagi dengan kesalnya.
"Apa kau ingin ke bar? cih berpakaian dengan baik saja kau harus revisi berulang kali." sindir Mike yang matanya masih tertuju ke game kesayangannya.
Mika mengacak-acak rambutnya dan masuk ke dalam kamarnya kembali. Mike yang melihat itu hanya tersenyum menang karena sudah membuat Mika kesal. Ya, Mike memang paling suka menjahili Mika apalagi mengancamnya. Mike menyukai ekspresi Mika jika sedang melototi dirinya.
Dia manis sekali saat menuruti apa yang aku katakan.
"Si cupu itu sudah menguji kesabaranku, baiklah kita lihat jika kali ini masih saja berkomentar seperti sebelumnya, akan aku kuncir mulutnya dengan karet nasi uduk. Menyebalkan sekali!" kesal Mika.
"Hm, pertama dia bilang hanya suruh ganti saat aku pakai tank top hitam, yang kedua dia bilang pakaian hitamku seperti sedang berkabung, yang terakhir tadi pakaianku di bilang ingin ke bar. Berarti itu artinya dia tidak suka aku berpakai dengan warna gelap, dan celana pendek, apalagi ketat. Sepertinya aku tahu aku harus pakai apa." Mika berfikir dan menemukan pakaian yang menurutnya tidak melanggar apa yang dimaksud Mike sebelumnya.
Mika memilih atasan dengan warna cerah, berpadu dengan celana bahan warna pastel, serta kacamata yang ia pakai di kepalanya, ia mengganti lipstiknya dengan warna natural atau lebih ke tone warna bibirnya.
Mika keluar dari kamar dan menghembuskan nafasnya kasar.
Awas ya kau cupu.
Mike melihat Mika yang berdiri dihadapannya, melihat dari kepala hingga ke kaki. dua kali ia melihat Mika seperti itu namun tak berucap apapun. Mika mulai kesal dengan tingkah konyol Mike.
"Apa? kau mau mengomentari pakaian ku lagi? ingin membakarnya? bakar saja aku masih mampu membeli yang..."
Cup..
Karena bersidekap dan membuang mukanya ke arah lain saat bicara tadi, Mika kaget karena Mike mencium keningnya. Mika menghentikan ucapannya saat Mike mencium keningnya lama dan pergi begitu saja ke dapur untuk minum.
"Cupu!!! apa sih maksudnya itu, sedikit-sedikit mencium bibirku, sedikit-sedikit mencium keningku, apa dia pikir muka ku dan bibirnya itu mengandung magnet? menyebalkan sekali."
***
__ADS_1
Setibanya mereka di bandara, mereka langsung menuju Jakarta, karena Aldi dan semuanya akan naik pesawat jet pribadi dari bandara Soeta. Sejam perjalan yang tidak begitu special dan akhirnya mereka tiba di bandara Soeta.
Aldi dan Kiandra terus mengumbar kemesraan mereka di bandara, sambil menunggu jadwal keberangkatan tiba. Saling berbalas sikap manis antara keduanya. Pemandangan ini tak luput dari pandangan Mika dan Mike.
"Sebenarnya kita ke Jepang untuk apa sih Al? kau kan tahu aku dan Kiandra sebentar lagi akan wisuda, kau malah membawa kita berdua kesana." ucap Mika.
"Simpan rasa penasaranmu itu, kau akan segera mengetahuinya." ucap Aldi pada Mika namun matanya masih memandang lekat Kiandra.
Dasar pasangan norak, dia pikir bandara ini milik mereka berdua gituh, yang lain cuma hantu? - cibir Mika dalam hati melihat Kiandra dan Aldi yang bersikap manja satu sama lain di tempat umum.
"Kau iri?" tiba-tiba Mike berbisik pelan di kuping Mika, membuat Mika kaget dibuatnya.
"Kau ini! bisakah kau bersikap layaknya manusia normal? sebentar-bentar berbisik, sebenta-bentar menciumku, apa sebegitu cintanya kau padaku sekarang?" tanya Mika kesal sambil memegangi telinganya.
"Iya" jawab Mike datar.
Tak ada senyuman, tak ada amarah, datar begitu saja. Ingin rasanya Mika punya kekuatan membaca isi hati seseorang untuk tahu apakah Mike saat ini sedang bercanda mempermainkan perasaanya atau memang benar adanya.
"Hahaha" Mika tertawa terpingkal-pingkal. Aldi dan Kiandra tak luput ikut memperhatikannya.
"Menurutmu?" ucap Mike dan seketika ia melepas topinya dan memakaikannya ke kepala Mika, tangannya merebut tas dari tangan Mika. Lalu pergi menjauh menyusul Aldi dan Kiandra yang sudah berjalan jauh di depan.
"Mike!!!!" teriak Mika kesal.
Mike terus saja berjalan, tangannya ia masukkan ke saku celana dan tangan satunya lagi melambai ke Mika tanpa menoleh sedikitpun.
Mika menyusul Mike, berlarian hingga masuk ke jet pribadi milik Aldi.
"Kenapa kau seperti itu Mika?" tanya Kiandra.
Mika masih terengah-engah nafasnya, tak sanggup menjawab pertanyaan Kiandra, ia hanya mengibaskan tangannya pertanda tidak terjadi apa-apa pada dirinya.
Mike sudah duduk manis di kursi penumpang.
Menyebalkan sekali kau Mike, aku ditinggal sendirian di belakang, sial!
__ADS_1
Tas ku dibawa dia lagi, ada hp ku didalam, ah biarkan saja, single tidak akan ada yang mencari, akan aku ambil jika dia sudah tidur saja.
Sudah tiga jam pesawat mereka mengudara, Mika yang katanya akan menunggu Mike tertidur untuk merebut tas miliknya malah ia tertidur lebih dulu dari pada yang lain.
Melihat tingkah konyol Mika saat tidur membuat Mike tersenyum, dan menghampiri kursi sebelah Mika yang kosong.
Mike berselfie ria dengan memasang muka konyolnya, Mika yang masih terlelap tidak sadar bahwa Mike sedang berselfie bersama dirinya yang sedang tidur dengan muka absurdnya.
Hahaha, kau pikir mudah mengalahkan ku? cih tidak semudah itu Mika. Aku akan gunakan ini untuk ku gunakan jika ia tidak menuruti ku.
Mike menyimpan kembali hp miliknya ke dalam saku celananya. Mika tertidur masih dengan topi Mike yang bertengger di kepalanya. Mike mencoba menyusupkan jari jemarinya ke jari jemari Mika, dan menyenderkan kepala Mika ke pundaknya. Mike tersenyum geli dengan tingkahnya.
Oh begini ternyata rasanya menggenggam tangan seorang wanita, pantas saja Boss sangat menyukai jika bersentuhan dengan Nyonya Boss.
Kenyamanan yang Mike rasakan membuatnya mengantuk dan ikut terlelap dalam dunia mimpi indahnya. Di atas awan ia lambungkan tinggi khayalannya dengan Mika, dibarengi dengan langit berbintang, rembulan yang cerah, pijaran lampu-lampu dari bawah sana yang semakin menambah keindahan malam itu bagi Mike.
Kiandra yang merasa panggilan alamnya sudah memanggil, ia pun bergegas ke kamar kecil, namun saat melewati kursi Mika dan Mike ia kaget dibuatnya.
Bagaimana bisa Mike disini, bukankah dia duduk disamping Aldi tadi?
Haish, jika terbangun seperti kucing dan anjing. Jika tidur seperti malam merindukan Bulan. Aku akan mengabadikan moment ini siapa tahu akan berguna untuk Mika.
Kiandra membidik kameranya ke Mika dan Mike, setelah itu bergegas ke kamar kecil untuk buang air kecil yang sedari tadi ia tahan, dan kembali lagi duduk di kursi samping Aldi yang sedang tertidur.
Sungguh malam indah di atas awan, ketika dua insan saling menggoda namun juga saling merindu.
🌼
Bersambung..
Thank you atas waktunya sudah baca karya ku ya Good readers, aku tak akan bosan untuk meminta boom like kalian secara gratis dengan cara like setiap episode yang kalian baca secara gratis, aku selalu membaca setiap jejak yang kalian tinggalkan di karyaku loh jadi silahkan tinggalkan komen sebanyak yang kalian mau, tentu tidak mengandung SARA dan kata-kata kasar ya Good Readers.
Jangan lupa juga mampir ke karya terbaruku "My Addiction".
See you when i see you
Love you All..
__ADS_1
Bye bye..