CEO Love Story

CEO Love Story
Chapter 46 - Game is Over


__ADS_3

Dita tertidur di samping Bayu yang masih betah dengan mimpinya, tangan Dita memegang tangan Bayu. Aldi baru saja tiba mengantarkan sarapan untuk Dita. Aldi berdiri di seberang Dita, menatap sendu sang adik yang terpuruk akan kejadian ini. Dita yang merasa ada kehadiran orang lain langsung terbangun.


"Kakak, kenapa pagi-pagi sudah ada di sini Kak?" Dita mengucek pelan matanya.


"Aku mengantarkan sarapan untukmu, makanlah. Dita, lebih baik pernikahan kalian di undur saja ya, keadaan Bayu sungguh tidak memungkinkan untuk dilanjutkan besok." ucap Aldi.


Dita menatap Bayu dengan tatapan pasrah.


"Lanjutkan saja Kak. Jika kau tidak bangun Bay, aku akan menelepon Indra atau Faisal untuk menggantikan posisimu besok. Bangun atau tidak sama sekali Bayu." ucapnya lirih dengan segenap tenaga menahan air matanya.


Aku yakin kau mampu mendengarnya Bay, aku percaya itu. - Dita.


"Apa kau pikir pernikahan bisa kau tukar dengan siapapun sesukamu? pernikahan bukan main-main Dita, kita undur saja." ucap Aldi.


"Aku ingin lanjut maka lanjut, jika Bayu lebih memilih untuk terus tidur maka itulah jawaban yang ia berikan untukku." ucap Dita dengan lantangnya, matanya sudah memerah.


"Aku yakin kau mendengarkan ucapanku Bay, aku tidak akan mengundurkan jadwal pernikahan ini, dengan atau tanpamu aku akan terus melanjutkannya, jika kau lebih memilih untuk tidur dari pada aku, silahkan! tapi aku tidak akan kembali padamu sampai kapanpun." ucap Dita.


Dita langsung bergegas keluar pintu ruangan tersebut, ia terkulai lemas di depan pintu masuk kamar rawat Bayu, ia menangisi ucapannya yang ternyata sakit sekali terasa di dadanya.


Berulang kali Mika dan Kiandra menghubungi Dita namun tak kunjung ada jawaban membuat dua sahabatnya itu khawatir. Bagi Dita tidak ada pikiran lain selain keselamatan Bayu saat ini. Dita merutuki kebodohannya yang jatuh ke dalam rayuan Bayu, membuka ruang hati untuk sang pemilik yang digariskan takdir untuknya.


Ku mohon bangunlah Bay, tolong...


***


"Hallo Om Richard." sapa Aldi.


"Hallo Al, apa kabar?" tanya Richard.


"Kabar baik Om. Om, Aldi sudah menyelesaikan apa yang menjadi syarat untukku mendapatkan restu atas hubunganku dengan Kiandra, apa aku sudah bisa mendapatkan akses untuk menemuinya?" tanya Aldi ragu.


"Hmm, kau memang selalu melampaui batas ekspetasi ku, kau bahkan menyelesaikannya lima hari sebelum waktu ketentuan dariku tiba. Kapan kau akan menemui anakku?" tanya Richard yang tak lain adalah ayah Kiandra.


Mereka mulai melanjutkan obrolan mereka, namun Mike sibuk mempersiapkan perjalanan singkat mereka kali ini.


"Baiklah Om, sampai jumpa nanti." ucap Bayu dan mengakhiri obrolan mereka.


"Boss mari berangkat sekarang, mobil sudah tiba di lobby rumah sakit." ucap Mike.


Tanpa ucapan dari Aldi, mereka sudah turun menuju lobby dan menuju ke bandara.


Hampir tujuh jam perjalan Jepang-Indonesia tanpa jeda transit atas permintaan Aldi. Aldi sengaja menyiapkan co-pilot cadangan karena ia tidak ingin transit. Tidak transit saja baginya sudah seperti berhari-hari apa lagi jika itu terjadi, Aldi tidak akan sanggup lagi menahannya.


Aldi yang mencoba memejamkan matanya tidak juga mampu tertidur hingga jet pribadinya sudah tiba di bandara Djogja.


Aldi baru saja keluar dari area bandara dan melaju ke rumah kekasihnya.


"Mike apa kau sudah menghubungi Mika?" tanya Aldi.


Kenapa harus aku yang menghubungi Mika, Boss ini sungguh aneh sekali.

__ADS_1


"Hubungi Mika, jika ia tidak tiba dalam waktu sepeluh menit aku akan menikahkan kalian berdua saat ini juga." ancam Aldi.


Kenapa terdengarnya seperti ancamannya tertuju untuk ku bukannya Mika. Hah kenapa hidupku selalu di hampiri wanita itu, membuat kepala ku pusing saja.


Mike langsung mengirimi Mika pesan.


"JIka kau tidak muncul di depan rumahmu dalam waktu 5 menit aku akan membakar rumah mu saat ini juga. Aku ada di depan rumahmu." begitulah isi pesan Mike ke Mika.


Sesampainya di sana Mike berdiri menunggu Mika yang tak kunjung tiba.


Sejurus kemudian Mika yang di tunggu sudah tiba di garasi rumah tersebut. Mika menopang tubuhnya, kedua tangannya memegang lututnya, nafasnya tak beraturan. Dirinya takut Mike akan benar-benar membakar rumah yang mereka berdua sewa. Mike hanya menatap Mika dingin seperti biasanya.



"Dasar pria gila!" teriak Mika sambil menunjuk ke arah yang ia maksud.


Awas saja aku akan membalasnya nanti, tunggu saja.


Kiandra yang baru saja tiba dan turun dari Mojek terheran melihat Mike ada di Djogja, namun sayangnya Kiandra tidak menemukan sosok Aldi.


"Mike, Kau di sini?" tanya Kiandra.


"Iya Nona, aku kesini untuk menjenguk Mika." ucapnya serampangan.


Kalau saja bukan Boss yang menyuruh ku bicara seperti ini aku tidak akan pernah mengucapkannya sedikitpun. - Mike.


Apa dia bilang tadi? aku tahu sekali itu suatu kebohongan. - Mika.


"Duduklah senyamanmu Mike, aku akan mengambil minum sebentar. Mika temani Mike dulu, bukankah kalian saling merindu?" ledek Kiandra.


"Cih, tidak akan lagi aku merindukan pria cupu sepertinya." ucap Mika.


Mike tidak bergeming dengan ucapan kasar Mika yang ditujukan untuknya. Mike masih menatap Mika tanpa berucap sepatah kata pun. Mika yang di tatap seperti itu merasa canggung dan risih.



"Kenapa kau suka sekali berpakaian seperti itu keluar rumah?" Mike akhirnya mengeluarkan suaranya.


"Bukan urusanmu." jawab Mika singkat.


"Apa kau tidak sanggup membeli pakaian layak pakai?" tanya Mike lagi.


"Kenapa kau selalu mengeluarkan kalimat ambigu yang selalu membuatku kesal? jika aku tidak mampu memangnya kenapa? bukan urusanmu dan jangan pernah mengurusi hidup ku." ucap Dita. Matanya seperti biasa selalu melototi Mike jika sedang kesal padanya.


'Brak!!' Mika membanting pintu kamarnya kencang hingga Kiandra yang sedang membuat minum kaget dibuatnya.


"Kalian baru juga bertemu sudah ribut lagi?" tanya Kiandra, ia menaruh minuman di meja untuk Mike.


"Hmm, sepertinya aku harus mandi dulu Mike, aku tinggal sebentar ya." Kiandra pun masuk ke dalam kamarnya. dan berendam air panas.


Sepuluh menit sudah Kiandra di kamar mandi, ia sedang bergegas ke mini wardrobe miliknya. Kiandra masih berbalut kimono handuknya dan memilah pakaian yang akan dia pakai.

__ADS_1


"Nona sedang mandi, Boss." lapor Mike lalu duduk kembali.


"Yang mana kamar kekasihku?" tanya Aldi. Mike seketika menunjuk ke arah yang Aldi pinta.


Aldi mulai memasuki kamar tersebut, tanpa mengeluarkan suara sedikitpun, agar Kiandra tidak sadar akan kehadiran dirinya di dalam kamar. Mike langsung berdiri di depan pintu kamar Mika, ia takut jika Kiandra kaget dan berteriak Mika langsung keluar dan memukuli Aldi.


Aku akan berjaga disini saja.


Aldi mengendap-endap masuk dan menemukan Kiandra di ruang wardrobenya.



Aldi langsung mencium leher Kiandra dari balik punggungnya. "Wangimu masih sama." bisik Aldi.


"Arghhhh!!" Kiandra berbalik badan dan memegangi leher yang tadi di cium oleh Aldi.


Prediksi Mike benar terjadi, saat Kiandra berteriak saat itu juga Mika tergesa-gesa keluar dari kamarnya. Dalam sekejap Mike menahan Mika dan mendorongnya masuk kembali ke kamar, ia membekap mulut Mika. Mika menepis tangan Mike yang membuatnya hampir kehilangan oksigen.


"Apa kau lama di Jepang membuatmu semakin gila? kau hampir membunuhku tadi karena tidak bisa bernafas." teriak Mika.


Mike sudah tidak mampu menahan gejolak rindu, marah, kesal, dan bahagia yang sedari tadi ia tahan.


Mike menyudahi ciumannya, dan mengusap bibir Mika seraya berkata "Jangan mengundang orang lain datang karena teriakanmu di sini, apa kau sangat ingin sekali membuat orang lain menemukan kita dalam satu kamar seperti ini?" kata Mike.


Mika yang skakmat dan tidak berkutik hanya mampu memalingkan mukanya dari tatapan Mike.


"Mengapa kau mengalihkan pandanganmu? aku sudah di sini, bukankah kau sangat merindukanku, Mika?" ledek Mike.


"Kau pikir kau siapa harus banget aku menunggumu? dasar cupu." kata Mika.


Mike hanya tertawa dan membaringkan badannya di kasur milik Mika.


"Arghh, kasurnya empuk sekali, membuat ku ingin memulai tidur ku sekarang juga, ahh perjalanan ini sangat jauh, namun yang di tuju tak kunjung menyambutku, menyedihkan bukan?" sindir Mike.


Mika mencoba membuka pintu kamarnya tapi nihil, karena kunci sudah ada di kantong celana Mike.


"Berikan aku kuncinya!" perintah Mika.


"Nih, kau ambil saja sendiri." Mike mengarahkan matanya menuju kantong celananya.


Si Cupu ini benar-benar menguji kesabaranku.


***


Bersambung..


Thank you Good readers, jangan lupa support aku dan karyaku secara gratis, namun sangat berarti bagi penulis.


Vote, Vote vote and vote ya, jangan lupa boom like nya, dan tinggalkan jejak membaca kalian di kolom komentar agar orang lain bisa melihat penilaian mu akan cerita di kolom komentar.


Thank you, and Love you..

__ADS_1


See you bye bye..


__ADS_2